Renungan Malam 10 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 305:1,2
    1. Tuhan Kam me penampat, ibas geluhku. O Tuhan Kam me cicionku, bas aru ateku. Angin meter, udan meder, Kam me kubunku. O Tuhan Kam me ikutenku, segedang geluhku.
    2. Enterem imbang-imbangku bas pertibi e. Si atena nirangkenku ras Kam kap Tuhanku. Kawali min, cikeplah min, lah la ku bene. O Tuhan Kam me pengarapen segedang geluhku.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Pustaka Si Badia : Ulangan 1:27:30
    “ Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan. Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana. Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka; TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,”
    Renungen
    Ada sebuah film yang bertema “ Change the past to rescue the future”. Yang menarik dari tema film ini adalah adanya kesadaran bahwa saat ini telah terjadi perbuatan yang tidak benar yang dapat mengakibatken terjadinya hal-hal buruk di masa depan. Dan mereka berusaha memperbaiki keadaan ini dengan kembali ke masa lalu. Ini adalah salah satu kerinduan dalam hati kita. Dalam bahasa Karo ada istilahnya, bicara bage min sange, entah labo bagenda jadina. Secara nyata, tentunya kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Apa yang terjadi di masa lalu, tidak bisa diulangi lagi. Kita harus melangkah maju. Kita melangkah maju sambil belajar dari peristiwa-peritiwa masa lalu sehingga kita dapat melanjutkan apa yang baik dari masa lalu dan tidak mengulang kesalahan-kesalahan masa lalu.
    Dalam sejarah perjalanan bangsa Isarel, mereka juga mengalami hal yang sama. Bangsa Israel telah keluar dari Mesir dan mereka tiba di pegunungan orang Amori. Musa mengutus 12 orang pengintai untuk melihat daerah orang Amori. Setelah menerima laporan ke dua belas pengintai itu, bangsa Israel menggerutu. Bangsa Israel menyesali perjalanan mereka. Mereka telah jauh berjalan dan menghadap banyak rintangan, namun akhirnya mereka berhadapan dengan bangsa Amori yang gagah perkasa. Mereka berkata, “Ke manakah pula kita akan maju?” Bangsa Israel ada dalam situasi menyesali masa lalu mereka dan takut menghadapi masa depan yang menghadang mereka. Istilahna, “mulih ningen, enggo mberat, terusken pe mberat kang”. Penyesalan terhadap masa lalu dan ketakutan menghadapi masa depan membuat bangsa Israel tidak lagi mengingat apa yang telah dilakukan Allah bagi mereka di tanah Mesir. Dalam hal ini, Musa mengingatkan dan meneguhkan hati bangsa Israel. Allah akan bertindak seperti Allah yang bertindak membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir.
    Kita harus bergerak maju menggapai masa depan kita. Benar, ada rintangan yang menghadang kita. Kita kuat karena Allah yang berjalan di depan kita. Amin.
  4. Ertoto kenca Renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 331:1,2.
    1. Tegu aku anakNdu, bas perdalan geluhku. ‘Di paksa aku labuh, ambatilah musuhku. Tegu aku, ibas perdalanenku. Kam ngenca ku lebuh, cikepNdu tanku enteguh.
    2. Kam bentengku si paguh, gia musuhku ngupuh. Amin mara reh nderpa, la aku bera-bera. Tegu aku, ibas perdalanenku. Kam ngenca ku lebuh, cikepNdu tanku enteguh.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 9 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP 334:1
    1. Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta Ia si merekenca. Kiniteken pe ras pemetehta, e pe Ia si njujurkenca. Ia kap erbanca kita sangap, tetaplah man Ia kita ngarap. ‘Di reh susah b’reNa serpang pulah, tendi kula mejuah-juah.
  2. Ertoto
  3. Pembacaan Firman Tuhan : Kisah Para Rasul 8:39
    “ Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita ”.
    Renungan
    Di dalam kehidupan ini ada begitu banyak yang tidak kita pahami. Salah satu perjuangan hidup kita adalah mencari pemahaman tentang makna peristiwa yang kita alami. Ketidakmengertian akan membebani kita, membuat kita sulit untuk melangkah. Kita mencari pemahaman agar kita sangggup menerimanya dan pikiran kita tidak lagi dibebani dengan hal-hal yang tidak kita pahami. Pemahaman inilah yang dicari oleh seorang sida-sida. Dalam Kisah Rasul 8, dikatakan sida-sida ini adalah Kepala Bendahara Kandake, Ratu Etopia. Dikatakan bahwa dia dalam perjalanan pulang dari beribadah di Yerusalem. Selaku orang Etopia, tentu dia memiliki kepercayaannya sendiri. Tetapi mengapa dia juga beribadah ke Yerusalem. Apa yang dia cari ?
    Dalam ayat 27-28, bahasa Karo, dikatakan, “guna si e ia enggo ikebiriken”. Harga mahal yang harus dia bayar untuk sebuah jabatan bendahara ratu. Dengan keberadaannya, dia merasa hidupnya tidak berguna lagi, tidak memiliki arti lagi dan tidak memiliki masa depan. Hal ini tercermin dari bacaan yang sering dia baca yaitu tentang biri-biri yang tidak berdaya yang dibawa ke pembantaian. Inilah yang dicari sida-sida itu yaitu apa makna keberadaannya sehingga dia terhibur dan dikuatkan untuk menghadapi masa depannya. Kepada sida-sida inilah, Allah menyuruh Filipus untuk menjumpainya. Dalam perjumpaan ini, Filipus menerangkan tentang Injil Yesus kepadanya. Akhirnya sida-sida ini menerima Yesus Kristus dan memberikan dirinya untuk di baptis.
    Bacaan Firman Tuhan, pada malam hari ini menceritakan tentang akibat yang dialami sida-sida itu setelah menerima Yesus Kristus. Dikatakan, sida-sida itu meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Terjadi perubahan dalam diri sida-sida itu. Sekarang dia memiliki makna, pengalaman yang sama dengan dirinya dan tujuan hidup.
    Kehidupan Yesus Kristus yang kita imani akan menjadi inspirasi dan motivasi yang mengubahkan pemahaman kita terhadap peristiwa hidup ini. Kita menjadikan perjalanan kehidupan Tuhan Yesus untuk menerangi dan membukakan makna penderitaan dan kesulitan hidup yang kita alami saat ini. Dengan demikian, kita tahu Allah mengasihi kita. Demi kasihNya bagi kita, Tuhan Yesus rela memberikan nyawaNya bagi kita. Kita percaya bahwa Allah tetap mendampingi kita dalam menghadapi penderitaan dan kesulitan hidup ini. seberat atau sesulit apapun keadaan kita, kita percaya bahwa kita tidak sendirian melangkah, Allah tetap menuntun kita. Inilah yang menguatkan dan memberi sukacita bagi kita. Amin.
  4. Ertoto
  5. Rende GBKP No.285:1,2.
    1. Kam me O Tuhan pematang g’luhku, Kam empuna tendingku. Tedeh ateku, sikel ukurku rembak tetap min ras Kam. RembakkenNdu aku o Tuhan ku kayu persilangNdu. RembakkenNdu aku, rembakkenNdu lah, ku lebeNdu o Tuhan.
    2. Pegegehilah badiakenlah, aku enda kawanNdu. G’lah paguh aku, tetap ukurku bas nehken peratenNdu. RembakkenNdu aku o Tuhan …
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 8 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 367:1,3.
    1. Kam Tuhan Dibata, Si Mada kuasa, si ‘ngkelini k’rina doni enda. Badia gelarNdu mulia me tuhu. Kupuji gelarNdu bas geluhku. Kam Tuhan Dibata, Si Mada kuasa, si ngkelini k’rina doni enda.
    2. Kam Tuhan Dibata Si Mada kuasa, si petetap ukur kami k’rina. Ajar kami nembah ras muji gelarNdu. ‘Lah metunggung ibas adepenNdu. Kam Tuhan Dibata si mada kuasa, si mpetetap ukur kami k’rina.
  2. Ertoto
  3. Pengogen Kata Dibata : 1 Raja – Raja 19:14-15.
    “ Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku.” Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram “.
    Renungen.
    Dengan perkenaan Allah, Elia berhasil membuktikan kuasa Allah dan mengalahkan nabi-nabi Baal. Kesaksian adikodrati ini, seharusnya membuat Raja Ahab dan istrinya, Izebel, mengakui kuasa Allah dan berserah kepada Allah. Namun sebaliknya, Izebel, justru memaklumatkan untuk membunuh Elia. Keadan ini membuat Elia melarikan diri kepada daerah Yehuda untuk menyelamatkan nyawanya. Elia diliputi oleh keputusasaan. Ketika Allah menjumpai Elia, Elia mengadukan pergumulannya kepada Allah. Elia telah bekerja dengan giat, namun yang dia dapatkan justru ancaman terhadap nyawanya. Lalu Allah. menyuruh Elia kepada tugasnya sebagai seorang nabi Allah.
    Dari perisitwa ini kita dapat melihat jeritan hati seorang yang telah bekerja giat, namun justru mendapat ancaman terhadap nyawanya. Pengalaman yang mungkin pernah terjadi dalam hidup kita. Keberhasilan-keberhasilan yang selama ini kita peroleh tidak mampu menahan kita dari keputusasaan ketika kita mengalami persoalan hidup. Kita lebih terfokus kepada ancaman yang kita alami ketimbang keberhasilan yang telah ditunjukkan Allah dalam hidup kita. Yang menarik dari bacaan kita diatas adalah Allah tetap mempercayakan tugas kenabian itu kepada Elia. Allah tidak membiarkan Elia mengasingkan diri, bersembunyi dan meratapi keadaannya yang seorang diri lagi. Memang terkadang, ketika kita mengalami frustasi, kita merasa lebih baik sendiri, mengurung diri, mengutuki keadaan dan melepaskan tanggungjawab kita.
    Inilah kasih setia Tuhan kepada kita. Allah menyembuhkan kita dengan cara mengeluarkan kita dari persembunyian kita dan tetap memberikan tanggungjawab itu.
    Pengalaman ini mengajarkan kepada kita bahwa berputusasaan, bersembunyi atau tidak percaya diri bukanlah solusi atas persoalan yang kita hadapi. Allah menginginkan kita agar terbebas beban berat itu. Allah menginginkan kita untuk “kembali ke jalan” tugas tanggungjawab kita, ke panggilan hidup kita. Amin.
  4. Ertoto
  5. Rende KEE GBKP No.299:1,3
    1. Ngikut Tuhan kin atendu, person silang. Ola sangsi ola mbiar, ikutkenlah. Persan saja min silangndu ikut terus. Mulia me kal upahndu, tetap tutus.
    2. Kune susah tah mesera, menggengglah. Tuhan Yesus usihenta, ikut gelah. Persan saja min silangndu ikut terus. Mulia me kal upahndu, tetap tutus.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Bahan PJJ 7 Juni – 13 Juni 2020

Ogen : Perbahanen Rasul-Rasul 19:23-29.
Tema : Kembangken Usaha Si Mehuli (Pengembangen Enterpreneuship).
Shalom, Mejuah-juah Perpulungen si nikelengi Tuhan.
Kegeluhen kinitekennta erdampak kubas kerina dampar kegeluhennta. Erkiniteken la saja berhubungan ras tata cara beribadah, tapi ku bas cara kita ndalanken kegeluhennta, termasuk pe ibas kita erdahin.
Payo, gundari enda melala tantangenna ibas kita mengembangken dahinnta, misalna soal ketrampilan, soal modal, soal keramahan dan kesiapan pelayanen, soal relasi, soal strategi usaha, soal lingkungan, soal situasi / kejadin isekelewetta, bage pe soal-soal SARA. Terlebih-lebih ibas masa pandemi virus corona-19 enda, semakin terbatas pendahinnta. Waktunta erdahin, daya beli masyarakat si menurun, si memfokuskan hanya untuk kebutuhan-kebutuhan pokok, tuhu-tuhu berdampak kubas pengembangen usahanta. Kesuliten-kesuliten enda banci saja erbahan kalak lanai ndauh rukur. Ia makeken cara – cara si salah, alu makeken kuasa-kuasa si gelap.
Sada pengalamen sidatken kami tupung erpagi-pagi mbuka kios. Ibas sada wari, ope sekolah, kami mbuka kios. Kenca itata kerina barang binaga, iteruh meja, pas iteruh ingan timbangan biasana siitamaken kami, ijumpai kami me bekas taneh ikurak. Alu la rukur gedang, ibuka kami bekas kuraken taneh e ndai. Ije lit rimo mungkur ras erbage-bage bunga. Arah kejadin e, kepeken ibas rusaha, maun-maun labo gegeh manusia saja si ipake, tapi gegeh kuasa-kuasa si gelap pe ikut erdahin. Mungkin guna memenangkan persaingan usaha, gelah usahana maju dingen saingenna e banci tutup. Man si talu ersaing, enda pe banci jadi godaan man bana erkiteken ia ngidah kemajuan usaha kalak si etehna makeken kuasa gelap. Ibas dampar si deban, lit ka nge si begi berita-berita kerna makeken kuasa gelap ibas erdahin. Misalna, guna ndatken sada-sada dahin entah pe guna naikken jabaten. Enda nuduhken cara-cara manusia erdahin si la sentudu ras kinitekennta selaku kalak Kristen.
Tantangen pe banci muncul arah reh buena kalak si mbuka usaha-usaha si mbaru. Usaha-usaha si bali ras usahanta. Bisa saja munculnya usaha orang lain menjadi alasan yang membuat usaha kita mundur. Tapi mari kita ngidah piga-piga lokasi usaha si usahana sejenis. Misalna, Jl. Merak Jingga si usahana melala erbinaga komputer ras perlengkapenna. Usaha jagung rebus i penatapen, bage perbinaga makanen i Jl. Surabaya. Amin gia bali jenis usahana, e kang nge erbahanca kalak reh ku je. Kalak rukur kerna melalana si man pilihen ibas sada ingan. Jadi labo munculna usaha kalak si deban jadi sada-sadana alasan kemunduren usaha.
E maka la kabo perlu bagi Demetrius bagi ogenta enda ndai. Demetrius merasa terganggu usahanya. Ia erpengakap maka pengajaren Paulus erbahan kemakmuren si sedekah enda idatkenna arah usaha jadi tokoh-tokohen kalak. Erkiteken si e, ia ngajuk jelma si enterem guna erbahan keributen.
Amin gia melala tantangenna, tetaplah kita erusaha dingen mengembangkan usahanta erpalasken kinitekennta. Labo makeken kuasa gelap, entah pe rate nembeh nandangi usaha kalak si deban. La bo ngelakoken perbahanen kejahaten entah pe tindakan kriminalitas. Tetaplah lit semangatta guna erjuang ndahiken dahinnta. Amin gia, genduari enda menurun kal penghasilennta, ula bene ukurta. Tetap tek, Dibata mbukaken dalan man banta. Alu meteruk ukur, ngasup kita mengevaluasi usaha si sedekah enda sidalanken. Banci jadi, kita harus ndarami pengembangen usaha alu erbahan jaringen-jaringen kerjasama usaha. Entah pe, alu usaha si enggo lit, kita menghasilkan ulih si deban. Piga-piga pengusaha konfeksi, mengalihken mesin konfeksi guna erbahan alat pelindung diri. Sedekah enda ia njahit pakaian, genduari enggo jadi penjahit masker. Perjuma mengalihken pendahinna guna nuan-nuan kebutuhan pokok. Entah pe memang kita harus mbuka usaha si mbaru. Amin kita harus mbuka usaha si mbaru ula kita mela. Ula bagi Demetrius si mela ia usahana si enggo makmur dungna icekuraki kalak. Si penting, sikembangken usahanta erpalasken kinitekenta man Tuhan Dibata. Tek kita Tuhan Dibata si mereken gegeh man banta guna erusaha. Firman Allah dalam Mazmur 29:11, “ Tuhan kiranya memberi kekuatan kepada umatNya, Tuhan kiranya memberkati umatNya dengan sejahtera”.
Shalom, Tuhan Dibata si masu-masu pengembangen usahata.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 7 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP 282:1,2
    1. Ku kataken bujur baNdu, o Kam Tuhan Penebus. Aku enggo s’lamatkenNdu arah lias ateNdu. Keleng kal ateNdu aku, simpar kap ngaruhNdu bangku. Lias ateNdu lanai terpilasi, kupuji tep-tep wari.
    2. Tergejap pasu-pasuNdu ibas kegeluhenku. Rejeki arah dalinku, icurcurkenNdu bangku. …
  2. Ertoto guna Ngoge Kata Dibata
  3. Ngoge Kata Dibata: Titus 3:4-8
    “ Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia ”.
    Renungen
    Allah memiliki rancangan dalam menyelamatkan kita. Pembacaan Firman Tuhan ini menyatakan kepada kita bahwa oleh rahmatnya kita dibenarkan supaya kita berhak menerima hidup yang kekal. Dalam kemurahanNya, Allah telah mengangkat kita menjadi anak-anakNya dan memberi jaminan hidup masa depan yang mulia. Inilah yang harus tetap kita ingat dan yakini dalam hidup kita.
    Allah menghendaki agar keselamatan dan jaminan masa depan yang telah kita peroleh itu juga menjadi motivasi, daya penggerak untuk melakukan pekerjaan baik pada masa kini. Apa yang di maksud dengan pekerjaan baik itu ? Pekerjaan itu disebut baik karena memperlakukan orang lain dengan baik. Dalam Titus 2:1-10, Paulus memberi nasehat tentang bagaimana perilaku yang baik dari laki-laki yang tua, perempuan-perempuan yang tua, perempuan-perempuan muda, orang-orang muda dan hamba-hamba. Kasih karunia Allah yang menyelematkan “mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini (Titus 3:12). Kita mengerjakan pekerjaan baik agar kita mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pokok kita dan tidak tergantung kepada orang lain. I Tesalonika 4:12, “ Alu bage, mehamat me bandu kalak si la tek man Yesus Kristus, janah la kam perlu ernalem man kalak si deban kerna keperlunndu”. Dengan pekerjaan itu baik, karena dengan kemandirian yang kita miliki, kita juga dapat membagikan kepada mereka yang berkekurangan. “ Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan” (Efesus 4:28). Dengan melakukan pekerjaan baik maka hal itu berguna bagi semua manusia. Allah menyelamatkan kita bukan hanya untuk masa depan saja, tetapi untuk menjalankan tanggungjawab missioner kita pada saat ini. Amin.
  4. Ertoto Kenca Renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 281:1
    1. Kek’lengen Yesus kempak manusia, desken Dibata engkelengi Ia, kekelengenNa maler kap man banta adi sipakelah pedahNa. Min sikeleng-kelengen kita k’rina, bagi pedahken Yesus bas pustaka. Sababna kai si pindo bas gelarna, ib’re Dibata man banta.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 6 Juni 2020

  1. Rende : KEE GBKP No. 310:1,2.
    Reff. Pujilah min Dibata, puji gelarNa Si Badia. Ibas Kristus ‘nggo si idah Dibata jine si perkuah.
    1. Langit ras doni rendelah, mungkuk erjimpuh nembahlah. Pasu-pasuNa kap mbelin, keleng ateNa la erkerin… Reff.
    2. doni k’rina, suraklah Tuhan Dibata pujilah. Rikut kulcapi ras gendang, sampur meriah la teralang. … reff.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Pustaka Si Badia : 2 Korintus 12:9
    “ Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku ”.
    Renungen.
    Pengalaman kehidupan memang sering mengajari kita bahwa kita senantiasa membutuhkan kekuatan. Di saat kita butuh kekuatan lebih agar kita lebih maksimal mengerjakan tugas-tugas kita, pada saat itu, justru kita mendapatkan rintangan, yang menghalangi pekerjaan-pekerjaan kita. Apalagi, ketika kita menganggap pekerjaan-pekerjaan itu adalah pekerjaan baik, mulia dan benar, kita berharap, seharusnya kita dibebaskan dari masalah. Namun, justru kita mendapatkan masalah. Terkadang hal ini dapat melemahkan semangat kita. Ini situasi yang sangat meletihkan hati dan pikiran kita.
    Paulus pernah mengalami hal ini. Pada saat dia mengabarkan Kabar Baik, dia mengalami suatu penyakit. Dia mengambarkan seperti “duri dalam daging”. Bahkan, dia mengatakan bahwa dia sudah tiga berdoa kepada Allah agar penyakit itu mundur dari dirinya. Tetapi, penyakit itu tetap bertahan dalam dirinya. Tentunya ini merupakan suatu rintangan yang menghalangi dia untuk memberitakan Kabar Baik. Sulit rasanya untuk menerima kenyataan. Namun Allah menjelaskan makna mengapa ada penyakit itu dalam tubuhnya. Pada ayat 7, Paulus mengatakan, “Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, …”. Dengan adanya duri dalam daging itu membuat Paulus terus menerus berharap akan kekuatan dari Allah. Dia mengaminkan, bahwa dalam kelemahannya, justru kuasa Allah menjadi sempurna dalam hidupnya. Karena mengetahui maknanya, Paulus dapat menerima kenyataan itu dan tidak lagi menganggap itu rintangan. Dia memperoleh kekuatan untuk memberitakan Kabar Baik.
    Kita juga, karena tidak memahami makna di balik kesulitan itu, terkadang kesulitan melemahkan semangat kita. Kita memohon kepada Allah agar Allah membukakan kepada kita makna di balik kesulitan yang kita alami. Kita percaya bahwa Allah mengasihi dan memelihara kehidupan kita. Allah tetap menuntun kita untuk mendapatkan kekuatan baru dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup kita. Amin.
  4. Ertoto
  5. Rende : KEE GBKP No. 369:1,2.
    1. O Dibata, Kam pengarapenku, malem kal ateku ibahanNdu. Perban e kupuji Kam Tuhan, rasa lalap seh rasa lalap.
    2. Tuhan, Kam me kecionku. Tupung aku ‘bas kiniseranku. Perban e kupuji Kam Tuhanku, rasa lalap seh rasa lalap.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 5 Juni 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 201:1,4.
    1. Malem ate tuhu-tuhu si ernalem man baNdu. Kam Dibata si njadiken langit ras doni enda. Salsalindu pusuh kami, maka t’rangNdu tergejap. Kalak si tek la kap bene ban kelengNdu e tetap.
    2. Aloken Kamlah o Bapa, kuendesken geluhku. KesahNdu min ngajarisa lah kuteh nembah baNdu. Pasu-pasu min kerina daging, ukur, tendingku. Gelah arah tan ras kata, ipujiNa gelarNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Pustaka Si Badia : 1 Timotius 4:7-10.
    “ Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya ”.
    Renungen :
    Dalam bacaan kita ini, Paulus mengingatkan Timotius untuk latihan beribadah. Mengapa harus latihan untuk beribadah ? Di sekitar kehidupan Timotius beredar pengajaran yang melarang orang kawin, melarang orang makan makanan tertentu. Hal berpantang ini dianggap sebagai melatih tubuh agar tidak tercemar. Inilah yang mereka katakan sebagai ibadah. Menurut Paulus ibadah seperti ini sebagai latihan badani yang terbatas gunanya, hanya untuk saat ini saja. Oleh karena itu Paulus mendorong Timotius melatih dirinya melakukan sesuatu yang berguna untuk hidup saat ini dan untuk hidup yang akan datang, yaitu beribadah. Lalu apa yang dimaksud Paulus dengan beribadah?
    Pada hari minggu pagi, seorang bapak bertemu dengan seorang temannya di lampu merah. Bapak ini bertanya kepada temannya, “Mau kemana kam pagi-pagi seperti ini ? Lalu temannya itu menjawab, “saya mau pergi beribadah di Gereja”. Tidak salah untuk mengatakan kita beribadah di Gereja. Tetapi yang di maksud dengan beribadah tidaklah berarti hanya pergi ke gereja. Beribadah berarti hidup berkenan kepada Allah. Hidup berkenan kepada Allah berarti mempercayakan hati, pikiran, perkataan dan perbuatan setiap hari kita untuk dikendalikan, dipimpin atau diarahkan oleh Allah Tritunggal. Oleh karena itu, memang kita harus melatih diri kita, agar dalam situasi apa pun, hati, pikiran, perkataan dan perbuatan tetap dipimpin oleh Allah Tritunggal
    Pada saat ini, tantangan kita bukan pengajaran sesat tentang berpantang, tetapi kesulitan-kesulitan hidup. Bisa jadi, kesulitan hiduplah yang menjadi pengendali, memimpin dan mengarahkan hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita kepada kecemasan, ketakutan, kekhawatiran, yang pada akhirnya melamahkan iman kita. Oleh karena itu, kita harus berjerih payah dan berjuang agar kita tetap hidup berkenan kepada Allah dalam kesulitan-kesulitan hidup saat ini. Dalam segala situasi, pengharapan kita tetap kepada Allah.
  4. Ertoto
  5. Rende KEE GBKP No. 270:1,2.
    1. Ermengkah ras ertoto, em kege’luhen si payo. Bas Kristus keriahennta, meteruk ukurta. Ibas senang ‘ntah susah kecibal geluhta. Pujilah Tuhan, kataken bujur alu bulat ukur.
    2. Meder udan ras baho, petir gelap ras lenggur. Tumpat ukurku labo, kukataken bujur. Ibas senang ‘ntah susah kecibal geluhta. Pujilah Tuhan, kataken bujur alu bulat ukur.
  6. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan