Khotbah Minggu 5 Juli 2020
Liturgi Ibadah Minggu 5 Juli 2020
Renungan Malam 3 Juli 2020
- Rende KEE GBKP No. 368:1,2
- Si puji Tuhan Dibatanta, kataken bujur baNa. Sabab Ia si merekenca, pasu-pasu man banta. Mbelin ras mulia kekelengen Tuhan ibas doni enda. Ajari o Tuhan kami k’rina anakNdu, naksiken kerina perbahanenNdu.
- Geluh kami meriah tuhu, k’rina si k’rajangenNdu. Sabab kalak si nembah baNdu datken pasu-pasuNdu. Mbelin ras mulia kekelengen Tuhan ibas doni enda. Ajari o Tuhan kami k’rina anakNdu, naksiken kerina perbahanenNdu.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata Ulangan 7:13
“ Ia akan mengasihi engkau, memberkati engkau dan membuat engkau banyak; Ia akan memberkati buah kandunganmu dan hasil bumimu, gandum dan anggur serta minyakmu, anak lembu sapimu dan anak kambing dombamu, di tanah yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu”.
Renungen
Kita hidup dalam dunia yang terus berubah. Kita tidak dapat memastikan apa yang kita hadapi di masa depan. Kita pasti mengharapkan yang terbaik terus terjadi dalam hidup kita. namun, kita juga tidak dapat menghindar dari saat-saat yang tidak menyenangkan dalam hidup ini. Kita menjalani hidup dalam situasi yang seperti ini. Namun demikian, kita mempunyai kekuatan dalam menjalani hidup kita itu.
Allah-lah yang menciptakan dunia ini dengan segala isinya. Dia mengetahui dan mengenal semua ciptaanNya. Dia memelihara seluruh ciptaanNya. Dia mengetahui akhir segala sesuatu. Allah mengenal dan mengetahui ketidakpastian yang dialami manusia dalam perjuangan hidup itu. Allah mengtahui bahwa kita membutuhkan berkat Allah. Oleh karena itu Allah memberikan KasihNya kepada kita. Karena Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu, maka di dalam KasihNya terkandung semua yang kita butuhkan untuk hidup. Dalam KasihNya, Allah memberikan lebih dari yang kita tahu, yang kita butuhkan. Sedangkan kita meminta sejauh yang kita tahu hal itu kita butuhkan. Allah memberikan berkat keturuan agar tetap terjamin keberlangsungan kehidupan hidup manusia di dunia ini. Allah memberikan berkat atas pekerjaan agar kita dapat memenuhi kebutuhan hidup dan menikmati hari-hari yang diberikan Allah kepada manusia. Allah memberikan berkat tempat tinggal agar jerih payah kita mempunyai tempat istirahatnya.
Inilah yang menjadi keyakinan dan kekuatan kita dalam menghadapi perubahan yang terus terjadi dalam kehidupan kita. Walaupun perubahan terus terjadi, tetapi Allah kita tetap. Allah telah memperlengkapi kita untuk menjalani kehidupan ini. Allah tetap mengasihi dan memberkati kita. Kita menetapkan hati, pikiran, tubuh, jiwa dan roh kita untuk menjalani tugas-tugas kita. Kita tidak khwatir sebab kita bersandar pada batu karang yang teguh dalam arus perubahan dunia ini. Amin.
- Ertoto kenca renungen
- Rende KEE GBKP No. 164:1,2
- Batu mamak si nteguh, Kam kubunku si paguh. K’rina gia musuhku, la tergejap man baNdu. Tuhan Yesus ku kebuh, kawaliNdu lah aku.
- Labo perban gegehku, labo ban ulina ka. Tapi ban perkuahNdu, ndilo aku la lah jera. Maka dosa itebus, arah Yesus Penebus.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 2 Juli 2020
- Rende KEE GBKP No. 168:1,2
- Tegu aku o Tuhanku ibas dalan mesera. La lit ngasup ras gegehku, b’re min tanNdu negusa. Roti surga, roti surga, tetap b’reken man bangku. Tetap b’reken man bangku.
- Lau si nggeluh b’re min elah maka aku megegeh. ‘Tah kai jadi bas geluhku, Kamlah arah lebengku. O Tuhanku, O Tuhanku, Kam me kap sekawalku, Kam me kap sekawalku.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata I Raja – Raja 2 : 3.
“ Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,”
Renungen
Kata kewajiban sering kali berkonotasi tidak menyenangkan. Misalnya, saat ini kita wajib memakai masker, wajib menjaga jarak dan wajib mencuci tangan. Hal ini mengindikasikan pengekangan kebebasan kita, menjadi beban tambahan bagi kita. Benarkah demikian ?
Dalam renungan ini Daud mengingatkan agar Salomo menjalankan kewajibannya dengan setia kepada TUHAN, Allah. Yang menjadi kewajiban Salomo adalah hidup menurut jalan yang ditunjukkan Allah, mengikuti ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan Allah. Mengapa Daud mengingatkan agar Salomo melaksanakan kewajibannya dengan setia ? Dikatakan dalam ayat 3 ini, supaya engkau beruntung ( sangap) dalam segala yang kau lakukan dan dalam segala yang kau tuju. Ternyata menjalankan kewajiban dengan setia dapat mendatangkan keberuntungan (kesangapen). Mengapa penting keberuntungan bagi Salomo ? Kewajiban yang dilaksanakan Salomo tidak hanya berdampak kepada dirinya saja tetapi juga berdampak bagi orang lain. Tentunya, sebagai Raja yang akan menggantikan bapaknya, Daud, keberuntungan yang dialami Salomo akan turut berdampak dalam kehidupan rakyatnya, bangsa Israel. Ini sangat penting agar rakyat dalam pemerintahan Salomo merasakan kesejahteraan.
Kewajiban jangan hanya kita lihat sebagai sebuah pengekangan terhadap kebebasan kita. Kewajiban itu seperti sebuah cara yang membentuk kita supaya berkembang. Dengan melaksanakan kewajiban berarti ada yang menjadi pengendali terhadap perjalanan kehidupan kita. Kita sejak dini dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang merusak perjalanan hidup kita. Dengan melakukan kewajiban, kita berusaha memakai semua yang kita miliki agar terlaksana apa yang menjadi kewajiban kita itu. Dengan melaksanakan kewajiban berarti kita ikut bertanggungjawab terhadap kehidupan yang lain. Dengan cara seperti inilah kita melihat kewajiban dalam hidup kita. Termasuk pe ibas ndalanken kai siipedahken Dibata man banta. Kita tidak lagi mengganggap kewajiban melakukan Perintah Allah Dibata sebagai beban tetapi kita merasakan kewajiban itu untuk membimbing kita menuju keberuntungan hidup (kesangapen). Amin. - Ertoto kenca renungen
- Rende KEE GBKP No. 379:1,2
- Tuhan tetap nemani geluhku dingen mereken dalan man bangku. Ernalem gelah tetap ras ertoto man baNa. Tuhan tetap nemani geluhku.
- Tuhan tetap nemani geluhku. Dingen mereken dalan man bangku. Tedeh ate tendingku ngidah kemulianNdu. Tuhan tetap nemani geluhku.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 1 Juli 2020
- Rende KEE GBKP No. 369:1,2
- O Dibata Kam pengarapenku, malem kal ateku ibahanNdu. Perban e kupuji Kam Tuhanku, rasa lalap seh rasa lalap.
- O Tuhan, Kam me kap kecionku. Tupung aku ‘bas kiniseranku. Perban e kupuji Kam Tuhanku, rasa lalap seh rasa lalap.
- Ertoto
- Ngoge Kata Dibata : Yesaya 20:5-6
“ Maka orang akan terkejut dan malu karena Etiopia, pokok pengharapan mereka, dan karena Mesir, kebanggaan mereka. Dan penduduk tanah pesisir ini akan berkata pada waktu itu: Lihat, beginilah nasib orang-orang yang kami harapkan, kepada siapa kami melarikan diri minta pertolongan supaya diselamatkan dari raja Asyur. Bagaimana mungkin kami terluput?”
Renungen
Seseorang menceritakan pengalamannya saat gagal masuk Perguruan Tinggi. Setelah tamat SMA, dia mengikuti ujian masuk perguruan tinggi jurusan D3 Perbankan. Selama ini, dia harus bekerja di sawah di bawah terik matahari setelah selesai jam sekolah. Bayangannya, bila dia lulus D3 Perbankan, maka dia akan bekerja di bank, duduk-duduk dalam ruangan ber-AC, tidak lagi di sawah di bawah terik matahari. Tetapi, ternyata dia gagal masuk jurusan D3 Perbankan. Pada saat itu dia merasa kehilangan harapan. Namun, pada saat ini dia sangat berbahagia dengan pekerjaannya. Mungkin banyak dari kita yang mengalami saat di mana sesuatu yang diharapkan itu tidak terwujud dan sesuatu yang kita banggakan malah mengecewakan kita. Bagaimana rasanya? Tentunya sangat menyedihkan.
Inilah yang dialami bangsa Israel. Mereka mengharapkan pertolongan dari negara Etopia dan Mesir untuk melepaskan mereka dari kekuasaan Asyur. Mereka meyakini kekuatan perang Etopia dan Mesir sanggup mengalahkan kekuatan perang Asyur. Dengan demikian, jika mereka bergabung dengan kekuatan Etopia dan Mesir, bangsa Israel akan bebas dari Asyur. Namun yang terjadi malah bangsa Etopia dan Mesir yang kalah dari Asyur. Hal ini bukan saja mengecewakan tapi juga menakutkan sebab mengancam keselamatan nyawa mereka. Kemungkinannya Asyur akan melakukan tindakan yang lebih keji, lebih menghancurkan bangsa Israel. Di balik pengharapan yang yang memalukan dan menakutkan itu, justru yang terjadi lebih mengherankan mereka. Tanpa bantuan Etopia dan Mesir, bangsa Israel terluput dari Asyur.
Apa yang kita peroleh dalam hidup ini sering mencenggangkan kita. Kita berpikir pekerjaan ini akan menjadi penopang kehidupan kita. Maka ketika pekerjaan itu gagal, kita merasa seluruh hidup kita juga gagal. Namun, pada saat yang seperti ini kita merasa keanehan hidup. Kita mendapati hidup kita masih bisa bertahan, melanjutkan hidup dan mendapatkan sesuatu yang melebihi harapan kita. Ini bukanlah kebetulan atau keberuntungan hidup. Inilah kekuasaan Allah yang tidak terduga. Firman Allah dalam Roma 11:33, “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!” Hal ini yang menjadikan kita tidak berputusasa dalam hidup ini. Kita tetap berpengharapan kepada Allah. Amin.
- Ertoto kenca renungen
- Rende KEE GBKP No. 335:1,2
- Tuhanku si ngaturkenca, Tuhanku si ngajarisa, Tuhanku jadi gurungku, ibas kerina geluhku.
- La lit ngasup ras gegehku, ndalani wari-waringku, tundalenku kap Dibata si perkuah ras erkuasa.
- Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 30 Juni 2020
- Rende KEE GBKP No. 290:1,2
- Labo erkiteken beluhku. Labo erkiteken pentarku. Tapi perbahan penampatndu. Mbelin tergejap bas geluhku.
- Labo erkiteken dahinku. Labo erkiteken pangkatku. Tapi perbahan perkuahNdu. Malem ateku tuhu-tuhu.
- Ertoto
- Pengogen Kata Dibata Pengerana 9:11
“ Lit denga si kuidah i bas doni enda eme : i bas perlumbaan labo lalap si meter kiam si menang, i bas pertempuren labo lalap kalak si megegeh si menang. Labo kalak pentar lalap si jumpa pencarin, janah labo kalak cerdik rusur ndatken kebayaken. Bage pe labo kalak si mbages pemetehna si terberita. Tapi kerina nge kalak banci kena sial”.
Renungen
Sepertinya tidak ada manusia yang menginginkan kegagalan. Manusia berusaha mendapatkan keberhasilan dalam hidupnya. Manusia membuat perhitungan sebaik mungkin dan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Namun sehebat apa pun perhitungan dan kehati-hatian manusia, kegagalan dapat saja terjadi. Ada saja fakto-faktor di luar jangkau perkiraan manusia yang mengakibatkan kegagalan dalam hidup ini. Misalnya, pandemi covid-19 yang terjadi saat ini, benar-benar di luar jangkauan perkiraan kita. Rencana-rencana yang telah kita perhitungkan, keputusan-keputusan yang kita buat dengaan hati-hati, ternyata tidak dapat mencegah berantakannya pekerjaan kita. Inilah yang diungkapkan dalam Kitab Pengkotbah 9:11.
Bacaan kita malam ini memperlihatkan salah satu kenyataan hidup. Kita tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi pada masa depan hidup kita. Kita tidak dapat memastikan apa yang akan kita dapatkan dengan mengandalkan kecepatan, kekuatan, kepintaran, hikmat, kecerdasan dan cerdik. Jangkauan otak kita tidak dapat menghitung semua hal yang turut berproses dalam hidup kita. Kita tidak tahu kapan waktunya kita akan mengalami kegagalan. Ada banyak bahaya yang mengancam dan mengagalkan usaha kita. Jika demikian keadaannya, lalu bagaimana lagi kita menjalani hidup ini ?
Sepintas apa yang dinyatakan dalam bacaan ini dapat saja membuat kita pesimis dalam hidup ini. Kita bertanya, untuk apa kita mengusahakan kecepatan, kekuatan, kepintaran, hikmat, kecerdasan dan cerdik, kalau ternyata kita bisa juga gagal. Apa yang diungkapkan Pengkotbah ini bukannya untuk membuat kita pesimis. Pernyataan membuat kita sadar bahwa manusia adalah mahkluk yang terbatas. Manusia bisa saja gagal dalam hidupnya. Jika kita telah mengerahkan kecepatan, kekuatan, kepintaran, hikmat, kecerdasan dan cerdik, namun kita tetap mengalami kegagalan, inilah kenyataan bahwa manusia makhluk terbatas. Kenyataan ini, justru membuat kita harus memiliki “tempat aman” bila semua itu terjadi. “Tempat” yang dapat membuat kita menerima kenyataan bahwa kita mengalami kegagalan namun kita tetap memiliki semangat untuk terus berjuang dalam hidup ini. Tempat itu adalah persekutuan dengan Allah. Dengan persekutuan dengan Allah kita mampu berserah diri dan menerima kenyataan ini. Persekutuan dengan Allah memberi pengharapan baru bagi kita, bahwa ada kuasa Allah yang tetap bertindak dalam hidup kita. Amin. - Ertoto
- Rende KEE GBKP No. 334:1
- Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta Ia si merekenca. Kiniteken pe ras pemetehta, e pe Ia si njujurkenca. Ia ka psi erbanca kita sangap, tetaplah man ia kita ngarap. ‘Di reh susah b’rena dalan pulah, tendi kula mejuah-juah.
- Dage tetaplah bulat ukurta. Geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia. Gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kel min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kel lupa.
- Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 29 Juni 2020
- Rende KEE GBKP No. 212:1,4
- Perkuah ate si mbelin. Nemani geluhku. Ije me aku erdalin. Teruh perkuahNdu.
- Perkuah ate si mbelin. Si mahan dame e. Bengketi pusuh kami min. ‘Lah kami senang je.
- Ertoto
- Pengogen Kata Dibata Mazmur 63 :7-8
“ Tupung aku tayang i das ingan medemku, kuinget Kam, gedang-gedang berngi rukur aku kerna Kam. Sabab Kam kap si nggo nampati aku, iteruh kabengNdu rende aku perban riahna”.
Renungen.
Sebagai makhluk yang diberikan Allah akal pikiran, maka ada saja yang kita pikirkan dalam hidup ini. Terkadang kita tidak dapat mengendalikan pikiran kita. Ninta ibas ukurta, “ah, lanai gia padah ku ukurken”, tetapi kenyataannya, sampai tengah malam pikiran itu tetap bertahan dalam otak kita. Ketika banyak persoalan membebani pikiran kita, seringkali yang kita lakukan adalah mendaftarkan persoalan-persoalan kita. Kita membayangkan dan menambahkan akibat-akibat yang menyeramkan yang mungkin terjadi bila persoalan itu benar-benar terjadi atau permasalahan itu tidak dapat diselesaikan.
Melalui renungan malam ini, kita diingatkan untuk lebih memikirkan pertolongan Allah dalam hidup kita. Daud mengatakan, “Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau”( Mazmur 63:4) Daud begitu menghargai kasih setia Allah itu. Karena begitu berharganya kasih setia Allah itu, sehingga persoalan-persoalan yang dia hadapi tidak dapat membuatnya lupa akan kasih setia Allah dalam hidupnya. Daud menaikkan puji-pujian bagi Allah. Lebih dari itu, Daud membawa ingatan akan kasih setia Allah itu ke tempat tidur. Sepanjang malam dia memikirkan keajaiban dari kasih setia Allah.
Apa yang dilakukan Daud ini bukan sekedar pengisi waktu di saat mata belum bisa terpejam. Yang dilakukan Daud merupakan cara dalam menghadapi kehidupan ini. Ketimbang kita memikirkan hal-hal yang menakutkan diri kita, yang sebenarnya itu juga masih sebatas reka-rekaan otak kita saja, lebih baik kita memikirkan kasih Allah di tempat tidur kita. Kasih setia Allah yang telah nyata mengasihi perjalanan hidup kita, kita imani bahwa kasih setia Allah itu akan tetap dinyatakannya bagi kita. Dengan mengingat kasih setia Allah, kita punya pengharapan bahwa Allah tetap mengasihi kita. Dengan mengingat dan memikirkan kasih setia Allah maka jiwa, roh dan tubuh kita akan disegarkan. Bangun pagi, tubuh akan terasa segar dan penuh semangat. Sebaliknya, pikiran-pikiran yang menakutkaan akan menguras energi kita, membuat kita lemas dan kehilangan gairah dalam kehidupan ini. Dengan mengingat kasih setia Allah, kita di pimpin untuk lebih mengasihi si pemberi dari pada apa yang diberikan kepada kita. Dengan demikian, apa pun yang menjadi persoalan hidup kita, tidak akan dapat membuat kita lupa kepada Allah. Apakah kita mendapatkan yang kita inginkan atau kita tidak mendapatkan yang kita inginkan, kita tetap mengingat kasih setia Allah. Hal ini membawa kita kepada pengakuan, “kekelengenNdu si tetap ergan asangken kesah”. Amin. - Ertoto
- Rende KEE GBKP No. 388:1,2
- Tupung tayang aku nginget kam, gedang berngi kuukuri Kam, sabab Kam si nampati aku. O Dibata tedeh teku Kam. O Dibata , Kam kap Dibatangku, kudahi tedeh ateku Kam. Mesikel aku nandangi Kam, desken taneh si enggo kerah, bage me muasna tendingku man baNdu Tuhan Dibatangku.
- Sabab Kam si nampati aku, teruh kabengNdu rende aku. ‘di ras Kam meriah ukurku, o Dibata Kam sekawalku. O Dibata , Kam kap Dibatangku, kudahi tedeh ateku Kam. Mesikel aku nandangi Kam, desken taneh si enggo kerah, bage me muasna tendingku man baNdu Tuhan Dibatangku.
- Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Renungan Malam 28 Juni 2020
- Rende KEE GBKP No. 451:1,2.
- Malerlah pasu-pasuNdu, bagi ni padankenNdu. Gegeh ras ukur si paguh tetap ib’rekenNdu. Pasu-pasuNdu em ulu gegeh kami. Enggo kap maler me tuhu si ‘ndemi geluh kami.
- Malerlah pasu-pasuNdu g’luh kami jadi mbaru. Sorana bagi lau maler mpeteneng ukur kami. Pasu-pasuNdu em ulu gegeh kami. Enggo kap maler me tuhu si ‘ndemi geluh kami.
- Ertoto
- Pengogen Kata Dibata Mazmur 12:7
“ Padan TUHAN terteki kap sabab tulen bali ras pirak si nggo pitu kali iane ”.
Renungen
Ibas sada penggejapenna Ayub ngerana nina, “Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar? Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu? Apakah tubuhku dari tembaga?” Penderitaan yang dialami Ayub sungguh luar biasa. Karena beratnya penderitaannya, Ayub sudah mempertanyakan kemampuannya untuk bertahan. Apakah tubuhnya masih kuat untuk menahankan beratnya penderitannya ? Tidak hanya tubuhnya yang dia rasakan tidak kuat lagi, tetapi dia juga sudah merasakan bahwa tidak ada lagi masa depannya. Dia tidak lagi melihat adanya pemulihan terhadap keadaannya sehingga untuk apa lagi bersabar menunggu masa depannya.
Masing-masing kita juga punya pengalaman penderitaan. Dan tiap-tiap kita, mungkin merasa penderitaan kita yang paling berat. Namun, dalam penderitaan itu apakah kita tetap meyakini janji Tuhan ?
Dalam Mazmur 12 ini, Daud menghadapi situasi di mana orang-orang benar sudah habis (1) sedangkan orang-orang jahat sudah merajalela (8). Orang-orang menyombongkan mulutnya dan mengganggap bahwa dengan mulutnya mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan (5). Dalam situasi seperti ini, di mana kejahatan sudah merajalela, Daud tetap punya pengharapan bahwa Kuasa Tuhan akan membungkan mulut yang congkak itu. Daud percaya Tuhan melihat penderitaan orang miskin dan yang tertindas dan memberikan ketenangan kepada yang miskin dan tertindas. Daud meyakini bahwa Tuhan akan melakukan pemulihan itu. Daud yakin karena dalam pengalamannya dia sudah berulangkali menyaksikan bagaimana Allah senantiasa menepati janjinya. Daud mengungkapnya, “bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan…”.
Pengalaman hidup kita juga mengatakan bahwa sejak dari kita dapat mengingat dan merasakan, Kuasa Tuhan-lah yang menopang hidup kita. Berbagai situasi sudah kita lalui di mana Kasih Allah nyata dalam hidup kita. Namun, di saat kesulitan hidup melanda kita, bisa jadi hati dan pikiran terfokus kepada kesulitan itu. Kita lebih memikirkan hal-hal buruk yang dapat terjadi sebagai akibat kesulitan itu. Kita sulit mengingat dan meyakini pertolongan Allah dalam hidup kita. Dalam situasi yang seperti ini, nyanyian Daud meneguhkan kita untuk percaya bahwa janji Allah tetap dapat diharapkan. Syair Lagu Pelengkap Kidung Jemaat 164, “Jalan hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat, namun Kasih Tuhan nyata pada waktu yang tepat. Mungkin langit tak terlihat oleh awan yang tebal, diatasnyalah membusur p’langi kasih yang kekal. Habis hujan tampak p’langi, bagai kasih yang teguh. Dibalik duka menanti p’langi kasih Tuhanmu”. Amin. - Ertoto
- Rende KEE GBKP No. 414:1,2
- ‘Ndiko ulina padan Tuhan e, nandangi k’rina isi jabu pe. Sangap kal jabu si malang baNdu, si nggeluh ngikutken perentahNdu. Kam Dibata si ngkelengi tetap, pasu-pasuNdu simpar tetap.
- ‘Ndiko ulina padan Tuhan e, nandangi k’rina isi jabu e. Sialoken ulih kelatihenta, mehuli me si kerajangenta. Kam Dibata si ngkelengi tetap, pasu-pasuNdu simpar tetap.
- Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan
Bahan PJJ 28 Juni – 4 Juli 2020
Bahan Ogen : I Kronika 26: 29 – 32.
Tema : Ndahiken Dahin Pelayanen (Periodesasi Kepengurusan)
Shalom, Mejuah-juah.
Tema PJJnta minggu enda emekap “Ndahiken Dahin Pelayanen”. Tema enda ipalasken kubas situasi si jadi ibas kegeluhen Raja Daud. Lit dua situasi si jadi ibas pemerintahan Raja Daud.
Si pemena emekap Daud la ibere Tuhan guna mbangun rumah pertoton. Ikataken Ibas 1 Kronika 22 : 6-10, “ Kemudian dipanggilnya Salomo, anaknya, dan diberinya perintah kepadanya untuk mendirikan rumah bagi TUHAN, Allah Israel, kata Daud kepada Salomo: “Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku, tetapi firman TUHAN datang kepadaku, demikian: Telah kautumpahkan sangat banyak darah dan telah kaulakukan peperangan yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab sudah banyak darah kautumpahkan ke tanah di hadapan-Ku. Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan dialah yang akan menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya”. Daud mereken pedah man Salomo ibas Salomo ndahiken dahin e. Nina Daud, “ Erdahinlah guna TUHAN Dibatandu asa ukurndu lit ras tendindu lit…”( I Kronika 22:19).
Sipeduaken eme umur Daud si enggo metua. Ibas 1 Kronika 23:1-2, ikataken, “ Setelah Daud menjadi tua dan lanjut umur, maka diangkatnya Salomo menjadi raja atas Israel. Ia mengumpulkan segala pembesar Israel, juga para imam dan orang-orang Lewi”.
Sinimaksud “pembesar Israel” eme kepala keluarga bangsa Israel ras pegawai sin gurus dahin kerajaan. “ Adapun orang Israel, inilah daftar para kepala puak, para panglima pasukan seribu dan pasukan seratus dan para pengatur yang melayani raja dalam segala hal mengenai rombongan orang-orang yang bertugas dan libur, bulan demi bulan, sepanjang tahun. Setiap rombongan berjumlah dua puluh empat ribu orang”. (1Kronika 27:1)
Sinimaksud imam-imam eme kesusuren Harun, senina Musa. “ Maka semuanya itu haruslah kaukenakan kepada abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya, kemudian engkau harus mengurapi, mentahbiskan dan menguduskan mereka, sehingga mereka dapat memegang jabatan imam bagi-Ku. (Keluaren 28:41)
Sinimaksud orang-orang Lewi eme kalak siitetapken Musa guna nampati dahin imam si jadi kerajangen kesusuren Harun. Turi-turi Musa netapken Kalak Lewi erdahin tersurat ibas Keluaren 32:25-29. “ Maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: “Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!” Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi. Berkatalah ia kepada mereka: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya.” Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu. Kemudian berkatalah Musa: “Baktikanlah dirimu mulai hari ini kepada TUHAN, masing-masing dengan membayarkan jiwa anaknya laki-laki dan saudaranya yakni supaya kamu diberi berkat pada hari ini.”
Bage ibas Bilangen 3:6-9, ikataken, “ “Suruhlah suku Lewi mendekat dan menghadap imam Harun, supaya mereka melayani dia. Mereka harus mengerjakan tugas-tugas bagi Harun dan bagi segenap umat Israel di depan Kemah Pertemuan dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci. Mereka harus memelihara segala perabotan Kemah Pertemuan, dan mengerjakan tugas-tugas bagi orang Israel dan dengan demikian melakukan pekerjaan jabatannya pada Kemah Suci. Orang Lewi harus kauserahkan kepada Harun dan anak-anaknya; dari antara orang Israel haruslah orang-orang itu diserahkan kepadanya dengan sepenuhnya”.
Ibas paksa pemerintahen Daud, kalak si enggo itetapken Musa guna erdahin ibas Kemah Perjumpaan, genduari iaturken Daud erdahin ibas Rumah Pertoton si nandangi ibangun e. Erkiteken si e, Daud netapken pembagian tugas subuk guna peribadahan bage pe pemerintahen.
Ibas bahan ogen PJJnta ikataken pendahin kalak Lewi si deban.
Ibas kesusuren Ishar ndahiken tugas administrasi; muniken surat-surat ras mberesken perkara bangsa Israel.
Ibas kesusuren Hebron eme Hasabia jadi kepala administrasi agama ras perkara-perkara rayat Israel arah Barat Lau Jordan.
Ibas Keluarga Jeria jadi kepala pengurus kerina soal agama ras perkara rayat i Israela arah Timur Lau Jordan.
Arah enda banci si nehen maka kalak si erdahin enda eme kesusuren Harun ras Kesusuren Kalak Lewi.
Ibas kegeluhennta genduari enda, salah sada ulih pendahin Yesus Kristus erbahanca maka kerina kalak si tek enggo bali i adep-adepen Dibata.
Ibas Kolose 3:11, ikataken, “ Dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu”.
Ibas Galatia 3:28, ikataken, “ Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus”.
Ibas I Petrus 2:9, ikataken, “ Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”.
Erkiteken si e maka kerina kalak si tek idilo guna muat bagin ndahiken dahin pelayanen e. Genduari enda, kerina kalak si tek eme si jadi imam-imam Raja, si ipilih Dibata guna meritaken perbahanen-perbahanen Dibata si mbelin. Emaka tugasta eme “ untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”. (Epesus 4:12-13 ).
Bagenda me kita enggo ngaloken hak ras tanggungjawabta guna ndahiken dahin pelayanen e. ibas kita ndahiken dahin e, siingetlah sinikataken Daud man anakna Salomo ibas ndahiken dahin e, nina, “ Erdahinlah guna TUHAN Dibatandu asa ukurndu lit ras tendindu lit…”
Bujur, Selamat Melayani.
Pdt. Tanda Pinem
GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan