Renungan Malam 7 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP 282:1,2
    1. Ku kataken bujur baNdu, o Kam Tuhan Penebus. Aku enggo s’lamatkenNdu arah lias ateNdu. Keleng kal ateNdu aku, simpar kap ngaruhNdu bangku. Lias ateNdu lanai terpilasi, kupuji tep-tep wari.
    2. Tergejap pasu-pasuNdu ibas kegeluhenku. Rejeki arah dalinku, icurcurkenNdu bangku. …
  2. Ertoto guna Ngoge Kata Dibata
  3. Ngoge Kata Dibata: Titus 3:4-8
    “ Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia ”.
    Renungen
    Allah memiliki rancangan dalam menyelamatkan kita. Pembacaan Firman Tuhan ini menyatakan kepada kita bahwa oleh rahmatnya kita dibenarkan supaya kita berhak menerima hidup yang kekal. Dalam kemurahanNya, Allah telah mengangkat kita menjadi anak-anakNya dan memberi jaminan hidup masa depan yang mulia. Inilah yang harus tetap kita ingat dan yakini dalam hidup kita.
    Allah menghendaki agar keselamatan dan jaminan masa depan yang telah kita peroleh itu juga menjadi motivasi, daya penggerak untuk melakukan pekerjaan baik pada masa kini. Apa yang di maksud dengan pekerjaan baik itu ? Pekerjaan itu disebut baik karena memperlakukan orang lain dengan baik. Dalam Titus 2:1-10, Paulus memberi nasehat tentang bagaimana perilaku yang baik dari laki-laki yang tua, perempuan-perempuan yang tua, perempuan-perempuan muda, orang-orang muda dan hamba-hamba. Kasih karunia Allah yang menyelematkan “mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini (Titus 3:12). Kita mengerjakan pekerjaan baik agar kita mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pokok kita dan tidak tergantung kepada orang lain. I Tesalonika 4:12, “ Alu bage, mehamat me bandu kalak si la tek man Yesus Kristus, janah la kam perlu ernalem man kalak si deban kerna keperlunndu”. Dengan pekerjaan itu baik, karena dengan kemandirian yang kita miliki, kita juga dapat membagikan kepada mereka yang berkekurangan. “ Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan” (Efesus 4:28). Dengan melakukan pekerjaan baik maka hal itu berguna bagi semua manusia. Allah menyelamatkan kita bukan hanya untuk masa depan saja, tetapi untuk menjalankan tanggungjawab missioner kita pada saat ini. Amin.
  4. Ertoto Kenca Renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 281:1
    1. Kek’lengen Yesus kempak manusia, desken Dibata engkelengi Ia, kekelengenNa maler kap man banta adi sipakelah pedahNa. Min sikeleng-kelengen kita k’rina, bagi pedahken Yesus bas pustaka. Sababna kai si pindo bas gelarna, ib’re Dibata man banta.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 6 Juni 2020

  1. Rende : KEE GBKP No. 310:1,2.
    Reff. Pujilah min Dibata, puji gelarNa Si Badia. Ibas Kristus ‘nggo si idah Dibata jine si perkuah.
    1. Langit ras doni rendelah, mungkuk erjimpuh nembahlah. Pasu-pasuNa kap mbelin, keleng ateNa la erkerin… Reff.
    2. doni k’rina, suraklah Tuhan Dibata pujilah. Rikut kulcapi ras gendang, sampur meriah la teralang. … reff.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Pustaka Si Badia : 2 Korintus 12:9
    “ Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku ”.
    Renungen.
    Pengalaman kehidupan memang sering mengajari kita bahwa kita senantiasa membutuhkan kekuatan. Di saat kita butuh kekuatan lebih agar kita lebih maksimal mengerjakan tugas-tugas kita, pada saat itu, justru kita mendapatkan rintangan, yang menghalangi pekerjaan-pekerjaan kita. Apalagi, ketika kita menganggap pekerjaan-pekerjaan itu adalah pekerjaan baik, mulia dan benar, kita berharap, seharusnya kita dibebaskan dari masalah. Namun, justru kita mendapatkan masalah. Terkadang hal ini dapat melemahkan semangat kita. Ini situasi yang sangat meletihkan hati dan pikiran kita.
    Paulus pernah mengalami hal ini. Pada saat dia mengabarkan Kabar Baik, dia mengalami suatu penyakit. Dia mengambarkan seperti “duri dalam daging”. Bahkan, dia mengatakan bahwa dia sudah tiga berdoa kepada Allah agar penyakit itu mundur dari dirinya. Tetapi, penyakit itu tetap bertahan dalam dirinya. Tentunya ini merupakan suatu rintangan yang menghalangi dia untuk memberitakan Kabar Baik. Sulit rasanya untuk menerima kenyataan. Namun Allah menjelaskan makna mengapa ada penyakit itu dalam tubuhnya. Pada ayat 7, Paulus mengatakan, “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, …”. Dengan adanya duri dalam daging itu membuat Paulus terus menerus berharap akan kekuatan dari Allah. Dia mengaminkan, bahwa dalam kelemahannya, justru kuasa Allah menjadi sempurna dalam hidupnya. Karena mengetahui maknanya, Paulus dapat menerima kenyataan itu dan tidak lagi menganggap itu rintangan. Dia memperoleh kekuatan untuk memberitakan Kabar Baik.
    Kita juga, karena tidak memahami makna di balik kesulitan itu, terkadang kesulitan melemahkan semangat kita. Kita memohon kepada Allah agar Allah membukakan kepada kita makna di balik kesulitan yang kita alami. Kita percaya bahwa Allah mengasihi dan memelihara kehidupan kita. Allah tetap menuntun kita untuk mendapatkan kekuatan baru dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup kita. Amin.
  4. Ertoto
  5. Rende : KEE GBKP No. 369:1,2.
    1. O Dibata, Kam pengarapenku, malem kal ateku ibahanNdu. Perban e kupuji Kam Tuhan, rasa lalap seh rasa lalap.
    2. Tuhan, Kam me kecionku. Tupung aku ‘bas kiniseranku. Perban e kupuji Kam Tuhanku, rasa lalap seh rasa lalap.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 5 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 201:1,4.
    1. Malem ate tuhu-tuhu si ernalem man baNdu. Kam Dibata si njadiken langit ras doni enda. Salsalindu pusuh kami, maka t’rangNdu tergejap. Kalak si tek la kap bene ban kelengNdu e tetap.
    2. Aloken Kamlah o Bapa, kuendesken geluhku. KesahNdu min ngajarisa lah kuteh nembah baNdu. Pasu-pasu min kerina daging, ukur, tendingku. Gelah arah tan ras kata, ipujiNa gelarNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Pustaka Si Badia : 1 Timotius 4:7-10.
    “ Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya ”.
    Renungen :
    Dalam bacaan kita ini, Paulus mengingatkan Timotius untuk latihan beribadah. Mengapa harus latihan untuk beribadah ? Di sekitar kehidupan Timotius beredar pengajaran yang melarang orang kawin, melarang orang makan makanan tertentu. Hal berpantang ini dianggap sebagai melatih tubuh agar tidak tercemar. Inilah yang mereka katakan sebagai ibadah. Menurut Paulus ibadah seperti ini sebagai latihan badani yang terbatas gunanya, hanya untuk saat ini saja. Oleh karena itu Paulus mendorong Timotius melatih dirinya melakukan sesuatu yang berguna untuk hidup saat ini dan untuk hidup yang akan datang, yaitu beribadah. Lalu apa yang dimaksud Paulus dengan beribadah?
    Pada hari minggu pagi, seorang bapak bertemu dengan seorang temannya di lampu merah. Bapak ini bertanya kepada temannya, “Mau kemana kam pagi-pagi seperti ini ? Lalu temannya itu menjawab, “saya mau pergi beribadah di Gereja”. Tidak salah untuk mengatakan kita beribadah di Gereja. Tetapi yang di maksud dengan beribadah tidaklah berarti hanya pergi ke gereja. Beribadah berarti hidup berkenan kepada Allah. Hidup berkenan kepada Allah berarti mempercayakan hati, pikiran, perkataan dan perbuatan setiap hari kita untuk dikendalikan, dipimpin atau diarahkan oleh Allah Tritunggal. Oleh karena itu, memang kita harus melatih diri kita, agar dalam situasi apa pun, hati, pikiran, perkataan dan perbuatan tetap dipimpin oleh Allah Tritunggal
    Pada saat ini, tantangan kita bukan pengajaran sesat tentang berpantang, tetapi kesulitan-kesulitan hidup. Bisa jadi, kesulitan hiduplah yang menjadi pengendali, memimpin dan mengarahkan hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita kepada kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, yang pada akhirnya melamahkan iman kita. Oleh karena itu, kita harus berjerih payah dan berjuang agar kita tetap hidup berkenan kepada Allah dalam kesulitan-kesulitan hidup saat ini. Dalam segala situasi, pengharapan kita tetap kepada Allah.
  4. Ertoto
  5. Rende KEE GBKP No. 270:1,2.
    1. Ermengkah ras ertoto, em kege’luhen si payo. Bas Kristus keriahennta, meteruk ukurta. Ibas senang ‘ntah susah kecibal geluhta. Pujilah Tuhan, kataken bujur alu bulat ukur.
    2. Meder udan ras baho, petir gelap ras lenggur. Tumpat ukurku labo, kukataken bujur. Ibas senang ‘ntah susah kecibal geluhta. Pujilah Tuhan, kataken bujur alu bulat ukur.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 4 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No 334:1,2
    1. Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta Ia si merekenca. Kiniteken pe ras pemetehta, e pe Ia si njujurkenca. Ia kap erbanca kita sangap. Tetaplah man Ia kita ngarap. Di reh susah b’reNa serpang pulah, tendi kula mejuah-juah.
    2. Dage tetaplah bulat ukurta, geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kal min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kal lupa.
  2. Ertoto.
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 18:30
    “ Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok”.
    Renungan :
    Situasi saat ini, membuat seorang teman berkata, “bisa bertahan hidup saja saat ini sudah bagus itu”. Mungkin dia sudah lelah memikirkan cara lain untuk mencukupkan kebutuhan keluarganya. Apa yang dia hasilkan hanya cukup untuk kebutuhan dasar keluarganya. Punya tempat tinggal, bisa makan, sudahlah cukup baginya. Baginya mungkin berlaku istilah : Jalani saja hidup ini, di mana nanti berhenti, ya di situlah sampainya. (Ija kari ngadina, ijem sehna). Sepertinya dia tidak berani memimpikan kehidupan yang lebih baik lagi. Bermimpi pun dia sudah tidak berani lagi. Begitu juga dalam perjuangan kehidupan ini. Kegagalan demi kegagalan dalam hidup memang dapat melumpuhkan keberanian kita. Kita tidak lagi berpikir jauh ke depan, bagaimana keadaan hidup di masa depan. Kita hanya terfokus kepada diri kita sendiri dan persoalan hidup kita. Kita menjadi pemurung, gampang tersinggung, gampang kehilangan sukacita dalam hidup.
    Bacaan Firman Tuhan pada malam ini, memperlihatkan Daud yang mendapatkan keberanian hidup. Daud tidak sekedar berani menghadapi musuhnya tetapi dia juga berani memasuki tembok benteng musuh. Daud mendapatkan keberanian karena dia yakin Allah beserta dengan dia. Dengan kehadiran Allah, Daud merasa mendapatkan kekuatan untuk menghadapi musuh-musuhnya.
    Belajar dari pengalaman Daud, keyakinan kita akan Allah yang beserta dengan kita menjadikan kita berani memimpikan kehidupan yang lebih baik lagi. Oleh karena hidup bukan sekedar bertahan hidup. Ada banyak hal yang harus kita perjuangkan. Misalnya, semangat hidup orang tua menjadi teladan bagi anak-anaknya untuk bersemangat memperbaiki keadaan hidupnya. Bila orang tua saja tidak semangat, tentunya menjadi pengaruh negatif terhadap anak-anak. Keyakinan Allah beserta kita menjadikan sukacita ada dalam keluarga. Sukacita ini seperti tali yang mengikat kebersamaan dalam keluarga, menjadi tempat pertumbuhan pribadi-pribadi yang sehat. Anak-anak yang memiliki pribadi yang sehat dan tangguh.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 307:1,2
    1. O Tuhanku, Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal m’ratah aku babaNdu, ipesenang senangNdu geluhku. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
    2. IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku kempak keg’luhen si sikapkenNdu. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 3 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 287:1,2
    1. Kune bas geluhta mara reh nderpa, arus jaga ula ukurta pera. Pasu-pasu Tuhan ula kal lupa, kekelengenNa la nggo erleka. Pasu-pasuNa siingetlah, Ia kapen ulu ni tuah. Pasu-pasu Tuhan ingetlah, Tuhan si perkuah tetap sembahlah.
    2. Kune baban mberat ‘rbanca kam kote, ntah pengajuk doni ‘rbanca kam mbole. Di kecibal geluh bagi la jore, tapi kiniteken ola kal monce. Pasu-pasuNa siingetlah, …
  2. Ertoto menaken Pengogen Kata Dibata
  3. Pengogen Kata Dibata : Habakuk 3:17-19.
    “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi)”
    Renungan :
    Kita bekerja tentunya mengharapkan hasil. Terbayar rasanya jerih payah kita ketika kita mendapatkan hasil yang berlimpah. Sebaliknya, akan terasa menyakitkan bila hasil yang kita harapkan tidak kita dapatkan, malah simpanan yang ada justru terkuras keluar. Inilah yang sudah dibukakan Allah kepada Nabi Habakuk. Akan terjadi penderitaan dalam kehidupan bangsa Israel. Pada saat itu bangsa Israel hidup dalam dunia pertanian dan perternakan. Tetapi pertanian mereka tidak lagi menghasilkan dan ternak yang mereka miliki, yang mereka pelihara, akan terkuras, keluar dari kandang.
    Namun demikian, Habakuk mengingat kedahsyatan kuasa dan kesetiaan Allah. Di katakan dalam Habakuk 3:2, “O, Tuhan, enggo kubegi kai si enggo ibahanNdu, e maka mbiar kal aku. Genduari lakoken lah i bas tahun-tahun kegeluhen kami, perbahanen si mbelin bagi si enggo ilakokenNdu mbarenda. Aminna nembeh pe ateNdu, mekuahlah min ateNdu kempak kami”. Habakuk juga percaya bahwa cara Allah memang misterius dalam menolong umatNya. Habakuk membandingkannya dengan rusa. Seekor rusa tidak memiliki taring, bisa, cakar, tubuh dan tenaga yang besar untuk bertahan hidup. Tetapi seekor rusa memiliki kaki yang lincah yang membuat tubuhnya terasa ringan untuk melompat di bebukitan batu. Tuhan memberikan kaki yang lincah sehingga rusa bisa bertahan hidup. Habakuk yakin bahwa Allah akan memberi cara bagi dia untuk menghadapi beratnya penderitaan hidup ini. Iman yang seperti inilah yang membuat Habakuk dapat beria-ria dalam Tuhan.
    Dengan pemahaman yang demikian kita, juga dapat menjalani kehidupan kita. Dalam situasi yang sulit sekalipun, kita ingat dan kita mengerti bahwa Allah berkuasa atas kehidupan di dunia ini. Tuhan dengan caraNya, memberi kemampuan bagi kita untuk hidup. Jangan hilang kebahagian kita ketika sudah terbayang kesulitan yang melintas dalam kehidupan kita. Kita tetap dapat beria ria, karena kuasa Allah yang dahsyat dan caraNya yang ajaib dalam menolong kita.
  4. Ertoto Kenca Renungen.
  5. Rende KEE GBKP No 329:1
    Tuhan Yesus Penampatku, Ia penalemenku. Kuikutken me dalanNdu, Kam me kegeluhenku. Teneng tetap tendingku, paguh kinitekenku. Lanai lit kebiarenku, tan Tuhan ku me negu.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 2 Juni 2020

  1. Rende KEE No 374:1,2.
    1. Yesus ulu kegeluhenku, Kam me ngenca pengendesenku. Lalap tedeh ate pusuhku, kupehaga Kam bas geluhku. O Tuhan pernehen pusuhku, si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu, kusembah Kam ibas geluhku.
    2. Ku sembah Tuhan Penebusku, si mereken kekelengenNa. Alu tutus reh aku Tuhan ras kerina isi jabungku. O Tuhan pernehen pusuhku, si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu, kusembah Kam ibas geluhku.
  2. Berdoa
  3. Pembacaan Firman Tuhan 2 Korintus 8 : 1-2.
    “Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan”.
    Renungan :
    Melalui pembacaan Firman Tuhan ini kita mengetahui bahwa orang-orang percaya di daerah Makedonia memberikan bantuan padahal mereka sendiri miskin. Pada umumnya, orang mencari apa yang mereka butuhkan dan menyimpannya untuk mencukupi keperluan dirinya sendiri. Setelah merasa aman dengan persediannya, cukup untuk beberapa waktu, baru setelah itu mereka akan menyisihkannya untuk keperluan orang lain. Dalam hal ini berbeda dengan orang-orang percaya di wilayah Makedonia. Dapat dikatakan bahwa persediaan kebutuhan mereka belumlah dalam keadaan aman, masih terbatas, tetapi mereka sanggup memberi bantuan. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa mereka memberi padahal persediaan mereka juga terbatas ?
    Dari pembacaan ini dikatakan bahwa sukacita jemaat Makedonia meluap. Sukacitalah yang mendorong mereka untuk memberi. Mereka tidak meratapi keberadaan mereka, tidak mengutuki situasi yang mereka alami. Mereka menyadari bahwa mereka miskin, tetapi ada sukacita di dalam hidup mereka. Walaupun mereka adalah orang-orang perantau dan miskin, tetapi mereka juga dilayakkan Allah untuk menerima keselamatan di dalam Yesus Kristus. Sukacita karena dilayakkan Allah memperoleh keselamatan di dalam Yesus Kristus inilah yang menjadikan mereka dapat merasakan penderitaan orang lain.
    Dalam situasi saat ini, kita bisa saja merasakan ketidakamanan persediaan kebutuhan kita. Situasi saat ini dapat saja membuat berkurang pendapatan kita. Pada saat berkurang pendapatan, maka akan semakin terasa bertambah besar pengeluaran kita. Namun janganlah keadaan ini membuat emosi kita cepat naik, cepat marah, mengutuki situasi ini. Hendaklah kita tetap mengingat sukacita yang telah kita terima, yaitu keselamatan dalam Yesus Kristus. Kita imani dan jalankan perintah Paulus dalam Pilipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Dengan adanya sukacita ini yang memampukan kita untuk merasakan dan berbagi untuk mereka yang menderita.
  4. Doa setelah Renungan
  5. Rende KEE GBKP No. 296:1
    1. Man baNdu Yesus Tuhanku, kuendesken geluhku. Nggeluh sikeleng-kelengen, nggit si sampat-sampaten. Erbuah Kata ni suan, bas kita anak Tuhan. Erbuah Kata ni suan, bas kita anak Tuhan.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinen

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 1 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 279:1,2
    1. Kam kap Dibatangku, Kam inganku cicio, tegu-tegu aku, begiken pertotonku. Ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
    2. Bere gegeh bangku, mekuah ateNdu min. Labuh kal tendingku, sampatiNdu aku min. ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
  2. Ertoto
  3. Pembacaan Firman Tuhan I Korinti 2:1-5.
    “Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah”.
    Renungan:
    Pada masa anak-anak, remaja atau pemuda kita mungkin pernah mengangan-angankan menjadi manusia super, paling tidak, kita mendambakan memiliki kemampuan di atas kemampuan orang-orang di sekitar kita. Dengan kemampuan seperti ini, kita merasa benar-benar ada, berarti, diperhatikan, dan sungguh-sungguh manusia. Kita menggangap inilah yang menyenangkan kita. Namun seiring perjalanan waktu, kita menyadari bahwa kita harus menerima kenyataan bahwa kita tidak memiliki kemampuan di atas rata-rata. Kita manusia biasa saja, bahkan manusia yang memiliki banyak kelemahan. Bisa jadi, kita merasa memiliki kelemahan dalam hal ketrampilan, kecakapan, fisik, kemampuan, kesehatan dan materi. Padahal kita merasa kita butuh semua itu untuk menghadapi kehidupan ini. Terkadang, kita juga bisa menjadi minder ketika kita melihat orang-orang di sekitar kita yang memiliki kemampuan yang tidak kita miliki.
    Dalam hal ini kita dapat belajar dari pengalaman Paulus, seperti bacaan kita malam ini. Paulus mengakui bahwa dia datang dalam kelemahan dan kegentaran. Dia menerima kenyataan bahwa dia lemah dan gentar. Tetapi dia memutuskan bahwa yang terutama bagi dia adalah iman terhadap Yesus Kristus yang tersalib dan keyakinan akan kekuatan Roh. Demikian juga kita pada saat ini, kita harus mengakui dan menerima kenyataan bahwa kita memiliki kelemahan dan kegentaran dalam menghadapi situasi hidup kita saat ini. Tetapi mari kita ambil keputusan bahwa yang terutama adalah iman terhadap Yesus Kristus dan keyakinan akan kuasa Roh Kudus. Dengan kekuatan Allah kita dimampukan untuk menghadapi kehidupan ini dalam segala kelemahan kita.
  4. Berdoa
  5. Bernyanyi KEE GBKP No. 275:1
    1. Kam Tuhan sekawalku, la lit kebiarenku. Amin gulut ukurku, ernalem tetap baNdu. Galumbang si merawa, jadi ibas geluhku. Lalap aku erpengendes, sabab Kam kap bentengku.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan