Renungan Malam 13 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 424:1,2,
    1. Ipuji kami Kam, Dibata si mbelin, alu ende-enden si meriah. Suari ras berngi, kawali kami min segelah la celus bas percuban. Sanggap kap kalak si ‘rnalem baNdu e, daten tuah ras kesenangen pe. Sanggap kap kalak si ‘rnalem baNdu e, daten tuah ras kesenangen pe.
    2. Dibata sajalah tetap si man pujin, endeskenlah g’luhta man baNa min. Tetap Ia si mperdiateken kita min, kelengNa man banta la erkerin. Sanggap kap kalak …
  2. Berdoa sebelum Pembacaan Firman Tuhan
  3. Pengogen Kata Dibata Jop 2:10
    “ Erjabab Jop nina, “ Si sea-sea kuakap cakapndu e pe ! Adi ibereken Dibata si mehuli meriah siakap. Uga banci kita jungut-jungut adi iberekenNa kiniseran banta?” Ibas si e kerina, aminna gia Jop ibas kiniseran, la lit ibelaskenna cakap si la mehuli kerna Dibata”.
    Renungan
    Saat ini kita sungguh-sungguh dapat memahami arti “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya”(Pengkotbah3:1). Kita tidak pernah membayangkan situasi hidup seperti saat ini. Kemarin, kita merasa bebas beraktivitas di luar rumah tanpa merasa ada ancaman terhadap kesehatan kita. Saat ini, aktivitas di luar rumah hanya untuk hal-hal yang benar-benar perlu, sebab ada ancaman yang tidak kita ketahui dari mana datangna. Kemarin, kita dapat menyimpan rejeki kita, sekarang kita harus mengeluarkan tabungan kita. Inilah hidup. Waktu berjalan terus dan berbagai macam peristiwa harus kita hadapi. Kita tidak dapat memilih peristiwa mana dan masalah apa yang akan kita hadapi. Yang dapat kita lakukan adalah memilih respon kita terhadap masalah yang terjadi.
    Dari bacaan Firman Tuhan malam hari ini, kepada kita diperhadapkan dengan respon yang diberikan istri Ayub dan respon Ayub. Ayub mengalami peristiwa yang sangat memilukan. Harta dan anak-anaknya, hilang dalam waktu yang singkat. Tidak hanya itu, Ayub didera penyakit yang parah sehingga dia harus tinggal di dekat pembuangan sampah. Dalam situasi yang seperti ini, istri Ayub memberikan respon yang mendukakan hati. Istri Ayub merasa kesalehan Ayub tidak ada artinya dan Allah tidak memperdulikan kesalehan Ayub. Istri Ayub mengganggap Ayub tidak punya masa depan lagi. Namun respon Ayub berbeda dengan respon istrinya. Walaupun dia yang langsung mengalami sakit fisik, namun pikiran Ayub tetap bersandar kepada Allah. Ayub merespon penderitaannya dengan tetap mengingat kuasa Allah. Dia tidak menyalahkan Allah. “Ibas si e kerina, aminna gia Jop ibas kiniseran, la lit ibelaskenna cakap si la mehuli kerna Dibata”.
    Demikian juga dalam perjalanan kehidupan ini, berbagai macam persoalan hidup yang harus kita hadapi. Belajar dari keluarga Ayub, hendaklah kata-kata kita dalam merespon persoalan janganlah melemahkan dan mendukakan anggota keluarga kita. Tidak menyalahkan anggota keluarga yang lain, tetapi saling menguatkan. Dapat memahami dan merasakan apa yang dipikirkan dan dirasakan setiap anggota keluarga. Bersama-sama, sebagai satu keluarga, tetaplah dapat melihat kuasa Allah dalam segala peristiwa kehidupan ini. Amin.
  4. Berdoa setelah Renungan
  5. Rende KEE GBKP No. 275:1
    1. Kam Tuhan sekawalku, la lit kebiarenku. Amin gulut ukurku, ernalem tetap baNdu. Galumbang si merawa jadi ibas geluhku. Lalap aku erpengendes, sabab Kam kap bentengku.
  6. Pertoton Syafaat dan Pertoton Tuhan.

Pdd. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 12 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 77:1,5.
    1. Keleng ate tuhu-tuhu, nusur surga nari nge. Bengket ku bas pusuh kami, ringan bas tendingku pe.
    2. Saber ate dingen dame, reh bas Tuhan nari nge. Ndemi pusuh ras ukurku, lalap ringan me i je.
  2. Berdoa untuk Pembacaan Firman Allah
  3. Pembacaan Firman Allah I Korintus 13:2
    “ Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna”.
    Renungan
    Harapan hidup orang Karo dapat dilihat dari kata-kata nasehatnya, misalnya “ertuah bayak, merih manuk niasuh mbuah page nisuan”. Dari apa yang diharapkan orang Karo ini, kita melihat hal-hal yang bersifat materi. Dengan adanya materi ini, orang Karo diharapkan dapat memberikan kasih kepada sesamanya. Dalam jaman sekarang, yang semakin mementingkan kepuasan dan kebahagian pribadi, harapan ini berhenti hanya untuk dirinya sendiri. Segenap usaha dan kerjanya dilakukan untuk memperoleh lebih banyak kepuasan dan kebahagian pribadi. Inilah yang menjadi ukuran kesuksesan saat ini.
    Dalam bacaan kita ini, Paulus mengingatkan jemaat Korintus yang mendambakan memiliki karunia-karunia rohani. Karunia-karunia rohani dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan kepemilikan harta-harta duniawi. Adanya karunia-karunia rohani pada diri seseorang merupakan suatu kebanggaan khusus bagi yang memilikinya. Karunia-karunia rohani ini menjadi penunjuk keistimewaan orang yang memilikinya. Karunia-karunia rohani ini dipakai untuk menunjukkan siapa yang lebih istimewa di antara mereka. Namun, Paulus mengganggap pemilikan karunia-karunia rohani tanpa kasih, maka mereka yang memilikinya tidak ada gunanya. Karunia-karunia rohani ini haruslah dijalankan dalam kasih. “ Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” (1Kor. 16:14). Artinya, relasi di antara jemaat Korintus dijalankan dalam kasih. Misalnya, hubungan satu jemaat dengan jemaat yang lain dilakukan dalam kesabaran, murah hati, tidak cemburu dan tidak menyombongkan diri. (kita baca I Kor.13:4-7)
    Demikian juga dalam kehidupan kita saat ini, kesuksesaan dan keistimewaan seseorang janganlah diukur dari apa yang dia miliki. Kesuksesan dan keistimewaaan tidak berhenti pada orang yang memilikinya. Kesuksesan dan keeistimewaan seseorang terlihat dari bagaimana dia memakaikan kesuksesan dan keistimewaan itu untuk melakukan kasih. Kesuksesan dan keistimewaan membuat kita terhubung dan berdampak dalam kehidupan orang lain. Amin.
  4. Berdoa setelah Renungan
  5. Rende KEE GBKP No. 255:1,3.
    1. Talenta sinib’reken Dibatanta, jadi min erlipat ganda. Tutus ateta ndahiken dahinNa, amin pe mberat tapina ermulia. Kalak si malang nandangi Tuhan, la kap nggit nimbak labo nggit nogan. Maka dahikenlah alu tutus, ola lakoken alu mekarus.
    2. Ersadalah min arihta kerina, maka kata ras pedahNa. Gelar ni Tuhan ‘lah ttap mulia. Ije teriadh ibas lagu langkahta. Kalak si malang
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 11 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 325:1,2
    1. Tuhan itengah-tengahta, m’reken pasu-pasuNa. Maler desken lau simbelin, lanai lit si terulin. Usekenlah min KesahNdu, temani geluh kami. Gegeh kami plimbarui, k’rin a jadi mehuli.
    2. Tuhan itengah-tengahta, reh riahna ukurta. Reh tenengna pertendinta, reh damenna pusuhta. Usekenlah min KesahNdu, temani geluh kami. Gegeh kami plimbarui, k’rin a jadi mehuli.
  2. Berdoa sebelum pembacaan Firman Allah
  3. Pembacaan Firman Allah Jeremia 4:1-3
    “Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman TUHAN, kembalilah engkau kepada-Ku; dan jika engkau mau menjauhkan dewa-dewamu yang menjijikkan, tidak usahlah engkau melarikan diri dari hadapan-Ku!
    2 Dan jika engkau bersumpah dalam kesetiaan, dalam keadilan dan dalam kebenaran: Demi TUHAN yang hidup!, maka bangsa-bangsa akan saling memberkati di dalam Dia dan akan bermegah di dalam Dia.”
    3 Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: “Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh”.
    Renungan
    Seorang bapak divonis dokter menderita satu penyakit kronis. Menurut anjuran dokter, si bapak harus melakukan perubahan pola makannya agar dapat menurunkan berat badannya lebih kurang 30 kg. Mendengar anjuran dokter tersebut, si bapak bertekad untuk mengurangi berat badannya. Dia berjanji akan mengatur pola makanannya. Sesampainya di rumah, dia berkata inilah yang terakhir saya makan makanan berlemak, mulai besok saya akan mengurangi makan makanan berlemak. Dia sangat menikmati makanan yang dia makan. Seminggu berlalu, dia mendapati dirinya hanya punya keinginan dan harapan mengurangi makanan berlemak. Man ndai lalap labo ikurangi. Selalu saja berlaku rumus, ini yang terakhir, besok tidak lagi.
    Firman Tuhan malam hari ini berbicara tentang bangsa Israel yang diminta melakukan perubahan dalam hidup mereka. Allah meminta agar bangsa Israel kembali ke Allah. Dalam Jeremia 3:12 dikatakan, “Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya”. Allah menghendaki agar bangsa Israel tidak menunda-nunda perubahan. Jangan sekedar keinginan dan harapan, tapi segera melaksanakannya. Firman Tuhan, “jika engkau mau kembali, kembalilah padaku. Bukalah tanah baru”. Ini menujukkan bahwa perubahan bukan sekedar keinginan saja, tapi yang terutama adalah tindakan.
    Begitu juga dalam kehidupan kita. Dalam situasi pandemi ini, janganlah berhenti berkeinginan dan berharap. Kita harus tetap memiliki angan-angan untuk membuat perubahan. Kita mendambakan hidup yang lebih baik lagi. Namun demikian, keinginan dan harapan haruslah diteruskan dengan tindakan. Dengan demikian, perubahan akan benar-benar menjadi perubahan ketika hal itu diwujudkan dalam tindakan. Amin.
  4. Ertoto Kenca Renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 386:1,2.
    1. Tuhan kap permakan geluhku, maka la kekurangen aku. Itengah mbal-mbal si meratah, geluhku ipesenangkenndu. O Tuhan Kam penalemenku, temaniNdu ibas dalanku. Tuhu malem ate tendingku, perbahan Tuhan temanku.
    2. Kempak lau si teneng malerna, itegu-teguNdu geluhku. PelimbaruiNdu gegehku, dalan pinter babaNdu aku. O Tuhan Kam penalemenku, temaniNdu ibas dalanku. Tuhu malem ate tendingku, perbahan Tuhan temanku.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Permata Sion : Donasi Peduli COVID-19

Syalom… Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan, Kami dari PERMATA GBKP Runggun Jl. Sei Batang Serangan Medan membuka donasi peduli covid-19, Pengumpulan dana ini dilaksanakan sampai pada 20 juni 2020. Adapun bentuk donasi yg akan diberikan berupa Sembako. Besar harapan kami kepada Orang Tua kami, untuk boleh bersama-sama memberikan sedikit bantuan untuk kelangsungan kegiatan ini. Terima Kasih, Dibata Simasu-masu

Renungan Malam 10 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 305:1,2
    1. Tuhan Kam me penampat, ibas geluhku. O Tuhan Kam me cicionku, bas aru ateku. Angin meter, udan meder, Kam me kubunku. O Tuhan Kam me ikutenku, segedang geluhku.
    2. Enterem imbang-imbangku bas pertibi e. Si atena nirangkenku ras Kam kap Tuhanku. Kawali min, cikeplah min, lah la ku bene. O Tuhan Kam me pengarapen segedang geluhku.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Pustaka Si Badia : Ulangan 1:27:30
    “ Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan. Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana. Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka; TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,”
    Renungen
    Ada sebuah film yang bertema “ Change the past to rescue the future”. Yang menarik dari tema film ini adalah adanya kesadaran bahwa saat ini telah terjadi perbuatan yang tidak benar yang dapat mengakibatken terjadinya hal-hal buruk di masa depan. Dan mereka berusaha memperbaiki keadaan ini dengan kembali ke masa lalu. Ini adalah salah satu kerinduan dalam hati kita. Dalam bahasa Karo ada istilahnya, bicara bage min sange, entah labo bagenda jadina. Secara nyata, tentunya kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Apa yang terjadi di masa lalu, tidak bisa diulangi lagi. Kita harus melangkah maju. Kita melangkah maju sambil belajar dari peristiwa-peritiwa masa lalu sehingga kita dapat melanjutkan apa yang baik dari masa lalu dan tidak mengulang kesalahan-kesalahan masa lalu.
    Dalam sejarah perjalanan bangsa Isarel, mereka juga mengalami hal yang sama. Bangsa Israel telah keluar dari Mesir dan mereka tiba di pegunungan orang Amori. Musa mengutus 12 orang pengintai untuk melihat daerah orang Amori. Setelah menerima laporan ke dua belas pengintai itu, bangsa Israel menggerutu. Bangsa Israel menyesali perjalanan mereka. Mereka telah jauh berjalan dan menghadap banyak rintangan, namun akhirnya mereka berhadapan dengan bangsa Amori yang gagah perkasa. Mereka berkata, “Ke manakah pula kita akan maju?” Bangsa Israel ada dalam situasi menyesali masa lalu mereka dan takut menghadapi masa depan yang menghadang mereka. Istilahna, “mulih ningen, enggo mberat, terusken pe mberat kang”. Penyesalan terhadap masa lalu dan ketakutan menghadapi masa depan membuat bangsa Israel tidak lagi mengingat apa yang telah dilakukan Allah bagi mereka di tanah Mesir. Dalam hal ini, Musa mengingatkan dan meneguhkan hati bangsa Israel. Allah akan bertindak seperti Allah yang bertindak membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir.
    Kita harus bergerak maju menggapai masa depan kita. Benar, ada rintangan yang menghadang kita. Kita kuat karena Allah yang berjalan di depan kita. Amin.
  4. Ertoto kenca Renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 331:1,2.
    1. Tegu aku anakNdu, bas perdalan geluhku. ‘Di paksa aku labuh, ambatilah musuhku. Tegu aku, ibas perdalanenku. Kam ngenca ku lebuh, cikepNdu tanku enteguh.
    2. Kam bentengku si paguh, gia musuhku ngupuh. Amin mara reh nderpa, la aku bera-bera. Tegu aku, ibas perdalanenku. Kam ngenca ku lebuh, cikepNdu tanku enteguh.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 9 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP 334:1
    1. Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta Ia si merekenca. Kiniteken pe ras pemetehta, e pe Ia si njujurkenca. Ia kap erbanca kita sangap, tetaplah man Ia kita ngarap. ‘Di reh susah b’reNa serpang pulah, tendi kula mejuah-juah.
  2. Ertoto
  3. Pembacaan Firman Tuhan : Kisah Para Rasul 8:39
    “ Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita ”.
    Renungan
    Di dalam kehidupan ini ada begitu banyak yang tidak kita pahami. Salah satu perjuangan hidup kita adalah mencari pemahaman tentang makna peristiwa yang kita alami. Ketidakmengertian akan membebani kita, membuat kita sulit untuk melangkah. Kita mencari pemahaman agar kita sangggup menerimanya dan pikiran kita tidak lagi dibebani dengan hal-hal yang tidak kita pahami. Pemahaman inilah yang dicari oleh seorang sida-sida. Dalam Kisah Rasul 8, dikatakan sida-sida ini adalah Kepala Bendahara Kandake, Ratu Etopia. Dikatakan bahwa dia dalam perjalanan pulang dari beribadah di Yerusalem. Selaku orang Etopia, tentu dia memiliki kepercayaannya sendiri. Tetapi mengapa dia juga beribadah ke Yerusalem. Apa yang dia cari ?
    Dalam ayat 27-28, bahasa Karo, dikatakan, “guna si e ia enggo ikebiriken”. Harga mahal yang harus dia bayar untuk sebuah jabatan bendahara ratu. Dengan keberadaannya, dia merasa hidupnya tidak berguna lagi, tidak memiliki arti lagi dan tidak memiliki masa depan. Hal ini tercermin dari bacaan yang sering dia baca yaitu tentang biri-biri yang tidak berdaya yang dibawa ke pembantaian. Inilah yang dicari sida-sida itu yaitu apa makna keberadaannya sehingga dia terhibur dan dikuatkan untuk menghadapi masa depannya. Kepada sida-sida inilah, Allah menyuruh Filipus untuk menjumpainya. Dalam perjumpaan ini, Filipus menerangkan tentang Injil Yesus kepadanya. Akhirnya sida-sida ini menerima Yesus Kristus dan memberikan dirinya untuk di baptis.
    Bacaan Firman Tuhan, pada malam hari ini menceritakan tentang akibat yang dialami sida-sida itu setelah menerima Yesus Kristus. Dikatakan, sida-sida itu meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Terjadi perubahan dalam diri sida-sida itu. Sekarang dia memiliki makna, pengalaman yang sama dengan dirinya dan tujuan hidup.
    Kehidupan Yesus Kristus yang kita imani akan menjadi inspirasi dan motivasi yang mengubahkan pemahaman kita terhadap peristiwa hidup ini. Kita menjadikan perjalanan kehidupan Tuhan Yesus untuk menerangi dan membukakan makna penderitaan dan kesulitan hidup yang kita alami saat ini. Dengan demikian, kita tahu Allah mengasihi kita. Demi kasihNya bagi kita, Tuhan Yesus rela memberikan nyawaNya bagi kita. Kita percaya bahwa Allah tetap mendampingi kita dalam menghadapi penderitaan dan kesulitan hidup ini. seberat atau sesulit apapun keadaan kita, kita percaya bahwa kita tidak sendirian melangkah, Allah tetap menuntun kita. Inilah yang menguatkan dan memberi sukacita bagi kita. Amin.
  4. Ertoto
  5. Rende GBKP No.285:1,2.
    1. Kam me O Tuhan pematang g’luhku, Kam empuna tendingku. Tedeh ateku, sikel ukurku rembak tetap min ras Kam. RembakkenNdu aku o Tuhan ku kayu persilangNdu. RembakkenNdu aku, rembakkenNdu lah, ku lebeNdu o Tuhan.
    2. Pegegehilah badiakenlah, aku enda kawanNdu. G’lah paguh aku, tetap ukurku bas nehken peratenNdu. RembakkenNdu aku o Tuhan …
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 8 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 367:1,3.
    1. Kam Tuhan Dibata, Si Mada kuasa, si ‘ngkelini k’rina doni enda. Badia gelarNdu mulia me tuhu. Kupuji gelarNdu bas geluhku. Kam Tuhan Dibata, Si Mada kuasa, si ngkelini k’rina doni enda.
    2. Kam Tuhan Dibata Si Mada kuasa, si petetap ukur kami k’rina. Ajar kami nembah ras muji gelarNdu. ‘Lah metunggung ibas adepenNdu. Kam Tuhan Dibata si mada kuasa, si mpetetap ukur kami k’rina.
  2. Ertoto
  3. Pengogen Kata Dibata : 1 Raja – Raja 19:14-15.
    “ Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku.” Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram “.
    Renungen.
    Dengan perkenaan Allah, Elia berhasil membuktikan kuasa Allah dan mengalahkan nabi-nabi Baal. Kesaksian adikodrati ini, seharusnya membuat Raja Ahab dan istrinya, Izebel, mengakui kuasa Allah dan berserah kepada Allah. Namun sebaliknya, Izebel, justru memaklumatkan untuk membunuh Elia. Keadan ini membuat Elia melarikan diri kepada daerah Yehuda untuk menyelamatkan nyawanya. Elia diliputi oleh keputusasaan. Ketika Allah menjumpai Elia, Elia mengadukan pergumulannya kepada Allah. Elia telah bekerja dengan giat, namun yang dia dapatkan justru ancaman terhadap nyawanya. Lalu Allah. menyuruh Elia kepada tugasnya sebagai seorang nabi Allah.
    Dari perisitwa ini kita dapat melihat jeritan hati seorang yang telah bekerja giat, namun justru mendapat ancaman terhadap nyawanya. Pengalaman yang mungkin pernah terjadi dalam hidup kita. Keberhasilan-keberhasilan yang selama ini kita peroleh tidak mampu menahan kita dari keputusasaan ketika kita mengalami persoalan hidup. Kita lebih terfokus kepada ancaman yang kita alami ketimbang keberhasilan yang telah ditunjukkan Allah dalam hidup kita. Yang menarik dari bacaan kita diatas adalah Allah tetap mempercayakan tugas kenabian itu kepada Elia. Allah tidak membiarkan Elia mengasingkan diri, bersembunyi dan meratapi keadaannya yang seorang diri lagi. Memang terkadang, ketika kita mengalami frustasi, kita merasa lebih baik sendiri, mengurung diri, mengutuki keadaan dan melepaskan tanggungjawab kita.
    Inilah kasih setia Tuhan kepada kita. Allah menyembuhkan kita dengan cara mengeluarkan kita dari persembunyian kita dan tetap memberikan tanggungjawab itu.
    Pengalaman ini mengajarkan kepada kita bahwa berputusasaan, bersembunyi atau tidak percaya diri bukanlah solusi atas persoalan yang kita hadapi. Allah menginginkan kita agar terbebas beban berat itu. Allah menginginkan kita untuk “kembali ke jalan” tugas tanggungjawab kita, ke panggilan hidup kita. Amin.
  4. Ertoto
  5. Rende KEE GBKP No.299:1,3
    1. Ngikut Tuhan kin atendu, person silang. Ola sangsi ola mbiar, ikutkenlah. Persan saja min silangndu ikut terus. Mulia me kal upahndu, tetap tutus.
    2. Kune susah tah mesera, menggengglah. Tuhan Yesus usihenta, ikut gelah. Persan saja min silangndu ikut terus. Mulia me kal upahndu, tetap tutus.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Bahan PJJ 7 Juni – 13 Juni 2020

Ogen : Perbahanen Rasul-Rasul 19:23-29.
Tema : Kembangken Usaha Si Mehuli (Pengembangen Enterpreneuship).
Shalom, Mejuah-juah Perpulungen si nikelengi Tuhan.
Kegeluhen kinitekennta erdampak kubas kerina dampar kegeluhennta. Erkiniteken la saja berhubungan ras tata cara beribadah, tapi ku bas cara kita ndalanken kegeluhennta, termasuk pe ibas kita erdahin.
Payo, gundari enda melala tantangenna ibas kita mengembangken dahinnta, misalna soal ketrampilan, soal modal, soal keramahan dan kesiapan pelayanen, soal relasi, soal strategi usaha, soal lingkungan, soal situasi / kejadin isekelewetta, bage pe soal-soal SARA. Terlebih-lebih ibas masa pandemi virus corona-19 enda, semakin terbatas pendahinnta. Waktunta erdahin, daya beli masyarakat si menurun, si memfokuskan hanya untuk kebutuhan-kebutuhan pokok, tuhu-tuhu berdampak kubas pengembangen usahanta. Kesuliten-kesuliten enda banci saja erbahan kalak lanai ndauh rukur. Ia makeken cara – cara si salah, alu makeken kuasa-kuasa si gelap.
Sada pengalamen sidatken kami tupung erpagi-pagi mbuka kios. Ibas sada wari, ope sekolah, kami mbuka kios. Kenca itata kerina barang binaga, iteruh meja, pas iteruh ingan timbangan biasana siitamaken kami, ijumpai kami me bekas taneh ikurak. Alu la rukur gedang, ibuka kami bekas kuraken taneh e ndai. Ije lit rimo mungkur ras erbage-bage bunga. Arah kejadin e, kepeken ibas rusaha, maun-maun labo gegeh manusia saja si ipake, tapi gegeh kuasa-kuasa si gelap pe ikut erdahin. Mungkin guna memenangkan persaingan usaha, gelah usahana maju dingen saingenna e banci tutup. Man si talu ersaing, enda pe banci jadi godaan man bana erkiteken ia ngidah kemajuan usaha kalak si etehna makeken kuasa gelap. Ibas dampar si deban, lit ka nge si begi berita-berita kerna makeken kuasa gelap ibas erdahin. Misalna, guna ndatken sada-sada dahin entah pe guna naikken jabaten. Enda nuduhken cara-cara manusia erdahin si la sentudu ras kinitekennta selaku kalak Kristen.
Tantangen pe banci muncul arah reh buena kalak si mbuka usaha-usaha si mbaru. Usaha-usaha si bali ras usahanta. Bisa saja munculnya usaha orang lain menjadi alasan yang membuat usaha kita mundur. Tapi mari kita ngidah piga-piga lokasi usaha si usahana sejenis. Misalna, Jl. Merak Jingga si usahana melala erbinaga komputer ras perlengkapenna. Usaha jagung rebus i penatapen, bage perbinaga makanen i Jl. Surabaya. Amin gia bali jenis usahana, e kang nge erbahanca kalak reh ku je. Kalak rukur kerna melalana si man pilihen ibas sada ingan. Jadi labo munculna usaha kalak si deban jadi sada-sadana alasan kemunduren usaha.
E maka la kabo perlu bagi Demetrius bagi ogenta enda ndai. Demetrius merasa terganggu usahanya. Ia erpengakap maka pengajaren Paulus erbahan kemakmuren si sedekah enda idatkenna arah usaha jadi tokoh-tokohen kalak. Erkiteken si e, ia ngajuk jelma si enterem guna erbahan keributen.
Amin gia melala tantangenna, tetaplah kita erusaha dingen mengembangkan usahanta erpalasken kinitekennta. Labo makeken kuasa gelap, entah pe rate nembeh nandangi usaha kalak si deban. La bo ngelakoken perbahanen kejahaten entah pe tindakan kriminalitas. Tetaplah lit semangatta guna erjuang ndahiken dahinnta. Amin gia, genduari enda menurun kal penghasilennta, ula bene ukurta. Tetap tek, Dibata mbukaken dalan man banta. Alu meteruk ukur, ngasup kita mengevaluasi usaha si sedekah enda sidalanken. Banci jadi, kita harus ndarami pengembangen usaha alu erbahan jaringen-jaringen kerjasama usaha. Entah pe, alu usaha si enggo lit, kita menghasilkan ulih si deban. Piga-piga pengusaha konfeksi, mengalihken mesin konfeksi guna erbahan alat pelindung diri. Sedekah enda ia njahit pakaian, genduari enggo jadi penjahit masker. Perjuma mengalihken pendahinna guna nuan-nuan kebutuhan pokok. Entah pe memang kita harus mbuka usaha si mbaru. Amin kita harus mbuka usaha si mbaru ula kita mela. Ula bagi Demetrius si mela ia usahana si enggo makmur dungna icekuraki kalak. Si penting, sikembangken usahanta erpalasken kinitekenta man Tuhan Dibata. Tek kita Tuhan Dibata si mereken gegeh man banta guna erusaha. Firman Allah dalam Mazmur 29:11, “ Tuhan kiranya memberi kekuatan kepada umatNya, Tuhan kiranya memberkati umatNya dengan sejahtera”.
Shalom, Tuhan Dibata si masu-masu pengembangen usahata.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan