Renungan Malam 31 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 385:1,3.
    1. Kam me o Tuhan pematang g’luhku, Kam empuna tendingku. Tedeh ateku sikel ukurku rembak tetap min ras Kam. RembakkenNdu aku ku kayu persilangNdu. RembakNdu aku, rembakkenNdulah ku lebeNdu o Tuhan.
    2. Seh kal senangna seh kal riahna rembak ras Kam o Bapa, sanga ertoto entah ersembah ukur pusuh ermegah. RembakkenNdu aku …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 28 : 2
    “Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.”

Renungan

Kita tidak dapat memilih-milih atau menentukan permasalahan hidup apa yang boleh datang ke dalam kehidupan kita. Ya, memang masalah itu datang tanpa permisi dahulu atau tidak menanyakan kesediaan kita dalam menyambut kedatangannya. Dan rasanya setiap permasalahan itu datang pada waktu yang tidak tepat. Namun demikian, yang terpenting adalah respon kita atau bagaimana kita menghadapi permasalahan itu.
Dalam bacaan renungan malam hari ini, kita dapat belajar tentang respon Daud terhadap permasalahan yang dia hadapi. Daud mengakui bahwa dirinya sedang mengalami permasalahan berat. “Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur” (Mazmur 28:1)
Dalam situasi ini, Daud tidak hilang kepercayaannya. Dia tetap mempercayai kuasa Allah mampu menyelamatkan dirinya. Oleh karena itu, Daud berseru kepada Tuhan dan mengangkat tangannya memohon belas kasihan Tuhan Allah. Inilah yang dilakukan Daud dalam menghadapi permasalahan berat yang mengancam nyawanya.
Dalam Mazmur 28 ini, kita juga melihat pengakuan Daud. “Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku. TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.” (Mazmur 28:6-7)
Dari pengalaman Daud ini, kita dapat memahami bahwa terkadang jalan terbaik yang harus kita lakukan adalah berseru kepada Tuhan. Kita menyadari bahwa akal, keahlian, kemampuan kita terbatas dan tidak mampu lagi membebaskan kita. Akal, keahlian dan kemampuan kita memang terbatas, namun demikian, kita percaya kuasa Allah yang tidak terbatas. Iman percaya kita-lah modal terbesar dalam hidup kita.
Pengalaman kita sendiri mengatakan, bahwa sudah berulang kali kita heran akan kuasa Allah. Kita sendiri sudah merasa kehilangan akal, keahlian dan kemampuan kita menghadapi permasalahan hidup kita. Kita hanya tahu berseru, berharap dan berdoa kepada Allah. Dalam situasi ini kita merasakan ada saja jalan terbuka yang membuat kita mampu dan memperoleh hasil terbaik yang diluar jangkauan akal kita. Kita mempercayai bahwa Allah-lah yang memberikan kemampuan dan hasil terbaik bagi kita.
Dari pengalaman ini, kita dapat belajar untuk meneguhkan iman percaya kita. Dalam permasalahan kita, kita berseru kepada Allah. Kita mempercayai Allah mendengar seruan kita dan memberkati kehidupan kita. Pengalaman ini juga menjadi motivasi bagi kita untuk menaikkan pujian syukur kita kepada Allah.
Kita persiapkan tubuh, roh, jiwa, hati dan pikiran kita untuk menaikkan pujian syukur kita melalui ibadah minggu kita. Melalui pujian dan penyembahan, kita terus menerus mengingat kuasa Allah ini dan meneguhkan iman percaya kita untuk berseru kepada Allah. Tuhan Yesus memberkati kita dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk ibadah penyembahan kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 201:1,4.
    1. Malem ate tuhu-tuhu, si ernalem man baNdu. Kam Dibata sinjadiken langit ras doni enda. SalsaliNdu pusuh kami, maka t’rangndu tergejap. Kalak si tek la kap bene, ban kelengNdu e tetap.
    2. Aloken Kamlah o Bapa, kuendesken geluhku. KesahNdu min ngajarisa, lah kueteh nembah baNdu. Pasu – pasu min kerina, daging, ukur, tendingku. Gelah arah tan ras kata, ipujina gelarNdu.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 30 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 291:1,3.
    Reff. M’riah ukur kami o, Bapa, nembah ‘rjimpuh ertoto baNdu. Kam o Tuhan ipuji kami, ermulia gelarNdu.
    1. Bengket kami o Tuhan, ngadap ku lebeNdu. Reh kami muji muji gelarNdu, Tuhan si Badia. Reff.
    2. Bujur ning kami baNdu ban keleng ateNdu. IcukupiNdu k’rina si perlu, mbelin kal kuasaNdu. Reff.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata I Tesalonika 4: 11 – 12.
    “ Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.”

Renungan

Salah satu yang dibutuhkan batang padi ini untuk bertumbuh adalah air. Ada kalanya, pada saat batang padi ini selesai di tanam, terjadilah musim kemarau. Sungguh ini adalah permasalahan yang mengkhawatirkan seorang petani. Kehidupan kita juga tidak lepas dari permasalahan. Permasalahan hidup yang dapat saja membuat kita tidak bisa tenang, diliputi ketakutan dan kecemasan terhadap kemampuan kita mengatasi masalah itu dan ketidakpastian hasil bagi masa depan kita. Walaupun kita diliputi permasalahan hidup, sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, bukan berarti kita tidak dapat tenang menghadapinya. Ketenangan dalam menghadapi permasalahan hidup-lah yang diingatkan Paulus dalam renungan malam hari ini.
Berdasarkan 1 Tesalonika 3:4, kita ketahui Jemaat Tesalonika sedang menghadapi permasalahan. “Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi.” Untuk menghadapi kesusahan ini, Paulus memberikan nasehatnya. Paulus menasehatkan Jemaat Tesalonika “anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang”. Hidup tenang merupakan cara hidup yang berketetapan hati, bebas dari ketakutan, lemah lembut, damai dan sabar terhadap orang lain. Bagi kita, ketenangan hidup ini bersumber pada kasih Allah yang telah dianugrahkan kepada kita. Firman Tuhan dalam 1 Tesalonika 2:12-13, berkata, “dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi dan memang sungguh-sungguh demikian sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.” Hal inilah yang membuat kita dapat hidup tenang. Paulus juga menganggap adalah suatu kehormatan, apabila orang yang telah percaya kepada Kristus, dapat hidup tenang. Hidup tenang merupakan suatu panggilan untuk memperaktekkan iman percaya kita. Inilah adalah suatu kehormatan.
Paulus juga menasehati Jemaat “untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri”. Salah satu hasil dari ketakutan dan kecemasan dalam diri kita adalah kita mempersoalkan perbuatan atau pekerjaan orang lain terhadap diri kita. Kita erpengakap situasinta enda jadi erkiteken kurangna perhatian ras penampat kalak si iakap kita banci nampati kita. Kita cendrung menyalahkan orang lain sebagai bagian penyebab permasalahan kita. Tetapi bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kita tidak perlu mempersalahkan orang lain sebagai penyebab permasalahan kita. Karena kita yakin, Tuhan tetap bekerja dalam kehidupan kita, maka kita dengan tenang menghadapinya. Kita mengerjakan apa yang menjadi pekerjaan kita, “bekerja dengan tangan” kita sendiri. Dengan cara hidup seperti ini, orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus akan berlaku sopan terhadap kita dan kita tidak menggantungkan pemenuhan kehidupan kita pada orang luar.
Demikianlah, keselamatan yang dianugerahkan Allah memang membuat perubahan tujuan dan cara hidup kita. Kita merasakan ada panggilan Allah dalam perilaku kehidupan kita dan adalah suatu kehormatan bagi kita untuk dapat menyaksikan iman percaya itu. Kita jalani hidup kita dengan mempraktekkan hidup tenang, tidak mencampuri urusan orang lain dan mengerjakan pekerjaan kita. Tuhan memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 320:1,2.
    1. Susah entah senang gia, ibas geluh enda. amin kita bas perbeben, ernalem man baNa. Nggeluh ‘bas Tuhan malem ateta, sibegiken pedahNa. Pindo gegeh ras pasu-pasuNa, ib’rekenNa man banta.
    2. Aminna latih mesera, gegeh ib’rekenNa. Tetap ernalem man baNa kidekah geluhta. Mejingkatlah ndahiken dahinNa, g’lah meriah ukurta. Sangap kalak si rembak ras Ia, terpujilah gelarNa.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 29 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 324:1,2.
    1. Tuhan kap penalemenku, Ia sinjayam geluhku. Ia kap pe sekawalku, la nggo kekurangen aku. Tuhan si mada sinasana, Tuhan saja si pehaga. Muliakenlah gelarNa, mari puji sembah Ia.
    2. Kune jumpa si mesera, kiniteken labo pera. Tetap aku isampatiNa, k’leng ateNa la erleka. Tuhan si mada sinasana…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata 2 Samuel 16 : 12 – 13.
    “ Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini.” Demikianlah Daud melanjutkan perjalanannya dengan orang-orangnya, sedang Simei berjalan terus di lereng gunung bertentangan dengan dia dan sambil berjalan ia mengutuk, melemparinya dengan batu dan menimbulkan debu.”

Renungan

Salah satu yang berpengaruh dalam perjuangan hidup kita adalah tanggapan dan perkataan orang lain kepada kita. Kita mengharapkan dapat mendengarkan kata-kata positif, kata-kata motivasi dan kata-kata yang menghibur dari orang. Kata-kata ini tentunya memberikan sukacita, semangat dan kekuatan untuk menjalani kehidupan kita. Tetapi, masalahnya kita tidak selalu mendengar kata-kata positif, kata-kata motivasi dan kata-kata yang menghibur dari mulut orang lain. Kita juga sering mendengar dan merasakan kata-kata negatif, kata-kata melemahkan dan kata kata yang mendukakan hati dan pikiran kita. Sungguh, kita tidak dapat mengatur apa tanggapan dan perkataan orang lain kepada kita, yang dapat kita kelola adalah bagaimana kita menanggapi perkataan orang lain itu. Inilah yang dapat kita pelajari dari pengalaman Daud ini.
Dalam 2 Samuel 16 ini, kita membaca kisah perjalanan Daud beserta rombongannya. Setelah Daud melarikan diri dari istana kerena pemberontakan Absalom, anaknya, tibalah Daud pada suatu daerah. Dikatakan dalam 2 Samuel 16 : 5-8, “Ketika raja Daud telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk. Daud dan semua pegawai raja Daud dilemparinya dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya. Beginilah perkataan Simei pada waktu ia mengutuk: “Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila! TUHAN telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, TUHAN telah menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sesungguhnya, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah.”
Mendengar kata-kata kutukan itu, Abisai, salah seorang prajurit raja Daud meminta ijin untuk membalas perbuatan Simei ini. Dalam hal ini Daud melarang Abisai membalas kata-kata kutukan Simei itu. Malah sebaliknya, Daud mengatakan, “Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: “Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian.” Daud menganggap bisa jadi kutuk yang dikatakan Simei merupakan penjelasan dari Tuhan tentang apa yang telah dilakukan Daud dalam hidupnya. Terlebih, Daud merasa bahwa kebaikan Tuhan akan melingkupinya sebagi ganti kutuk yang dikatakan Simei. Daud meyakini Tuhan itu maha adil, sehingga Tuhan memperhatikan kesengsaraanya, melindungi dan memelihara hidupnya yang dikutuki Simei.
Dari pengalaman Daud ini, kita dapat belajar untuk tidak perlu membalas caci maki dengan caci maki, kutuk dengan kutuk. Tetapi mempercayakannya kepada keadilan Allah. Allah Maha Adil yang memelihara hidup kita, dengan mengantikan kutuk itu menjadi berkat kebaikan dalam hidup kita. Kita memohon kepada Allah agar diberikan kemampuan menguasi emosi dan pikiran kita, sehingga kita mampu bersabar, tenang dan tetap memikirkan yang terbaik dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 388:1,3
    1. Tupung tayang aku nginget Kam, gedang berngi ‘ku ukuri Kam. Sabab Kam si nampati aku, o Dibata tedeh ‘teku Kam. O Dibata Kam kap Dibatangku, kudahi tedeh ateku Kam. Mesikel aku nandangi Kam, desken taneh si enggo kerah. Bage me muasna tendingku, man baNdu Tuhan Dibatangku.
    2. Nteguh cikep tanku o Tuhan, teneng ukurku adi ras Kam. La mbiar jumpa percubaan, malem ate ‘di rembak ras Kam. O Dibata, Kam kap Dibatangku …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 28 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 200:1,3
    1. O Tuhan babai min dalanku bas doni. Labuh ras la kesah gegehku. SoraNdu terbegi man bangku nemani. Lalap Kam me kuban temanku.
    2. O Tuhan bengketi, pusuhku min gelah. Maka kualoken kataNdu. PedahNdu lalap min ku gelem la pulah. Lalap Kam me kuban temanku.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Titus 3 : 8.
    “ Kata enda tuhu kap. Ateku min gelah igegehindu ngajarken kerna si enda, gelah kalak si enggo tek man Dibata tutus ndahiken dahin si mehuli, si metunggung dingen erguna man manusia.”

Renungan

Persoalan-persoalan hidup selalu saja ada menyertai perjalanan hidup kita. Keadaan ini dapat saja membuat kita lemah dan lengah dalam menjalani kehidupan kita. Tugas dan tanggung jawab kita tidak lagi menjadi perhatian kita. Kita sudah letih duluan memikirkan persoalan hidup kita ketimbang memikirkan tanggung jawab kita. Marilah kita mengingat kembali makna panggilan kita dalam menjalani kehidupan kita.
Bacaan Firman Tuhan yang menjadi renungan malam hari ini merupakan bagian dari pemberitaan tentang maksud kedatangan Allah. Kedatangan Allah bertujuan untuk menyelamatkan manusia dan memperbaharui kehidupan manusia. Dikatakan dalam Titus 3:5-7, “pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.” Melalui keselamatan yang telah dibawa Tuhan Yesus Kristus, orang percaya itu telah dibenarkan Allah. Orang percaya itu telah diangkat Allah menjadi umat Allah sehingga mereka berhak menerima hidup kekal. Paulus menghendaki agar Titus dengan yakin mengajarkan kepada orang yang telah percaya agar mereka bertambah kuat meyakini dan mempercayai maksud kedatangan Allah ke dunia ini. Dengan demikian, orang percaya itu tidak lemah dan lengah dengan tantangan kehidupan dunia ini. Tantangan dan kesulitan hidup janganlah membuat orang percaya melakukan yang tidak baik dalam hidupnya. Sebaliknya, orang percaya harus hidup setia melakukan perbuatan baik. Keyakinan kita yang teguh akan keselamatan dan hidup kekal yang telah disiapkan Allah membuat orang percaya dengan setia melakukan perbuatan baik dalam hidup mereka. Perbuatan baik ini juga merupakan bagian dari panggilan Allah dalam menyelamatkan orang percaya. Ada motif missioner dalam setiap panggilan orang percaya. Orang percaya melakukan perbuatan baik agar orang lain juga merasakan kuasa dan kasih kemurahaan Allah. Keselamatan yang telah dianugerahkan Allah kepada kita menjadi motivasi bagi kita untuk melakukan perbuatan baik, perbuatan yang mendatangkan kebaikan bagi manusia. Dengan demikian, manusia di sekitar kita juga merasakan kasih dan kuasa kebaikan Allah. Inilah motif missioner keselamatan yang dianugerahkan Allah dalam hidup kita.
Melalui renungan malam hari ini, kita diingatkan dan diteguhkan akan makna anugrah keselamatan yang telah diberikan Allah bagi kita. Jangan lemah dan jangan lengah dengan tantangan dan kesulitan hidup kita. Sebaliknya, karena kita yakin akan keselamatan dan hidup kekal yang telah disiapkan Allah bagi kita maka kita tetap setia melakukan perbuatan baik, sehingga orang lain juga merasakan kebaikan Allah. Tuhan Allah memampukan kita melakukan perbuatan baik itu dan tetap memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 381:1,2.
    1. Sura – sura Yesus bangku ersinalsal tetap. Nggeluh bujur ras mulia, si ngena ateNa. Ersinalsal terang, em sinisuraken Yesus. Ersinalsal terang, ku tetap ersinalsal.
    2. Sura – sura Yesus Kristus nandangi geluhku, mpehaga turang senina si sampat – sampaten. Ersinalsal terang…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 27 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 279:1,2
    1. Kam kap Dibatangku, Kam inganku cicio, tegu-tegu aku, begiken pertotonku. Ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
    2. Bere gegeh bangku, mekuah ateNdu min. Labuh kal tendingku, sampatiNdu aku min. ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Jesaya 30:20 – 21.
    “ Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri.”

Renungan

Di dalam kehidupan kita, untuk sampai ke puncak bukit, terkadang kita harus mengalami kesulitan terlebih dahulu. Namun demikian, ada kalanya, kekuatan kita sendiri tidak mampu menghadapi kesulitan itu. kita membutuhkan pertolongan orang lain sehingga kita dapat melewati kesulitan itu. Inilah yang diperlihatkan Allah dalam kehidupan bangsa Israel.
Di dalam Kitab Jesaya 30 ini diperlihatkan tentang Firman Tuhan kepada penduduk Sion dan Jerusalem yang sedang mengalami penderitaan hidup. Penduduk Sion dan Jerusalem merasakan “makan roti dan minum air serba sedikit”. Artinya mereka hidup dibawah kekuasaan orang lain, mereka menderita di bawah penjajahan bangsa lain. Hal ini terjadi sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran mereka. Namun demikian, Allah tidaklah meningalkan mereka. Tuhan akan mengutus pengajar-pengajar yang akan mengajari mereka tentang Firman Tuhan dan memberi petunjuk-petunjuk untuk menghadapi situasi kehidupan mereka. Tuhan akan membuka telinga mereka sehingga bangsa itu mendengar kemana mereka harus berjalan. Tuhan tidak lagi membiarkan mereka mencari jalan mereka sendiri. Melalui pengajar-pengajar ini, Tuhan akan menuntun jalan penduduk Sion dan Jerusalem. Dari dalam hati mereka akan ada suara yang menuntun apakah mereka harus berjalan ke kiri atau mereka harus berjalan ke kanan.
Demikianlah kita mengetahui bahwa Allah, walaupun menghukum manusia atas pelanggarannya, tetapi Allah tidak meninggalkan manusia. Allah tetap mendampingi dan menuntun perjalanan kehidupan manusia.
Kasih yang diperlihatkan Allah ini merupakan anugerah dalam kehidupan kita. Allah tetap membimbing kita agar kita berjalan menuju damai sejahtera. Allah tidak menginginkan kita binasa dalam penderitaan hidup kita. Seperti yang tertulis dalam Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Apa yang dilakukan Allah merupakan kesempatan bagi kita untuk memperlihatkan pertobatan kita. Allah tetap memberi kesempatan bagi untuk kembali kepadaNya.
Demikianlah kita selalu siap sedia untuk mendengar panggilan suara Allah dalam hidup kita. Panggilan yang menuntun dan mengokohkan kita untuk berjalan di jalan kebenaran dan keadilan. Jalan yang membawa kita kepada damai sejahtera. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 307:1,2
    1. O Tuhanku, Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal m’ratah aku babaNdu, ipesenang senangNdu geluhku. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
    2. IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku kempak keg’luhen si sikapkenNdu. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 26 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 417:1,2.
    1. Kam Yesus Tuhanku, palas kegeluhenku, reh aku ngadap man baNdu. Tegulah min aku, ibas ndalani geluhku, ‘lah ula celus nahengku. Dengkehken sorangku erlebuh o Tuhan, ngendesken pingko-pingkoku. Alemi min salah ras dosangku o Tuhan, ‘lah atan bas kiniulin.
    2. Kam Yesus Tuhanku, sampati min geluhku, alemi Tuhan dosangku. La kap lit terligen ibas adep-adepenNdu, kerina salah lepakku. Dengkehken sorangku …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 32: 8 – 9.
    “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.”

Renungan

Piga-piga kita mungkin nandai bulung lateng. Adi terkuit bulung lateng e maka seh kal mengatalna kulit si terkena bulung lateng e. Janah tan bekas ngergo kulit si megatel e, bicara terkuit ka kulit dagingta si deban, maka kulit e banci ka megatel. Saja maun- maun, adi lenga si eteh kuga gatelna kena bulung lateng, kidaram ka pusuhta kerna kuga nanamna kena bulung lateng e. Piah dungna tuhu-tuhu megatel siakap. Misalna, si debanna ka, terdadap kita kotoren manuk. Enggo me si eteh e kotoran manuk, tapi adi la si anggeh, kurang ka kita yakinna. E maka la saja tan-ta si melket tapi igungta pe enggo ngangeh bau kotoren manuk. Demikianlah dalam hidup ini, ada beberapa hal yang tidak perlu lagi kita meragukannya atau mencoba membuktikannya. Kita tinggal meyakininya dan menerimanya. Dalam hal ini kita dapat mendengarkan pengalaman Pemazmur.
Mazmur 32 ini, merupakan pengalaman pengakuan Pemazmur ketika mengakukan dosa. Pemazmur merasakan bahwa pengakuan dosanya bersambut dengan pengajaran dan tuntunan dari Allah. Pemazmur merasakan kebahagiaan ketika dia dimengerti, diterima dan dicintai Allah kembali. Oleh karena itu, Pemazmur mengingatkan dan mengajarkan orang lain untuk mengakukan pertobatannya kepada Allah. Pemazmur mengajarkan kepada orang lain agar bersikap bijak dengan tidak bersikeras dan bertegar hati kepada Tuhan dan baru mendekati Tuhan sesudah mendapat peringatan dan hukuman. Seperti kuda yang harus dikekang dahulu baru kuda itu mau mendekat. Manusia juga terkadang, setelah mendapat peringatan dan hukuman baru mau datang mendekat kepada Allah.
Dari pengalaman Pemazmur ini, kita juga diajak dan diingatkan untuk datang kepada Allah. Kita tidak perlu bersikeras dan bertegar hati dalam kesalahan kita. Kita tidak perlu menguji “kehidupan kita” dihadapan Allah. Janganlah kita seperti orang fasik yang diungkapan Pemazmur dalam Mazmur 73:11. Orang fasik berkata, “Dan mereka berkata: “Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?” Kita tahu bahwa Allah Pencipta langit dan bumi. Dia menciptakan kita. Dia mengetahui kehidupan kita, tidak ada yang tersembunyi dihadapan Allah. Dan dalam kuasaNya ada berkat dan penghukuman.
Oleh karena itu, ketika kita telah jatuh dalam dosa, kita tidak perlu bersikeras dan bertegar hati. Justru sebaliknya, dari pengalaman Pemazmur, orang yang mengakukan dosanya kepada Allah, maka Allah akan menjaga dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Allah memberi nasehat kepada kita dan Allah memperhatikan dan memelihara kehidupan kita. Allah menginginkan agar kita berjalan di jalan yang menuju kebaikan hidup. Allah memelihara hidup kita agar kita memperoleh damai sejatera. Demikianlah kasih Allah dalam hidup kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 202:1,5
    1. Ernalem gelah man Yesus, kula ukur tendingku. Endesken geluhndu baNa, keleng ateNa bandu. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
    2. Ibas picet, kesusahen, mungkuk ku adepenNa. Ola gegeh ipenalem, tapi pasu-pasuNa. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 25 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 338:1,3.
    1. Kam kusembah, ulu tuah, ajar aku me gelah. ‘lah nurihi pujin kami, lalap la ‘rngadi-ngadi. Lias ras keleng ateNdu, jujurkenNdu man bangku. Nteguh paguh la terundu, kuasa ras muliaNdu.
    2. Pasu-pasu surga nari, kugejap tiap wari. Kepentaren berekenNdu, nehken sura-suraNdu. PakekenNdu ‘lah min aku, jadi persuruhenNdu. Jenda aku suruh aku, nehken kekelengenNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Filipi 1 : 6
    “ Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”

Renungan

Ada sebuah ungkapan kalak Karo nina, “melungung ibas keteremen e”. Kira-kira artinya, merasa sepi atau sendirian di tengah-tengah keramaian. Bila dilihat dari pakaiannya, si bapak ini adalah seorang yang memiliki banyak tanda jasa. Berarti dia telah banyak melakukan kebaikan di masa tuanya. Kita juga dapat melihat bahwa si bapak ini sedang menangis sendirian, ditengah keramaian, tanpa ada yang memperhatikannya. Orang ramai sibuk dengan kegiatannya masing-masing sehingga si tangisan bapak tidak menjadi perhatian orang ramai itu. Ini hanyalah sebuah gambaran kehidupan. Terkadang kita juga merasa sendirian dalam kehidupan kita. Orang lain memang ramai di sekitar kita tetapi sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga kita luput dari perhatian mereka. Walaupun hal seperti ini sering terjadi, kita harus mengingat bahwa tetap ada pribadi yang terus menerus bekerja dalam kehidupan kita.
Hal inilah yang kita rasakan dari penjelasan Paulus kepada jemaat Pilipi. Di dalam masa pelayanan Paulus di Pilipi, Paulus, Silas dan Lukas telah menerima kebaikan Jemaat Pilipi. Bahkan ketika Paulus telah meninggalkan jemaat Pilipi dan “sekarang” ada di penjara, jemaat Pilipi tetap memberikan bantuan dengan mengirim Epaproditus untuk melayani Paulus di penjara. Begitu juga Paulus mengetahui kebaikan jemaat Pilipi yang memberikan tumpangan kepada pekabar-pekabar Injil yang melayani di jemaat Pilipi. Paulus mengucap syukur kepada Allah atas kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan jemaat Pilipi ini. Selanjutnya, Paulus menjelaskan bahwa semua kebaikan jemaat Pilipi ini merupakan bukti dari kebaikan Allah dalam hidup mereka. Allah telah melakukan kebaikan dalam kehidupan jemaat Pilipi. Allah telah menguduskan mereka, menghimpun mereka sebagai satu jemaat. Melalui Roh KudusNya, Allah bekerja di dalam hati mereka sehingga mereka percaya kepada Berita Injil dan melakukan perintah Injil itu, yaitu melakukan kebaikan. Keyakinan Paulus, ini semua telah dilakukan Allah di dalam jemaat Pilipi dan Allah akan terus memperlihatkan kebaikanNya sampai pada waktunya Kristus datang kembali.
Dari apa yang dikatakan Paulus ini kita mengimani bahwa Allah-lah sumber kebaikan dalam hidup kita. Allah telah memperlihatkan kebaikanNya dalam hidup kita dan Allah terus mengerjakannya sampai tiba waktunya kedatangan Kristus kembali. Hal ini memperlihatkan tindakan kasih Allah yang tidak berkesudahan dalam hidup kita. Kasih Allah berkesinambungan di dalam hidup kita. Allah tidak tanggung-tanggung mengasihi kita atau meninggalkan kita. Hal inilah yang menjadi sumber kebaikan dalam kehidupan kita. Walaupun, mungkin orang lain tidak memusatkan perhatiannya kepada kita, tetapi kita sadar dan mengimani bahwa kebaikan Allah tetap bekerja dalam hidup kita.
Kita jalankan terus kebaikan kita dalam minggu ini, dengan keyakinan bahwa kebaikan Allah tetap bekerja dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 286:1,4
    1. Kuikutken me dalanNdu, dalan dame man bangku. Terkelin me geluhku, itebusi darehNdu. Kuikutken me dalanNdu, kuendesken geluhku. Bas Kam o Jurus’lamatku, dame senang tendingku.
    2. Kupetetap me ukurku, nggeluh bujur ras tuhu. B’reNdu usihen man bangku, puji sembahku baNdu. Kuikutken me dalanNdu…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 24 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 168:1,2
    1. Tegu aku o Tuhanku ibas dalan mesera. La lit ngasup ras gegehku, b’re min tanNdu negusa. Roti surga, roti surga, tetap b’reken man bangku. Tetap b’reken man bangku.
    2. Lau si nggeluh b’re min elah maka aku megegeh. ‘Tah kai jadi bas geluhku, Kamlah arah lebengku. O Tuhanku, O Tuhanku, Kam me kap sekawalku, Kam me kap sekawalku.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 96 : 1 – 3.
    “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.”

Renungan

Kita telah tiba kembali pada sabtu malam hari ini. Banyak pengalaman yang telah kita lalui. Ada pengalaman yang membahagiakan, ada pengalaman yang menyedihkan, ada keberhasilan ada juga keberhasilan yang tertunda, ada tawa, tetapi ada juga tangis, ada ketakutan, ada kekuatiran, tapi ada juga ketenangan. Dari berbagai pengalaman itu, penemuan apakah yang kita dapat ?
Kita dapat merenungkan penemuan dan pengakuan Pemazmur ini. Pemazmur dengan penuh semangat mengundang segenap ciptaan atau bangsa untuk memuji Tuhan. Undangan Pemazmur ini didasarkan pada pengalaman iman Pemazmur. Setelah melalui proses dan pergulatan iman yang panjang, Israel sampai pada pengakuan iman, yakni hanya TUHAN adalah Allah. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan Tuhan telah memperlihatkan karya penyelamatan yang baru. Inilah penemuan dan pengakuan Pemazmur yang diperoleh Pemazmur melalui pengalaman hidupnya. Dengan demikian kita dapat memahami bahwa undangan untuk memuji Tuhan ini berkaitan dengan penemuan dan pengakuan Pemazmur tentang Tuhan dan karya Tuhan di dalam dunia ini dan di dalam hidupnya.
Selain mengundang semua ciptaan untuk bersukacita bersama atas penemuan dan pengakuan iman ini, Pemazmur juga mengajak umat untuk mengabarkan berita keselamatan yang dilakukan Allah. Umat diajak untuk terus mewartakan keselamatan ini. Keselamatan yang dirasakan Pemazmur juga diperuntukkan bagi bangsa-bangsa dan segenap ciptaan Allah.
Melalui pengalaman penemuan dan pengakuan Pemazmur ini, kita juga diajak untuk merefleksikan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita. Kita dapat menemukan tindakan Allah dalam kehidupan kita. Kita tetap diberikan kesempatan melihat terang matahari. Kita tetap diberikan semangat dan kemampuan untuk mengerjakan segala aktivitas kita. Kita diberkati dengan orang-orang terdekat yang mengasihi kita. Kita juga dapat menyalurkan kasih kita kepada orang-orang terdekat kita. Dan banyak lainnya, berkat yang diberikan Allah dalam kehidupan kita.
Oleh karena itu, kita juga menerima undangan Pemazmur ini untuk memuji-muji keagungan Allah. Kita persiapkan tubuh, hati, pikiran, roh dan jiwa kita untuk menaikkan pujian kita melalui ibadah minggu esok hari. Ini juga merupakan undangan bagi kita untuk mewartakan berkat Allah itu bagi orang-orang di sekitar kita. Mari kita persiapkan diri kita menyembah Allah melalui ibadah minggu kita. Berkenanlah bagi Allah ibadah penyembahan kita dan berkat Allah senantiasa serta dalam hidup kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 386:1,2
    1. Tuhan kap permakan geluhku, maka la kekurangen aku. Itengah mbal-mbal si meratah, geluhku ipesenangkenNdu. O Tuhan Kam penalemenku, temaniNdu ibas dalanku. Tuhu malem ate tendingku, perbahan Tuhan temanku.
    2. Kempak lau si teneng malerna, itegu-teguNa geluhku, pelimbaruiNdu gegehku dalan pinter babaNdu aku. O Tuhan Kam penalemenku …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan