Renungan Malam 23 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 182:1,2.
    1. O Tuhan Kam tetap, tedehku man baNdu. Arap ku lalap Kam nemani geluhku. O Tuhan rasa lalap. Geluhku temani. Ola tadingken aku ras Kam tetap.
      O Tuhan Kam tetap, ajarilah aku, lah kai pe si kuban, mehuli man baNdu. O Tuhan rasa lalap. Geluhku temani. Ola tadingken aku ras Kam tetap.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Nehemia 2 : 17 – 18.
    “ Berkatalah aku kepada mereka: “Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela.” Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.”
    Renungan

Bencana seringkali menimbulkan luka mendalam. Tidak hanya karena kehilangan keluarga, kerugian materi, tetapi bencana juga dapat membuat kehilangan harapan hidup. Kita dapat saja kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup kita. Kita merasa apa yang telah kita perjuangkan, peroleh dan lindungi dengan kerja keras akhirnya hilang dalam sekejap mata. Sia-sia semua perjuangan hidup kita. Dalam hal ini memang kita membutuhkan penyemangat dalam hidup ini.
Di dalam kitab Ezra, dikatakan bahwa Rumah Pertoton telah selesai dibangun pada tanggal 12 Maret 515 SM. “Maka selesailah rumah itu pada hari yang ketiga bulan Adar, yakni pada tahun yang keenam zaman pemerintahan raja Darius. Maka orang Israel, para imam, orang-orang Lewi dan orang-orang lain yang pulang dari pembuangan, merayakan pentahbisan rumah Allah ini dengan sukaria.” (Ezra 6:15-16)
Lama berselang, tahun 445 SM( + 70 tahun kemudian) Nehemia mendapat laporan bahwa bangsa Israel yang telah kembali dari pembuangan Babel mengalami banyak penderitaan. “ Iturikenna man bangku maka kalak si nggeluh denga dingen enggo mulih ku negeri kami sangana i bas kiniseran si mbelin janah bangsa-bangsa si deban si tading i sekelewetna megombang man bana. Iturikenna ka pe maka tembok kuta Jerusalem enggo ka sontar janah pintu-pintu gerbangna langa ipekena kenca kin iciluk.”(Nehemia 1:3) Ternyata bangsa Israel tidak lagi bersemangat untuk membangun kembali tembok Jerusalem. Oleh karena itu, Nehemia bertekad untuk kembali ke Jerusalem. Di dalam berkat Allah, Nehemia mendapat perkenan raja Artaserses untuk kembali ke Jerusalem. Setelah tiga hari, secara diam-diam Nehemia menyelidiki kadaan kota Jerusalem. Setelah melihat semua keadaan itu, maka Nehemia memberitahukan maksud kedatangannya ke Jerusalem. Nehemia mengajak rakyat Jerusalem untuk membangun kembali tembok Jerusalem. Nehemia membangkitkan semangat penduduk Jerusalem dengan menyaksikan bagaimana Tuhan telah memberkati perjalanannya dan bagaimana raja juga setuju dengan rencananya itu. Mendengar kesaksian Nehemia ini, penduduk Jerusalem akhirnya menyatakan kesiapannya untuk membangun kembali tembok Jerusalem, “berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!”
Dalam situasi saat ini, jadilah kita penyemangat-penyemangat hidup. Kita saling menyemangati untuk terus membangun kehidupan ini. Dengan saling berbagi pengalaman-pengalaman iman dan pengalaman menghadapi kesulitan ini, kita bekerja sama membangun kembali kehidupan kita yang dilanda pandemik ini. Seperti gambar di atas, kita bekerjasama untuk membangun rumah yang telah rusak. Allah membangkitkan semangat dalam diri kita untuk saling membantu menghadapi kesulitan hidup ini. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 296:1,2
    1. Man baNdu Yesus Tuhanku, kuendesken geluhku. Nggeluh si keleng-kelengen, nggit si sampat-sampaten. Erbuah Kata ni suan, bas kita anak Tuhan. Erbuah Kata ni suan bas kita anak Tuhan.
    2. Nggeluh si tatang-tatangen, kita radu megegeh. Nggit kita ngalemi salah, pusuh dame meriah. Erbuah Kata ni suan …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 22 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 331:1,2
    1. Tegu aku anakNdu, bas perdalan geluhku. ‘Di aku paksa labuh, ambatilah musuhku. Tegu aku ibas perdalanenku, Kam me ngenca ku lebuh, cikepNdu tanku nteguh.
    2. Kam bentengku si paguh, gia musuhku ngupuh. Amin mara reh nderpa, la aku bera-bera. Tegu aku ibas …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Jesaya 26 : 7 – 9.
    “ O TUHAN, dalan kalak benar mesai ibahanNdu, dalan si man bentasenna kendit tuhu-tuhu. PeratenNdu ikutken kami, Kam ngenca pengarapen kami, Kam ngenca sura-sura pusuh kami. Ibas berngi si mbages tedeh ateku Kam, alu ate tutus tendingku tetap terdaram-daram. Adi irungguiNdu pagi doni ras manusia si ngianisa, kebujuren si tuhu-tuhu, i je me pagi maka iantusina.”

Renungan.

Pernahkah kita salah jalan ? Suatu ketika kami dalam perjalanan dari Medan ke Pekan Baru. Awalnya saya yang menjadi sopir. Pada tengah malam, si sebuah SPBU kami bergantian menjadi sopir. Setelah beberapa waktu, saya terbangun dan melihat km penunjuk daerah itu bertambah besar. Seharusnya, ketika berjalan ke Pekan Baru, maka km penunjuk daerah itu bertambah kecil. Ternyata benar, teman ini salah memutar arah di SPBU. Dia mengambil jalan kembali ke Medan. Setelah sekian lama kita berjalan, ternyata jalan yang kita tempuh salah. Rasanya letih, kesal dan mau marah. Tetapi kita masih bisa berputar arah dan hanya kehilangan waktu. Tetapi bagaimana bila kita salah dalam mengambil keputusan dan hal itu berdampak buruk terhadap jalan hidup kita selanjutnya ?
Yesaya 26 ini merupakan nyanyian pujian ketika Allah memberi kelepasan kepada bangsaNya. Tuhan Allah membimbing orang benar sehingga mereka berjalan di jalan yang tepat untuk sampai kepada kelepasan, damai sejahtera dan kehidupan baru. Berbeda dengan pemimpin Israel yang mencari pertolongan kepada Mesir. Tuhan mengingatkan bahwa pertolongan Mesir tidak akan berfaedah. “sekaliannya akan mendapat malu karena bangsa itu tidak dapat memberi faedah kepada mereka, dan tidak dapat memberi pertolongan atau faedah; melainkan hanya memalukan, bahkan mengaibkan mereka.” (Jesaya 30:5). Jalan yang ditempuh pemimpin Israel adalah jalan yang salah sebab jalan itu akan menghancurkan kehidupan bangsa Israel. Sebaliknya Allah menunjukkan jalan yang menuju kepada keselamatan. “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan, kamu berkata: “Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat,” maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: “Kami mau mengendarai kuda tangkas,” maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi. (Jesaya 30:15-16) Yesaya memuji Allah yang menuntun orang-orang benar kepada keselamatan. Oleh karena itu, Jesaya menyatakan pengakuan dan kerinduannya. Dikatakannya, “PeratenNdu ikutken kami, Kam ngenca pengarapen kami, Kam ngenca sura-sura pusuh kami. Ibas berngi si mbages tedeh ateku Kam, alu ate tutus tendingku tetap terdaram-daram.”
Di dalam hidup kita, jalan yang dikehendaki Allah-lah yang tetap kita jalankan. Kita percaya, jalan yang dikehendaki Allah adalah jalan yang tepat untuk sampai kepada kelepasan, damai sejahtera dan kehidupan baru. Walaupun tawaran-tawaran jalan di dunia ini memperlihatkan kekuatan, kecepatan dan ketangkasan dalam memperoleh materi kehidupan, tetapi ketika hal itu tidak sejalan dengan kehendak Allah, kita dapat menghindarinya. Sebab kesalahan dalam mengambil keputusan ini tidak hanya dapat diatasi dengan memutar arah tetapi berdampak ke dalam seluruh kehidupan kita selanjutnya. Tetaplah kita mengikuti kehendak Allah dan mencarinya siang dan malam. Tuhan tetap menunjukkan jalan yang membawa kelepasan, damai sejahtera dan kehidupan baru bagi kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 388:1,2.
    1. Tupung tayang aku nginget Kam, gedang berngi kuukuri Kam. Sabab Kam si nampati aku, o Dibata tedeh ‘teku Kam. O Dibata Kam kap Dibatangku, kudahi tedeh ateku Kam. Mesikel aku nandangi Kam, desken taneh si enggo kerah. Bage me muasna tendingku, man baNdu Tuhan Dibatangku.
    2. Sabab Kam si nampati aku teruh kabengNdu rende aku. ‘Di ras Kam meriah ukurku, o Dibata Kam sekawalku. O Dibata Kam kap Dibatangku …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 21 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 329:1,3.
    1. Tuhan Yesus penampatku, Ia penalemenku. Kuikutken me dalanNdu, Kam me kegeluhenku. Tenang tetap tendingku, paguh kinitekenku. Lanai lit kebiarenku. Tan Tuhan ku me negu.
    2. Tuhan Yesus penampatku, nimbak p’raten dagingku. Suari berngi Kam kulebuh, pengarapenku nteguh. Teneng tetap tendingku …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Jeremia 32 : 43-44.
    “ Orang akan membeli ladang lagi di negeri ini yang kamu katakan: Itu adalah tempat tandus tanpa manusia dan hewan; itu telah diserahkan ke dalam tangan orang-orang Kasdim! Orang akan membeli ladang-ladang dengan perak, menulis surat pembelian, memeteraikannya dan memanggil saksi-saksi di daerah Benyamin, di sekitar Yerusalem, di kota-kota Yehuda, di kota-kota Pegunungan, di kota-kota Daerah Bukit dan di kota-kota Tanah Negeb. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka, demikianlah firman TUHAN.”

Renungan

Seperti petani ini, tetap semangat dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Saat ini kita memang membutuhkan keteguhan hati untuk menjalani kerasnya perjuangan hidup ini. dalam menjalani perjuangan hidup ini, terkadang kita harus mengambil tindakan yang di luar logika ekonomi kita. Misalnya, ketika terjadi konflik di suatu daerah, maka biasanya, sebelum orang mengungsi, maka orang-orang akan berupaya menjual aset mereka agar aset itu tidak hilang sama sekali. Namun karena semua orang ingin menjual asetnya, maka bisa jadi tidak ada yang mau membeli aset itu. situasi. Namun demikian, tohk ada juga orang yang membeli aset.
Inilah situasi yang dihadapi Jeremia. “Pada waktu itu tentara raja Babel mengepung Yerusalem, dan nabi Yeremia ditahan di pelataran penjagaan yang ada di istana raja Yehuda. (Jer 32:2) Dalam situasi ini datanglah Hanameel menjenguk Jeremia dan menawarkan tanahnya kepada Jeremia. “ Kemudian, sesuai dengan firman TUHAN, datanglah Hanameel, anak pamanku, kepadaku di pelataran penjagaan, dan mengusulkan kepadaku: Belilah ladangku yang di Anatot di daerah Benyamin itu, sebab engkaulah yang mempunyai hak milik dan hak tebus; belilah itu! Maka tahulah aku, bahwa itu adalah firman TUHAN. Jadi aku membeli ladang yang di Anatot itu dari Hanameel, anak pamanku, dan menimbang uang baginya: tujuh belas syikal perak. (Jer 32:8-9) Secara logika ekonomi, tentunya sulit untuk menerima tindakan Jeremia ini. Yeremia lagi dipenjarakan, Yerusalem sedang dikepung tentara Babel dan harga beli yang mahal menurut ukuran pada saat itu. Kita mungkin bertanya, untuk apalah membeli tanah, tokh Jeremia tidak bisa mengusahakannya, baik karena dia dipenjara dan situasi pengepungan tentara Babel ? Benar secara logika ekonomi, sulit menerima tindakan Jeremia. Pada awalnya Jeremia juga merasa binggung. Dikatakan dalam Jeremia 32 : 17, “ Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! Namun, akhirnya Jeremia bertindak berdasarkan firman Allah. Dikatakannya, “Namun Engkau, ya Tuhan ALLAH, telah berfirman kepadaku: Belilah ladang itu dengan perak dan panggillah saksi-saksi! padahal kota itu telah diserahkan ke dalam tangan orang-orang Kasdim.” (Jer 32:25)
Tindakan Jeremia ini merupakan tindakan simbolis yang dilakukan Allah untuk menandakan pemulihan Jerusalem oleh Allah. Allah akan memulihkan keadaan Yerusalem kembali setelah penderitaan yang mereka alami. Setelah pemulihan itu, maka kehidupan akan berjalan kembali. Perputaran ekonomi terjadi lagi. Akan terjadi jual-beli tanah di berbagai tempat, tempat yang mungkin untuk kehidupan atau tempat tidak memungkinkan kehidupan, semua tempat itu dibeli, di materaikan, disyahkan oleh saksi-saksi.
Demikian juga dalam kehidupan kita. Kita tetap yakin, Allah memulihkan keadaan kita. Seperti pengakuan Jeremia, “Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!”, kita jalani perputaran ekonomi kita. Mungkin saat ini, kita mengalami kesulitan dalam menjalankan kehidupan ekonomi kita. Namun kita tetap yakin, bahwa Allah memulihkan keadaan kehidupan dunia ini. Inilah yang menguatkan dan meneguhkan kita dalam menjalani hari-hari kita. Tuhan memampukan kita untuk tetap tekun mengikuti perputaran kehidupan ekonomi ini Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 334:1,2
    1. Tuhan kam si empuna geluhta, gegehta Ia si merekenca. Kiniteken pe ras pemetehta, e pe Ia sinjujurkenca. Ia kap erbanca kita sangap, tetaplah man Ia kita ngarap. ‘Di reh susah b’reNa serpang pulah, tendi kula mejuah-juah.
    2. Dage tetaplah bulat ukurta. Geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia, gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kal min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kal lupa.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 20 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 291:1,3
    1. M’riah ukur kami o Bapa, nembah ‘rjimpuh ertoto baNdu. Kam o Tuhan ipuji kami, ermulia gelarNdu. Bengket kami o Tuhan, ngadap kulebeNdu. Reh kami muji-muji gelarNdu Tuhan si Badia.
    2. Bujur ning kami baNdu, ban keleng ateNdu. IcukupiNdu k’rina si perlu. Mbelin kal kuasaNdu. Bengket kami o Tuhan …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 33 : 18 – 22.
    “ Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.”
    Renungan.

Esok hari kita akan memasuki hari pertama di minggu ini. Masih panjang perjalanan yang harus kita tempuh. Seperti gambar ini, kita belum dapat memastikan ujung perjalanan hidup kita. Di balik bukit, di balik gunung, dan setelah lembah, masih ada jalan yang harus kita tempuh. Dan kita tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi dalam perjalanan itu. Kita membutuhkan ketetapan hati untuk menjalani perjalanan hidup kita ini.
Di dalam 33 ini, Pemazmur mengingatkan dan merenungkan usaha manusia untuk menjamin kehidupannya. Pemazmur menemukan bahwa kekuasaan raja, kekuatan pahlawan dan ketangkasan kuda tidak berguna menjamin kehidupan manusia. “ Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.” (Maz. 33:16-17) Sebaliknya, Pemazmur sadar dan meyakini bahwa hanya Tuhan Allah-lah yang mengaruniakan dan memelihara hidup mereka yang takut kepadaNya, yang menghormatiNya dan yang menantikan segala sesuatu yang disediakanNya dalam kasih setiaNya. Di dalam penantian akan pemeliharaan Allah-lah maka manusia dapat bersukacita. Pemamzur percaya bahwa Allah adalah Penolong dan Perisai dalam hidupnya. Dengan iman seperti ini, Pemazmur yakin dan berharap akan penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidupnya.
Di dalam ibadah minggu ini, kita kembali diingatkan dan merenungkan kasih pendamaian yang telah diberikan Allah kepada kita melalui Tuhan Yesus Kristus. Kita meyadari dan meyakini Allah penuh kasih setia dalam hidup kita. Oleh karena itu, kita jalani hari – hari hidup kita di minggu ini dengan takut akan Allah, menghormati namaNya dan tekun menanti-nantikan pertolongan Allah. Inilah yang menjadi sukacita dan kekuatan bagi kita untuk menjalani hari –hari kita. Kita hadapi hari demi hari di minggu ini dengan keyakinan bahwa hidup kita ada dalam pemeliharaan Allah. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 307:1,2
    1. O Tuhanku Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal mratah aku babaNdu, ipesenang-senangNdu geluhku. Permakanku si njayam geluhku, malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku. Kam me Tuhanku, permakanku.
    2. IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku, kempak keg’luhen sisikapkenNdu. Permakanku …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 19 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 338:1,3.
    1. Ulu tuah Kam kusembah, ajar aku megelah. “lah nurihi pujin kami, lalap la ‘rgadi-ngadi. Lias ras keleng ateNdu, jujurkenNdu man bangku. Nteguh paguh, la terundu, kuasa ras muliaNdu.
    2. Pasu-pasu surga nari, kugejap tiap wari. Kepentaren berekenNdu, nehken sura-suraNdu. PakekenNdu lah min aku, jadi persuruhenNdu, jenda aku suruh aku, nehken kekelengenNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 77 :12 – 15.
    “ Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.”

Renungan.

Gambar ini merupakan salah satu fenomena alam yang kita anggap ajaib. Kita mengganggapnya ajaib karena sulit bagi kita untuk memahami kejadiannya. Ada banyak hal dalam hidup kita di mana kita juga merasa sulit untuk memahami dan menerimanya. Kita telah menghadapi persoalan hidup dengan mengandalkan ketrampilan dan kekuatan pikiran dan tubuh kita. Kita juga telah mengupayakannya dengan mencari pertolongan kepada Allah. Namun demikian, persoalan-persoalan hidup itu tidak juga kunjung selesai. Hal ini dapat saja membuat kita salah memahami kehidupan ini.
Pemamzmur juga mengalami situasi yang seperti ini. Dikatakan dalam Mazmur 77:3, “Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan; malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu, jiwaku enggan dihiburkan.” Namun ketika hal ini juga belum menunjukkan hasil, bisa jadi kita mempertanyakan kasih setia Allah dan mengambil kesimpulan yang keliru tentang Allah. “Untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi? Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun? Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?” Sela Maka kataku: “Inilah yang menikam hatiku, bahwa tangan kanan Yang Mahatinggi berubah.” (Maz. 77: 8 – 11)
Dan memang inilah yang menyesakkan hati kita ketika kita keliru memahami perbuatan Allah. Allah yang awalnya kita pahami penuh belas kasihan, tetapi sekarang kita menganggap Allah sudah berubah, tidak mengasihi kita lagi. Pemazmur menyadari kekeliruan kesimpulan yang telah dia ambil dan tidak mempertahankan kesimpulan itu. Sebaliknya Pemamzur berusaha mengingat dan merenungkan kembali perbuatan Allah itu. Lalu Pemzmur menemukan terang kesimpulan yang baru. Pemazmur mengakui bahwa jalan Tuhan adalah kudus. Allah melakukan keajaiban dalam menyelamatkan bangsaNya. Benar, jalan Tuhan adalah kudus dan ajaib perbuatanNya. Sulit bagi kita untuk memahami dan mengerti cara dan waktu Tuhan untuk menyelamatkan hidup kita. Namun demikian, dengan mengingat dan merenungkan perbuatan Allah, Pemazmur menemukan terang kebenaran ini.
Apa yang menjadi kesimpulan pemazmur ini merupakan penghiburan dan kekuatan kita dalam menjalani kehidupan kita. Dalam kesesakan hidup kita, kita juga dapat saja keliru dalam memahami Allah dan perbuatan Allah. Terkadang, kita merasa Allah membiarkan kita dalam penderitaan ini. Kita merasa bahwa Allah tidak mengasihi kita lagi. Dan ternyata, semakin kita membuat kesimpulan bahwa Allah jauh dari kita, maka semakin sakit hatilah kita. Oleh karena itu, langkah yang diambil pemazmur merupakan jalan terbaik bagi kita dalam menghadapi persoalan hidup kita. Kita mengingat dan merenungkan kembali perbuatan-perbuatan Allah sepanjang sejarah kehidupan kita. Sejarah hidup kita adalah sejarah kasih Allah. Dengan pertolongan Roh Kudus kita akan menemukan jalan Tuhan yang kudus dan ajaib dalam menyelamatkan hidup kita.
Ibadah minggu kita merupakan kesempatan bagi kita untuk mengingat dan merenungkan jalan Tuhan yang kudus dan ajaib dalam hidup kita. Mari kita persiapkan tubuh, hati, pikiran, roh dan jiwa kita untuk mengingat dan merenungkan perbuatan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan, dengan kuasa Roh KudusNya melayakkan kita untuk menemukan penghiburan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 227:1,2.
    1. Katakenlah man pusuhku, pepankenlah bas geluhku, idemiNdu kegeluhenku, tetapkenlah pengarapenku. Pegaralah kinitekenku, alu Kesah ras KataNdu.
    2. Si ingetlah wari Tuhan, pedahNa e si pakeken. B’ritaken Kata Dibatanta man k’rina bekas tinepaNa. Pegaralah kinitekenku alu Kesah ras KataNdu.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 18 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 302:1,2.
    1. Nginget perkuah Dibata si mbelin, siisehkenNa man banta kr’ina kin. Ibas kerina dampar kegeluhen, i doni s idem alu keguluten. Endeskenlah kulanta man Dibata, kerinana si lit ibas geluhta. Selaku persembahennta si nggeluh, em persembahen si ngena ateNa.
    2. Sabab bage kin arusna kita kin, ersembah man Dibatanta si mejin. Si nggo m’reken man banta manusia, keg’luhen si mehuli ras badia. Endeskenlah …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata I Korinti 1:4-5
    “ La erngadi ngadi kukataken bujur man Dibatangku kerna kam, erdandanken lias ate si nggo iberekenNa man bandu arah Kristus Jesus. Sabab ibas persadanndu ras Kristus, kam enggo ipebayak i bas kai pe, i bas pengeranandu bage pe i bas pemetehndu.”

Renungan.

Sering kita mendengar pepatah, “seperti kacang lupa kulitnya”. Pepatah ini menggambarkan perilaku orang yang tidak tahu diri atau tidak lagi mengingat siapa dirinya. Dia tidak mengingat arti perubahan yang telah terjadi dalam dirinya. Tentunya, ada makna perubahan yang telah terjadi di dalam hidup kita. Apa makna perubahan dalam hidup kita ?
Paulus mengucap syukur atas perubahan hidup yang diterima orang Korintus setelah menerima Tuhan Yesus Kristus. Orang Korintus telah mengalami perubahan keadaan kehidupan dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus Kristus. Paulus mengingatkan keadaan orang Korintus sebelum menerima Tuhan Yesus Kristus. Dalam 1 Korintus 1: 26, dikatakan tentang keadaan orang Korintus dahulu, “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.” Namun sekarang, karena persekutuan dengan Tuhan Yesus Kristus mereka telah diperkaya dalam perkataan dan pengetahuan. Mereka telah memiliki hikmat, hikmat yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang berhikmat sekalipun. “Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil (1 Kor. 1:20-21)
Namun demikian, Paulus melihat arah perubahan itu justru menjadi perpecahan. Oleh karena itu mengingatkan agar perubahan yang telah diberikan Kristus kepada orang-orang Korintus tidak menjadi sumber perpecahaan di dalam kehidupan mereka. “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.”(1Kor 1:10-12)
Dari situasi yang terjadi dalam kehidupan jemaat Korintus ini kita dapat merenungkan arti perubahan hidup yang telah diberikan Kristus kepada kita. Kita harus tetap mengingat anugerah perubahan hidup yang telah diberikan Allah kepada kita. Perubahan kehidupan yang diberikan Allah janganlah itu menjadi sumber perpecahaan di antara kita. Justru hendaklah perbedaan yang ada dipergunakan untuk saling membangun. “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. (1Kor. 12:7-8). Tetaplah siinget maka kita enggo ipebayak. Janah sura-sura Dibata ibas mereken pemereNa emekap guna kerinana. Kita pakaikan anugerah perubahan hidup untuk kepentingan bersama jemaat Tuhan. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 402:1,3
    1. Perban kekelengenNdu, tebusiNdu dosangku, alu mambur darehNdu, geluhku jadi mbaru. Asa ngasup gegehku, kuikutken kataNdu. Yesus Kam si perkuah, kupuji ras ku sembah.
    2. Perban kekelengenNdu jadikenNdu geluhku meherga ras erguna desken batu permata. Asa ngasup gegehku…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 17 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 279:1,2
    1. Kam kap Dibatangku, Kam inganku cicio, tegu-tegu aku, begiken pertotonku. Ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
    2. Bere gegeh bangku, mekuah ateNdu min. Labuh kal tendingku, sampatiNdu aku min. ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata 2 Korintus 1:3-4.
    “ Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.”

Renungan

Gambar ini memperlihatkan keceriaan dan semangat hidup dalam diri orang-orang muda. Bukan berarti tidak ada penderitaan yang menantinya. Benar masih panjang perjalanan hidup dan banyak persoalan yang harus dihadapinya. Bagaimana kita menghadapi penderitaan hidup ini sehingga kita tetap memiliki keceriaan dan semangat hidup ?
Kita menginginkan agar penderitaan lenyap dari kehidupan kita. Kita merasa bahwa kita akan dapat mengucap syukur manakala penderitaan itu benar-benar telah lenyap dari kehidupan kita. Dalam hal ini, Paulus memperlihatkan kemampuannya untuk tetap mengucap syukur walaupun itu penderitaan itu tidak hilang dari pelayanannya. Bagaimana Paulus dapat mengucap syukur dalam penderitaannya itu.
Di dalam 2 Korintus 1, Paulus menceritakan bahwa dirinya telah mengalami penderitaan yang mengerikan. Dia mengatakan bahwa karena begitu mengerikannya penderitaan itu, dia merasa telah putus asa dan mati. Namun demikian, Allah telah menyelamatkan Paulus. Paulus juga meyakini bahwa Allah akan menyelamatkannya lagi. Dikatakan dalam 2 Kor.1:10, “ Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi.” Hal inilah yang membuat Paulus sanggup mengucap syukur karena dia telah melihat pertolongan Allah dalam hidupnya dan Allah akan tetap menyelamatkannya. Paulus juga merasakan ada kekuatan bagi dirinya karena penghiburan yang diberikan jemaat Tuhan. “Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. (2 Kor. 1: 7). Jemaat yang mengambil bagian dalam penderitaannya, juga merupakan sumber pengiburan bagi Paulus.
Dalam renungan ini, kepada kita juga diperlihatkan makna lain dari penderitaan dan penghiburan. Paulus mengimani Allah adalah Allah yang penuh belas kasihan. Allah adalah sumber penghiburan. Paulus sanggup melihat ada kebaikan dalam penderitan-penghiburan yang telah diterimanya. Allah sebagai sumber penghiburan telah menghibur Paulus dan Paulus meyakini penghiburan berguna sebagai penghiburan bagi orang lain.
Pada saat ini, kita juga mengalami banyak penderitaan. Penderitaan yang belum kita tahu kapan berakhirnya. Namun demikian, bukan berarti kita tidak dapat memuji Allah. Kita tetap dapat memuji Allah, penuh keceriaan dan semangat ketika kita tetap mampu mengimani bahwa Allah adalah sumber penghiburan dan tetap mampu melihat belas kasihan Allah dalam hidup kita. Allah mengasihi kita dengan tetap memberikan kemampuan bertahan bagi kita. Ada jalan penghiburan yang menguatkan kita untuk terus berjuang. Kita tetap memiliki semangat berjuang. Kita juga menemukan hal-hal baru yang membuka jalan bagi kita untuk memperoleh kebutuhan hidup kita. Kita juga merasakan adanya kebersamaan kita dengan menghadapi penderitaan ini. Allah sumber penghiburan senantiasa menghibur kita. Amin

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 379:1,2
    1. Tuhan tetap nemani geluhku dingen mereken dalan man bangku. Ernalem gelah tetap ras ertoto man baNa. Tuhan tetap nemani geluhku.
    2. Tuhan tetap nemani geluhku. Dingen mereken dalan man bangku. Tedeh ate tendingku ngidah kemulianNdu. Tuhan tetap nemani geluhku.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 16 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 181:1,2.
    1. Segedang-gedang geluhku, itemani penebus. Labo kai pe lit si kurang adi tanNa negu t’rus. Dame surga lit bas aku, iusekenNa bangku. Kegeluhen jadi senang, labo kai pe lit si kurang. Kegeluhen jadi senang kai pe lit si kurang.
    2. Segedang-gedang geluhku, kubentasi k’rina e. ‘Di si mberat reh man bangku, IA penahangisa. Labo pediatNa ndabuh, minter kal iangkatNa. Lalap ijagaiNa aku iban keleng ateNa. Lalap ijagaiNa kau, iban keleng ateNa.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Kolose 3 : 13
    “ Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”

Renungan

Salah satu yang dibutuhkan untuk dapat berjalan beriringan adalah kesabaran. Tidak semua hal yang kita harapkan dari teman kita dapat terpenuhinya. Ada saja hal-hal yang tidak menyukakan hati kita. Tetapi dengan adanya kesabaran, hal itu tidak akan memisahkan hubungan di antara mereka. Demikian juga dalam kehidupan bersama di dalam jemaat, kita sangat membutuhkan kesabaran.
Di dalam Kolose 3:12-17 merupakan daftar kebajikan hidup sebagai orang-orang pilihan Allah, yang dikuduskanNya dan dikasihiNya. Ketiga nama yang khas milik orang Yahudi. Tetapi di dalam Yesus Kristus tiada lagi yang khas milik orang Yahudi. Dikatakan dalam Kolose 3:11, “dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Sebagai orang pilihan Allah, maka ada kebajikan hidup yang harus kita lakukan. Kebajikan hidup ini, terutama bukan dalam hal ketrampilan mencari makan, ketrampilan membaca tanda-tanda jaman dan kemampuan menghindar dari bahaya atau bahkan ketrampilan memuji Tuhan. Kebijaksanaan yang dimaksud adalah kebijaksanaan dalam hubungan antar pribadi. Benarlah, bahwa iman Kristen memang memperbaharui hubungan antar pribadi menjadi hubungan yang baik, benar, saling membangun dan mendatangkan kedamaian.
Khususnya, yang menjadi renungan kita malam ini berbicara tentang kesabaran. Sabar dalam hubungan antar pribadi berarti kita mampu untuk menjadi sahabat dalam setiap musim kehidupan. Saling mengingatkan, menasehati, mendukung untuk kemajuan bersama. Bahkan sanggup menerima kekurangan dan kelebihan sahabat kita. Seorang sahabat yang sabar tidak menjadi sinis dan berputus asa ketika sang sahabat lambat dalam perubahan. Tidak meninggalkan sang sahabat ketika sang sahabat belum memperlihatkan perubahan ke arah kehidupan yang baik dan benar. Tetapi dengan sabar mendampingi dan membimbing sang sahabat untuk terus menjalankan perubahannya sehingga sang sahabat benar-benar hidup dalam kebaikan dan kebenaran. Kesabaran yang muncul karena adanya pengakuannya bahwa Tuhan Yesus Kristus juga telah memperlihatkan kesabaranNya dalam kehidupan kita, mau mengampuni dan memberikan kehidupan baru bagi kita.
Dua hari sebelumnya, kita telah merenungkan arti mengakukan salah-memberi pengampuan dan mengejar kerukunan. Dalam hal ini, ketika orang lain berbuat salah, kita juga harus sabar dalam menanti pengakuan salah dan ketika tiba saatnya sahabat itu mengakukan salah, maka kita juga dengan sabar memberi maaf kepadanya. Demikian juga dalam mengejar kerukunan. Kita sabar mengupayakan dan menunggu sampai kerukunan itu nyata dalam kehidupan bersama kita. Tuhan sumber kesabaran memberi kekuatan bagi kita untuk sabar. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 254:1,2.
    Reff.
    Isuruh Dibata sikeleng-kelengen, si sampat-sampaten asa kengasupen. Mbue me kap tuhu si man bahanenta, radu ras kerina kita ndahikenca.
    1. Palasta nampati em ate mekuah, ngusih Tuhan Yesus enggo kap nampati. Meriah ukurta adi teman pulah, masap kebiaren ‘je dat ate jadi. Reff.
    2. Kalak si ngikutken kata Tuhan Yesus terangina doni ras k’rina isina. Tegulah temannta gelah ola celus, si tuduhken dalin gelah ola mampa. Reff.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan