Liturgi Ibadah Minggu 25 Oktober 2020
Renungan Malam 23 Oktober 2020
- Rende KEE GBKP No. 367:1,3.
- Kam Tuhan Dibata, Si Mada kuasa, si ‘ngkelini k’rina doni enda. Badia gelarNdu mulia me tuhu. Kupuji gelarNdu bas geluhku. Kam Tuhan Dibata, Si Mada kuasa, si ngkelini k’rina doni enda.
- Kam Tuhan Dibata Si Mada kuasa, si petetap ukur kami k’rina. Ajar kami nembah ras muji gelarNdu. ‘Lah metunggung ibas adepenNdu. Kam Tuhan Dibata si mada kuasa, si mpetetap ukur kami k’rina.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Pengerana 11 : 7
“ Sinalsal matawari erbahan meriah ate, seh kal senangna kune ngasup kita ngenanamisa.”
Pengkotbah 11 : 7
“Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata;”
Renungan
Para buruh tanam ini harus mengerjakan pekerjaannya di bawah terik matahari. Para buruh tanam harus menghadapi panasnya terik matahari di punggung, meletihkan pinggang, sedangkan kaki dan tangan terendam air. Sungguh situasi yang berat. Para buruh tanam ini tidak bisa menghindari terik matahari ini. Sampai saat ini, belum memungkinkan bekerja di malam hari untuk menghindari terik matahari yang menyengat ketika bekerja. Namun demikian, para buruh tani ini harus terus bekerja. Inilah gambaran kehidupan kita, berat tapi tidak dapat dihindarkan. Bagaimana kita memandang hidup yang berat ini agar kita tetap dapat terus menjalaninya ?
Bacaan Firman Tuhan yang menjadi renungan malam hari ini mengingatkan kita tentang merasakan dan menikmati terang matahari. Mungkin saja, merasakan terang matahari bukanlah hal yang luar biasa lagi bagi kita. Kita sudah terbiasa dengan terang matahari. Di tunggu atau tidak di tunggu, disadari atau tidak disadari, jam 06.00 WIB kita sudah bisa merasakan terang matahari. Karena begitu biasanya, mungkin kita tidak lagi memperhatikannya. Namun demikian, Kitab Pengkotbah ini mengajak kita untuk merenungkan makna kita masih dapat merasakan terang. Dalam hal ini, Pengkotbah membandingkan merasakan terang dengan misteriusnya hidup ini. Kita harus bekerja lebih banyak lagi, membuka sebanyak mungkin peluang, bahkan pada saat yang belum pasti sekalipun, kita pun harus memulai pekerjaan kita, karena kita mengetahui kemalangan apa yang dapat terjadi. “Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi.” (Pengkotbah11:2) Demikian juga kita tidak mengetahui pekerjaan yang mana yang akan membuatkan hasil. Kata Dibata ibas Pengerana 11:5-6, nina, “Kai pe Dibata si njadikenca janah la terantusi pe. La iangkandu PerbahanenNa. Bagi la iangkandu pemenan kegeluhen ibas bertin. Tupung erpagi-pagi arus kam merdang bage ka lah perbahanenndu tupung berngi. Sabab la sieteh apai si mehulina perturahna, banci jadi duana mehuli perturahna.” Demikianlah kita tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi, keberhasilan atau kegagalan dalam hidup kita. Dalam situasi yang seperti, ketika kita masih dapat merasakan terang matahari berarti masih ada kehidupan bagi kita. Kita masih dapat merasakan hal-hal baik dalam kehidupan kita. Melihat orang-orang terkasih, berbagi kasih dengan orang terdekat, tertawa bersama orang-orang terkasih dan banyak hal baik lainnya. Oleh karena itu mengucap syukurlah ketika kita masih bisa merasakan terang matahari. Inilah maknanya ungkapan, “Senangna kune ngasup kita ngenanamisa”.
Berat memang perjuangan hidup kita, tetapi Tuhan Allah tetap memberikan kepada kita kesempatan merasakan terang matahari. Oleh karena itu, selagi kita masih bisa merasakan terang matahari, nikmatilah hidup dan bergembiralah. Tuhan memberkati dan memampukan kita untuk menikmati kehidupan kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 331:1,2.
- Tegu aku anakNdu, bas perdalan geluhku. ‘Di paksa aku labuh, ambatilah musuhku. Tegu aku, ibas perdalanenku. Kam ngenca ku lebuh, cikepNdu tanku enteguh.
- Kam bentengku si paguh, gia musuhku ngupuh. Amin mara reh nderpa, la aku bera-bera. Tegu aku, ibas perdalanenku. Kam ngenca ku lebuh, cikepNdu tanku enteguh.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 22 Oktober 2020
- Rende KEE GBKP No. 197:1,4.
- Kesah Tuhan nusurlah, kubas perpulungenNdu. Ukurna petetaplah, ernalem saja baNdu. IdiloNa perdosa, nina kapen man bana : kam si latih ras mberat, Aku bandu penampat.
- Kesah Tuhan erkuasa, la tersipati kita. Arah e pe Dibata, nemani geluh enda. Mari oge Pustaka, je ngerana Dibata : kam si latih ras mberat, Aku bandu penampat.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Efesus 5: 18 – 19.
“Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”
Renungan
Salah satu kebiasaan di lapo tuak adalah bernyanyi. Kelihatannya, pemain musik dan para penyanyinya, bernyanyi begitu lepas, senang, tidak lagi teringat masalah dan mereka bisa bernyanyi sampai larut malam. Kemungkinannya hal ini merupakan efek dari minuman ‘tuak” yang mereka minum. Bila dalam kehidupan yang suntuk, berat dan banyak masalah ini, kita mendapatkan solusi yang membuat kita bisa senang, tidak lagi teringat masalah dan solusi itu bertahan lama, alangkah baiknya solusi itu. Namun terkadang, solusi itu di dapat dengan cara yang tidak baik dan benar.
Di dalam Firman Tuhan yang menjadi renungan malam hari ini, Efesus 5:18-19, Paulus membandingkan kebiasaan orang yang belum mengenal Kristus dan kehidupan orang yang telah mengenal Kristus. Kehidupan sebelum mengenal Kristus diisi dengan anggur. Mereka mendapatkan kebahagiaan hidup mereka dengan memenuhi hidupnya dengan anggur, mabuk anggur. Orang yang mabuk anggur akan kehilangan kesadaran diri dan menghalangi kemampuan berpikir dengan baik. Mereka mencari apa yang menyenangkan hati mereka tanpa melihat lagi benar-salah, baik-buruk perilaku mereka. Paulus mengingatkan kehidupan yang seperti ini, pada akhirnya, akan menimbulkan hawa nafsu.
Oleh karena itu, Paulus mengatakan hidup orang Kristen haruslah dipenuhi dengan Roh Kudus. Hidup yang dipenuhi dengan Roh Kudus itu diungkapkan dengan cara “berkata-kata seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati”. Inilah yang menjadi cara dan ciri hidup orang yang telah mengenal Kristus. Mereka memperkatakan mazmur dan menyanyikan nyanyian pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersorak bagi Tuhan. Cara hidup yang demikian akan menguatkan persukutuan kita dengan Allah dan sesama orang percaya. Hidup kita dipenuhi dengan sukacita. Cara hidup yang demikian juga akan meningkatkan kesadaran diri dan kemampuan untuk memahami apa yang baik-buruk, benar-salah, sehingga kita tetap dapat berjalan dalam kebaikan dan kebenaran. Dengan demikian kita memperoleh apa yang membahagiakan hidup kita, memampukan kita menghadapi masalah kita dan menghasilkan sukacita yang bertahan lama dalam kehidupan kita.
Kita memang menghadapi persoalan yang membuat kita suntuk, namun demikian Tuhan memberikan Roh Kudus untuk memenuhi hidup kita. Berilah diri kita dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus, sehingga kita memiliki cara hidup yang menguatkan persukutuan kita dengan Allah dan sesama orang percaya. Cara hidup yang meningkatkan kesadaran diri dan kemampuan untuk memahami apa yang baik dan yang benar. Tuhan memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 245:1,2.
- Kesah Si Badia, pegara min apiNdu. Bas pusuh kami k’rina, si nggo dat pendiloNdu.
- Talangi pingel kami, terangi pusuh kami. Petetap ukur kami, ngaloken pendiloNdu.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 21 Oktober 2020
- Rende KEE GBKP No. 368:1,2.
- Si puji Tuhan Dibatanya, kataken bujur baNa. Sabab Ia si merekenca, pasu – pasu man banta. Mbelin ras mulia, kekelengen Tuhan, ibas doni enda. Ajari o Tuhan, kami k’rina anakNdu, naksiken kerina perbahanenNdu.
- Geluh kami meriah tuhu, k’rina si k’rajangenNdu. Sabab kalak si nembah baNdu datken pasu-pasuNdu. Mbelin ras mulia …
- Ertoto.
- Ngoge Kata Dibata Jesaya 48:17
“ Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.”
Renungan
Dalam kehidupan kita, sering kali kita diperhadapkan dengan banyaknya tantangan hidup. Banyak tantangan yang harus kita hadapi, banyak pertimbangan harus kita pikirkan, banyak resiko siap menghadang kita sehingga kita tidak tahu jalan mana yang harus kita tempuh. Oleh karena itu kita memang membutuhkan pengajaran dan tuntunan untuk menghadapi semua tantang hidup itu.
Bacaan Firman Tuhan malam hari ini mengingatkan kita tentang Allah yang mengajari dan menuntun kehidupan umatNya. Allah mengawalinya dengan menyebut namaNya. Allah menyebut namaNya dengan sebutan “TUHAN Penebusmu. Dengan penyebutan nama itu Allah menunjukkan perbuatanNya pada masa lalu yang telah menebus bangsa Israel dari tanah perbudakan Mesir. Dengan menyebut nama itu, bangsa Israel diingatkan bahwa peristiwa masa lalu bukan cerita masa lalu saja tetapi juga merupakan kenyataan masa sekarang. Dengan nama itu, Allah menjamin bahwa FirmanNya dapat dipercaya. Perbuatan Allah di masa lalu menjadi jaminan akan karya di masa sekarang dan masa depan.
Kepada bangsa Israel Allah menyatakan bahwa IA yang mengajar umatNya tentang apa yang memberi faedah dan menuntun di jalan yang harus ditempuh umatNya. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat bangsa Israel mengalami penderitaaan, Allah tidak meninggalkan mereka. Allah tetap mengajari dan menuntun umatNya. Di dalam Jesaya 48:20, Allah mengajari dan menuntun bangsa Israel tentang apa yang harus mereka lakukan. Dikatakan, “Keluarlah dari Babel, larilah dari Kasdim! Beritahukanlah dengan suara sorak-sorai dan kabarkanlah hal ini! Siarkanlah itu sampai ke ujung bumi! Katakanlah: “TUHAN telah menebus Yakub, hamba-Nya!” Dengan cara demikian, bangsa Israel akan mengalami pembebasan dari perbudakan mereka. Mereka akan mengalami damai sejahtera Allah. “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,” (Jesaya 48:18)
Melalui bacaan Firman Tuhan malam hari ini kita diingatkan bahwa Allah tetap mengajari dan menuntun kita menghadapi tantangan hidup kita. Kita memohon agar Allah membukakan bagi kita makna FirmanNya. Seperti perintah Allah kepada Josua, kita juga dengan semangat memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan. “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”(Josua 1:8) Kita memberikan diri kita untuk percaya dan taat pada Firman Allah. Demikianlah kita senantiasa dengar-dengaran akan pengajaran dan tuntunan Tuhan dalam hidup kita sehingga kita memperoleh damai sejahtera Allah. Tuhan memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 379:1,3.
- Tuhan tetap nemani geluhku dingen mereken dalan man bangku. Ernalem gelah tetap ras ertoto man baNa. Tuhan tetap nemani geluhku.
- Tuhan tetap nemani geluhku dingen mereken dalan man bangku. Enda me keg’luhenku, kuendesken man baNdu. Tuhan tetap nemani geluhku.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 20 Oktober 2020
- Rende KEE GBKP No. 182:1,2.
- O Tuhan Kam tetap, tedehku man baNdu. Arap ku lalap Kam nemani geluhku. O Tuhan rasa lalap. Geluhku temani. Ola tadingken aku ras Kam tetap.
- O Tuhan Kam tetap, ajarilah aku, lah kai pe si kuban, mehuli man baNdu. O Tuhan rasa lalap. Geluhku temani. Ola tadingken aku ras Kam tetap.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Amos 5 : 4
“ Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!”
Renungan
Di dalam kehidupan kita, kita selalu mencari, berjuang, dan berusaha mendapatkan “jalan kehidupan” bagi kita. Kita bangun pagi, bekerja sepanjang hari, merencanakan pengembangan usaha kita, dan mengatur keuangan kita agar kita mendapatkan kehidupan. Namun demikian, kita perlu tetap berhati-hati dan mendengarkan panggilan nabi Amos ini
Nabi Amos mengingatkan penduduk Kerajaan Israel Utara akan ancaman kehancuran dalam kehidupan mereka. Namun demikian, nabi Amos mengatakan bahwa tetap ada kesempatan bagi mereka untuk terhindar dari keadaan itu. Caranya ialah dengan mencari Tuhan. Apa yang dimaksudkan nabi Amos dengan mencari Tuhan ? Ada yang menganggap mencari Tuhan berarti pergi ke tempat ibadah dan menyembah Allah di tempat itu. Di dalam ayat 5, nabi Amos mengingatkan penduduk Kerajaan Utara, “Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.” Pada saat itu, Betel, Gilgal dan Bersyeba adalah tempat ibadah bagi bangsa Israel. Ternyata bagi nabi Amos mencari Tuhan bukan berarti pergi ke tempat beribadah dan menyembah Tuhan di tempat itu. Amos menegaskan mencari Tuhan berarti melakukan kebaikan dan keadilan. Pada ayat 14-15 dikatakan, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf. (Amos 5:14-15)
Nabi Amos memaksudkan “carilah Tuhan” berarti mencintai yang baik dan menegakkan keadilan. Apa yang dikatakan nabi Amos ini tetap merupakan “jalan kehidupan” dalam kehidupan kita saat ini. Saat kita bekerja, mengembangkan usaha dan mengatur keuangan kita, kita lakukan itu semua dengan tetap mencintai yang baik dan menegakkan keadilan. Seturut dengan perkataan nabi Amos, hal inilah yang mendatangkan kehidupan bagi kita. Walaupun terkadang tantangannya adalah adanya orang yang berbuat jahat namun hidup “sejahtera”. Seperti ungkapan Pemazmur dalam Mazmur 73 :3-5, “Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.” Walaupun kita sering melihat hal ini, kita tetap percaya bahwa mencintai yang baik dan menegakkan keadilan adalah jalan yang menuju kehidupan. Tuhan memberkati kita untuk tetap setia mencintai yang baik dan menegakkan keadilan. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 350:1,2
- Kelengi kebenaren, pedauhlah si jahat. Pakeken Kata Tuhan tahan rasa lalap. Nggeluhlah alu bujur meteruk ukur kin. Dalanken kebenaren maka ukur tenang. Erjaga-jagalah reh me wari Tuhan. Ersikap-sikaplah, pake Kata Tuhan.
- Darami si mehuli pedauh min si ilat. Megermet bas keg’luhen make pedah Tuhan. Lakokenlah si adil ibas kegeluhen,bage me pedah Tuhan tetap si dalanken. Erjaga –jagalah…
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 19 Oktober 2020
- Rende KEE GBKP No. 181:1,2.
- Segedang-gedang geluhku, itemani penebus. Labo kai pe lit si kurang adi tanNa negu t’rus. Dame surga lit bas aku, iusekenNa bangku. Kegeluhen jadi senang, labo kai pe lit si kurang. Kegeluhen jadi senang kai pe lit si kurang.
- Segedang-gedang geluhku, kubentasi k’rina e. ‘Di si mberat reh man bangku, IA penahangisa. Labo pediatNa ndabuh, minter kal iangkatNa. Lalap ijagaiNa aku iban keleng ateNa. Lalap ijagaiNa kau, iban keleng ateNa.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Mazmur 106:12 – 13.
“ Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya, mereka menyanyikan puji-pujian kepada-Nya. Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya; ”
Renungan
Hidup terus mengalami perubahan. Dahulu petani memakai tenaga hewan untuk mengerjakan lahan pertaniannya, namun sekarang, petani sudah memakai teknologi dalam mengerjakan lahan pertaniannya. Perubahan jaman tentunya juga mendatangkan tantangannya. Dulu, untuk menggerakkan hewan, dibutuhkan rumput saja, tetapi untuk mengerakkan mesin, membutuhkan minyak. Bagaimana kita menghadapi perubahan tantangan dalam kehidupan kita ?
Ketika kita membaca Mazmur 106, ini kita dapat melihat sejarah kehidupan nenek moyang bangsa Israel. Khususnya, sejarah tentang kepercayaan dan ketidakpercayaan mereka. Di dalam ayat 7 dikatakan, “Nenek moyang kami di Mesir tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib, tidak ingat besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau.” Walaupun bangsa Israel memberontak kepada Allah, namun Allah menyelamatkan mereka. “Namun diselamatkan-Nya mereka oleh karena nama-Nya, untuk memperkenalkan keperkasaan-Nya.” (Mazmur 106:8 ). Melihat tindakan Allah ini, bangsa Israel percaya kepada Allah, percaya kepada FirmanNya dan menyanyikan lagu-lagu pujian bagi Allah. Namun demikian, dalam perjalanan kehidupan mereka selanjutnya, ketika situasi hidup berubah dan tantangan berubah, maka berubah juga iman percaya mereka kepada Allah.
Dengan pernyataan ini, Pemazmur mengajak umat untuk menyadari dan melakukan pengakuan dosa mereka. Pemazmur menunjukkan kelemahan manusia. Pada satu tahap kehidupannya, setelah melihat keajaiban perbuatan Allah dalam mengatasi permasalahannya pada saat itu, mereka percaya kepada Allah. Tetapi ketika keadaan telah berubah dan ada tantangan baru, mereka lupa kepada Allah dan tidak meminta pengajaran dari Allah. Mereka menganggap kuasa Allah tidak cukup kuat untuk menyelamatkan mereka dari tantangan yang baru itu. Mereka kembali memberontak kepada Allah dan mencari pertolongan pada allah-allah lain.
Melalui sejarah kehidupan bangsa Israel ini, kita dapat bercermin dan melihat kehidupan kita. Mungkin kita juga pernah mengalami keadaan seperti yang dialami bangsa Israel ini. Pada satu tahap, setelah merasakan pertolongan Allah, kita percaya kepada Allah dan menyanyikan pujian syukur kita kepada Allah. Namun ketika terjadi perubahan situasi dan permasalahan baru, maka kita juga melupakan apa yang telah dilakukan Allah. Hal ini memperlihatkan adanya kelemahan dalam diri kita dan adanya godaan yang siap membelokkan iman percaya kita. Bila hal ini memang benar-benar terjadi dalam hidup kita, maka kita diingatkan dan sadar untuk mengakukan dosa kita kepada Allah. Sebab di dalam sejarah kehidupan bangsa Israel yang diungkapkan Pemazmur, kita juga melihat kasih setia Allah yang tetap memimpin kehidupan bangsa Israel. “Namun Ia menilik kesusahan mereka, ketika Ia mendengar teriak mereka. Ia ingat akan perjanjian-Nya karena mereka, dan menyesal sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar. Diberi-Nya mereka mendapat rahmat dari pihak semua orang yang menawan mereka.” (Mazmur 106:44-46) Demikianlah kita menyadari kelemahan kita dan tetap memohon pertolongan Tuhan dalam menghadapi segala perubahan situasi dan tantangan kehidupan kita. Kita percaya Allah berkuasa dan tetap mengasihi dan menuntun kehidupan kita di sepanjang perubahan situasi dan tantangan jaman ini. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen.
- Rende KEE GBKP No. 379:1,2
- Tuhan tetap nemani geluhku dingen mereken dalan man bangku. Ernalem gelah tetap ras ertoto man baNa. Tuhan tetap nemani geluhku.
- Tuhan tetap nemani geluhku. Dingen mereken dalan man bangku. Tedeh ate tendingku ngidah kemulianNdu. Tuhan tetap nemani geluhku.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 18 Oktober 2020
- Rende KEE GBKP No. 280:1,2.
- Keg’luhen doni, Tuhan si ngaturkenca, labo tersipati, Ia si mada kuasa. Tah kai pe jadi, leben enggo ietehNa, la lit si terbuni ilebe-lebeNa. La lit si terbuni ilebe-lebeNa.
- Man Tuhan pindo k’rina si perlukenndu. Sehken arah toto, la bo perlu kam aru. Lah tetap ukur arapen la erkusur. Kekelengen Tuhan tetap labo luntur. Kekelengen Tuhan tetap labo luntur.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Mazmur 9 :11
“Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.”
Renungan
Sekilas kita dapat melihat ada sukacita dalam diri ibu ini dalam mengerjakan pekerjaannya, walaupun terik matahari menyengat tubuhnya. Apa yang menjadi modal kita dalam mempersiapkan dan terutama dalam mengerjakan pekerjaan kita dalam minggu ini ?
Bahan bacaan renungan malam hari ini berbicara tentang dua hal yaitu, mengenal dan mencari. Pertama, Orang yang mengenal nama Tuhan, percaya kepada Tuhan. Kita dapat mengenal Tuhan karena Tuhan sendiri telah memperkenalkan DiriNya. Tuhan Allah memperkenalkan DiriNya melalui FirmanNya, TindakanNya dan KaryaNya. Dengan demikian kita mengetahui apa yang telah dilakukan Allah terhadap dunia ini, terhadap bangsanya dan terhadap dirinya sendiri. Bangsa Israel mengetahui bahwa Tuhan Allah pencipta langit dan bumi. Tuhan Allah adalah pembebas dan penuntun mereka sehingga dapat menetap di tanah Kanaan. Tuhan Allah telah memperlihatkan perbuatan ajaibNya dengan menolong Pemazmur memperoleh keadilan Allah dalam hidupnya. Inilah beberapa pengenalan tentang Allah dalam hidup Pemazmur. Oleh karena pengenalan ini, Pemazmur mengundang kita untuk percaya kepada Allah. Kita mempercayakan kehidupan dan masa depan kita ke dalam Tangan Allah. Perbuatan Tuhan di masa lalu, menetapkan hati dan meyakinkan Pemazmur akan jaminan Tuhan untuk masa depan mereka. Kedua, Firman dan Karya Allah yang mengerakkan hati Pemazmur untuk mencari Allah. Orang yang mencari Allah, tidak akan ditinggalkan Allah. Mereka akan menemukan pimpinan dan pertolongan Tuhan Allah. Pemazmur yakin Tuhan Allah tidak akan meninggalkan dia dalam menjalani masa depannya. Demikianlah, Firman Allah dan Karya Allah yang telah dinyatakan di waktu-waktu yang lalu, menetapkan hati kita untuk percaya dan menggerakkan hati kita untuk mencari Allah. Inilah yang menjadi modal kita dalam menghadapi masa depan kita.
Tubuh, hati dan pikiran kita telah disegarkan kembali melalui penyembahan yang kita lakukan. Iman – pengharapan kita di teguhkan kembali oleh ingatan akan Firman dan Karya Allah. Hal ini menjadi modal kita untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan dan aktivitas kita dalam seminggu ini. Mungkin dalam minggu ini, kita akan merealisasikan segala rencana kita, atau melanjutkan pekerjaan kita atau memulai aktivitas kita yang baru. Semua ini dapat kita kerjakan dengan semangat dan sukacita karena tubuh, hati, pikiran, iman dan pengharapan kita telah disegarkan dan diteguhkan. Selamat mempersiapkan diri untuk menjalani aktivitas kita dalam minggu ini. Percaya dan carilah Tuhan senantiasa. Inilah yang membuat kita bersukacita dan bersemangat dalam menjalani aktivitas kita. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.
- Ertoto kenca renungen
- Rende KEE GBKP No. 201:1,4.
- Malem ate tuhu-tuhu, si ernalem man baNdu. Kam Dibata sinjadiken langit ras doni enda. SalsaliNdu pusuh kami, maka t’rangndu tergejap. Kalak si tek la kap bene, ban kelengNdu e tetap.
- Aloken Kamlah o Bapa, kuendesken geluhku. KesahNdu min ngajarisa, lah kueteh nembah baNdu. Pasu – pasu min kerina, daging, ukur, tendingku. Gelah arah tan ras kata, ipujina gelarNdu.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 17 Oktober 2020
- Rende KEE GBKP No. 368:1,2
- Si puji Tuhan Dibatanta, kataken bujur baNa. Sabab Ia si merekenca, pasu-pasu man banta. Mbelin ras mulia kekelengen Tuhan ibas doni enda. Ajari o Tuhan kami k’rina anakNdu, naksiken kerina perbahanenNdu.
- Geluh kami meriah tuhu, k’rina si k’rajangenNdu. Sabab kalak si nembah baNdu datken pasu-pasuNdu. Mbelin ras mulia kekelengen Tuhan ibas doni enda. Ajari o Tuhan kami k’rina anakNdu, naksiken kerina perbahanenNdu.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata I Tawarikh 16 : 8 – 11.
“ Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!”
Renungan
Kita memasuki Hari Sabtu Malam. Setelah seminggu kita mengerjakan aktivitas, tiba saatnya bagi kita untuk sejenak merenungkan perjalanan kehidupan yang telah kita lalui. Kata-kata apa yang dapat kita katakan tentang perjalanan kehidupan kita ?
Bahan renungan malam hari ini, merupakan satu nyanyian pujian atas berkat Tuhan yang membimbing perjalanan hidup bangsa Israel. Daud telah menetap di Kota Daud dalam memerintah bangsa Israel. Dia telah melihat bahwa pemerintahannya disegani bangsa-bangsa lain. “Lalu tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel, sebab martabat pemerintahannya terangkat tinggi oleh karena Israel umat-Nya.” (1Tawarikh 14:2) Di masa pemerintahan Raja Daud, tabut Perjanjian di bawa ke Kota Daud dari Obed-Edom. Mengingat semua itu lalu Daud menyuruh Asaf menaikkan pujiannya. “Kemudian pada hari itu juga, maka Daud untuk pertama kali menyuruh Asaf dan saudara-saudara sepuaknya menyanyikan syukur bagi TUHAN” (1 Tawarikh 16:7) Dalam nyanyian itu dapat kita mendengar ajakan untuk bertindak dari mereka yang telah menerima berkat Allah. Ajakan tindakan itu adalah bersyukurlah, panggillah, perkenalkan, bernyanyilah, bermazmurlah, percakapkanlah, bermegahlah, biarlah bersukahati, Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu.
Kita memang mengalami banyak persoalan dalam kehidupan kita. Namun demikian kita menyadari bahwa Tuhan tetap membimbing perjalanan kehidupan kita. Dengan mengingat pemeliharaan Allah dalam perjalanan kehidupan kita, marilah kita ikut dalam ajakan Pemazmur ini. Ajakan Pemazmur ini kita perlihatkan dalam kehidupan kita setiap harinya. Secara khusus, kita datang menyembah Allah untuk menyatakan pengakuan kita atas pemeliharaan Allah. Kita persiapkan tubuh, jiwa dan roh kita untuk beribadah dalam ibadah minggu esok hari. Selamat mempersiapkan keluarga kita untuk menyembah Allah dalam Ibadah Minggu kita. Tuhan Yesus Memberkati. Amin.
- Ertoto kenca renungen
- Rende KEE GBKP No. 365:1,4
- Kudahi Kam Tuhan Dibatangku, ku penangkih totoku man baNdu. Kukataken bujur ermengkah ukurku, ibas ngaloken perkuah ateNdu. Nggo tangkas peratenNdu bas geluhku, bujur o Bapa nggo malem ateku
- AlokenNdu min puji sembahku, begikenlah totoku man baNdu. T’rangiNdu ‘lah min pusuh ras peratenku, kuikutken Kam segedang geluhku. Nggo tangkas peratenNdu.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan