Renungan Malam 10 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 373:1,3
    1. Tuhan Kam si nemani aku, kukataken lalap bujur baNdu. Gegeh kuasaNdu benteng geluhku, dame ban keleng ateNdu ras ngaloken pasu-pasuNdu.
    2. Tuhanku si ncukupi geluhku, pemereNdu la terkira bangku. Pendahinku i pasu-pasuNdu, o Tuhan malem me ateku
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 37 : 3 – 7.
    “ Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya”.
    Renungen
    Kita sering menyaksikan atau bahkan pernah merasakan ketidakadilan dalam perjuangan hidup ini. Ada orang yang bekerja dengan tidak jujur dan tipu daya, namun mendapatkan rejeki yang besar. Di pihak lain kita melihat ada orang yang berjuang untuk hidup jujur, namun rejekinya sepertinya tidak muncul-muncul. Melihat atau merasakan hal seperti ini dapat membangkitkan amarah kita. Namun kepada siapa kita mau marah ? Biasanya kemarahan itu berakibat kepada ketidakpercayaan terhadap kata-kata “yang berbuat baik – hidupnya baik, tetapi yang berbuat buruk hidupnya akan terpuruk”. Akibat ketidakpercayaan ini, maka orang itu akhirnya juga melakukan yang buruk.
    Firman Tuhan ini merupakan pengajaran agar kita tetap mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Hasil apapun yang kita dapat, tetap lakukan yang baik. Jangan menyerah dengan hasil yang kita dapat dari perbuatan baik yang kita lakukan. Pekerjaan baik yang kita lakukan jangan terpengaruh dengan hasil besar yang didapat orang yang berbuat jahat. Kita tetap setia pada jalan kebaikan, tidak berpindah jalan. Bergembiralah dengan hasil yang kita dapat. Salah sada syair lagu Karo si berjudul “Kacepe Tangas-Tangasken”, nina, sapo-saponta e nakku, galangna nge kitik, adi isina roncah – oncah ije si atena ngena. Dari syair ini kita dapat memahami bahwa ukuran bangunan rumah bisa di ukur. Walaupun ukuran rumahnya kecil, namun berisi hal-hal yang menyenangkan. Yang terutama adalah kita bisa menyenangkan hati kita dari hasil yang kita peroleh. Kita menikmati apa yang kita dapat dari perbuatan kita. Kita tidak perlu menghitung penghasilan orang yang berbuat curang dan membandingkannya dengan penghasilan kita. Kita berserah kepada Tuhan. Kita percaya bahwa Tuhan melihat dan memberkati yang kita lakukan. Pada waktuNya, Tuhan memberikan apa yang menjadi hak kita. Seperti datangnya terang dan siang, kita meyakini Tuhan pasti menyatakan kebenaran dan memberikan hak kita. Yang terutama adalah nantikan waktu Tuhan.
    Dari renungan ini, kita diingatkan untuk lebih mempeduliken cara kita mengerjakan pekerjaan kita ketimbang menghitung-hitung hasil besar yang diperoleh orang lain dengan tipu dayanya. Kita mensyukuri dan menikmati setiap hasil yang kita peroleh dari pekerjaan baik yang kita lakukan. Amin.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 201:1,4
    1. Malem ate tuhu-tuhu, si ernalem man baNdu. Kam Dibata sinjadiken langit ras doni enda. SalsaliNdu pusuh kami, maka t’rangNdu tergejap. Kalak si tek la kap bene, ban kelengNdu e tetap.
    2. Aloken Kamlah o Bapa, kuendesken eluhku. KesahNdu min ngajarisa, lah kueteh nembah baNdu. Pasu-pasu min kerina, daging, kula, ukur, tendingku, gelah arah tan ras kata, ipujina gelarNdu.
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 9 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 205:1,2.
    1. Rehlah min o Tuhan, sikap kami k’rina ersembah mn baNdu jenda. Nusurlah min Tuhan, bahan sikap k’rina. Ukur kami pe badia. O Bapa, b’re gelah, daten pasu-pasu, kami k’rina enda.
    2. Tuhan Dibata lit bas rumah enda, nembah kita k’rina baNa. Alu kehamaten mungkuklah man baNa, kula, tendi pe kerina. Aloken kataNa ras pasu-pasuNa usekenNa banta.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Amsal 24 : 3 – 4.
    Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.

Renungen
Setiap jaman memiliki keadaan dan tantangannya sendiri. Dalam perubahan jaman ini kita diingatkan tentang manfaat memiliki hikmat dalam mendirikan dan mengembangkan rumah.
Dari bacaan ini, rumah dapat berarti bangunan tapi juga suasana dalam rumah itu atau keluarga. Membangun fisik sebuah rumah membutuhkan perencanaan, pengertian dan keahlian. Terlebih dalam membangun suasana keluarga yang sejahtera, harmonis, menyenangkan, tahan dan kuat dalam menghadapi tantangan hidup, diperlukan hikmat. Dalam hal ini hikmat berarti kemampuan intelektual untuk memahami apa yang dibutuhkan keluarga dan bagaimana mencukupkannya. Suasana keluarga juga dipengaruhi kecukupan material. Di dalam keluarga juga ada aturan moral sebagai pengendali tingkah laku masing-masing anggota keluarga. Kehidupan spiritual juga dipelihara dan menjadi pondasi hikmat setiap anggota keluarga. Rumah yang dibangun dengan hikmat terlihat dari juga dari kemampuan masing-masing anggota keluarga dalam memahami emosinya, mengendalikannya dan menyalurkannya. Hal-hal inilah yang diperlukan dalam membangun suasana keluarga yang harmonis dan sejahtera. Namun demikian, terhadap hal-hal yang sudah dilakukan ini tetap dibutuhkan kepandaian untuk mengembangkannya. Perubahan situasi dan kondisi karena perkembangan jaman, membuat kita harus mengevaluasi semua yang telah kita lakukan itu untuk pengembangan suasana keluarga yang lebih baik lagi. Kita tidak dapat berhenti dengan cara yang sudah ada. Situasi dan kondisi yang berubah membutuhkan kepandaian kita untuk hidup dalam perubahan itu. Dalam situasi pandemi ini, kita mengalami perubahan rencana-rencana, kebiasan-kebiasan, pekerjaan dan penghasilan kita. Kita harus berhikmat dalam mengelola semua perubahan itu, sehingga kita tetap mampu bertahan dan berkembang.
Dengan demikian, dalam segala suasana, kita dapat menikmati setiap berkat yang diberikan Allah kepada kita. Suasana rumah tetap harmonis dan sejahtera. Allah juga memenuhi rumah dengan berkat materi dan anggota dapat menikmati setiap berkat itu. Keluarga yang dibangun dan ditegakkan dalam hikmat menjadi jalan bagi untuk menjalani kehidupan kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 374:1,2
    1. Yesus ulu kegeluhenku, Kam me ngenca pengendesenku. Lalap tedeh ate pusuhku, kupehaga Kam bas geluhku. O Tuhan pernehen pusuhku si ertedeh ate man baNdu. Ku gelem pedah ras padanNdu, ku sembah Kam ibas geluhku.
    2. Ku sembah Tuhan penebusku, si mereken kekelengenNa. Alu tutus reh aku Tuhan ras kerina isi jabungku. O Tuhan pernehene …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 8 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 264:1,2.
    1. Ateku tedeh man baNdu o Tuhan, malem me ateku jumpa si erkuasa. Aku megegeh ‘di ras kam o Tuhan, sabab Kam me kapen ulu sinasana. Kubegi kataNdu, kata tuhu-tuhu keke me ukurku nehken peratenNdu.
    2. Terang kataNdu, nerangi pusuhku, pusuh jadi senang, ergiah geluhku. Gegeh si mbaru, berekenNdu bangku, labo aku talu, meriah ukurku. Kubegi kataNdu…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Amsal 11: 30 – 31.
    Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang. Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!
    Renungen
    Malam ini kita menambahkan satu hal lain yang memampukan kita menjalani kehidupan kita di dunia ini, yaitu perbuatan baik kita.
    Terkadang orang berbuat baik kepada orang lain ketika dia merasa akan langsung mendapatkan manfaatnya. Bila dia merasa perbuatan baik itu tidak akan menghasilkan manfaat bagi dia, maka dia merasa rugi melakukan kebaikan. Lit penungkunen ibas 1 Petrus 3:14, nina, “Ise kin nuhsahi kam adi ergiah-giah ukurndu ndalanken si mehuli?” Enggo me si dat jababenna, emekap “labo ise pe. Meriah nge ukurku ngelakokenca”. Tetapi, sangat menyedihkan apa yang diungkapkan oleh Kuan-Kuanen 14:20, “ Kalak bayak nterem temanna, tapi kalak musil temanna jine pe ernembeh ate man bana”. Sebaliknya, betapa berbahagia bila ini yang terjadi seperti dalam Kuan-Kuanen 14:21, “Adi kemalemen ate sura-surandu, mehulilah man kalak musil”. Kita melakukan perbuatan baik bagi mereka yang menderita. Memang mereka tidak dapat memberi manfaat langsung berupa materi kepada kita. Kita berbahagia ketika kita melihat ada senyum kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka. Tupung kita ngelakoken si mehuli, kita jadi kalak siiteki dingen ihamati kalak. Kuan-Kuanen 14:22, “ Ise ngelakoken si mehuli, iteki dingen ndatken kehamaten…”. Perbuatan baik yang kita lakukan juga mendatangkan kepercayaan dari orang lain, seperti perumpamaan dalam Matius 25:21, “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu”. Perbuatan baik juga akan membangkitkan pujian bagi Allah. Paulus menegaskannya kepada jemaat dalam 2 Korintus 9:12-13, “Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang,”.
    Inilah yang kita maksudkan dengan “Hasil orang benar adalah pohon kehidupan”. Erbuah kemalemen ate ibas dirinta, iteki kalak, ihamati kalak, dingen jadi pujin man Dibata. Pusuh si bagenda ka me si erbahanca kita ngasup ndalani kegeluhennta. Amin.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 238:1,3
    1. Ibas ndalani perdalanen nggeluh, kiniseran pe reh megatti ngupuh, si cengkal ukur ras si mambur iluh, bereNdu teneng gelah banci tunduh. Kesah ras daging rikut pe ras tendi, kempak Dibata k’rina ‘ndesken kami. emaka Kam-lah tetap si ‘ngkawali, ‘lah daging bugis bas medak pe pagi.
    2. Sima-simangku ndeher entah ndauh, lit nge si kote deba ka megegeh. Lit si meriah deba lit nge nderkuh. Bas berngi end kepkep gelah paguh. Kesah ras daging …
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 7 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 348:1,2
    1. Ersembah perlu ibas doni enda. E desken bingke bas kegeluhenta. Ersembah em pedah kata Dibata, pehaga Tuhan bas kegeluhenta.
    2. Isuruh Tuhan ‘lah kita ersembah. Peturah penggejapen si meriah. Kita ‘diloNa ‘lah tutus min gelah. Ngajuk kerina teman reh ersembah.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 85:10-14
    “ Tuhu, Dibata si mulia ringan denga i negerinta, enggo ersikap ngkelini kalak si tutus. Keleng ate jumpa ras ketutusan, dame sidakepen ras keadilen. Kesetiaan manusia nangkih i doni nari, kebujuren Dibata nusur i langit nari. Ibereken Tuhan me kesangapen sampur me asil jumanta. Kebujuren erdalan arah lebe TUHAN, nikapken dalan man baNa”.

Renungen
Siakuken ibas kegeluhenta maka erkiteken keleng ate Dibata nge maka kita lit bagi kita lit genduari enda. Dibata encidahken kekelengenNa arah mereken sahabat-sahabat si erdiate ibas kegeluhenta. Dibata pe mereken pusuh man banta guna ngukuri kekelengen Dibata siisehkenNa man banta. Kai nge sura-sura Dibata ibas nehken keleng ateNa man banta ?
Firman Tuhan yang menjadi renungan kita malam ini memperlihatkan tindakan Allah dalam sejarah bangsa Israel. Walaupun bangsa Israel telah bersalah kepada Allah, tetapi Allah telah mengampuni mereka. Bani Korah melalui nyanyiannya mengungkapkan keyakinannya bahwa kasih setia Allah tetap ada bagi bangsa Israel. Allah siap sedia memberi keselamatan bagi mereka. Ibas ayat 10-14, bani Korah ningetken kerna perbahanen Dibata e, eme engkelini, keleng ate, keadilen ras kebujuren dingen tanggapan manusia. Erkiteken keleng ate Dibata maka keke me ketutusen ukur ibas bangsa Israel. Erkiteken keadilen sinilakoken Dibata maka jadi me dame ibas kegeluhen bangsa Israel. Erkiteken kebujuren Dibata maka turah me kesetian ibas kegeluhen bangsa Israel. Pengkelini, keleng ate, keadilen, kebujuren Dibata e teridah arah kesangapen, sampur me asil juma bangsa Israel.
Arah ende-enden bani Korah enda teridah kai si jadi sura-sura Dibata ibas Dibata nehken keleng ateNa man manusia. Keleng ate Dibata mpekeke kesetian manusia. Kebujuren Dibata nusur i langit nari, kesetian manusia nangkih i doni nari. Enda me si igelari Ibadah. Di dalam ibadah, ingatan kita tentang tindakan keselamatan yang dari Allah dipulihkan. Proses tindakan keselamatan Allah ditegaskan kembali secara baru. Dalam ibadah, kita kembali memulihkan dan menegasken kesetian kita kepada Allah. Beginilah kita lakukan secara terus menerus, berulang-ulang dalam kehidupan kita. Ibadah yang terus menerus kita lakukan akan membangkitkan pengharapan dan ketetapan iman bahwa Allah akan terus melakukan tindakan keselamatan dalam hidup kita.
Kita sudah merenungkan bahwa kita mampu menjalani kehidupan kita karena ada berkat Allah, ada “akar” iman, ada sahabat-sahabat yang menopang, dan Tuhan memberikan hati bagi kita. Malam ini kita merenungkan tentang ibadah. Ibadah juga merupakan jalan berkat Allah untuk menguatkan kita dalam menjalani kehidupan kita. Tindakan kasih Allah membangkitkan kesetiaan dalam hidup kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 302:1,2.
    1. Nginget perkuah Dibata si Mbelin, siisehkenNa man banta kin, ibas kerina dampar kegeluhen, i doni si dem keguluten. Endeskenlah kulanta man Dibata. Kerina si lit ibas geluhta, selaku persembahennta si nggeluh, em persembahen si ngena ateNa.
    2. Sabab bage me arusna kita kin ersembah man Dibatanta si mejin. Si nggo m’reken man banta manusia keg’luhen si mehuli ras badia. Endeskenlah kulanta man Dibata …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 6 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 249:1,3
    1. Ajar aku o Tuhanku, make Kata ras PedahNdu, kueteh payo ras sentudu, kuikukten bas geluhku. Singikut Pedah Dibata, daten me kerembakenNa. Pedah Kata tangkas k’rina, em jadi gelementa.
    2. Kekelengen ni Dibata la ersibar seh man banta. Anem papak gia kita, dalin jera tuduhkenNa. Singikut Pedah Dibata, daten me kerembakenNa. Pedah Kata tangkas…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 139:23-24
    “ Pepayolah aku o Dibata, tandailah pusuhku, uji dingen datkenlah perukurenku. Pepayolah ntah mawen lepak dalan si kudalani, jenari babailah aku arah dalan si tetap rasa lalap”.
    Renungen.
    Di lemari pakaian kita, kita memiliki beberapa pasang pakaian. Ketika hendak pergi keluar, kita akan mempertimbangkan pakaian mana yang harus kita pakai agar sesuai dengan tujuan kepergian kita, orang-orang yang kita temui, dan situasi kondisi tempat itu.
    Seperti sebuah proses, banyak hal yang terlibat dalam perjalanan kehidupan kita. Banyak yang dipertimbangkan dalam mengambil sebuah keputusan. Terkadang hidup tidak sejelas hitam-putih. Ada yang tampak benar tapi ternyata salah. Ada yang kelihatannya salah, tetapi ternyata itu adalah tindakan yang benar. Oleh karena itu kita perlu tetap melihat ke dalam diri kita untuk menilai motivasi, keputusan, tindakan dan hasil tindakan kita itu.
    Inilah yang dilakukan pemazmur. Dia memohon kepada Allah untuk mengenal hatinya, menguji pikiran-pikirannya, agar dia dapat kembali apabila jalannya telah serong. Bagaimana hal ini kita lakukan dalam hidup kita saat ini ?
    Nina Kata Dibata ibas Amsal 20:27, “Ibereken TUHAN man banta pusuh peraten, gelah banci si tandai dirinta jine”. Hati adalah pusat pemikiran intelektual dan emosional yang terdalam dari manusia. Dengan menaruhkan hati itu, Allah memberikan kemampuan kepada manusia untuk masuk ke dalam lubuk hatinya. Kita dimampukan untuk menguji keputusan dan tindakan yang telah kita ambil. Kita diberi kemampuan untuk mengenali bagian yang paling dalam dari diri manusia, termasuk rencana-rencananya, keputusan-keputusannya, kebahagiannya, kesalahan-kesalahannya, kesedihannya, kekhawatirannya dan ketakutannya. Kita tidak dapat menyembunyikan semua itu dari hadapan Allah, sebab Allah-lah yang memberikan hati ke dalam diri manusia. Yang kita lakukan adalah mengakuinya dan mengujinya. Memohon kepada Allah agar menerangi hati kita sehingga kita dapat bersukacita sebab tetap di jalan Allah dan apa bila kita salah, kita tahu untuk memperbaiki diri dan kembali kepada kehendak Allah.
    Dalam beberapa hari ini kita telah merenungkan bahwa perjuangan hidup kita berdasarkan berkat Allah, “akar” iman kepada Allah, dan dukungen sahabat-sahabat kita. Malam ini kita menambahkan hal menguji pikiran-pikiran kita. Perjuangan hidup kita juga ditentukan oleh kesempatan dan kemauan kita untuk menguji pikiran kita. Dalam dunia yang menawarkan berbagai argumen pembenaran atas tingkah laku manusia, kita tetap menyerahkan pimpinan hidup kita kepada kehendak Allah. Tetaplah perjuangan hidup kita di jalan yang dikehendaki Allah. Amin.
  4. Ertoto kenca renungen.
  5. Rende KEE GBKP No. 365:1,4
    1. Kudahi Kam Tuhan Dibatangku, ku penangkih totoku man baNdu. Kukataken bujur ermengkah ukurku, ibas ngaloken perkuah ateNdu. Nggo tangkas peratenNdu bas geluhku, bujur o Bapa nggo malem ateku
    2. AlokenNdu min puji sembahku, begikenlah totoku man baNdu. T’rangiNdu ‘lah min pusuh ras peratenku, kuikutken Kam segedang geluhku. Nggo tangkas peratenNdu.
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 5 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 281:1,2
    1. Kek’lengen Yesus kempak manusia desken Dibata engkelengi Ia. KekelengenNa maler kap man banta adi si pakelah pedahNa. Min sikeleng-kelengen kita k’rina bagi pedahken Yesus bas pustaka. Sababna kai sipindo bas gelarNa, ib’re Dibata man banta.
    2. Ngasamken kesah nggit me kepe Ia, gelah terkelin kita manusia. Dage dalanken si ni pedahkenNa kempak temanta ise gia. Min sikeleng-kelengen …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Keluaran 17:12-13
    “ Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang”.
    Renungen.
    Allah mengetahui bahwa manusia membutuhkan berkat Allah. Manusia mengalami keterbatasan dalam hidupnya, baik dalam kemampuan maupun kepastian masa depannya. Berkat Allah itu dinyatakan Allah dengan memberikan sahabat-sahabat dalam kehidupan manusia. Kita dapat melihat hal ini dalam perjalanan bangsa Israel di padang pasir.
    Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan, bangsa Israel diperangi bangsa Amalek. Untuk melawan bangsa Amalek ini, Musa berbagi tugas dengan Yosua. Yosua langsung berhadapan dengan tentara Amalek, sedangkan Musa, Harun dan Hur pergi ke puncak bukit. Allah memerintahkan Musa agar membawa tongkat yang dipakainya untuk memukul sungai Nil. Maka terjadilah, “ apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek”. (Keluaran 17:11). Dalam situasi ini, tangan Musa menjadi penat. Oleh karena itu Harun dan Hur berinisiatif untuk mengambil batu sebagai tempat duduk Musa, kemudian Harun dan Hur menopang tangan Musa. Demikianlah Yosua dapat mengalahkan tentara Amalek.
    Dari kisah ini kita dapat melihat, bahwa tindakan Musa yang mengangkat tongkat merupakan saluran berkat yang diberikan Allah untuk menguatkan bangsa Israel. Namun demikian, kekuatan berkat yang begitu besar, tidak sanggup ditanggung Musa sendirian. Harun dan Hur datang untuk menopang tangan Musa sehingga Yosua dan tentara Israel dapat memenangkan perang dengan bangsa Amalek.
    Kita juga membutuhkan kehadiran sahabat-sahabat kita untuk mendukung perjuangan kita. Dalam saat senang atau susah, kita juga membutuhkan sahabat-sahabat. Adi tawa pe, kita butuh teman tawa, sebab la ka bo mehuli ada sekalak ngenca kita tawa. Dalam persoalan yang berat, kita juga membutuhkan sahabat-sahabat untuk berbagi cerita tentang persoalan kita. Kita tidak sendirian menanggung beban, ada teman untuk berbagi keberatan. Kita dapat mengeluarkan pikiran berat itu, kita mendapat pencerahan dari diskusi dengan sahabat itu, dan akhirnya kita mendapat kekuatan untuk menghadapi persoalan kita itu. Dalam Amsal 17:17, dikatakan tentang keberadaan sahabat. “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran”. Bersyukur dan berbahagia dengan kehadiran sahabat seperti ini. Cari dan jagalah persahabatan kita. Jalan berkat Allah dapat melalui kehadiran sahabat dalam hidup kita.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No.375:1,4.
    1. O Tuhan ajari kami engkelengi teman kami, si latih kote ras ndele, ngidah p’ratenNa e. Bage kap pedah Tuhanta e, sikeleng-kelengen. Bage kap pedah Tuhanta e, sisampat-sampaten.
    2. O Tuhan pengasup kami, mpegegehi ras nambari kula teman si mesui, gelah tertambari. Bage kap pedah Tuhanta e, sikeleng-kelengen. Bage kap pedah Tuhanta e, sisampat-sampaten.
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Bahan PJJ 5 Juli – 11 Juli 2020

Ogen : Titus 1:1-4
Tema : Mpegegehi Kiniteken Alu Pengajaren.

Shalom, Mejuah-juah Perpulungen Sinikelengi Tuhan.
Penjelasan Kerna Kitab Titus.
Kitab Titus isuratken Paulus. Kenca dung ndahi perpulungen i wilayah Makedonia, Paulus nerusken perdalanenna ku Asia Kitik. Paulus ndilo Titus guna nemani perdalanenna enda. Paulus mentasi Troas ( II Timotius 4:13), Efesus ras Miletus ( II Timotius 4:20) jenari ku pulau Kreta. Piga-piga dekah Paulus ngelayani i pulau Kreta janah nadingken Titus i Kreta. Jenari Paulus nerusken perdalanen ku Akhaia ( II Timotius 4:20). Paulus tading i Nikopolis ( Titus 3:12). Ibas ingan enda me Paulus nulis surat enda man Titus (sekitar tahun 64).
Paulus nuratken surat enda man Titus erkiteken kegeluhen Gereja lenga ratur, subuk kerna organisasina bage pe cara nggeluh perpulungen. Pengajaran lepak pe lit itengah-tengah perpulungen. Paulus nuruh Titus tetap tading i Kreta guna netertibken keadaan enda (Titus 1:5). Ibas Titus 1:5, Paulus nuruh Titus guna ngangkat pertua-pertua ibas tep-tep kuta. I Kreta pe berkembang pengajaren-pengajaren si mabai perbahanen perpulungen pe papak. Emaka Paulus nuruh Titus guna ngajarken kerna lagu langkah si mehuli sue ras pengajaren si payo nandangi dilaki si enggo metua, diberu-diberu si enggo metua, ngajari diberu si nguda denga, ngajari anak perana, bage pe budak-budak. Paulus ningetken gelah perpulungen geluh ibas keleng ate Dibata. Maksud Paulus eme “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini (Tit 2:11-12).

Penjelasen kerna Teks Ogen.
Ibas ayat 1, Paulus ningetken kerna ise ia. Ia mpetandaken dirina sebage persuruhen Dibata, dingen rasul Jesus Kristus. E ngatakenca maka ibas diri Paulus lit tanggungjawab dingen hak guna ngerana man Titus bage pe man perpulungen Kreta. Dahin sinidahikenna eme guna pelayanen nandangi Dibata. Alu penggelaren jabaten e, Titus singaloken surat enda, pe ndatken wibawa ras legitimasi guna ngajarken perpulungen i Kreta. Pengajaren sinipeseh Titus man perpulungen rehna ibas Paulus, persuruhen Dibata dingen rasul Jesus Kristus.
Paulus pe nuriken dahinna. Ia ipilih Dibata dingen isuruh Dibata. guna ;

  • Mpegegehi kiniteken anak-anakNa si terpilih ( Bhs. Indonesia : memelihara iman orang-orang pilihan Allah)
  • Mabai ia e ku si ngena ate Dibata (bhs. Indonesia : pengetahuan akan kebenaran seperti yang tampak dalam ibadah)
    Palas pengajaren enda eme pengarapen kegeluhen si tuhu-tuhu si la erkeri-kerin. Paulus menegaskan maka kegeluhen si tuhu-tuhu e enggo ipadanken Dibata man perpulungen e ope denga lit paksa-paksa. Kata-kata enda isehken Paulus man Titus ras perpulungen gelah perpulungen e tetap nginget dingen nandai dirina selaku kalak si enggo ipilih Dibata. Paulus enggo ngaloken Kata e dingen man bana enggo iendesken dahin guna pembarken KataNa e.

Pengkenaina Erpalasken Tema.
Kalak singgejapken ia enggo iselamatken Dibata, ia pe ertanggungjawab guna ngajarken keselamaten e man kalak sideban. Enda me sicidahken Paulus. Ia mpegegehi kiniteken dingen mabai Titus ras perpulungen ku si ngena ate Dibata sebab man perpulungen nge padan keselamatan ibereken Dibata. Kerna tanggung jawab enda banci si nehen ibas piga-piga dampar.
Sipemena : selaku orang tua, kita pe ertanggungjawab guna mpegegehi kiniteken ras mabai anak-anakta ku si ngena ate Dibata. Mulai kin ibas kitik-kitikna nari (bertin nari) anak-anakta enggo si babai nandai Dibata. Sipetandaken keselamatan man anak-anak arah kebaktian ibas jabunya, si baba ku bas Lakon Peridin Si Badia, ku Sekolah Minggu dingen mereken ukur gelah pusuh anak-anakta ersuruh guna erlajar ngawan.
Sipeduaken : selaku gereja, tetap mpegegehi kiniteken perpulungen dingen mabaisa ku si ngena ate Dibata. Arah dahin-dahin persekutuan, pelayanen ras kesaksin, gereja ngasuhi kiniteken perpulungen. Secara khusus, ibas piga-piga gereja, selain KAKR, ilitken pe PAUD ras TK. Enda pe mereken pengajaren kiniteken man anak-anakta mulai kitik-kitikna nari.

Enda me si banci isehken kami, tambahen bahan PJJnta si enggo lit.
Bujur.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 4 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 386:1,2
    1. Tuhan kap permakan geluhku, maka la kekurangen aku. Itengah mbal-mbal si meratah, geluhku ipesenangkenNdu. O Tuhan Kam penalemenku, temaniNdu ibas dalanku. Tuhu malem ate tendingku, perbahan Tuhan temanku.
    2. Kempak lau si teneng malerna, itegu-teguNa geluhku, pelimbaruiNdu gegehku dalan pinter babaNdu aku. O Tuhan Kam penalemenku …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Jeremia 17:7-8
    “ Tapi kalak si ernalem man bangKu, Kupasu-pasu ia. Ia bali ras batang kayu si turah deher lau maler, uratna njoler seh kempak lau. La aru atena tupung paksa perlego, erkiteken bulungna tetap meratah”.
    Renungen
    Beberapa hari ini kami melihat pucuk-pucuk tanaman di sekitar rumah menjadi layu. Kami berpikir hama apa yang membuat pucuk tanaman itu layu. Kami teringat sudah beberapa hari tidak hujan. Lalu pada sore harinya kami menyiram tanaman itu. Dan pada keesokan harinya, tanaman itu sudah segar kembali.
    Kehidupan manusia sering diumpamakan seperti tumbuh-tumbuhan. Allah telah memberikan potensi kehidupan dalam setiap bibit. Namun bagaimana bibit menjadi besar dan berbuah juga dipengaruhi oleh akarnya. Ketika akarnya langung bertemu dengan batu-batuan maka akar tersebut tidak akan memperoleh “makanan” dan “minuman” untuk pertumbuhannya. Tetapi jika akar bibit itu mencengkaram tanah yang baik, maka akar bibit itu akan meyalurkan “makanan” dan “minuman” bagi tumbuhan itu.
    Dalam Yeremia 17:5-8, diperbandingkan dua jenis cara kehidupan. Ayat 5-6, dikatakan tentang orang yang mengandalkan kekuatan manusia, mengandalkan kekuatannya sendiri, dan hatinya jauh dari pada Tuhan. Mereka ini seperti tanaman yang tumbuh dipadang pasir, tidak dapat menghasilkan yang baik. Sebaliknya, dalam ayat 7-8 disebutkan tentang mereka yang mengandalkan Tuhan. Mereka seperti tanaman yang ditanam di tepi aliran air. Berkat Tuhan itu seperti air yang mengalir setiap saat. Sedangkan urat itu adalah kepercayaan kita yang mengandalkan kuasa Allah. Demikianlah diumpamakan kehidupan orang yang mengandalkan Tuhan. Urat kayu itu mendapatkan “makanan” dan “minuman” dari air yang mengalir setiap saat itu. Dengan demikian, batang kayu itu dapat tumbuh dan berbuah.
    Kita juga dapat memahami fungsi “urat” berdasarkan Lukas 8:15, “Benih si ndabuh ku taneh si mehumur iandingken man kalak si megiken berita e, ibegikenna, ibunikenna ibas ukurna si mehuli dingen tetap, janah megenggeng ia seh erbuah”. Seperti akar tumbuhan yang tumbuh di tepi aliran air, demikianlah kita mendapatkan “makanan” dan “minuman” bagi pertumbuhan hidup kita dengan cara mempercayakan hidup kita kepada Firman Allah. Firman Allah memenuhi hati dan pikiran kita, dan dengan tekun kita menjalankannya sampai akhirnya memperlihatkan buahnya. Inilah jalan kehidupan kita. Berkat Allah turun atas kita dan iman kita naik kepada Allah. Amin.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 202:1,5
    1. Ernalem gelah man Yesus, kula ukur tendingku. Endesken geluhndu baNa, keleng ateNa bandu. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
    2. Ibas picet, kesusahen, mungkuk ku adepenNa. Ola gegeh ipenalem, tapi pasu-pasuNa. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Kerja Rani

“TUHAN kap si mada doni ras isina kerina.
TUHAN kap si mada pertibi ras si nggeluh ije”.
( Mazmur 24 : 1 )
“ TUHAN kap si empuna surga, doni iberekenNa man manusia ”
( Mazmur 115 : 16 ).

Shalom. Mejuah – juah Ibas Gelar Tuhan Yesus Kristus,

Tetap kita ngataken bujur man Dibata, amin gia tahun enda kita erbahan peringet-ingeten Kerja Rani ibas situasi pandemi covid-19. Dibata enggo mereken waktu ras kesempaten man banta guna ndalanken kegeluhenta seh ibas paksa enda. Segedang tahun 2019 enggo silakoken tugas ras tanggungjawabta guna makeken dingen ngelola kegeluhenta. Erbage – bage dahin enggo silakoken, subuk sebagai perjuma, perbinaga, pegawai, pengusaha, ras sidebanna. Kita enggo erdahin janah enggo si dat ulih pendahinnta i babo doni enda segedang tahun 2019. Tapi, menaken bulan Maret 2020, kita ndalani masa pembatasan sosial. Erkiteken si e usahanta, pencariannta ras pendahinta pe lanai banci silakoken bagi semalna. Enterem kalak si ngenanami penurunan entah pe seh ku bas kehilangen penghasilenna. Kuga kita memaknai Kerja Raninta tahun 2020 enda ?

Peringeten Kerja Rani ngingetken man banta kerna kuga kin hubungen Dibata ras kita tinepaNa. Hubungen Dibata ras kita banci sinehen arah turi-turin Dibata nepa langit, doni ras kerina isina. Pustaka Si Badia nuriken maka Dibata kap si nepa langit – doni ras kerina isina ( Kejadin 1:1 – 2: 8). Dibata me si mada kerina tinepaNa e (Mazmur 24:1). Dibata pe enggo mereken man manusia hak ras tanggung jawab guna ngusahai dingen njagai langit – doni ras kerina isina (Kejadin 2: 15; Mazmur 115:16). Ibas perdalinen kegeluhenna, manusia ngelakoken hak ras tanggung jawabna guna ngusahai dingen njagai langit – doni ras kerina isina enda emakap ibas ras guna gelar Dibata. Emaka “penguasaan” manusia nandangi langit – doni ras kerina isina erpalasken “hak pakai”, labo erpalasken “hak milik”. Manusia hanya “pengelola” saja, Dibata tetap “Tuan” taneh-na. Dibata si mada kerina sinasa lit, Ia ka me si mereken pasu-pasu man manusia guna nggeluhken kegeluhenna ( Mazmur 127:2; Kuan-Kuanen 10:22).
Kita enggo dalanken tugas tanggungjawabta segedang tahun 2019 seh ibas paksa enda. Arah Kerja Rani enda me, kita reh man Dibata lako encidahken kai si enggo silakoken ibas kegeluhenta janah kai si enggo dat kita ulihna, amin kuga gia perulihenta genduari enda. Kita reh kuadap-adepen Dibata lako nuduhken, rikutken pasu-pasu Tuhan ibas penggejapen pusuhta, kerna perulihenta. Arah peringeten Kerja Raninta, kita tetap encidahken hubungennta man Dibata, emekap Dibata si “pemilik” janah kita sebagai “pengelola”.

Ibas penggejapennta kerna mbelin-kitikna perulihenta segedang tahun 2019 seh paksa enda, tetaplah kita encidahken ukur meriah iadep-adepen Dibata. Nina ibas Kitab Habakuk 3:17-19, “ Aminna pe batang ara la erbunga batang anggur la lit buahna, aminna pe batang saitun la lit asilna, perjuma la rulih gia, aminna pe biri-biri mate kerina, dingen nggo keri lembu ibas karangna, tetap nge aku eremeriah ukur i bas TUHAN erkiteken Dibata kap si ngkelini aku. TUHAN kap si mereken gegeh man bangku desken nahe belkih, paguh ibahanNa perdalanku; e maka la celus nahengku aminna erdalan pe aku i deleng-deleng si meganjang”. Enda me kegeluhennta kinitekenta, ibas situasi si sulit pe, kita tetap tek maka Dibata mereken man banta kengasupen mentasi baban si mberat e. Enda me dalanna maka kita ngasup ermeriah ukur, termasuk pe kita ermeriah ukur ibas kita nehken persembahennta. Kerna persembahen Kerja Rani isuratken ibas Ulangen 16:10-11, nina, “Kenca bage maka bahanlah Kerja Rani, guna pehaga TUHAN Dibatandu, alu maba persembahen ukur meriah man baNa. Buena rikutken pasu-pasu si iberekenNa man bandu. Ermeriah ukurlah iadep-adepen TUHAN radu ras anak-anakndu, suruh-suruhenndu, ras kalak Lewi, kalak pertandang, anak melumang, ras diberu balu-balu, si tading i kutandu. Lakokenlah e ibas ingan ersembah si sada e”. Emaka ibas peringeten Kerja Raninta, lebe sicidahkenlah keriahen ukurta ibas jabunta. Jenari, ibas keriahen ukurta, kita nehken persembahen Kerja Raninta rikutken penggejapennta kerna mbelin-kitikna pasu-pasu TUHAN segedang tahun 2019 seh ibas paksa enda.

Tambah tolena, ibas peringeten Kerja Rani e kita encidahken :

  • kesetiannta man Dibata. Amin pe melala perbeben geluhta, kita tetap setia ndalanken si ngena ate Dibata.
  • pengataken bujurta man Dibata. Kita tetap ngataken bujur man Dibata rikutken mbelin-sitikna ibas penggejapennta kerna pasu-pasuNa ibas kegeluhenta.
  • pengakunnta kerna jaminen Dibata. Sedekah enda Dibata enggo mereken pasu-pasuNa man banta janah ibas paksa – paksa si reh enda pe tek kita maka Dibata kap sinikapkenca ka ulih peranin man banta. Dibata tetap njayam kegeluhenta.
  • pengendesenta man Dibata. Kita nggeluh labo tergantung kubas ulih pendahin sinibereken Dibata man banta tapi kita bergantung nandangi Dibata si mereken ulih pendahinta e.
  • perhatinnta nandangi kalak si deban. Amin pe kita paksana ngenanami perbeben, tapi kita tetap ngidah, nggejapken perbeben kalak si deban janah radu ras kita si sampat-sampaten.

Erpalasken penggangkaan enda, emaka mari dage si inget dingen siakuken pasu-pasu sienggo isehken Dibata man banta arah pendahinnta si enggo silakoken segedang tahun 2019 seh ibas paksa enda. Silakoken peringeten Kerja Rani enda ibenaken ibas jabunta nari. Sibahanlah percakapen ibas jabunta guna ngginget, ngakui dingen nuriken kerna keleng ate Dibata si enggo sialoken. Kuga gia situasi kegeluhenta genduari enda, Dibata tetap mereken gegeh man banta guna mentasisa. Marilah kita ngenehen kuga pasu-pasu Dibata ibas perdalanen kegeluhen jabunta. Bagenda me maka kita ngasup ermeriah ukur ibas jabunta.
Keriahen ukurta nginget pasu pasu Dibata me jadi penjemba man banta lako nehken persembahen Kerja Raninta. Ibas pusuh-ukur simbagesna nari si totoken persembahen Kerja Raninta tahun 2020 enda alu pengarapen ngenalah ate Dibata nandangi sinilakoken kita enda, dingen terpujilah Dibata arah penembahennta enda kerina.
Dibata si masu-masu kegeluhenta. Amin.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan