Renungan Malam 18 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.310:1,2.
Reff. Pujilah min Dibata, puji gelarNa Si Badia. Ibas Kristus ‘nggo si idah Dibata jine si perkuah.- Langit ras doni rendelah, mungkuk erjimpuh nembahlah. Pasu-pasuNa kap mbelin, keleng ateNa la erkerin… Reff.
- O doni k’rina, suraklah Tuhan Dibata pujilah. Rikut kulcapi ras gendang, sampur meriah la teralang. … reff.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Ulangan 4 : 6
“ Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.”
Renungan
Salah satu yang didambakan manusia adalah hidup bebas, tidak ada aturan yang mengekang kebebasannya. Mereka beranggapan bahwa dengan adanya kebebasan hidup itu mereka akan memiliki hidup yang lebih baik. Benarkah demikian ?
Dalam bacaan renungan malam hari ini, Tuhan Allah memberi peraturan dan ketetapan. Yang dimaksud dengan peraturan dan ketetapan itu adalah 10 perintah Allah. Di dalam peraturan dan ketetapan itu ada kebijaksanaan dan akal budi. Peraturan dan ketetapan yang diberikan Allah adalah petunjuk cara hidup yang bijaksana dan berakal budi, ada etika kehidupan di dalamnya. Kebijaksanaan dan akal budi yang membuat mereka dapat bertahan hidup di tanah yang Tuhan berikan kepada mereka. Dikatakan dalam Ulangan 4 : 40, “ Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya.”
Kita mulai dengan Perintah Pertama. “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Ulangan 5:6-7)
Perintah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Allah-lah Pencipta langit bumi dan segala isinya. Tuhan Allah adalah Pemelihara, Penebus ciptanNya. Sumber, dasar dan tujuan hidup kita jelas, yaitu Tuhan Allah. Dengan demikian, Tuhan Allah-lah yang kita sembah. Orang yang mempercayai hal ini maka mereka akan memiliki jiwa patuh, tunduk, takjub, heran, takut pada Allah, pada satu sisi. Hal ini kita perlihatkan dengan cara mengatur tingkah laku kita seturut dengan kehendak Tuhan Allah. Ada aturan hidup yang kita jalankan sehingga kita memiliki cara hidup yang teratur. Pada sisi lain, orang percaya memiliki keyakinan, ketenangan dan ketentraman sebab Allah mengasihi, memimpin, mendampingi dan menjadi sumber berkat dalam kehidupan kita. Hal ini membuat kita dapat bersukacita dan semangat menjalani kehidupan kita.
Karena itu setialah kita menjalankan ketetapan dan peraturan yang diberikan Tuhan Allah. Hal inilah yang memperlihatkan hidup yang bijaksana dan berakal budi. Hal-hal yang membuat keadaan kita baik. Bukan hidup tanpa aturan yang membuat keadaan kita lebih baik, tetapi sebaliknya hidup setia kepada peraturan dan ketetapan Allah-lah yang membuat keadaan hidup kita baik.
Tuhan memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 309:1,3.
- Pengasup kami o Tuhan gelah pedahNdu banci idalanken, em kap tendang kami bas kegeluhen. KataNdu si man gelemen. Gelah tangkas kata ras perbahanen, ban min kami tetap bas kebujuren. SurgaNdu kap perayaken.
- Kawali kami o Tuhan, alu gegeh ras kuasaNdu si mbelin. Olangilah kami idur si setan si atena encedaken. DameNdu gelah tetap kuarapken. Ban kelengNdu ngenca kap kami atan, bengket ku bas kesangapen.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 17 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.324:1,2.
- Tuhan kap penalemenku, IA si njayam geluhku. IA kap pe sekawalku la nggo kekurangen aku. Tuhan si mada si nasa. Tuhan saja si pehaga. Muliakenlah gelarNa, mari puji sembah IA.
- Kune jumpa si mesera, kiniteken labo pera. Tetap aku sampatiNa, k’leng ateNa la erleka. Tuhan si mada si nasa…
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Jeremia 18 : 4
“ Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.”
Renungan
Di dalam bacaan renungan malam hari ini, Allah menyuruh Nabi Jerima melihat pekerjaan tukang periuk tanah liat. Allah ingin menjelaskan perbuatanNya dengan memakai gambaran tukang periuk tanah liat. Tuhan Allah mengatakan, “ Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.”
Ada 4 hal yang dapat kita bayangkan dari gambaran tukang periuk ini.
Pertama dan kedua, terkadang kita tidak mengetahu bahwa hidup kita telah “rusak’ dan sedang “dikerjakan” kembali. Terkadang memang kita tdak lagi menyadari bahwa apa yang kita lakukan itu tidak benar dan tidak baik dihadapan Allah. Hal ini terjadi karena perbuatan itu telah menjadi kebiasaan dalam hidup kita. Perbuatan salah yang dibiasakan lama kelamaan akan menjadi pembenaran dalam diri orang itu. Dan manakala hal itu telah berubah menjadi penderitaan, kita merasakan ketidakpedulian Allah, kurangnya kasih Allah dalam hidup kita. Misalnya, perkataan kasar yang kita katakan, lama kelamaan menjadi kebiasaan dalam hidup kita. Kita sudah terbiasa berkata kasar terhadap orang lain tidak lagi merasakan hal itu tidak baik. Lalu pada satu peristiwa, ada orang yang membalas perkataan itu dan kita merasa sangat tersakiti. Lalu kita mengeluh kepada Allah, mengapa Allah membiarkan orang lain itu menyakiti kita ? Dapat saja, Allah mempergunakan penderitaan sebagai alat untuk “mengerjakan kembali” kehidupan kita.
Ketiga, gambaran tukang periuk memperlihatkan bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita. Tukang periuk memilih tanah liat, membentuknya dan mengukirnya menjadi periuk yang sesuai dengan kehendaknya. Demikian Allah memilih kita dan membentuk kita sesuai dengan kehendak Allah. Keempat, Tuhan “mengerjakan kembali” hidup kita agar hidup kita lebih baik lagi menurut pandangan Allah. Tuhan berkuasa atas hidup kita dan Tuhan mempunyai rancangan terbaik bagi kita.
Keadaan inilah yang harus senantiasa kita ingat dalam kehidupan kita. Tuhan berkuasa atas hidup kita dan Tuhan “mengerjakan kembai” hidup kita menjadi lebih baik lagi. Seperti contoh diatas, perasaan tersakiti dapat saja menyadarkan kita tentang perasan orang lain yang tersakiti. Oleh karena itu kita memohon pertolongan Allah untuk terus menyadarkan kita akan perbuatan apa yang kita lakukan. Kita berserah kepada “perbaikan” yang dilakukan Tuhan dalam kehidupan kita. Seperti ungkapan dalam Jesaya 64 : 8, “Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.” Kita berserah dan yakin bahwa Allah tetap mengasihi kita. Dia yang membentuk kita menjadi pribadi yang hidup layak dan berkenan kepada Allah.
Tuhan memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 423:1,2
- Kam nebusi aku Tuhan, Kam si peteneng tendingku. Tendi si ndube tertaban, tegulah kuadepenNdu. Malem kal ateku Bapa, ban keleng ateNdu. Kupuji gelarNdu Bapa, mulia gelarNdu. TeguNdulah aku Tuhan, ibas pusuhku Kam ringan. PetetapNdu aku Tuhan, ‘lah dosa talu me kuban.
- Kam ngalemi aku Tuhan, Kam simpepalem pusuhku. Pusuh si megati nogan, mbaru perbahan kelengNdu. Malem kal ateku Bapa…
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 15 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.201:1,4.
- Malem ate tuhu-tuhu, si ernalem man baNdu. Kam Dibata sinjadiken langit ras doni enda. SalsaliNdu pusuh kami, maka t’rangndu tergejap. Kalak si tek la kap bene, ban kelengNdu e tetap.
- Aloken Kamlah o Bapa, kuendesken geluhku. KesahNdu min ngajarisa, lah kueteh nembah baNdu. Pasu – pasu min kerina, daging, ukur, tendingku. Gelah arah tan ras kata, ipujina gelarNdu.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Kolose 1 : 10-12.
“ Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.”
Renungan
Ketika lewat warung penjual pisang goreng, seorang anak tergerak hatinya untuk membeli pisang goreng. Namun sang anak tidak mempunyai uang pada saat itu. Lalu si anak berusaha mengumpulkan uang untuk membeli pisang goreng itu. Beberapa hari kemudian, sang anak sudah mendapatkan uang dan bergegas ke warung itu. tetapi yang didapatinya, warung itu tidak menjual pisang goreng karena pisang untuk di goreng belum cukup tua. Demikian juga yang terjadi dalam hidup ini, terkadang apa yang kita inginkan dan perjuangkan tidaklah selalu kita dapatkan. Bagaimana kita menghadapi keadaan hidup ini ?
Pada bagian sebelumnya, Paulus berdoa agar jemaat Kolose menerina hikmat dan pengertian yang benar tentang kehendak Allah. Pada bagian ini, Paulus menjelaskan apa yang dapat kita harapkan dan peroleh setelah menerima hikmat dan pengertian itu. Pertama, Orang percaya hidup layak di hadapanNya dan berkenan kepadaNya. Artinya, walaupun dalam keadaan sulit sekalipun, orang percaya tetap menjalankan kasih, kebenaran, kejujuran dan keadilan. Mereka lah yang akan mendapat perkenan Allah. Allah menyertai, menuntun dan memberkati hidup mereka. Seperti ungkapan Mazmur 92 : 12, walapun harus melewati berbagai musim kehidupan “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;”
Kedua, berbuah dalam pekerjaan baik dan bertumbuh dalam pengenalan Allah. Hikmat dan pengertian tentang kehendak Allah tampak dalam pekerjaan baik yang dilakukan orang percaya. Mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan kebaikan dan baik dalam mengerjakannya. Hasil dari pekerjaan baik akan menumbuhkan pengenalan akan Allah lebih baik.
Ketiga, memiliki kekuatan untuk tekun, sabar, mengucap syukur dan bersukacita. Tekun berarti terus berjuang walaupun banyak rintangan. Sabar menghadapi orang orang yang tidak menyenangkan, yang mengecilkan hati, yang melakukan ketidakbaikan. Artinya, baik keadaan atau orang tidak dapat menghalangi dia melakukan hidup yang layak dihadapan Allah. Mereka inilah yang dapat hidup mengucap syukur dan bersukacita. Keadaan hidup dan perbuatan orang lain tidak dapat membuat mereka kehilangan ucapan syukur kepada Allah dan sukacita.
Demikian jugalah kita menghadapi hidup ini, walaupun kita terkadang tidak mendapatkan apa yang kita harapkan dan perjuangkan, tetaplah hidup layak dan berkenan dihadapan Allah, mengerjakan pekerjaan baik dan bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, dan tekun, sabar, mengucap syukur dan bersukacita. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 168:1,2
- Tegu aku o Tuhanku ibas dalan mesera. La lit ngasup ras gegehku, b’re min tanNdu negusa. Roti surga, roti surga, tetap b’reken man bangku. Tetap b’reken man bangku.
- Lau si nggeluh b’re min elah maka aku megegeh. ‘Tah kai jadi bas geluhku, Kamlah arah lebengku. O Tuhanku, O Tuhanku, Kam me kap sekawalku, Kam me kap sekawalku.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 14 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.275:1,3.
- Kam Tuhan sekawalku, la lit kebiarenku. Amin gulut ukurku, ernalem tetap baNdu. Galumbang si merawa, jadi ibas geluhku. Lalap kau erpengendes, sebab Kam kap bentengku
- ‘Di bage nina Tuhan, ula pedekah-dekah, sidahilah gundari, Tuhanta si perkeleng. Ikutkenlah kataNa, ula pekulah-kulah, pengarapen ib’rekenNa, em gegeh bas geluhta.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Kolose 1:9
“ Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,”
Renungan.
Setiap harinya, matahari tetapnya bersinar. Namun terkadang ada kabut tebal yang menutupi cerahnya cahaya matahari, sehingga kita melihat cahaya matahari itu. Di dalam hidup kita, hati dan pikiran kita juga sering tertutup “kabut tebal” sehingga kita tidak yakin untuk memiliki cara hidup yang berkenan kepada Allah. Oleh karena itu, kita memang membutuhkan “pencerahan” dalam hidup kita. Hal inilah yang kita lihat dari doa permohonan Paulus.
Dalam bacaan renungan malam hari ini, kita dapat memahami tentang isi doa permohonan Paulus kepada Allah. Paulus telah menerima berita tentang iman dan kasih yang hidup dalam jemaat Kolose. Mendengar berita itu, Paulus menaikkan puji syukur dan doa permohonan kepada Allah. Paulus menaikkan doa permohonannya kepada Allah agar jemaat Kolose dapat menerima segala hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Allah dengan sempurna. Dalam hal ini, kata hikmat berarti jemaat Kolose memiliki pemahaman yang benar, prinsip-prinsip utama tentang anugerah keselamatan yang telah dinyatakan Tuhan Yesus Kristus. Dengan memiliki pemahaman yang benar ini, jemaat Kolose tidak lagi dapat digoyahkan oleh pengajaran-pengajaran sesat yang banyak berkembang di sekitar mereka. Kata pengertian merujuk kepada kemampuan jemaat Kolose untuk memahami situasi yang terjadi dan menerapkan pemahaman iman Kristen untuk menjawab persoalan hidup mereka.
Dari permohonan Paulus ini, kita dapat memahami bahwa selain beriman dan memberlakukan kasih, Paulus juga melihat apa yang perlu di dalam jemaat Kolose. Jemaat Kolose sedang mengalami tantangan hidup dari pengajar-pengajar sesat. Oleh karena itu Paulus mendoakan agar jemaat Kolose menerima hikmat dan pengertian yang benar tentang kehendak Allah. Dengan demikian, jemaat Kolose dapat terus memiliki cara hidup yang berkenan kepada Allah, tetap teguh dan terus bertumbuh dalam menghadapai tantangan kehidupan mereka.
Di dalam kehidupan kita saat ini kita juga memiliki tantangan hidup. Tantangan hidup yang dapat membuat kita binggung, bimbang dan tidak yakin akan cara hidup yang harus kita jalankan. Tantangan pandemi yang mempengaruhi keadaan ekonomi kita, mempengaruhi keharmonisan hubungan anggota keluarga dan banyak hal lainnya dapat saja membuat kita tidak yakin bahwa cara hidup yang berkenan kepada Allah adalah solusi terhadap tantangan hidup kita itu. Amarah lebih menguasai pikiran kita ketimbang sabar. Kuatir lebih menekan hidup kita ketimbang penyerahan diri kepada Allah. Oleh karena itu, kita tetap membutuhkan pemahaman yang benar tentang kehendak Allah dan kemampuan menerapkan pemahaman itu dalam menjawab persoalan hidup kita. Tetaplah kita meminta agar Allah memberikan hikmat dan pengertian yang benar tentang kehendak Allah agar dalam beeratnya tantangan hidup ini kita tetap memiliki keberanian dan keteguhan hati menjalankan hidup yang berkenan kepada Allah. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 381:1,2.
- Sura – sura Yesus bangku ersinalsal tetap. Nggeluh bujur ras mulia, si ngena ateNa. Ersinalsal terang, em sinisuraken Yesus. Ersinalsal terang, ku tetap ersinalsal.
- Sura – sura Yesus Kristus nandangi geluhku, mpehaga turang senina si sampat – sampaten. Ersinalsal terang…
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 13 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.202:1,2.
- Ernalem gelah man Yesus, kula ukur tendingku. Endesken geluhndu baNa, keleng ateNa bandu. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
- Ibas picet, kesusahen, mungkuk ku adepenNa. Ola gegeh ipenalem, tapi pasu-pasuNa. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Roma 8 : 37
“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”
Renungan
Di dalam dunia yang menilai kesuksesan dan kemakmuran sebagai tanda keberhasilan, maka penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang dapat saja dianggap kekalahan. Orang-orang yang menderita dianggap sebagai tanda-tanda orang yang tidak berhasil mengalahkan tantangan kehidupan ini. Hal ini dapat saja mengakibatkan orang yang mengalami penderitaan ini merasakan ketidakadilan, kekecewaan, kesedihan dan mungkin juga frustasi. Pandangan ini muncul karena manusia sering menilai dirinya berdasarkan apa yang dapat dilihat manusia. Oleh karena manusia tidak memiliki apa yang dapat dilihat manusia maka manusia itu merasa benar-benar tidak punya apa apa untuk dipakai menjalani kehidupan kita. Benarkan kita tidak memiliki apa-apa yang menjadi kekuatan dalam hidup kita ?
Di dalam pandangan Paulus tidaklah demikian. Orang percaya bisa saja mengalami penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang di dalam perjuangan hidup mereka. Di dalam pandangan Paulus, orang-orang percaya adalah orang – orang yang menang, walaupun di dalam hidupnya mengalami penderitaan. Kemenangan orang-orang percaya tidak dilihat semata-mata dari sudut pandang kesuksesan atau kemakmuran hidup. Kemenangan orang-orang percaya ditentukan oleh persekutuan dengan kemenangan Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus Kristus telah menang melalui penderitaan kematian dan bangkit dari kematian. Persekutuan dengan Tuhan Yesus Kristus yang menang inilah yang membuat orang-orang percaya lebih dari sekedar menang. Orang –orang percaya adalah pemenang. Orang-orang percaya di sebut sebagai pemenang sebab penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang tidak dapat menghalangi mereka dari kasih Tuhan Allah. Bagi orang-orang percaya, penderitaan hidup tidak dapat mengoyahkan iman percaya mereka kepada Tuhan Allah. Iman kemenangan ini justru membuat orang-orang percaya tekun, sabar dan tenang menjalani perjuangan hidup ini.
Demikianlah, maka kita adalah orang-orang yang menang. Inilah yang harus kita sadari bahwa kita memiliki kemenangan Kristus dalam hidup kita. Walaupun kita mengalami penderitaan hidup, kita tetap percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah kemenangan kita. Kita tidak perlu berkecil hati, kecewa, sedih dan frustasi dengan beratnya tantangan hidup kita. Tetapi dengan iman kemenangan Kristus.kita jalani hidup ini dengan tekun, sabar dan tenang.
Kita jalani kembali aktivitas kita dalam minggu ini dalam kemenangan Kristus.
Tuhan Allah memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 238:1,3
- Ibas ndalani perdalanen nggeluh, kiniseran pe reh megatti ngupuh, si cengkal ukur ras si mambur iluh, bereNdu teneng gelah banci tunduh. Kesah ras daging rikut pe ras tendi, kempak Dibata k’rina ‘ndesken kami. emaka Kam-lah tetap si ‘ngkawali, ‘lah daging bugis bas medak pe pagi.
- Sima-simangku ndeher entah ndauh, lit nge si kote deba ka megegeh. Lit si meriah deba lit nge nderkuh. Bas berngi enda kepkep gelah paguh. Kesah ras daging …
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Warta 13 Desember 2020
Liturgi Ibadah Minggu 13 Desember 2020
Renungan Malam 10 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.321:1,3
- Si sembahlah min, Tuhan si mbelin, endekenlah min, enden-nden pujin. Tuhan Dibatanta ingan cicio, sembahlah Ia ola kita menggo.
- Seh kal ulina penjayamenNdu, terang ras gelap e nuduhkenca. Udan ras lego k’rina kap ndatkenca. Kuasa kekelengenNa mbelin tuhu.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Mazmur 90 : 14
“ Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.”
Renungan
Salah satu tindakan kita di pagi hari adalah sarapan pagi. Dengan sarapan pagi kita mendapatkan energi untuk menjalani kegiatan kita. Lalu pada siang hari, kita kembali memakan makanan kita untuk “mengisi ulang” tenaga kita. Dan pada sore hari, kita kembali makan untuk membuat tenaga kita tetap terjaga. Paling tidak, tiga kali sehari kita mengisi tenaga kita. Kita menyadari bahwa kita membutuhkan makanan untuk terus menerus memperbaharui kekuatan kita. hal didasari kekuatan makanan itu hanya bertahan selama 6 jam, dan setelah itu diisi kembali.
Pemazmur membandingkan kebutuhan makanan itu dengan kebutuhan kasih setia Allah. Mengapa Pemazmur memohon kasih setia Allah ? Pemazmur mengakui ada dua kenyataan hidup yang tidak dapat dihindari manusia. Manusia menghadapi kenyataan bahwa waktu hidupnya terbatas dan berada dibawah baying-bayang penderitaan. Oleh karena itu, selain memohon diajari Allah untuk dapat mengelola dengan bijaksana hidup yang terbatas dan selalu dibawah baying-bayang penderitaan itu, Dengan mengenyangkan Pemazmur di pagi hari dengan kasih setia maka hal itu akan membuat pemazmur bersorak sorai semasa hari-harinya. Jika kekuatan makanan hanya bertahan 6 jam, maka kekuatan kasih karunia itu bertahan semasa hari-hari kehidupan Pemazmur. Pemazmur sangat membutuhkan kasih setia Allah agar dia mampu menghadapi kenyataan hidup itu. Pemazmur mengakui bahwa kebutuhan itu hanya dapat dilakukan Allah. Perbuatan Allah yang membebaskan, melindungi dan menuntun bangsaNya memperoleh tanah pusaka mereka, merupakan ingatan akan betapa besarnya kasih Allah dalam hidup bangsaNya. Ingatan akan perbuatan Allah ini menjadi keyakinan akan kuasa dan kasih setia Allah yang akan mengenyangkan Pemazmur dalam menghadapi kenyataan hidup ini.
Hal ini berarti bahwa di dalam hidup yang terbatas dan dibawah bayang – bayang penderitaan, maka hidup itu haruslah diisi dengan sorak sorai dan sukacita. Allah-lah yang berkuasa mengubahkan penderitaan dan mengisi kehidupan kita dengan sorak-sorai dan sukacita. Ini akan membuat hidup ini tidak melulu berada di dalam penderitaan. Sukacita ini menjadi penopang dan kekuatan di tengah tengah penderitaan, sehingga kita tidak mengatakan “adi kiniseran enggo puas, malem ate nari ngenca lenga inanami.” Tapi sebaliknya kita dapat mengatakannya, “labo lalap mesera, lit nge malemna ibereken Dibata. Tetaplah kita memohon kepada Allah untuk mengenyangkan kita dengan kasih setiaNya. Karya Tuhan Allah menuntun jalan hidup kita kepada sukacita dan damai sejahtera.
Tuhan Allah memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 307:1,2
- O Tuhanku, Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal m’ratah aku babaNdu, ipesenang senangNdu geluhku. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
- IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku kempak keg’luhen si sikapkenNdu. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 9 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.227:1,2.
- Katakenlah man pusuhku, pepankenlah bas geluhku, idemiNdu kegeluhenku, tetapkenlah pengarapenku. Pegaralah kinitekenku, alu Kesah ras KataNdu.
- Si ingetlah wari Tuhan, pedahNa e si pakeken. B’ritaken Kata Dibatanta man k’rina bekas tinepaNa. Pegaralah kinitekenku alu Kesah ras KataNdu.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Mazmur 90 : 12
“ Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
Renungan
Hidup yang kita jalani, terkadang memang tidak dapat kita perkirakan. Apa yang terjadi dan apa yang kita hadapi seringkali jauh dari apa yang kita bayangkan. Walaupun demikian, bukan berarti kita tidak perlu belajar untuk menghadapi masa depan kehidupan kita. Ada kenyataan-kenyataan dalam hidup ini yang tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu memang penting bagi kita untuk belajar tentang kehidupan ini.
Di dalam Mazmur 90 ini disebutkan 2 kenyataan hidup manusia. Kenyataan pertama, adalah adanya batas kehidupan manusia. Apakah panjang umur atau singkat umur manusia, semua hidup manusia ada batasnya. Manusia tidak dapat melebihi batas umur yang telah ditetapkan Allah dalam hidupnya. Apabila manusia telah sampai ke batas umur itu maka semua itu akan terasa singkat dan cepat. Umur 100 tahun sekalipun akan terasa singkat ketika telah sampai ke batasnya. Mazmur 90 : 3-4, berkata, “Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!”Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.” Kenyataan kedua yang dihadapi manusia adalah adanya penderitaan yang diakibatkan murka Allah terhadap dosa manusia. Mazmur 90:8, berkata, “Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.”
Dari kedua kenyataan ini, Pemazmur memohon kepada Allah untuk memberikan apa yang penting dalam menghadapi kenyataan hidup ini. Pemazmur meminta agar Tuhan mengajari dirinya untuk “menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” Hal ini memperlihatkan keinginan Pemazmur untuk selalu diingatkan bahwa hari-hari hidupnya terbatas. Orang yang menyadari bahwa hidupnya terbatas akan mempergunakan hidupnya dengan bijaksana, baik dan benar. Kita menghargai dan mensyukuri setiap waktu yang diberikan Allah kepada kita. Kita mempergunakan setiap waktu yang diberikan Allah untuk hidup seperti yang dikehendaki Allah. Hari-hari hidup kita terbatas oleh karena itu janganlah hari-hari yang terbatas itu diisi atau dipergunakan memperburuk keadaan yang ada. Janganlah mengisi hari – hari hidup yang singkat ini dengan meratapi dan menyesali keadaan yang ada sehingga keadaan masa depan akan sama buruknya dengan masa lalu. Oleh karena hari-hari kita singkat maka menjalani hidup dengan bersukacita dengan kehidupan yang ada dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik lagi. Ada istilah yang mengatakan “lakukanlah yang baik seakan-akan besok adalah akhir hidup dan jauhkan yang jahat hari ini seakan-akan masih banyak hari lagi.”
Tuhan lah yang mengajari dan memampukan kita untuk memaknai dan mempergunakan kehidupan yang ada. Tuhan memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 338:1,3.
- Ulu tuah Kam kusembah, ajar aku megelah. “lah nurihi pujin kami, lalap la ‘rgadi-ngadi. Lias ras keleng ateNdu, jujurkenNdu man bangku. Nteguh paguh, la terundu, kuasa ras muliaNdu.
- Pasu-pasu surga nari, kugejap tiap wari. Kepentaren berekenNdu, nehken sura-suraNdu. PakekenNdu lah min aku, jadi persuruhenNdu, jenda aku suruh aku, nehken kekelengenNdu.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan