Renungan Malam 4 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No 334:1,2
    1. Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta Ia si merekenca. Kiniteken pe ras pemetehta, e pe Ia si njujurkenca. Ia kap erbanca kita sangap. Tetaplah man Ia kita ngarap. Di reh susah b’reNa serpang pulah, tendi kula mejuah-juah.
    2. Dage tetaplah bulat ukurta, geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kal min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kal lupa.
  2. Ertoto.
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 18:30
    “ Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok”.
    Renungan :
    Situasi saat ini, membuat seorang teman berkata, “bisa bertahan hidup saja saat ini sudah bagus itu”. Mungkin dia sudah lelah memikirkan cara lain untuk mencukupkan kebutuhan keluarganya. Apa yang dia hasilkan hanya cukup untuk kebutuhan dasar keluarganya. Punya tempat tinggal, bisa makan, sudahlah cukup baginya. Baginya mungkin berlaku istilah : Jalani saja hidup ini, di mana nanti berhenti, ya di situlah sampainya. (Ija kari ngadina, ijem sehna). Sepertinya dia tidak berani memimpikan kehidupan yang lebih baik lagi. Bermimpi pun dia sudah tidak berani lagi. Begitu juga dalam perjuangan kehidupan ini. Kegagalan demi kegagalan dalam hidup memang dapat melumpuhkan keberanian kita. Kita tidak lagi berpikir jauh ke depan, bagaimana keadaan hidup di masa depan. Kita hanya terfokus kepada diri kita sendiri dan persoalan hidup kita. Kita menjadi pemurung, gampang tersinggung, gampang kehilangan sukacita dalam hidup.
    Bacaan Firman Tuhan pada malam ini, memperlihatkan Daud yang mendapatkan keberanian hidup. Daud tidak sekedar berani menghadapi musuhnya tetapi dia juga berani memasuki tembok benteng musuh. Daud mendapatkan keberanian karena dia yakin Allah beserta dengan dia. Dengan kehadiran Allah, Daud merasa mendapatkan kekuatan untuk menghadapi musuh-musuhnya.
    Belajar dari pengalaman Daud, keyakinan kita akan Allah yang beserta dengan kita menjadikan kita berani memimpikan kehidupan yang lebih baik lagi. Oleh karena hidup bukan sekedar bertahan hidup. Ada banyak hal yang harus kita perjuangkan. Misalnya, semangat hidup orang tua menjadi teladan bagi anak-anaknya untuk bersemangat memperbaiki keadaan hidupnya. Bila orang tua saja tidak semangat, tentunya menjadi pengaruh negatif terhadap anak-anak. Keyakinan Allah beserta kita menjadikan sukacita ada dalam keluarga. Sukacita ini seperti tali yang mengikat kebersamaan dalam keluarga, menjadi tempat pertumbuhan pribadi-pribadi yang sehat. Anak-anak yang memiliki pribadi yang sehat dan tangguh.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 307:1,2
    1. O Tuhanku, Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal m’ratah aku babaNdu, ipesenang senangNdu geluhku. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
    2. IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku kempak keg’luhen si sikapkenNdu. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 3 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 287:1,2
    1. Kune bas geluhta mara reh nderpa, arus jaga ula ukurta pera. Pasu-pasu Tuhan ula kal lupa, kekelengenNa la nggo erleka. Pasu-pasuNa siingetlah, Ia kapen ulu ni tuah. Pasu-pasu Tuhan ingetlah, Tuhan si perkuah tetap sembahlah.
    2. Kune baban mberat ‘rbanca kam kote, ntah pengajuk doni ‘rbanca kam mbole. Di kecibal geluh bagi la jore, tapi kiniteken ola kal monce. Pasu-pasuNa siingetlah, …
  2. Ertoto menaken Pengogen Kata Dibata
  3. Pengogen Kata Dibata : Habakuk 3:17-19.
    “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi)”
    Renungan :
    Kita bekerja tentunya mengharapkan hasil. Terbayar rasanya jerih payah kita ketika kita mendapatkan hasil yang berlimpah. Sebaliknya, akan terasa menyakitkan bila hasil yang kita harapkan tidak kita dapatkan, malah simpanan yang ada justru terkuras keluar. Inilah yang sudah dibukakan Allah kepada Nabi Habakuk. Akan terjadi penderitaan dalam kehidupan bangsa Israel. Pada saat itu bangsa Israel hidup dalam dunia pertanian dan perternakan. Tetapi pertanian mereka tidak lagi menghasilkan dan ternak yang mereka miliki, yang mereka pelihara, akan terkuras, keluar dari kandang.
    Namun demikian, Habakuk mengingat kedahsyatan kuasa dan kesetiaan Allah. Di katakan dalam Habakuk 3:2, “O, Tuhan, enggo kubegi kai si enggo ibahanNdu, e maka mbiar kal aku. Genduari lakoken lah i bas tahun-tahun kegeluhen kami, perbahanen si mbelin bagi si enggo ilakokenNdu mbarenda. Aminna nembeh pe ateNdu, mekuahlah min ateNdu kempak kami”. Habakuk juga percaya bahwa cara Allah memang misterius dalam menolong umatNya. Habakuk membandingkannya dengan rusa. Seekor rusa tidak memiliki taring, bisa, cakar, tubuh dan tenaga yang besar untuk bertahan hidup. Tetapi seekor rusa memiliki kaki yang lincah yang membuat tubuhnya terasa ringan untuk melompat di bebukitan batu. Tuhan memberikan kaki yang lincah sehingga rusa bisa bertahan hidup. Habakuk yakin bahwa Allah akan memberi cara bagi dia untuk menghadapi beratnya penderitaan hidup ini. Iman yang seperti inilah yang membuat Habakuk dapat beria-ria dalam Tuhan.
    Dengan pemahaman yang demikian kita, juga dapat menjalani kehidupan kita. Dalam situasi yang sulit sekalipun, kita ingat dan kita mengerti bahwa Allah berkuasa atas kehidupan di dunia ini. Tuhan dengan caraNya, memberi kemampuan bagi kita untuk hidup. Jangan hilang kebahagian kita ketika sudah terbayang kesulitan yang melintas dalam kehidupan kita. Kita tetap dapat beria ria, karena kuasa Allah yang dahsyat dan caraNya yang ajaib dalam menolong kita.
  4. Ertoto Kenca Renungen.
  5. Rende KEE GBKP No 329:1
    Tuhan Yesus Penampatku, Ia penalemenku. Kuikutken me dalanNdu, Kam me kegeluhenku. Teneng tetap tendingku, paguh kinitekenku. Lanai lit kebiarenku, tan Tuhan ku me negu.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 2 Juni 2020

  1. Rende KEE No 374:1,2.
    1. Yesus ulu kegeluhenku, Kam me ngenca pengendesenku. Lalap tedeh ate pusuhku, kupehaga Kam bas geluhku. O Tuhan pernehen pusuhku, si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu, kusembah Kam ibas geluhku.
    2. Ku sembah Tuhan Penebusku, si mereken kekelengenNa. Alu tutus reh aku Tuhan ras kerina isi jabungku. O Tuhan pernehen pusuhku, si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu, kusembah Kam ibas geluhku.
  2. Berdoa
  3. Pembacaan Firman Tuhan 2 Korintus 8 : 1-2.
    “Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan”.
    Renungan :
    Melalui pembacaan Firman Tuhan ini kita mengetahui bahwa orang-orang percaya di daerah Makedonia memberikan bantuan padahal mereka sendiri miskin. Pada umumnya, orang mencari apa yang mereka butuhkan dan menyimpannya untuk mencukupi keperluan dirinya sendiri. Setelah merasa aman dengan persediannya, cukup untuk beberapa waktu, baru setelah itu mereka akan menyisihkannya untuk keperluan orang lain. Dalam hal ini berbeda dengan orang-orang percaya di wilayah Makedonia. Dapat dikatakan bahwa persediaan kebutuhan mereka belumlah dalam keadaan aman, masih terbatas, tetapi mereka sanggup memberi bantuan. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa mereka memberi padahal persediaan mereka juga terbatas ?
    Dari pembacaan ini dikatakan bahwa sukacita jemaat Makedonia meluap. Sukacitalah yang mendorong mereka untuk memberi. Mereka tidak meratapi keberadaan mereka, tidak mengutuki situasi yang mereka alami. Mereka menyadari bahwa mereka miskin, tetapi ada sukacita di dalam hidup mereka. Walaupun mereka adalah orang-orang perantau dan miskin, tetapi mereka juga dilayakkan Allah untuk menerima keselamatan di dalam Yesus Kristus. Sukacita karena dilayakkan Allah memperoleh keselamatan di dalam Yesus Kristus inilah yang menjadikan mereka dapat merasakan penderitaan orang lain.
    Dalam situasi saat ini, kita bisa saja merasakan ketidakamanan persediaan kebutuhan kita. Situasi saat ini dapat saja membuat berkurang pendapatan kita. Pada saat berkurang pendapatan, maka akan semakin terasa bertambah besar pengeluaran kita. Namun janganlah keadaan ini membuat emosi kita cepat naik, cepat marah, mengutuki situasi ini. Hendaklah kita tetap mengingat sukacita yang telah kita terima, yaitu keselamatan dalam Yesus Kristus. Kita imani dan jalankan perintah Paulus dalam Pilipi 4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Dengan adanya sukacita ini yang memampukan kita untuk merasakan dan berbagi untuk mereka yang menderita.
  4. Doa setelah Renungan
  5. Rende KEE GBKP No. 296:1
    1. Man baNdu Yesus Tuhanku, kuendesken geluhku. Nggeluh sikeleng-kelengen, nggit si sampat-sampaten. Erbuah Kata ni suan, bas kita anak Tuhan. Erbuah Kata ni suan, bas kita anak Tuhan.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinen

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 1 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 279:1,2
    1. Kam kap Dibatangku, Kam inganku cicio, tegu-tegu aku, begiken pertotonku. Ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
    2. Bere gegeh bangku, mekuah ateNdu min. Labuh kal tendingku, sampatiNdu aku min. ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
  2. Ertoto
  3. Pembacaan Firman Tuhan I Korinti 2:1-5.
    “Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah”.
    Renungan:
    Pada masa anak-anak, remaja atau pemuda kita mungkin pernah mengangan-angankan menjadi manusia super, paling tidak, kita mendambakan memiliki kemampuan di atas kemampuan orang-orang di sekitar kita. Dengan kemampuan seperti ini, kita merasa benar-benar ada, berarti, diperhatikan, dan sungguh-sungguh manusia. Kita menggangap inilah yang menyenangkan kita. Namun seiring perjalanan waktu, kita menyadari bahwa kita harus menerima kenyataan bahwa kita tidak memiliki kemampuan di atas rata-rata. Kita manusia biasa saja, bahkan manusia yang memiliki banyak kelemahan. Bisa jadi, kita merasa memiliki kelemahan dalam hal ketrampilan, kecakapan, fisik, kemampuan, kesehatan dan materi. Padahal kita merasa kita butuh semua itu untuk menghadapi kehidupan ini. Terkadang, kita juga bisa menjadi minder ketika kita melihat orang-orang di sekitar kita yang memiliki kemampuan yang tidak kita miliki.
    Dalam hal ini kita dapat belajar dari pengalaman Paulus, seperti bacaan kita malam ini. Paulus mengakui bahwa dia datang dalam kelemahan dan kegentaran. Dia menerima kenyataan bahwa dia lemah dan gentar. Tetapi dia memutuskan bahwa yang terutama bagi dia adalah iman terhadap Yesus Kristus yang tersalib dan keyakinan akan kekuatan Roh. Demikian juga kita pada saat ini, kita harus mengakui dan menerima kenyataan bahwa kita memiliki kelemahan dan kegentaran dalam menghadapi situasi hidup kita saat ini. Tetapi mari kita ambil keputusan bahwa yang terutama adalah iman terhadap Yesus Kristus dan keyakinan akan kuasa Roh Kudus. Dengan kekuatan Allah kita dimampukan untuk menghadapi kehidupan ini dalam segala kelemahan kita.
  4. Berdoa
  5. Bernyanyi KEE GBKP No. 275:1
    1. Kam Tuhan sekawalku, la lit kebiarenku. Amin gulut ukurku, ernalem tetap baNdu. Galumbang si merawa, jadi ibas geluhku. Lalap aku erpengendes, sabab Kam kap bentengku.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 31 Mei 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 201:1.
    1. Malem ate tuhu-tuhu, si ernalem man baNdu. Kam Dibata si njadiken langit ras doni enda. SalsaliNdu pusuh kami, maka t’rangNdu tergejap. Kalak si tek la kap bene, ban kelengNdu e tetap.
  2. Ertoto Guna Pengogen Kata Dibata.
  3. Pembacaan Firman Allah. Kejadian 41:35-36
    “Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya. Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu.”
    Renungen :
    Bangsa Mesir diperhadapkan dengan 7 tahun masa kelimpahan dan 7 tahun masa kelaparan. Oleh karena itu harus ada seorang yang memimpin untuk mengaturkan agar dalam masa kelimpahan tidak boros sehingga dalam masa kelaparan tetap ada makanan. Allah memberi kebijaksanaan bagi Jusuf untuk memimpin pelaksanaan tugas ini.
    Pandemi covid-19 ini memang mengharuskan kita menata kembali semua prioritas kita. Tuhan Allah memampukan kita untuk mengelola kehidupan kita, seperti Jusuf yang mengelola masa kelimpahan dan masa keleparan.
    Segala berkat Allah yang kita telah terima, haruslah kita tata kembali. Di dalam setiap pekerjaan kita, kita harus menata diri. Hati dan pikiran kita tidak hanya terfokus kepada pekerjaan saja tetapi kita juga harus menata kesehatan diri dan kesehatan keluarga kita. Rencana pengeluaran-pengeluaran yang sebelumnya telah kita buat, kita atur kembali. Kita lebih memprioritas pengeluaran kita untuk kebutuhan hidup sehari hari dan kesehatan kita. Sumber-sumber pemasukan yang selama ini mungkin tidak maksimal kita jalankan, kita kembangkan untuk mendukung pemasukan kita. Yang juga penting adalah menata pemahaman yang sama di tengah-tengah keluarga. Setiap anggota keluarga hendaknya memahami bahwa kita sedang dalam situasi pandemi. Oleh karena itu setiap anggota keluarga menjalankan hidup dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Kita percaya, Allah memampukan kita untuk menghadapi keadaan ini dan kita tetap mendapatkan kecukupan.
  4. Ertoto Kenca Renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 187:1,3.
    1. Gegeh Kuasa Kesah Si Badia, ib’re Tuhan bangku tiap jam. Katawari itemaniNa, iidahNa kai pe si kuban. Perdalanku pe ikawaliNa, setan iblis ipelawesNa. Kuasa doni la ergegeh bangku. Tuhan saja man ikutenku.
    2. Tiap wari Tuhan kap ras aku, pemereNa nge geluhku e. IangkatNa adi guling aku, talukenNa iblis jahat e. malem kal ateku temaniNa, keleng ate dem kap bas Ia. Tah ndekah tah kentisik pe gia, la ateku sirang ras Ia.
  6. Ertoto safaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Bahan PJJ 31 Mei – 6 Juni 2020

Bahan Ogen : Keluaren 34:22; 2 Korinti 9:10-11.
Tema : Pestakenlah Kerja Rani.


Shalom, Mejuah-juah.
Kegeluhen ibas masa perbudaken i Mesir, peristiwa ndarat i Mesir nari, bage pe perdalanen i gurun pasir kenca ndarat i Mesir nari, e jadi peringet-ingeten si mbelin ibas kegeluhen bangsa Israel. Arah peristiwa enda, kalak Israel nandai dingen ngakuken ise kin Dibata e, bage pe bangsa Israel ngakuken dirina sebage bangsa Dibata. Ibas Ulangen 7:7-15, iakuken bangsa enda maka erkiteken keleng ate Dibata me maka Dibata milih bangsa Israel, labo erkiteken teremna. Dibata nginget padanNa nandangi nini-nini bangsa Israel maka Dibata mbebasken bangsa enda ibas perbudaken i Mesir nari. Dibata encidahken keleng ateNa alu ngukum kalak si ernembeh ate man baNa, mereken pasu-pasu, dingen mpedauh pinakit bagi sinialami bangsa Mesir.
Nginget keleng ate Dibata, arah pembebasen i Mesir nari emaka, bangsa Israel pe ngataken bujur. Lit telu perayaan si mbelin guna ngataken bujur kerna keleng ate Dibata enda.
Sipemena eme wari Paskah ras wari Raya Roti la tama ragi. Peristiwa Paskah ngingetken kerna berngi tupung malekat ngelewati rumah kalak Israel guna munuh anak sintua ibas bangsa Mesir. Wari raya roti la tama ragi, ngingetken kerna 7 wari pertama bangsa Israel ndarat i Mesir nari. Duana peristiwa enda irayaken jadi sada. Emaka ibas Paskah, bangsa Israel man roti si la tama ragi.
Sipeduaken wari raya pitu Minggu. Sendalanen ras bahan ogenta Keluaren 34:22, wari raya enda irayaken ibas wari pe50ken (Pentakosta), kenca wari persembahen pungo gandum si pemena (Imamat 23:9-10; 15). Ibas Imamat 23: 22, bangsa Israel pe ipersingeti gelah ola mperani jumana seh ku duru, bage pe gandung si tading olanai iulihi. Kerina enda guna kalak musil ras kalak pertandang. Rikutken Ulangen 16:9-12, wari raya enda igelari Kerja Rani. Kerja rani enda ilakoken alu meriah, raduken anak-anak, suruh-suruhen, kalak Lewi, kalak pertandang, anak melumang, diberu balu-balu. Kerina enda guna ngingetken maka bangsa Israel nai pe budak i Mesir.
Sipeteluken wari raya sapo-sapu. Wari raya enda guna mperingeti bangsa Israel si erlajang i gurun pasir kenca ndarat i Mesir nari janah tading ibas sapo-sapo ( Imamat 23:43).
Ibas teluna perayaan kegeluhen bangsa Israel, tangkas maka enda ilakoken guna nginget dingen ngataken bujur nandangi keleng ate Dibata si enggo nepati padanNa dingen milih bangsa Israel jadi bangsa pilihenNa alu cara mbebasken bangsa Israel ibas perbudaken i Mesir nari.
Ibas Padan Si Mbaru, peristiwa Pentakosta ( wari pe50ken) lit ije makna si mbaru. Rikutken Kitab Perbahanen Rasul-Rasul 2:1 ikataken “asum wari raya Pentakosta”, e nuduhken perayaan Pentakosta kalak Yahudi entah pe Kerja Rani. Erkiteken si e, bagi semalna perayaan keagamaan kalak Yahudi, ibas 3 perayaan si mbelin, maka kalak Yahudi rehen i belang-belang doni ku Yerusalem ( ayat 5). Ibas perayaan wari Pentakosta e me Nusur Kesah Si Badia alu rupa dilah api encinepi sada-sadai kalak si tek man Tuhan Yesus Kristus. Kerina si pulung e dem alu Kesah Si Badia janah ngerana ia ibas cakap si deban, bagi ibere Kesah e ia ngerana (4). Alu kuasa Kesah Si Badia Rasul Petrus ersaksi janah ibas wari e lit 3000 kalak si tek man Tuhan Yesus Kristus. Arah peristiwa enda nuduhken zaman si mbaru. Kesah Si Badia mpengasup ajar-ajar ngerana ibas cakap si deban. E ngatakenca keselamaten e isehken Dibata man kerina bangsa. Lanai terpusat ku bas sada bangsa bagi ibas Padan Si Ndekah. Alu bage, ngataken Nusur Kesah Si Badia labo berarti ope ia nusur ibas wari Pentakosta, Kesah Si Badia la erdahin. Ibas bahan Kotbah Minggu enda saja, Yesaya 63:11-14, icidahken man banta maka Kesah Si Badia erdahin kap. Saja perbedaanna e me ibas Padan Si Ndekah, pendahin Kesah Si Badia terbatas nandangi kalak Israel saja, e pe khusus man kalak si idilo Dibata guna ndahiken dahin si khusus. Tapi ibas Padan Si Mbaru, arah peristiwa Nusurna Kesah Si Badia, kerina bangsa ngaloken Kesah Si Badia. Kesah Si Badia bengket kubas pusuh ukur kalak si tek guna nampati kita. Enda me cikal bakal Gereja si terbuka nandangi kerina bangsa. Kesah Si Badia me sipersadaken kerina kalak si tek.
Penggejapen ibas kiniersadaan enda siilumbaken Paulus man perpulungen Korinti. Ipetetap Paulus ukur kalak Korinti guna nerusken dahin mpepulung penampat man kalak Yerusalem si tantangna enggo turah ibas pusuh kalak Korinti. Ipetetap Paulus ukur kalak Korinti alu ningetken kerna pengepkepen Dibata doni enda. Ia nikapken benih ras pangan man manusia. Dibata si masu-masu kalak si merdang alu ulih si erlipat ganda. Dibata me si erbahanca maka kalak Korinti bayak dingen mereken ukur melumbar mere. Jenari Paulus ningetken kerna ulih penampat si sehken kalak Korinti e alu ngataken maka enterem kalak si ngataken bujur man Dibata erkiteken pemere kalak Korinti e.
Wari Raya pitu minggu entah pe Pentakosta entah pe Kerja Rani ibas kalak Israel ningetken kerna keleng ate Dibata si enggo mbebasken bangsa Israel ibas perbudaken Mesir nari, emaka bangsa Israel pe ibas paksa ia rani la ikerikenna seh ku duru janah lanai mpepulung mulihi gandum si tading-tading ibas juma guna kalak musil dingen kalak pertandang, kita pe ibas mperingeti Nusurna Kesah Si Badia, sigejap maka Dibata me si erkeleng ate man banta. IberekenNa Penampat man banta. Kesah Si Badia ka nge simpengasup kita guna sipenggejapen nampati kalak si deban. Terlebih ibas paksa genduari enda, kerina nge kita terdampak pandemi covid-19 enda. Tapi, marilah asa ngasup gegehta siteruskenlah muat bagin guna si sampat-sampaten. Si ingetlah Kerja Rani guna nampati kalak si deban.
Selamat Nikapken diri ngelakoken Kerja Rani.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan