Liturgi Ibadah Minggu 27 Desember 2020
Renungan Malam 22 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.374:1,2.
- Yesus ulu kegeluhenku, Kam me ngenca pengendesenku. Lalap tedeh ate pusuhku, kupehaga Kam bas geluhku. O Tuhan pernehen pusuhku, si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu, kusembah Kam ibas geluhku.
- Ku sembah Tuhan Penebusku, si mereken kekelengenNa. Alu tutus reh aku Tuhan ras kerina isi jabungku. O Tuhan pernehen pusuhku, si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu, kusembah Kam ibas geluhku.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Jeremia 30 : 17-19.
“ Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN, sebab mereka telah menyebutkan engkau: orang buangan, yakni sisa yang tiada seorangpun menanyakannya. Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengasihani tempat-tempat tinggalnya, kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan puri itu akan berdiri di tempatnya yang asli.
Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka banyak dan mereka tidak akan berkurang lagi; Aku akan membuat mereka dipermuliakan dan mereka tidak akan dihina lagi.”
Renungan
Terkadang memang sulit bagi kita untuk mengucap syukur manakala kita sedang dalam penderitaan hidup. Hati dan pikiran kita dipenuhi dan dikuasai penderitan ketimbang sukacita yang telah dianugerahkan Allah bagi kita.
Allah telah memberi sukacita terbesar dalam kehidupan kita. Sukacita itu dapat kita bayangkan seperti pemulihan yang didapatkan bangsa Israel dari penderitaan mereka. Penderitaan bangsa Israel digambarkan seperti yang dikatakan dalam Jeremia 30: 12 dam 14, “ Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan! Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar.” Keadaan apa yang paling menakutkan dan menyedihkan kita ? Yaitu disaat kita berhadapan dengan maut “ penyakit yang tidak dapat di sembuhkan” dan orang orang yang kita kasih tidak lagi peduli, tidak lagi memperhatikan, tidak lagi mengingat kita. Kita sendirian menghadapi maut.
Dalam keadaan inilah Allah menyatakan pemulihanNya. BangsaNya yang tidak dapat disembuhkan dan ditolong, sekarang dapat disembuhkan dan ditolong. Karena Allah yang melakukannya. Allah menyembuhkan, Allah memulihkan, Allah membangun kota mereka kembali, sehingga nyanyian syukur akan terdengar kembali.
Dalam kehidupan kita saat ini, inilah yang dilakukan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita yang tidak sanggup lagi membebaskan dari kuasa dosa, yang telah kehilangan jalan dan arah untuk kembali kepada Allah, sekarang Allah hadir dalam Tuhan Yesus untuk membebaskan kita dari kuasa dosa dan menjadi “Jalan” dan menuntun kita kembali kepada Allah. Inilah sukacita terbesar yang kuasa tidak hanya untuk kehidupan kita tetapi menentukan kehidupan kita di surga.
Natal merupakan cara agar kita diingatkan dan diteguhkan kembali sehingga kita tetap memiliki harapan, ketenangan, kesabaran, ketekunan, kreatifitas dan ucapan syukur dalam menjalani kehidupan kita. Tuhan memberkati kita. Amin.
Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 303:1,2
- O Yesus Kam terang geluhku, Kam me si ngkelini tendingku, la kap lit si man kebiarenku. O Yesus, Kam me kap bentengku, e makana la lit gentarku, amin lit si jahat nderpa aku. O Bapa dengkeh pemindonku. Lit kap sada sura-surangku. Atan min aku ibas rumahNdu sedekah geluhku.
- O Yesus Kam terang geluhku. Kam me si engkawali aku ibas paksa lit kesusahenku. O Yesus ajari min aku, gelah nggeluh ngikut p’ratenNdu arah dalan salang babai aku. O Bapa
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 20 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No. 399:1,3
- Mari surak puji Tuhan endeken nde enden m’riah, o surga doni kerina. Mari rende muji Ia alu ukur si meriah, puji gelarNa si Badia. La ‘ngadi-ngadi ku puji Kam Tuhan, bas k’rina dampar kegeluhen. Ersurak m’riah, pusuhku ibas Kam. Terpuji Tuhan rasa lalap.
- Mari surak puji Tuhan alu ukur ras tendinta, sabab Kam mehuli kap o Dibata. PulahiNdu aku ibas kiniseran doni enda. Kupuji Tuhan haleluya. La ‘ngadi-ngadi …
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata : Mazmur 138 : 7 – 8
“ Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!”
Renungan
Kita sudah melalui 9 bulan masa pandemi covid-19. Dan masa Natal semakin mendekat. Beberapa dari kita telah melaksanakan Natal berupa perayaan natal virtual dan aksi kasih Natal. Dalam peristiwa yang terjadi dalam hidup ini, apakah yang dapat kita katakana ? Salah satu yang dapat kita lakukan adalah berdoa ucapan syukur. Apa yang kita maksudkan dengan doa ucapan syukur ? Mazmur 138 ini digolongkan ke dalam doa ucapan syukur. Hal ini dapat kita pahami dari ayat 1 Mazmur 138 ini. “Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.”
Dari doa ucapan syukur Daud ini kita dapat melihat keyakinan dan ketetapan hati Daud. Daud yakin akan pertolongan Tuhan dalam masa lalunya. Daud mengatakannya, “ Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.” (Mazmur 138:3). Daud dengan yakin mengatakan bahwa di masa lalu, Allah telah menjawab seruannya. Allah telah menambahkan kekuatan bagi jiwanya untuk menghadapi permasalahan hidupnya sehingga dia dapat bersyukur seperti saat ini. Daud juga yakin akan masa depannya. ““Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku. TUHAN akan menyelesaikannya bagiku!” Daud meyakini, sama seperti Allah telah menolong dirinya, Allah juga tetap menolong dia dari musuh-musuhnya. Allah akan menyelesaikannya baginya.
Dari apa yang dinyatakan Daud ini, kita dapat mengatakan bahwa keyakinan pertolongan Tuhan di masa lalu membangkitkan harapan dan keyakinan kita untuk menghadapi masa depan kita. Ada Allah yang menolong dan menyelesaikan setiap permasalahan yang kita hadapi. Kita tidak bekerja sendirian dan dengan kekuatan kita sendiri. Di dalam perjuangan hidup kita menghadapi persoalan hidup ini, tangan kasih setia Allah tetap ada menyelesaikan permasalahan itu bagi kita. Allah memberikan hikmat, pengertian, membuka cakrawala kita untuk melihat potensi diri kita dan potensi yang di sekitar kita untuk menyelesaikan permasalahan kita, memberikan ketenangan, ketetapan hati , kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi permasalahan kita.
Kita teruskan perjuangan hidup kita memasuki minggu Advent ke IV dan Natal. Kita telah merasakan pertolongan Tuhan, khususnya dalam 9 bulan kita menghadapi pandemic ini. Allah menguatkan iman kita, kita tetap bertahan, melanjutkan kehidupan kita, tetap mendapat semangat. Ini semua karena pertolongan Allah dan kita bersyukur atas pertolongan Allah itu. Dengan keyakinan ini, kita jalani hari-hari kita di minggu ini dengan keyakinan, Allah menyelesaikannya bagi kita.
Tuhan Allah memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 200:1,2
- O Tuhan babai min dalanku bas doni, labuh ras la kesah gegehku. SoraNdu terbegi man bangku nemani. Lalap Kam me kuban temanku.
- O Tuhan sampatlah geluhku gundari. Ola Kam erleka bas aku. Kawali geluhku suari ras berngi, lalap Kam me kuban temanku
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Liturgi Ibadah Minggu 20 Desember 2020
Renungan Malam 18 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.310:1,2.
Reff. Pujilah min Dibata, puji gelarNa Si Badia. Ibas Kristus ‘nggo si idah Dibata jine si perkuah.- Langit ras doni rendelah, mungkuk erjimpuh nembahlah. Pasu-pasuNa kap mbelin, keleng ateNa la erkerin… Reff.
- O doni k’rina, suraklah Tuhan Dibata pujilah. Rikut kulcapi ras gendang, sampur meriah la teralang. … reff.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Ulangan 4 : 6
“ Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.”
Renungan
Salah satu yang didambakan manusia adalah hidup bebas, tidak ada aturan yang mengekang kebebasannya. Mereka beranggapan bahwa dengan adanya kebebasan hidup itu mereka akan memiliki hidup yang lebih baik. Benarkah demikian ?
Dalam bacaan renungan malam hari ini, Tuhan Allah memberi peraturan dan ketetapan. Yang dimaksud dengan peraturan dan ketetapan itu adalah 10 perintah Allah. Di dalam peraturan dan ketetapan itu ada kebijaksanaan dan akal budi. Peraturan dan ketetapan yang diberikan Allah adalah petunjuk cara hidup yang bijaksana dan berakal budi, ada etika kehidupan di dalamnya. Kebijaksanaan dan akal budi yang membuat mereka dapat bertahan hidup di tanah yang Tuhan berikan kepada mereka. Dikatakan dalam Ulangan 4 : 40, “ Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya.”
Kita mulai dengan Perintah Pertama. “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Ulangan 5:6-7)
Perintah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Allah-lah Pencipta langit bumi dan segala isinya. Tuhan Allah adalah Pemelihara, Penebus ciptanNya. Sumber, dasar dan tujuan hidup kita jelas, yaitu Tuhan Allah. Dengan demikian, Tuhan Allah-lah yang kita sembah. Orang yang mempercayai hal ini maka mereka akan memiliki jiwa patuh, tunduk, takjub, heran, takut pada Allah, pada satu sisi. Hal ini kita perlihatkan dengan cara mengatur tingkah laku kita seturut dengan kehendak Tuhan Allah. Ada aturan hidup yang kita jalankan sehingga kita memiliki cara hidup yang teratur. Pada sisi lain, orang percaya memiliki keyakinan, ketenangan dan ketentraman sebab Allah mengasihi, memimpin, mendampingi dan menjadi sumber berkat dalam kehidupan kita. Hal ini membuat kita dapat bersukacita dan semangat menjalani kehidupan kita.
Karena itu setialah kita menjalankan ketetapan dan peraturan yang diberikan Tuhan Allah. Hal inilah yang memperlihatkan hidup yang bijaksana dan berakal budi. Hal-hal yang membuat keadaan kita baik. Bukan hidup tanpa aturan yang membuat keadaan kita lebih baik, tetapi sebaliknya hidup setia kepada peraturan dan ketetapan Allah-lah yang membuat keadaan hidup kita baik.
Tuhan memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 309:1,3.
- Pengasup kami o Tuhan gelah pedahNdu banci idalanken, em kap tendang kami bas kegeluhen. KataNdu si man gelemen. Gelah tangkas kata ras perbahanen, ban min kami tetap bas kebujuren. SurgaNdu kap perayaken.
- Kawali kami o Tuhan, alu gegeh ras kuasaNdu si mbelin. Olangilah kami idur si setan si atena encedaken. DameNdu gelah tetap kuarapken. Ban kelengNdu ngenca kap kami atan, bengket ku bas kesangapen.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 17 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.324:1,2.
- Tuhan kap penalemenku, IA si njayam geluhku. IA kap pe sekawalku la nggo kekurangen aku. Tuhan si mada si nasa. Tuhan saja si pehaga. Muliakenlah gelarNa, mari puji sembah IA.
- Kune jumpa si mesera, kiniteken labo pera. Tetap aku sampatiNa, k’leng ateNa la erleka. Tuhan si mada si nasa…
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Jeremia 18 : 4
“ Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.”
Renungan
Di dalam bacaan renungan malam hari ini, Allah menyuruh Nabi Jerima melihat pekerjaan tukang periuk tanah liat. Allah ingin menjelaskan perbuatanNya dengan memakai gambaran tukang periuk tanah liat. Tuhan Allah mengatakan, “ Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.”
Ada 4 hal yang dapat kita bayangkan dari gambaran tukang periuk ini.
Pertama dan kedua, terkadang kita tidak mengetahu bahwa hidup kita telah “rusak’ dan sedang “dikerjakan” kembali. Terkadang memang kita tdak lagi menyadari bahwa apa yang kita lakukan itu tidak benar dan tidak baik dihadapan Allah. Hal ini terjadi karena perbuatan itu telah menjadi kebiasaan dalam hidup kita. Perbuatan salah yang dibiasakan lama kelamaan akan menjadi pembenaran dalam diri orang itu. Dan manakala hal itu telah berubah menjadi penderitaan, kita merasakan ketidakpedulian Allah, kurangnya kasih Allah dalam hidup kita. Misalnya, perkataan kasar yang kita katakan, lama kelamaan menjadi kebiasaan dalam hidup kita. Kita sudah terbiasa berkata kasar terhadap orang lain tidak lagi merasakan hal itu tidak baik. Lalu pada satu peristiwa, ada orang yang membalas perkataan itu dan kita merasa sangat tersakiti. Lalu kita mengeluh kepada Allah, mengapa Allah membiarkan orang lain itu menyakiti kita ? Dapat saja, Allah mempergunakan penderitaan sebagai alat untuk “mengerjakan kembali” kehidupan kita.
Ketiga, gambaran tukang periuk memperlihatkan bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita. Tukang periuk memilih tanah liat, membentuknya dan mengukirnya menjadi periuk yang sesuai dengan kehendaknya. Demikian Allah memilih kita dan membentuk kita sesuai dengan kehendak Allah. Keempat, Tuhan “mengerjakan kembali” hidup kita agar hidup kita lebih baik lagi menurut pandangan Allah. Tuhan berkuasa atas hidup kita dan Tuhan mempunyai rancangan terbaik bagi kita.
Keadaan inilah yang harus senantiasa kita ingat dalam kehidupan kita. Tuhan berkuasa atas hidup kita dan Tuhan “mengerjakan kembai” hidup kita menjadi lebih baik lagi. Seperti contoh diatas, perasaan tersakiti dapat saja menyadarkan kita tentang perasan orang lain yang tersakiti. Oleh karena itu kita memohon pertolongan Allah untuk terus menyadarkan kita akan perbuatan apa yang kita lakukan. Kita berserah kepada “perbaikan” yang dilakukan Tuhan dalam kehidupan kita. Seperti ungkapan dalam Jesaya 64 : 8, “Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.” Kita berserah dan yakin bahwa Allah tetap mengasihi kita. Dia yang membentuk kita menjadi pribadi yang hidup layak dan berkenan kepada Allah.
Tuhan memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 423:1,2
- Kam nebusi aku Tuhan, Kam si peteneng tendingku. Tendi si ndube tertaban, tegulah kuadepenNdu. Malem kal ateku Bapa, ban keleng ateNdu. Kupuji gelarNdu Bapa, mulia gelarNdu. TeguNdulah aku Tuhan, ibas pusuhku Kam ringan. PetetapNdu aku Tuhan, ‘lah dosa talu me kuban.
- Kam ngalemi aku Tuhan, Kam simpepalem pusuhku. Pusuh si megati nogan, mbaru perbahan kelengNdu. Malem kal ateku Bapa…
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 15 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.201:1,4.
- Malem ate tuhu-tuhu, si ernalem man baNdu. Kam Dibata sinjadiken langit ras doni enda. SalsaliNdu pusuh kami, maka t’rangndu tergejap. Kalak si tek la kap bene, ban kelengNdu e tetap.
- Aloken Kamlah o Bapa, kuendesken geluhku. KesahNdu min ngajarisa, lah kueteh nembah baNdu. Pasu – pasu min kerina, daging, ukur, tendingku. Gelah arah tan ras kata, ipujina gelarNdu.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Kolose 1 : 10-12.
“ Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.”
Renungan
Ketika lewat warung penjual pisang goreng, seorang anak tergerak hatinya untuk membeli pisang goreng. Namun sang anak tidak mempunyai uang pada saat itu. Lalu si anak berusaha mengumpulkan uang untuk membeli pisang goreng itu. Beberapa hari kemudian, sang anak sudah mendapatkan uang dan bergegas ke warung itu. tetapi yang didapatinya, warung itu tidak menjual pisang goreng karena pisang untuk di goreng belum cukup tua. Demikian juga yang terjadi dalam hidup ini, terkadang apa yang kita inginkan dan perjuangkan tidaklah selalu kita dapatkan. Bagaimana kita menghadapi keadaan hidup ini ?
Pada bagian sebelumnya, Paulus berdoa agar jemaat Kolose menerina hikmat dan pengertian yang benar tentang kehendak Allah. Pada bagian ini, Paulus menjelaskan apa yang dapat kita harapkan dan peroleh setelah menerima hikmat dan pengertian itu. Pertama, Orang percaya hidup layak di hadapanNya dan berkenan kepadaNya. Artinya, walaupun dalam keadaan sulit sekalipun, orang percaya tetap menjalankan kasih, kebenaran, kejujuran dan keadilan. Mereka lah yang akan mendapat perkenan Allah. Allah menyertai, menuntun dan memberkati hidup mereka. Seperti ungkapan Mazmur 92 : 12, walapun harus melewati berbagai musim kehidupan “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;”
Kedua, berbuah dalam pekerjaan baik dan bertumbuh dalam pengenalan Allah. Hikmat dan pengertian tentang kehendak Allah tampak dalam pekerjaan baik yang dilakukan orang percaya. Mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan kebaikan dan baik dalam mengerjakannya. Hasil dari pekerjaan baik akan menumbuhkan pengenalan akan Allah lebih baik.
Ketiga, memiliki kekuatan untuk tekun, sabar, mengucap syukur dan bersukacita. Tekun berarti terus berjuang walaupun banyak rintangan. Sabar menghadapi orang orang yang tidak menyenangkan, yang mengecilkan hati, yang melakukan ketidakbaikan. Artinya, baik keadaan atau orang tidak dapat menghalangi dia melakukan hidup yang layak dihadapan Allah. Mereka inilah yang dapat hidup mengucap syukur dan bersukacita. Keadaan hidup dan perbuatan orang lain tidak dapat membuat mereka kehilangan ucapan syukur kepada Allah dan sukacita.
Demikian jugalah kita menghadapi hidup ini, walaupun kita terkadang tidak mendapatkan apa yang kita harapkan dan perjuangkan, tetaplah hidup layak dan berkenan dihadapan Allah, mengerjakan pekerjaan baik dan bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, dan tekun, sabar, mengucap syukur dan bersukacita. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 168:1,2
- Tegu aku o Tuhanku ibas dalan mesera. La lit ngasup ras gegehku, b’re min tanNdu negusa. Roti surga, roti surga, tetap b’reken man bangku. Tetap b’reken man bangku.
- Lau si nggeluh b’re min elah maka aku megegeh. ‘Tah kai jadi bas geluhku, Kamlah arah lebengku. O Tuhanku, O Tuhanku, Kam me kap sekawalku, Kam me kap sekawalku.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 14 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.275:1,3.
- Kam Tuhan sekawalku, la lit kebiarenku. Amin gulut ukurku, ernalem tetap baNdu. Galumbang si merawa, jadi ibas geluhku. Lalap kau erpengendes, sebab Kam kap bentengku
- ‘Di bage nina Tuhan, ula pedekah-dekah, sidahilah gundari, Tuhanta si perkeleng. Ikutkenlah kataNa, ula pekulah-kulah, pengarapen ib’rekenNa, em gegeh bas geluhta.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Kolose 1:9
“ Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,”
Renungan.
Setiap harinya, matahari tetapnya bersinar. Namun terkadang ada kabut tebal yang menutupi cerahnya cahaya matahari, sehingga kita melihat cahaya matahari itu. Di dalam hidup kita, hati dan pikiran kita juga sering tertutup “kabut tebal” sehingga kita tidak yakin untuk memiliki cara hidup yang berkenan kepada Allah. Oleh karena itu, kita memang membutuhkan “pencerahan” dalam hidup kita. Hal inilah yang kita lihat dari doa permohonan Paulus.
Dalam bacaan renungan malam hari ini, kita dapat memahami tentang isi doa permohonan Paulus kepada Allah. Paulus telah menerima berita tentang iman dan kasih yang hidup dalam jemaat Kolose. Mendengar berita itu, Paulus menaikkan puji syukur dan doa permohonan kepada Allah. Paulus menaikkan doa permohonannya kepada Allah agar jemaat Kolose dapat menerima segala hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Allah dengan sempurna. Dalam hal ini, kata hikmat berarti jemaat Kolose memiliki pemahaman yang benar, prinsip-prinsip utama tentang anugerah keselamatan yang telah dinyatakan Tuhan Yesus Kristus. Dengan memiliki pemahaman yang benar ini, jemaat Kolose tidak lagi dapat digoyahkan oleh pengajaran-pengajaran sesat yang banyak berkembang di sekitar mereka. Kata pengertian merujuk kepada kemampuan jemaat Kolose untuk memahami situasi yang terjadi dan menerapkan pemahaman iman Kristen untuk menjawab persoalan hidup mereka.
Dari permohonan Paulus ini, kita dapat memahami bahwa selain beriman dan memberlakukan kasih, Paulus juga melihat apa yang perlu di dalam jemaat Kolose. Jemaat Kolose sedang mengalami tantangan hidup dari pengajar-pengajar sesat. Oleh karena itu Paulus mendoakan agar jemaat Kolose menerima hikmat dan pengertian yang benar tentang kehendak Allah. Dengan demikian, jemaat Kolose dapat terus memiliki cara hidup yang berkenan kepada Allah, tetap teguh dan terus bertumbuh dalam menghadapai tantangan kehidupan mereka.
Di dalam kehidupan kita saat ini kita juga memiliki tantangan hidup. Tantangan hidup yang dapat membuat kita binggung, bimbang dan tidak yakin akan cara hidup yang harus kita jalankan. Tantangan pandemi yang mempengaruhi keadaan ekonomi kita, mempengaruhi keharmonisan hubungan anggota keluarga dan banyak hal lainnya dapat saja membuat kita tidak yakin bahwa cara hidup yang berkenan kepada Allah adalah solusi terhadap tantangan hidup kita itu. Amarah lebih menguasai pikiran kita ketimbang sabar. Kuatir lebih menekan hidup kita ketimbang penyerahan diri kepada Allah. Oleh karena itu, kita tetap membutuhkan pemahaman yang benar tentang kehendak Allah dan kemampuan menerapkan pemahaman itu dalam menjawab persoalan hidup kita. Tetaplah kita meminta agar Allah memberikan hikmat dan pengertian yang benar tentang kehendak Allah agar dalam beeratnya tantangan hidup ini kita tetap memiliki keberanian dan keteguhan hati menjalankan hidup yang berkenan kepada Allah. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 381:1,2.
- Sura – sura Yesus bangku ersinalsal tetap. Nggeluh bujur ras mulia, si ngena ateNa. Ersinalsal terang, em sinisuraken Yesus. Ersinalsal terang, ku tetap ersinalsal.
- Sura – sura Yesus Kristus nandangi geluhku, mpehaga turang senina si sampat – sampaten. Ersinalsal terang…
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 13 Desember 2020
- Rende KEE GBKP No.202:1,2.
- Ernalem gelah man Yesus, kula ukur tendingku. Endesken geluhndu baNa, keleng ateNa bandu. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
- Ibas picet, kesusahen, mungkuk ku adepenNa. Ola gegeh ipenalem, tapi pasu-pasuNa. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Roma 8 : 37
“Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”
Renungan
Di dalam dunia yang menilai kesuksesan dan kemakmuran sebagai tanda keberhasilan, maka penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang dapat saja dianggap kekalahan. Orang-orang yang menderita dianggap sebagai tanda-tanda orang yang tidak berhasil mengalahkan tantangan kehidupan ini. Hal ini dapat saja mengakibatkan orang yang mengalami penderitaan ini merasakan ketidakadilan, kekecewaan, kesedihan dan mungkin juga frustasi. Pandangan ini muncul karena manusia sering menilai dirinya berdasarkan apa yang dapat dilihat manusia. Oleh karena manusia tidak memiliki apa yang dapat dilihat manusia maka manusia itu merasa benar-benar tidak punya apa apa untuk dipakai menjalani kehidupan kita. Benarkan kita tidak memiliki apa-apa yang menjadi kekuatan dalam hidup kita ?
Di dalam pandangan Paulus tidaklah demikian. Orang percaya bisa saja mengalami penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang di dalam perjuangan hidup mereka. Di dalam pandangan Paulus, orang-orang percaya adalah orang – orang yang menang, walaupun di dalam hidupnya mengalami penderitaan. Kemenangan orang-orang percaya tidak dilihat semata-mata dari sudut pandang kesuksesan atau kemakmuran hidup. Kemenangan orang-orang percaya ditentukan oleh persekutuan dengan kemenangan Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus Kristus telah menang melalui penderitaan kematian dan bangkit dari kematian. Persekutuan dengan Tuhan Yesus Kristus yang menang inilah yang membuat orang-orang percaya lebih dari sekedar menang. Orang –orang percaya adalah pemenang. Orang-orang percaya di sebut sebagai pemenang sebab penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang tidak dapat menghalangi mereka dari kasih Tuhan Allah. Bagi orang-orang percaya, penderitaan hidup tidak dapat mengoyahkan iman percaya mereka kepada Tuhan Allah. Iman kemenangan ini justru membuat orang-orang percaya tekun, sabar dan tenang menjalani perjuangan hidup ini.
Demikianlah, maka kita adalah orang-orang yang menang. Inilah yang harus kita sadari bahwa kita memiliki kemenangan Kristus dalam hidup kita. Walaupun kita mengalami penderitaan hidup, kita tetap percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah kemenangan kita. Kita tidak perlu berkecil hati, kecewa, sedih dan frustasi dengan beratnya tantangan hidup kita. Tetapi dengan iman kemenangan Kristus.kita jalani hidup ini dengan tekun, sabar dan tenang.
Kita jalani kembali aktivitas kita dalam minggu ini dalam kemenangan Kristus.
Tuhan Allah memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 238:1,3
- Ibas ndalani perdalanen nggeluh, kiniseran pe reh megatti ngupuh, si cengkal ukur ras si mambur iluh, bereNdu teneng gelah banci tunduh. Kesah ras daging rikut pe ras tendi, kempak Dibata k’rina ‘ndesken kami. emaka Kam-lah tetap si ‘ngkawali, ‘lah daging bugis bas medak pe pagi.
- Sima-simangku ndeher entah ndauh, lit nge si kote deba ka megegeh. Lit si meriah deba lit nge nderkuh. Bas berngi enda kepkep gelah paguh. Kesah ras daging …
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan