Renungan Malam 9 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 374:1,2.
    1. Yesus ulu kegeluhenku, Kam me ngenca pengendesenku. Lalap tedeh ate pusuhku, kupehaga Kam bas geluhku. O Tuhan pernehen pusuhku, si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu, kusembah Kam ibas geluhku.
    2. Kusembah Tuhan penebusku, si mereken kekelengenNa. Alu tutus reh aku Tuhan ras kerina isi jabungku. O Tuhan pernehen pusuhku …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Kuan-Kuanen 17:1
    “Madin man la erbengkau tapi dame, asangken man rula-ula i bas rumah si dem perjengilen.”

Amsal : 17 : 1
“ Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan.”

Renungan

Keluarga bukan hanya sekumpulan suami-istri dan anak-anak karena ikatan darah. Keluarga merupakan sebuah ikatan yang penting dalam menghadapi tantangan kehidupan ini. Salah satu yang menjadikan keluarga itu menjadi penting mengingat banyaknya tawaran-tawaran dan godaan dari agama-agama lain. Perhatian kita tertuju pada peranan keluarga saat ini.
Firman Tuhan yang menjadi renungan malam hari ini memperlihatkan dua suasana dalam dua keluarga, yaitu suasana ketentraman dan suasana perbantahan.
Dikatakan dalam keluarga yang pertama bahwa keluarga itu makan sekerat roti kering. Istilah “makan sekerat roti kering” memperlihatkan jumlah roti yang sedikit dan kualitas roti yang rendah. Roti itu tidak lagi segar, sudah menjadi kering. Keadaan yang serba terbatas ini menjadi lebih baik karena ada ketentraman dalam keluarga itu. Ketentraman menjadikan keluarga itu dapat memakan makanan, sekalipun jumlahnya sedikit dan dengan kualitas rendah.
Keadaan ini dibandingkan dengan keluarga kedua. Disebutkan keluarga ini memakan daging. Kata “daging” dalam hal ini merujuk kepada daging binatang yang disembelih, bukan untuk korban dalam ibadah, melainkan untuk pesta makan bersama sesudah selesai ibadah. Namun demikian, suasana makan mewah setelah selesai ibadah itu diisi dengan pertengkaran. Pertengkaran ini, apakah karena memperebutkan bagian dagingnya atau pertengkaran karena sebab yang lainnya, menunjukkan bahwa penyembahan mereka tidak berdampak dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Setelah keluarga itu beribadah, dalam pesta makannya, justru mereka bertengkar. Pertengkaran ini menjadikan ibadah dan makanan keluarga itu menjadi tidak lebih baik.
Dari kedua contoh keluarga ini, kita dapat melihat bahwa bukan jumlah atau jenis makanannya yang menjadikan keluarga itu lebih baik. Keluarga itu menjadi lebih baik ditentukan oleh suasana dalam keluarga itu sendiri. Inilah pesta yang sesungguhnya yaitu adanya ketentraman dan persekutuan di dalam keluarga itu. Suasana keluarga yang tentram, dame, membuat semua anggota dapat menerima kenyataan kehidupan yang terjadi. Keluarga itu dapat menerima makanan walaupun sekerat roti kering Se isi keluarga dapat bertahan walaupun dalam situasi yang sulit. Keluarga itu tidak menyalahkan situasi yang sulit dan keadaan keluarganya dan berpindah keyakinan untuk memperbaiki keadaan hidupnya.
Suasana keluarga yang tentram merupakan tempat pemeliharaan dan penerusan iman. Jika kita berkata tentang tanggung jawab untuk memelihara dan meneruskan iman agar anggota keluarga dapat terus bertahan dan bermisi, maka suasana ketentraman keluarga itu sangat menentukan. Dengan suasana ketentraman dan persekutuan, perbuatan Tuhan Allah tetap diingat dan Firman Tuhan itu dipraktekkan, menjadi kesaksian hidup, dan menjadi teladan pendidikan dan pengajaran bagi se isi keluarga. Keluarga merupakan tempat yang tangguh dalam melakukan pembinaan, pertumbuhan dan perkembangan iman. Dengan demikian, walaupun disekitar kita banyak tawaran dan godaan, se isi keluarga tetap mempercayakan hidupnya kepada Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati ketentraman suasana tiap-tiap keluarga Kristen. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 296:1,2.
    1. Man baNdu Yesus Tuhanku, kuendesken geluhku. Nggeluh sikeleng-kelengen, nggit sisampat-sampaten. Erbuah Kata ni suan, bas kita anak Tuhan. Erbuah Kata ni suan, bas kita anak Tuhan.
    2. Nggeluh sitatang-tatangen, kita radu megegeh. Nggit kita ngalemi salah, pusuh dame meriah. Erbuah Kata ni suan …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 8 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 227:1,3.
    1. Katakenlah man pusuhku, pepankenlah bas ukurku, idemiNdu kegeluhenku, tetapkenlah pengarapenku, pegaralah kinitekenku, alu Kesah ras KataNdu.
    2. Kam Tuhan me penampatku, ku’ndesken baNdu geluhku. O Yesus Kam me penalemen, kuasaNdu me jadi gelemen. Pegaralah kinitekenku alu Kesah ras KataNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Ulangan 4:9
    “ Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,”

Renungan

Kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang majemuk atau pluralis. Salah satu bentuk kemajemukan di mana kita hidup dan tinggal adalah kemajemukan dalam bidang agama. Di dalam diri agama itu ada kewajiban untuk bermisi atau menyebar-luaskan ajarannya dan menambah pengikutnya. Kita mendengar di beberapa berita bahwa ada saudara-saudara kita yang telah meningalkan Tuhan Yesus Kristus. Inilah situasi yang harus kita hadapi.
Bangsa Israel, yang telah bebas dari tanah Mesir dan sedang dalam perjalanan menuju tanah Kanaan dipersiapkan Allah untuk memasuki kemajemukan agama-agama di mana mereka nanti hidup dan tinggal. Musa terus mengingatkan apa yang paling utama dalam kehidupan umat Israel. Di dalam Kitab Ulangan 4:9 ini kita dapat melihat beberapa hal yang harus dilakukan umat Israel.
Pertama, tetap mengingat perbuatan Allah dan memelihara petunjuk Allah. Kata-kata waspadalah dan hati-hatilah, secara harafiah dapat diterjemahkan, ‘peliharalah dirimu dan jagalah nyawamu dengan sangat’. Terjemahan ini menekankan betapa pentingnya petunjuk-petunjuk Tuhan demi keselamatan hidup. Perbuatan-perbuatan dan petunjuk yang diberikan Allah adalah sumber hidup dan hikmat. Mengingat perbuatan Allah dan memelihara petunjuk Allah sama artinya memelihara keselamatan hidup dan memperoleh hikmat dalam menjalani hidup. Oleh karena itu umat Israel harus selalu waspada dan berhati-hati jangan sampai melupakan apa yang telah Allah lakukan dalam hidup mereka dan tetap mengingat petunjuk yang telah diberikan Allah kepada mereka.
Kedua, mengajarkannya kepada anak-anak dan cucu-cicit semuanya. Umat Tuhan diingatkan untuk meneruskan berita tentang perbuatan Tuhan dan petunjuk Tuhan kepada keturunannya. Mereka tidak boleh berhenti untuk diri mereka sendiri. Ada tanggungjawab orang tua untuk mengajarkannya kepada keturunan mereka. Secara tegas, Allah memerintahkan setiap orang tua umat Israel untuk mengajarkannya. Di dalam Ulangan 6:7 dikatakan, “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”
Demikianlah pentingnya pemeliharan dan penerusan iman kepada Allah. Iman kepada Allah adalah sumber kehidupan dan hikmat dalam menjalani kehidupan ini. Kita mengakukan bahwa Yesus Kristus satu-satunya jalan keselamatan. Salib Kristus menjadi jalan penebusan dosa dan kehidupan kekal bagi orang yang percaya kepadaNya. Waspadalah dan berhatilah-hatilah kita. Kita terus memelihara iman kepada Tuhan Yesus Kristus dan meneruskannya kepada generasi kita. Demikianlah kita menghadapi kemajemukan ini dengan memelihara iman dan meneruskan iman kepada generasi kita. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 299:1,3.
    1. Ngikut Tuhan kin atendu persan silang. Ola sangsi ola mbiar ikutkenlah. Persan saja min silangndu ikut terus. Mulia kal me upahndu tetap tutus.
    2. Kune susah tah mesera, megenggenglah. Tuhan Yesus usihenta, ikut gelah. Persan saja ..
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 7 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 257:1,2,
    Reff. Siberitaken berita si meriah, ku kalak latih sin dele ntah pe lolah. ‘Bas si la payo kerina banci robah, adi Dibata si m’reken serpang pulah.
    1. Enterem denga kalak si kelsehen, perbahan jumpa rusur kebiaren. Piah lanai bo tehna pe tumburen, ndaram-ndarami ingan man tundalen. Siberitaken berita …
    2. Enterem jelma bue erbagena, lit deba rubat rusur sapih ia. Sura-surana lalap ib’linkenna. Kata Dibata ndauh nge kap rassa. Siberitaken berita …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Ibrani 12 : 15
    “ Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”

“ Jagalah maka sekalak pe ula surut i bas lias ate Dibata. Jagalah maka sekalak pe ula bagi sinuan-sinuan si pagit uratna, si turah nuhsahi nterem jelma alu racunna.”
Renungan

Saat ini kita semua menghadapi situasi pandemi covid-19. Tetapi dampak pandemi ini dapat saja berbeda bagi masing-masing orang. Ada orang yang tetap kuat tetapi ada juga orang yang menjadi lemah. Perbedaan dampak juga terlihat dalam ketahanan menghadapi situasi ini. Orang yang yang tadinya kuat dapat menjadi lemah juga, dan orang yang lemah, perlahan-lahan bangkit kembali. Terhadap masing-masing orang, bisa juga dia kuat, tapi terkadang dia juga menjadi lemah.
Dalam situasi inilah kita dapat mengerti arti keluarga dan sahabat atau teman. Ketika kita dapat menggairahkan kembali orang yang lemah, dan ketika kita lemah ada keluarga, tteman atau sahabat yang menguatkan kita kembali. Inilah indahnya persekutuan.

Dalam kondisi inilah Kitab Ibrani 12:15 disampaikan kepada kita. Hidup kita dikelilingi oleh situasi yang dapat melemahkan iman kita dan akhirnya meninggalkan iman kepada Allah Tuhan kita. Oleh karena itu, jemaat Tuhan diharapkan untuk saling menjaga kehidupan iman jemaat itu. Janganlah membiarkan sesama anak-anak Allah menjadi lemah dan meninggalkan kasih karunia Allah. Orang yang telah meninggalkan kasih karunia ini dibandingkan dengan tumbuhan yang memiliki akar pahir yang dapat mencemarkan dan merusak tanaman yang lain. Demikianlah orang yang telah meninggalkan kasih karunia Allah, pada gilirannya dapat membuat anggota-anggota persekutuan itu ikut-ikutan meninggalkan kasih karunia Allah. Oleh karena itu, Kitab Ibrani 12:15 ini mengingatkan kita, “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah.”

Hal ini berarti kita memiliki tugas rangkap. Pertama, kita semakin bertumbuh dalam iman dan mempercayakan hidup kita kepada Allah dan kedua, kita juga sekaligus perduli dengan pergumulan iman sesama orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Janganlah kita hanya memperhatikan pertumbuhan iman diri kita sendiri. Kita tidak dapat membiarkan sesama anak-anak Tuhan menjadi lemah dalam situasi ini. Tuhan menjadikan kita kawan sekerjaNya untuk memperhatikan pertumbuhan iman sesama anak-anak Tuhan. Tuhan memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 254:1,2
    Reff. Isuruh Dibata sikeleng-kelengen, sisampat-samapten asa kengasupen. Mbue me kap tuhu si manbahanenta. Radu ras kerina kita ndahikenca.
    1. Palasta nampati em ate mekuah, ngusih Tuhan Yesus enggo kap nampati. Meriah ukurta adi teman pulah, masap kebiaren, turah ate jadi. Isuruh Dibata …
    2. Kalak si ngikutken kata Tuhan Yesus, terangina doni ras kerina isina. Tegulah temannta gelah ola celus, si tuduhken dalin gelah ola mampa. Isuruh Dibata …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 6 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 274:1,3.
    1. Kupuji Kam o Tuhanku, perban keleng ateNdu. Ateku nggeluh badia, ngelawan kuasa dosa. Bage me sura-surangku, bere gegeh ras kuasa, gelah tetap perjingkangku.
    2. Madin ernalem man Tuhan asang man doni enda. La lit si tetap kai pe lang, bas Tuhan Jesus ngenca. Reh kami ngadap man baNdu, aloken kami o Tuhan. Kami si nggo tebusiNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata I Korintus 9:25 – 26.
    “ Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”

Renungan

Melihat persimpangan yang tumpang tindih ini saja sudah membuat kita bingung. Apa lagi ketika kita tidak mempunyai tujuan yang jelas, maka hal itu dapat membuat kita tidak tahu jalan keluarnya. Hilanglah waktu dan energi kita. Dalam hidup ini, kita harus memiliki tujuan yang jelas. Di tengah-tengah situasi pandemi yang membuat banyak rencana kita tidak terwujud, janganlah hal ini menghilangkan arah atau tujuan hidup kita.
Paulus memperlihatkan apa yang menjadi tujuan hidupnya dan bagaimana usahanya agar sampai pada tujuan itu. Paulus membandingken dirinya dengan pelari yang berlatih dengan keras dan displin untuk memaksimalkan kemampuannya. Setelah berlatih dengan keras dan displin, seorang pelari harus terus mengarahkan matanya kepada garis akhir dan memusatkan seluruh usahanya untuk sampai kepada tujuan itu. Demikian juga Paulus melatih dirinya, bekerja keras, mengarahkan pandangannya, memusatkan seluruh usahanya dan menjauhkan segala hal yang menghalanginya untuk sampai kepada mahkota abadi yang sudah disiapkan Allah bagi dirinya.
Apa yang diungkapkan Paulus ini memperlihatkan pada kita apa yang menjadi tujuan hidup kita dan apa yang harus ada dalam diri kita untuk dapat sampai kepada tujuan itu. Tujuan memang penting dalam kehidupan kita. Tujuan yang jelas merupakan penentu dan pengingat arti keberadaan kita. Tujuan yang jelas menjadi pengerak dan penuntun bagi kita ditengah-tengah situasi yang membinggungkan dan banyaknya godaan. Tujuan yang jelas memacu kita untuk berjuang dengan keras dan menjauhkan segala yang menghalangi kita sampai kepada tujuan itu. Apapun yang terjadi, kita terus melatih diri, menjauhkan segala hal yang menghalangi kita untuk sampai kepada tujuan itu. Sebaliknya, berjuang tanpa tujuan yang jelas akan menyia-nyiakan waktu, tenaga, pikiran, dan kemampuan yang kita miliki. Kita tidak akan tahu menghargai, mensyukuri dan berbahagia dengan hasil yang kita peroleh.
Tujuan kita adalah mahkota abadi yang telah disiapkan Allah bagi kita. Kita harus selalu menyadari dan selalu mengingat bahwa kita adalah orang yang masih berjuang untuk sampai kepada mahkota abadi itu. Kita belum sampai ke pada mahkota abadi itu. Kita harus terus berjuang, tidak bingung dan terlena dengan situasi kita. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, hal itu tidak menghalangi kita untuk terus berjuang. Dengan terus berjuang untuk sampai kepada mahkota abadi itu berarti kita menghargai, mensyukuri dan memanfaatkan waktu, tenaga, pikiran dan kemampuan kita dengan baik seturut kehendak Allah. Tuhan memberkati perjuangan kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 305:1,2.
    1. O Tuhan Kam me Penampat, i bas geluhku. O Tuhan Kam me cicionku, bas aru ateku. Angin meter, udan meder, Kam me kubunku. O Tuhan Kam me ikutenku, segedang geluhku.
    2. Enterem imbang-imbangku bas pertibi e. Si atena nirangkenku ras Kam kap Tuhanku. Kawali min, cikeplah min, lah la ku bene. O Tuhan Kam me pengarapen segedang geluhku.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 5 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 325:1,2
    1. Tuhan itengah-tengahta m’reken pasu-pasuNa. Maler desken lau si mbelin, lanai lit si terulin. Usekenlah min KesahNdu, temani geluh kami. Gegeh kami plimbarui, k’rina jadi mehuli.
    2. Tuhan itengah-tengahta, reh riahna ukurta. Reh tenengna pertendinta, reh damena pusuhta. Usekenlah min KesahNdu …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Jesaya 28 :26 – 29.
    “ Mengenai adat kebiasaan ia telah diajari, diberi petunjuk oleh Allahnya. Sebab jintan hitam tidak diirik dengan eretan pengirik, dan roda gerobak tidak dipakai untuk menggiling jintan putih, tetapi jintan hitam diirik dengan memukul-mukulnya dengan galah, dan jintan putih dengan tongkat. Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur. Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan.”

Renungan

Terhadap pekerjaan tertentu, mungkin kita melihat gampang mengerjakannya. Tetapi terhadap pekerjaan yang lain, kita membayangkannya sangat sulit mengerjakannya. Namun demikian, setiap pekerjaan pastilah membutuhkan kecermatan dan keahlian tertentu.
Dalam kitab Jesaya 28 ini, penduduk Israel diajak untuk memperhatikan keahlian dan ketrampilan manusia, khususnya petani dalam mengerjakan pekerjannya. Nabi Jesaya memperlihatkan bahwa seorang petani pastilah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengerjakan pekerjannya. Petani mengetahui kapan waktunya mengerjakannya, apa kebutuhan pekerjannya, bagaimana caranya untuk mengerjakannya. Petani yang mengirik jintan hitam atau jintan putih tidak memakai pengirikan gerobak, melainkan mengiriknya dengan galah atau tongkat. Sekalipun gandum diirik dengan gerobak, tetapi seorang petani memiliki kemampuan untuk mengukur kerasnya irikan dan kapan waktu selesainya pengirikan sehingga gandum itu tidak hancur. Jesaya mengatakan bahwa pengetahuan dan ketrampilan itu merupakan anugrah Tuhan. Jesaya memperlihatkan bahwa Allah-lah sumber pengetahuan dan ketrampilan petani untuk menujukkan bahwa Allah juga memiliki kebijaksanaan dalam mengatur kehidupan bangsa Israel. Allah mengetahui mana yang terbaik dalam kehidupan bangsa Israel. Jesaya mengatakan hal ini karena bangsa Israel lebih mengutamakan pikirannya sendiri ketimbang mempercayakan keselamatannya pada kebijaksanaan Allah. Mereka mencemoohkan kebijaksanaan Allah dan lebih memilih kesepakatan dengan maut. “Sebab itu dengarlah firman TUHAN, hai orang-orang pencemooh, hai orang-orang yang memerintah rakyat yang ada di Yerusalem ini! Karena kamu telah berkata: “Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,” (Jesaya 28:14-15) Jesaya mengajak bangsa Israel untuk tidak mencemoohkan kebijaksanaan Tuhan, tetapi sebaliknya bangsa Israel harus merendahkan diri, berserah dan mengikutkan kebijaksanaan Allah.
Demikian juga dalam kehidupan kita, kita yakin Allah memiliki kebijaksanaan dalam mengatur kehidupan kita. Allah mengasihi kita dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi kita. Hendaklah kita bersyukur atas pekerjaan kita masing-masing. Kita bersyukur bahwa Tuhan telah memberikan kemampuan bagi kita untuk mengetahui kapan waktunya mengerjakannya, apa kebutuhan pekerjan kita, bagaimana caranya untuk mengerjakannya. Dengan sukacita dan merendahkan diri, kita mengerjakan setiap pekerjaan kita. Tuhan memberkati kehidupan kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 303:1,2
    1. O Yesus Kam terang geluhku, Kam me si ngkelini tendingku, la kap lit si man kebiarenku. O Yesus, Kam me kap bentengku, e makana la lit gentarku, amin lit si jahat nderpa aku. O Bapa dengkeh pemindonku. Lit kap sada sura-surangku. Atan min aku ibas rumahNdu sedekah geluhku.
    2. O Yesus Kam terang geluhku. Kam me si engkawali aku ibas paksa lit kesusahenku. O Yesus ajari min aku, gelah nggeluh ngikut p’ratenNdu arah dalan salang babai aku. O Bapa
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 4 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 291:1,3
    1. M’riah ukur kami o Bapa, nembah ‘rjimpuh ertoto baNdu. Kam o Tuhan ipuji kami, ermulia gelarNdu. Bengket kami o Tuhan, ngadap kulebeNdu. Reh kami muji-muji gelarNdu Tuhan si Badia.
    2. Bujur ning kami baNdu, ban keleng ateNdu. IcukupiNdu k’rina si perlu. Mbelin kal kuasaNdu. Bengket kami o Tuhan …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 84 : 12-13.
    “ Sabab TUHAN Dibata kap matawari ras ampang-ampang si enteguh, iberekenNa man banta kehamaten ras lias ateNa. La ia rahan-ahan mereken si mehuli, man kalak si ngelakoken si ngena ateNa. O TUHAN si Mada Kuasa, malem kal ate kalak si tek man baNdu”.

Renungan

Esok hari kita mulai lagi hari-hari perjalanan hidup kita dalam satu minggu ini. Telah menanti pekerjaan, tugas, pelayanan dan tanggungjawabta. Dalam semua pekerjaan, tugas, pelayanan dan tanggungjawab, kita berharap dan yakin tetap ada kebahagiaan dalam perjalanan hidup kita. Pengharapan bahwa tetap ada kebahagiaan dalam menjalani pekerjaan, tugas, pelayanan dan tanggungjawab menjadi motivasi yang kuat dan semangat dalam memulai semua pekerjaan kita. Kita dapat membayangkan, bila sebaliknya, ketika kita memulai pekerjaan, tugas, pelayanan dan tanggungjawab dengan perasaan sedih, lesu maka bisa jadi setiap pekerjaan, tugas, pelayanan dan tanggungjawab akan menjadi beban berat bagi kita dan jauhlah keberhasilan dari kita.
Melalui bacaaan renungan malam hari ini, kita dapat melihat pengakuan Pemazmur. Pemazmur mengakui bahwa “berbahagialah orang yang percaya kepada Allah”. Pemazmur mengaminkan bahwa kebahagiaannya terletak pada Allah. Mengapa Pemazmur mengaminkan kebahagiannya terletak pada Tuhan ? Pemazmur mengakukan bahwa Tuhan baginya seperti matahari dan perisai. Metapora matahari dan perisai memperlihatkan pengakuan Pemazmur bahwa Allah adalah pemberi berkat, penuntun dalam melakukan kebaikan, kebenaran keadilan, pemberi kebaikan hidup dan pelindung dalam kehidupan ini. Apa yang dilakukan Allah inilah yang menjadikan orang yang melakukan yang dikehendaki Allah tidak akan kecewa. Allah tidak menahan-nahan kebaikanNya kepada orang yang melakukan kehendakNya. Allah menjadikan mereka sebagai orang dihormati dan disenangi. Inilah yang membuat Pemazmur yakin bahwa kebahagiaan orang percaya terletak pada Tuhan.
Seturut dengan pengakuan Pemazmur ini, kita hadapi dan jalani hari-hari kita di minggu ini dengan mengakukan bahwa kebahagiaan kita ada pada Tuhan. Tuhan seperti matahari dan perisai yang memberikan berkat-berkatNya bagi kita. Allah yang membuat kita menjadi orang yang dihormati dan disayangi.
Kita jalani pekerjaan, tugas, pelayanan dan tanggungjawab kita di minggu ini dengan tetap yakin ada kebahagiaan yang diberikan Allah ke dalam kehidupan kita. Dengan keyakinan dan harapan ini, kita bersemangat menjalani hari-hari kita di minggu ini. Kita persiapkan diri kita dengan semangat hari senin berdasarkan keyakinan dan harapan kebahagian kita terletak pada Tuhan Allah. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 334:1,2
    1. Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta pe IA simerekenca. Kiniteken pe ras pemetehta e pe IA sinjujurkenca. IA kap erbanca kita sanggap, tetaplah man IA kita ngarap. ‘Di reh susah b’reNa erpang luah, tendi kula mejuah-juah.
    2. Dage tetaplah bulat ukurta, geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia, gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kal min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kal lupa.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 3 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 369:1,2
    1. O Dibata Kam pengarapenku, malem kal ateku ibahanNdu. Perban e kupuji Kam Tuhanku, rasa lalap seh rasa lalap.
    2. O Tuhan Kam me kap kecionku, Tupung aku ‘bas kiniseranku. Perban e kupuji Kam Tuhanku, rasa lalap seh rasa lalap.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 31:22-23.
    “ Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan! Aku menyangka dalam kebingunganku: “Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.” Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.

Renungan

Salah duga adalah ciri kehidupan manusia. Manusia terbatas dalam mengetahui dan memahami kejadian-kejadian di masa depan. Kita hanya dapat memperkirakan apa yang akan terjadi. Biasanya yang banyak menjadi perkiraan kita adalah perkiraan peristiwa-peristiwa yang menakutkan kita. Pikiran kita meyakinkan kita bahwa perkirakan itu akan benar-benar menjadi kenyataan. Inilah yang kemudian menjadi ketakutan dalam hidup kita. Hal ini bukan berarti ancaman dan tantangan itu tidak nyata. Ancaman dan tantangan hidup selalu saja ada dalam hidup kita. Tetapi yang sering kita salah menduganya bahwa ancaman dan tantangan itu benar-benar akan membuat kita hancur. Terkadang kita lupa bahwa ada kuasa yang berkuasa atas kehidupan di dunia ini. Inilah yang diakukan Pemamzur dalam bacaan renungan kita malam hari ini.
Pemazmur mengakui bahwa ada bahaya yang mengancam hidupnya. Dalam Mazmur 31:14, dikatakan “Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, ada kegentaran dari segala pihak! mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.” Situasi ini membuat Pemazmur mengalami kesesakan dan menjadi bingung. Dia menyangka, hidupnya telah terbuang dari hadapan Allah. Dia mengatakannya, “Aku menyangka dalam kebingunganku: “Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.” Tapi ternyata Tuhan mendengarkan teriakannya. Inilah yang menjadi alasan Pemazmur menaikkan pujian bagi Allah. “Pujilah TUHAN. Andiko belinna keleng ate si icidahkenNa.”
Bersama dengan ungkapan Pemazmur ini, pada Sabtu malam hari ini kita diundang untuk mengingat dan merasakan pertolongan Allah dalam hidup kita. Mungkin sudah beberapa kali kali kita sudah binggung, ada dalam kesesakan dan menyangka hidup kita sudah terbuang. Namun, ternyata karena pertolongan Tuhan, kita dapat melewatinya, mendapatkan keselamatan dan kita bisa ada seperti sekarang ini kita adanya. Inilah yang kita ingat dan membawa kita kepada pengakun, “Pujilah TUHAN ! Andiko belinna keleng ate si icidahkenNa man kami”. Kita persiapkan tubuh, roh, jiwa, hati dan pikiran kita untuk menaikkan pujian syukur kita kepada Allah dalam ibadah minggu kita esok hari. Berkenanlah Tuhan Allah akan penyembahan dan pujian syukur kita. Tuhan memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 321:1,3
    1. Si sembahlah min, Tuhan si mbelin, endekenlah min, enden-nden pujin. Tuhan Dibatanta ingan cicio, sembahlah Ia ola kita menggo.
    2. Seh kal ulina penjayamenNdu, terang ras gelap e nuduhkenca. Udan ras lego k’rina kap ndatkenca. Kuasa kekelengenNa mbelin tuhu.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 2 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 374:1,2.
    1. Yesus ulu kegeluhenku, Kam me ngenca pengendesenku. Lalap tedeh ate pusuhku, kupehaga Kam bas geluhku. O Tuhan pernehen pusuhku, si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu, kusembah Kam ibas geluhku.
    2. Ku sembah Tuhan Penebusku, si mereken kekelengenNa. Alu tutus reh aku Tuhan ras kerina isi jabungku. O Tuhan pernehen pusuhku, si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu, kusembah Kam ibas geluhku.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Amsal 16 : 20
    “ Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.”

Renungan

Setiap kita, tentunya mendambakan kebahagiaan hidup sampai usia lanjut. Kita berharap agar kita bisa berbahagia, tetap berbahagia seumur hidup kita. Dan ditengah-tengah situasi pandemi ini, ditengah-tengah kesulitan hidup ini, keyakinan dan harapan untuk memperoleh kebaikan dan kebahagiaan hidup tetaplah menyala-nyala. Mengapa kita yakin bahwa kebaikan dan kebahagiaan itu tetap diberikan Allah kepada kita ?
Bacaan renungan malam ini mengingatkan kita tentang pentingnya dan berharganya didikan Allah dan percaya kepada Allah. Selain mengganggap penting didikan hikmat, manusia juga harus memperhatikan firman Allah. Bersama dan melalui Firman, Allah menciptakan, menyelenggarakan, memelihara dan menuntun kehidupan dunia ini. Kita menyadari bahwa hikmat manusia terbatas dalam usaha kita mengejar kebaikan dan kebagaian hidup. Oleh karena itu, orang berhikmat juga mengetahui bahwa untuk memperoleh kebaikan dan kebahagiaan hidup, mereka juga harus memperhatikan Firman Allah. Oleh karena itu kita harus selalu mencari kehendak Allah dengan cara memperhatikan Firman.
Demikianlah, Allah memberikan kebaikan dan kebahagiaan hidup, ketika kita juga memperhatikan Firman Allah. Bagi kita saat ini, Alkitab merupakan pernyataan Allah yang mengungkapkan kebijaksanaan Allah dalam menciptakan, menyelenggarakan, memelihara dan menuntun kehidupan dunia ini. Hendaklah ketekunan kita dalam memperhatikan Firman Allah itu seperti ketekunan yang diingatkan Allah kepada Josua. Dalam Josua 1 : 8, dikatakan, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Kita tekun memperhatikan Firman Allah yang tertulis di dalam Alkitab sebab Firman Allah itu diberikan Allah bagi kita untuk membimbing kita. Seperti yang difirmankan bagi kita dalam 2 Timotius 3: 16-17, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Demikian juga manusia harus mempercayakan hidupnya kepada Tuhan. Kita percaya bahwa Tuhan Allah maha bijak dalam menciptakan, menyelenggarakan, memelihara dan menuntun kehidupan dunia ini. Kita percaya bahwa Allah menuntun kita kepada kepada kebaikan dan kebahagiaan hidup kita.
Kita tetap yakin Allah memberikan kebaikan dan kebahagian dalam hidup kita, walaupun saat ini kita menjalani masa-masa sulit, sebab kita tetap bertekun memperhatikan Firman Allah dan percaya kepada pemeliharaan Allah. Allah memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 307:1,2
    1. O Tuhanku, Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal m’ratah aku babaNdu, ipesenang senangNdu geluhku. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
    2. IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku kempak keg’luhen si sikapkenNdu. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan