Renungan Malam 17 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 377:1,2.
    1. Kuakuken me dosangku i lebe Tuhan. Megati aku lalar bas kegeluhenku. Keleng atendu, pengarapenku. I teruh perkuahNdu malem me pusuhku. Keleng atendu, pengarapenku. I teruh perkuahNdu malem me pusuhku.
    2. Erlebuh aku baNdu o Yesus Tuhanku. Alemi min o Bapa salah ras lepakku. Keleng ateNdu pengarapenku. Tedeh ‘teku ngidah belinna perkuahNdu. Keleng ateNdu pengarapenku. Tedeh ‘teku ngidah belinna perkuahNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 32:2-3
    “ Sanggap kal kalak, adi dosana la itaktaki TUHAN, dingen i bas ukurna pe la lit penipu. Tupung la kuakuken dosa-dosangku, kote aku perban ndehereng aku tep-tep berngi”.
    Renungen
    Dalam sebuah film, dikisahkan seorang yang tidak dapat mendukung kesaksian temannya. Dia tidak dapat mendukung kesaksian temannya, karena merasa dia memang tidak mengetahui apa yang dilakukan temannya itu. Padahal kesaksiannya sangat diperlukan agar temannya itu bebas dari permasalahan. Melihat hal itu, banyak teman-temannya yang menjauhinya. Dia merasa sedih dengan keadaan ini. Namun setelah melalui berbagai periistiwa, akhirnya sahabat-sahabatnya berbaikan kembali dengannya. Dia merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena dia dapat dimengerti, diterima dan dicintai kembali. Perasaan inilah yang dapat kita lihat dari renungan malam ini.
    Pemazmur merasakan kebahagian yang besar ketika dia diampuni Allah. Dia merasakan bahwa Allah tetap mengasihi dan telah mengampuni dirinya. Walaupun untuk sampai kepada pengampunan itu, dia harus melalui perjuangan batin yang berat. Ketika dia berdiam diri, tidak mengakukan dosa-dosanya, dia menipu dirinya sendiri dan dia merasa ada tekanan yang berat dalam hidupnya.
    Sama halnya dengan pengalaman pemazmur, terkadang memang sulit bagi kita untuk mengakukan dosa kita kepada Allah, apalagi mengakukan kesalahan kita dihadapan orang-orang yang telah menderita akibat kesalahan kita itu. Kita sungkan mengakukan dosa kita karena mengganggap perbuatan kita itu benar, wajar-wajar saja dan juga dilakukan oleh banyak orang saat ini. Bisa jadi kita merasa malu dihadapan Allah. Kita tidak dapat menerima kenyataan kita telah jatuh ke dalam dosa. Kita merasa bodoh dan dalam hati kita berkata, “kok bisa ya, aku sampai melakukan dosa seperti itu ?” Atau karena kita merasa tidak ada akibat perbuatan dosa itu, awalnya kita merasa baik-baik saja, akhirnya perbuatan itu terus berlanjut dan kita terjebak dalam perbuatan dosa. Kita berada dalam posisi sulit, dalam situasi kebimbangan. Kita merasa tidak bisa lepas lagi dari dosa itu. Apabila diteruskan, maka semakin nyata dosanya. Tetapi apabila dihentikan, maka akan meninggalkan permasalahan yang lebih besar lagi. Akhirnya dosa itu terus menerus menekan hidup kita.
    Dari pengalaman pemazmur ini, sungguh ada kebahagiaan ketika kita mau mengakui kesalahan dan dosa kita. Kita berbesar hati mengakuinya. Pengakuan dosa ini akan membebaskan batin kita dari tekanan. Pengakuan yang kita katakan di dalam keluarga akan menjadikan hubungan kita menjadi baik kembali. Tidak ada dendam, tidak ada perasaan tidak nyaman ketika bertemu, tidak membuat jarak diantara kita, tidak salah memahami, tidak salah tanggapan, dan tidak salah tingkah. Kita dapat mencegah bertambah besar kesalahan dan dosa. Melalui pengakuan dosa, Allah memberikan kebahagian bagi kita dan melepaskan kita dari tekanan batin. Kita juga mencegah dosa tidak berkuasa atas hidup kita dan melahirkan perbuatan dosa yang lainnya. Amin.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 423:1
    1. Kam nebusi aku Tuhan, Kam mpeteneng tendingku. Tendi si ndube tertaban, ‘teguNdu ku adepenNdu. Malem ateku Bapa, ban keleng ateNdu. Ku puji gelarNdu Bapa, mulia gelarNdu. TeguNdulah aku Tuhan, ibas pusuhku Kam ringan. PetetapNdu aku Tuhan, ‘lah dosa talu ku ban.
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 16 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 338:1,3.
    1. Ulu tuah Kam kusembah, ajar aku megelah. “lah nurihi pujin kami, lalap la ‘rgadi-ngadi. Lias ras keleng ateNdu, jujurkenNdu man bangku. Nteguh paguh, la terundu, kuasa ras muliaNdu.
    2. Pasu-pasu surga nari, kugejap tiap wari. Kepentaren berekenNdu, nehken sura-suraNdu. PakekenNdu lah min aku, jadi persuruhenNdu, jenda aku suruh aku, nehken kekelengenNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 73 : 21 – 24.
    “ Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya, aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaann ”.
    Renungen
    Pada saat-saat yang sulit, kita memembutuhkan kehadiran seorang teman. Teman yang mendampingi kita, memberikan dukungan, membangkitkan semangat kita untuk mengatasi kesulitan kita. Seperti inilah kita merasakan kehadiran Allah. Allah hadir seperti seorang sahabat yang mendukung temannya yang sedang mengalami kesusahan.
    Penderitaan tidak hanya bersifat fisik atau materi semata. Penderitaan juga membawa kita ke dalam pergumulan batin. Kiniseran mabai kita ku bas perbeben pusuh. Enda me sinialaken pemazmur ibas Mazmur 73 enda. Pada satu sisi, dia melihat orang jahat, “lalap reh bayakna, ipesenang-senangna dirina rusur” (Mazmur 73:12). Pada sisi yang lain dia merasakan “ Percuma kujaga diringku bersih, la erguna kusirangken dosa. Tep-tep erpagi-pagi aku iukum, tep-tep karaben aku isiksa”(Mazmur 73:13-14). Sungguh sulit untuk memahaminya. Namun demikian, kita dia masuk ke dalam tempat kudus Allah, pemazmur mendapatkan pencerahan batinnya. Pemazmur memahami bagaimana akhir kehidupan orang jahat. Dengan adanya pencerahan batin, bukan berarti menghilangkan penderitaan. Kiniseran erbahanca kita bagi kalak bodoh. La siangka kuga dalanna maka kita ngenanami kiniseran, kuga ngalakenca, janah kuga kedungenna. Penderitaan hidup tetap ada. Dengan adanya pencerahan batin, kita mendapatkan kekuatan baru untuk menghadapi penderitaan kita. Kita tahu sekarang bahwa Allah berkuasa di dalam dunia ini. Allah dekat dengan kita. Allah hadir dalam hidup kita layaknya seperti seorang teman yang mendampingi kita dalam menghadapi pergumulan kita. Pemazmur merasakan Allah memegang tangannya. Seperti orang yang berjalan tertatih tatih menghadapi beratnya beban hidup ini, Allah memegang tangan kita sehingga kita tetap mampu berjalan. Di dalam kebinggungan kita untuk memahami keadaan kita dan mengambil keputusan, Allah menuntun kita dengan nasehat-nasehatNya. Seberat apapun beban kita, Allah berkuasa menggangkat kita kepada kemuliaan.
    Dari pengalaman pemazmur ini kita dapat memahami bahwa iman bertumbuh dan berkembang menjadi kekuatan dalam hidup kita, ketika kita memperhadapkannya dengan pergumulan hidup kita. Iman mencari jawab atas pergumulan hidup kita. Iman bukan hanya sekumpulan pengetahuan, tetapi juga merupakan kekuatan dalam menjalani penderitaan hidup kita. Amin.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 324:1,2.
    1. Tuhan kap penalemenku, Ia sinjayam geluhku. Ia kap pe sekawalku, la nggo kekurangen aku. Tuhan si mada sinasana, Tuhan saja si pehaga. Muliakenlah gelarNa, mari puji sembah Ia.
    2. Kune jumpa si mesera, kiniteken labo pera. Tetap aku isampatiNa, k’leng ateNa la erleka. Tuhan si mada sinasana…
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 15 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 202:1,2
    1. Ernalem gelah man Yesus kula ukur tendingku. Endesken geluhndu baNa, keleng ateNa bandu. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
    2. Kita k’rina bas geluhta, p’raten daging simbak min. Pindo lebe gegeh baNa maka kita erdahin. Ernalem gelah …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Heber 13:21
    “ Dibata, sumbul kemalemen ate, e gelah si ncukupi keperlunndu guna ndalanken si sentudu ras peratenNa. Janah Dibatalah erdahin ibas kita arah Jesus Kristus gelah kita ngelakoken kai si ngena ateNa. Man Kristuslah kemulian seh rasa lalap”.

Renungen
Doa adalah sebuah pengakuan dan harapan akan Allah. Di dalam doa, kita mengakui kekuasan Allah dan mengharapkan kuasa itu berkarya dalam hidup kita.
Yang menjadi renungan kita ini adalah sebuah doa. Di dalam doa ini kita melihat pengakuan tentang Allah. Allah adalah sumber damai. Allah berkuasa memberikan damai di dalam segala pergumulan hidup kita. Pikiran dan hati kita yang kacau sekalipun, bersama Allah, kita akan mendapatkan kedamaian. Allah memberikan kedamaian dalam diri yang gundah, mendamaikan kita dengan sesama kita.
Doa itu berlanjut kepada pengharapan akan Allah. Di dalam doa ini tersirat sebuah kerinduan untuk melakukan kehendak Allah. Kita berharap maka Allah, sumber kedamaian, akan memperlengkap kita dengan apa yang kita butuhkan untuk dapat melakukan yang dikehendaki Allah. Kita meyakini bahwa Allah mengetahui kerinduan kita dan memberikan apa yang kita butuhkan untuk memenuhi kerinduan kita ini. Ada berkat Allah yang melimpahi kita. ada sahabat-sahabat yang mendukung kita. Allah memberikan hati kepada kita sehingga kita dapat menyelidiki diri kita. Allah memberikan akal kepada kita agar kita memiliki ketrampilan dalam mengerjakan pekerjaan kita.
Allah tidak hanya memberi yang kita butuhkan untuk melakukan kehendaknya. Tetapi Allah bekerja di dalam diri kita, melalui Yesus Kristus. Peristiwa kehidupan Kristus; nubutan tentang diriNya, kelahiranNya, pengajaranNya, mujijatNya, penderitaanNya, kematianNya, kebangkitanNya, kenaikanNya telah menjadi inspirasi, motivasi dan semangat untuk melakukan yang dikehendaki Allah. Ibas Heber 12:3, icidahken kerna kegeluhen Yesus si jadi inspirasi ras motivasi ngalaken kiniseran nggeluh. Nina, “ Ukurilah kuga belinna kiniseran Jesus Kristus ngalaken perlawanen si rehna i bas kalak perdosa nari. E maka ola kitik ukurndu dingen ola kam putus asa”. Penderitaan Jesus Kristus menjadi pendorong bagi kita untuk berjuang menghadapi penderitaan kita. Kita tidak menjadi lemah dan putus asa, karena kita melihat Yesus Kristus yang setia dalam penderitaanNya. Allah bekerja di dalam diri kita dengan membangkitkan iman kita kepada Yesus Kristus.
Dari doa ini, kita juga melihat sebuah ketegasan dari apa yang kita lakukan. Kuasa Allah yang memberi kedamaian, Allah yang memperlengkapi kita dan bekerja dalam diri kita untuk melakukan yang dikehendaki Allah, pada akhirnya, perbuatan itu demi kemulian Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 255:1,3.
    1. Talenta sinib’reken Dibatanta, jadi min erlipat ganda. Tutus ateta ndahiken dahinNa, amin pe mberat tapina ermulia. Kalak si malang man nandangi Tuhan lakap nggit nimbak labo nggit nogan. Maka dahikenlah alu tutus, ola lakoken alu mekarus.
    2. Ersadalah min arihta kerina, make kata ras pedahNa. Gelar ni Tuhan lah tetap ermulia. Ije me t’ridah ibas lagu langkahta. Kalak si malang …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 14 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 177:1,2
    1. Kekelengen ni Dibata, kekelengen badia. Nusur kap ku doni enda, nemani manusia. Yesus Kam me si perkuah, bengeti pusuh kami. AjariNdu kami gelah, ‘lah gelarNdu terpuji.
    2. Usekenlah min KesahNdu sanga m’riah tah susah. Cidahken kekelengenNdu man gelemen kami lah. Yesus Kam arapen kami, kekelengenNdu e tetap. Maka Kamlah teman kami, lalap seh rasa lalap.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Galati 5: 13
    “ Kerna kam o senina-seninangku, kam enggo ipilih Dibata gelah bebas. Tapi jagailah maka ola kebebasenndu e jadi alasen si erbahanca kam ikuasai perukurenndu secara manusia. Tapi berelah maka keleng ate njemba-njemba kam guna si sampat-sampaten”.
    Renungen.
    Suatu kebahagian bila seseorang dikatakan bahwa dia sudah merdeka. Tidak ada lagi yang mengikat, menekan, menindas, membelenggu, atau menguasai dirinya. Lalu setelah merdeka, siapakah yang menjadi pengendali kehidupan orang itu ?
    Dalam pasal 5: 1-16, Paulus mengingatkan bahwa jemaat di Galatia telah dimerdekakan oleh Allah. Ibas Galati 5:1, ikataken, “Kita enggo bebas genduari, sabab Kristus enggo mbebasken kita ! Erkiteken si e tetaplah bagi kalak bebas, janah olanai kam nggit itindih pasangen bagi budak”. Paulus menegaskan bahwa jemaat Galati sudah bebas dari agama Yahudi. Mereka tidak harus lagi menjalankan undang-undang sunat. Jika demikian, apa artinya kalau jemaat Galatia sudah bebas dari agama Yahudi ? Dalam hal ini, ada orang yang memaknai kebebasan itu sebagai bebas melakukan sesuatu yang diinginkan orang itu. Yang menjadi tolak ukur dari “apa yang benar dan apa yang baik” adalah diri orang itu sendiri. Dia merasa berhak melakukan sesuatu hal apabila dia merasa itu baik dan benar. Apakah kebebasan yang seperti yang dimaksudkan Paulus ? Paulus mengatakan bahwa kebebasan labo “ e jadi alasen si erbahanca kam ikuasai perukurenndu secara manusia”. Jangan mendalihken kebebasan yang telah diberikan Allah untuk menjadikan diri sendiri sebagai ukuran tindakan kita. Jika dalam sebuah keluarga, masing-masing anggota keluarga menjadikan dirinya sendiri sebagai tolak ukur tindakannya, maka akan mudah terjadi perseteruan di dalam keluarga itu. Harus ada tolak ukur bersama untuk menentukan prilaku masing-masing anggota keluarga. Apa yang menjadi tolak ukur bersama itu ? Ikataken ibas Roma 6:13, “ Bage pe ola pelepas ringringndu ipake dosa guna ndalanken si jahat. Tapi endeskenlah dirindu man Dibata, bagi kalak si ipekeke i bas si mate nari. Endeskenlah ringringndu guna ipake Dibata ngelakoken si ngena ate Dibata”. Yang menjadi tolak ukur kita, yang telah dibebaskan oleh Yesus Kristus adalah apa yang berkenan kepada Allah. Ibas Galatia 5:6, ikataken, “ Sabab adi ersada kita ras Kristus Jesus, lanai bo jadi soal ersunat entah la ersunat. Si pentingna kal e me erkiniteken man Jesus Kristus janah kiniteken e teridah arah nehken keleng ate”. Yang dikehendaki Allah adalah melakukan kasih. Orang yang telah dibebaskan Allah di dalam Yesus Kristus, tidak lagi menjadikan dirinya sendiri menjadi ukuran tingkah lakunya. Ukurannya bukan lagi aku, bukan dia, bukan kami, tetapi kita bersama. Tindakannya tertuju untuk mengasihi orang lain, untuk kebaikan bersama. Kebebasan yang telah diberikan Kristus Jesus bagi kita menjadi motivasi untuk mengasihi orang lain. Amin.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 402:1,2
    1. Perban kekelengenNdu, tebusiNdu dosangku, alu mambur darehNdu, geluhku jadi mbaru. Asa ngasup gegehku, kuikutken kataNdu. Yesus Kam si perkuah, kupuji ras ku sembah.
    2. Perban kekelengenNdu, ibabaiNdu dalanku, ku dalan kesenangen, gelah aku terkelin. Asa ngasup gegehku…
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 13 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 321:1,3
    1. Si sembahlah min, Tuhan si mbelin, endekenlah min, enden-nden pujin. Tuhan Dibatanta ingan cicio, sembahlah Ia ola kita menggo.
    2. Seh kal ulina penjayamenNdu, terang ras gelap e nuduhkenca. Udan ras lego k’rina kap ndatkenca. Kuasa kekelengenNa mbelin tuhu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 78:4,7
    “ La ateta e sibuniken man anak-anakta, tapi situriken man kesusurenta, kerna kuasa TUHAN ras perbahanenna si mejin, bage pe tanda-tanda kuasa siilakokenNa. … Alu bage, ia pe kerina Dibata ka penalemenna. La ilupakenna perbahanen Dibata, tapi lalap ia patuh man perentah-perentahNa ”.
    Renungen
    Setiap jaman punya persoalannya sendiri. Setiap persoalan membutuhkan tanggapan yang khusus sesuai dengan kebutuhan jaman itu. Persoalan yang terjadi saat ini dapat saja membuat orang lupa akan masa lalu. Mereka merasa persoalan dan jawaban terhadap persoalan itu sudah berbeda. Ada jarak antar generasi. Pengalamen bulang ras nini banci jadi lanai ieteh dingen lanai iakap kempu perlu ras pas guna njabab persoalan kempu genduari enda. Persoalan dingen jababenna banci saja berbeda, tapi si la berubah emekap Tuhan Dibata si tetap hadir ras erdahin njujuri perdalanen kegeluhen manusia. Enda me siisehken Pemazmur enda.
    Pemazmur merasa bertanggungjawab untuk meneruskan berita tentang kekuasaan Allah. Allah dengan kuasaNya telah membebaskan orang Israel dari tanah perbudakan Mesir. Menjadikan mereka sebagai satu bangsa, menuntunnya melewati padang pasir dan tanah bangsa-bangsa lain, dan membebaskan tanah Kanaan untuk dapat ditinggali bangsa Israel. Ini semua karena kuasa dan kebaikan Allah. Pemazmur meyakini bahwa Allah berkuasa, dahulu, sekarang dan sepanjang jaman dan abad. Oleh karena itu pemazmur menginginkan agar generasi-generasi berikutnya tetap mengingat kuasa dan kebaikan Allah itu. Tiap-tiap generasi tidak melupakan kuasa dan kebaikan Allah. Tiap-tiap generasi tetap meyakini kuasa dan kebaikan Allah dan patuh kepada kehendak Allah.
    Dari pengalaman pemazmur ini, kita memahami bahwa sebagai orang yang telah merasakan kuasa dan kebaikan Allah, kita juga harus meneruskan berita tentang kuasa dan kebaikan Allah bagi keturunan kita. Kita meyakini bahwa dengan percaya dan berserah kepada kuasa Allah maka keturunan kita mampu menghadapi persoalan-persoalan hidupnya. Oleh karena itu kita juga bertanggungjawab untuk memperhatikan kehidupan iman generasi penerus kita. Selain membekali keturunan kita dengan berbagai modal kehidupan, kita juga membekali kehidupan keturunan kita dengan iman. Kita meneruskan pengalaman iman itu seperti yang dikatakan dalam Kitab Keluaren 6:7, “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”. Memakai setiap kesempatan untuk membicarakan kuasa dan kasih Allah, ada rutinitas ibadah dalam keluarga kita. Kita tetap bertanggungjawab terhadap pertumbuhan iman keluarga kita. Amin.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 295:1,2
    1. Meriah kal ukurku, m’ritaken gelarNa. Berita kerna Yesus ras keleng ateNa. Meriah kal ukurku nuriken si benar. Peturah kiniteken, ukurku tergintar. Pembarkenlah kataNa, kempak kerina jelma. Kerna Yesus Tuhanta, ras keleng ateNa.
    2. Meriah kal ukurku m’ritaken gelarNa. Ergan kuasa gelarNa asang doni enda. Meriah kal ukurku nuriken man bandu enda b’rita si mbelin si ‘rbanca terkelin. Pembarkenlah …
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 12 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 164:1,2
    1. Batu mamak si nteguh, Kam kubunku si paguh. K’rina gia musuhku, la tergejap man baNdu. Tuhan Yesus ku lebuh, kawaliNdu lah aku.
    2. Labo perban gegehku, labo ban ulina ka. Tapi ban perkuahNdu, ndilo aku lah jera. Maka dosa nitebus, arah Yesus Penebus.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Nehemia 8:10
    “ Genduari mulihlah ku rumah janah man – manlah kam. Rasken panganndu ras anggurndu ras kalak si kekurangen. Sendah e me wari si badia man TUHANta e, e maka ola ceda atendu. Keriahen si ibereken TUHAN man bandu erbahanca kam megegeh ”.

Renungen
Setelah kembali dari pembuangan, pada bulan ke 7 bangsa Israel sudah sampai di kampung halamannya. Mereka meminta Ezra untuk membaca kitab Undang-Undang yang diberikan Tuhan melalui Musa. Setelah mendengar dan mengerti makna pembacaaan Undang-Undang Tuhan maka menangislah bangsa Israel. Mereka berdukacita. Namun Ezra menasehati bangsa Israel untuk tidak menangis dan berduka. Justru Ezra mengatakan hari itu adalah Hari Kudus. Tuhan memberikan sukacita kepada bangsa Israel. Hal inilah yang menjadi kekuatan bagi bangsa Israel.
Dari pembacaan Firman Tuhan ini kita mendapatkan renungan tentang reaksi kita apabila diberitahukan kepada kita tentang kegagalan kita. Bangsa Israel sudah kembali ke Yerusalem, tetapi mereka belum melakukan perayaan yang seharusnya mereka rayakan. Melalui pembacaan itu mereka mengetahui keharusan mereka dalam merayakaan kasih Allah. Mendengar hal itu, akhirnya mereka berduka dan menangis. Kegagalan memang menyedihkan dan dapat membuat kita menangis. Tetapi sebaliknya, pemberitahuan atas kegagalan dapat juga kita tanggapi sebagai masih ada kesempatan bagi kita. Ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Ada kesempatan untuk hidup lebih baik lagi. Hal ini justru mendatangkan sukacita dan kekuatan pada kita. seperti tertulis dalam Amsal 9:8-9, “Kalak si meganjang ukur ula pandang, gelah ula atena nembeh man bandu. Tapi adi icidahkenndu kesalahan kalak pentar tentu keleng atena man bandu. Adi iajarindu kalak pentar, reh pentarna ia. Adi kalak benar iajarkenndu, ertambah-tambah pemetehna”. Hal ini bukan berarti kita senang ketika kita gagal. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita merespon kegagalan dalam hidup ini. Inilah yang kita maknai dari perkataan Ezra. “Mulihlah kam ku rumah janah man-manlah kam. Rasken pangandu ras kalak si kekurangen. Sendah enda wari si badia man TUHANta, e maka ola ceda atendu.” Kegagalan tidak sepenuhnya harus ditanggapi dengan duka, tetapi dapat juga menjadi pendorong semangat dalam hidup kita. Kita bersukacita karena tetap ada pengharapan dalam Allah. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 369:1,2
    1. O Dibata Kam pengarapenku, malem kal ateku ibahanNdu. Perban e kupuji Kam Tuhanku, rasa lalap seh rasa lalap.
    2. O Tuhan Kam me kap kecionku, Tupung aku ‘bas kiniseranku. Perban e kupuji Kam Tuhanku, rasa lalap seh rasa lalap.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 11 Juli 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 311:1,3.
    1. Pujilah tendingku, Puji Tuhan, segedang-gedang geluhku. Ateku ersembah rasa lalap, ban keleng ateNdu tetap. IjujuriNdu geluhku. Dage ku puji Kam Tuhan. Haleluya, haleluya.
    2. Kam me kap O Tuhan Penampatku, malem kal ateku banNdu. IbegeikenNdu kap pertotonku, sabab setia Kam tuhu. Kam kap si nepa k’rinana, Kam me tetap si njayamsa. Haleluya, haleluya.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 147:1
    “ Pujilah TUHAN ! Andiko ulina rende muji Dibata; andiko senangna ras bujurna muji Ia ”.
    Renungen.
    Ibas berngi enda, sibegiken sada bagin pustaka si badia si ndilo kita guna reh muji Dbata. Pemazmur memperlihatkan 3 alasannya sehingga mengajak kita untuk memuji Allah.
    Yang pertama bermazmur bagi Allah kita itu baik. Ketika kita bermazmur hal itu berarti kita memberikan waktu kepada diri kita untuk menyelidiki, mengingat, memahami dan mengakui kasih Allah. Memimpin kita kepada kesadaran diri bahwa hidup ini adalah anugerah kasih Allah. Inilah yang didoakan Paulus kepada Allah tentang jemaat Efesus dalam Efesus 3:18-19, “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah”. Dengan demikian kita menjadi pribadi yang rendah hati, berserah dan berharap kepada Allah.
    Dengan mempergunakan waktu untuk mengenal kasih Allah, kita dapat menghindarkan diri kita dari jerat akal iblis. Kita dapat mempergunakan waktu kita untuk melakukan apa yang dikehendaki Allah. Paulus juga mengingatkan jemaat Efesus dalam memakai kesempatan yang ada. Firman Tuhan dalam Efesus 5:15-17, “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
    Yang kedua bermazmur bagi Allah itu indah atau senangna. Kita mengakui bahwa hidup kita adalah anugerah Allah. Dengan bermazmur kita mengungkapan isi hati kita yang dipenuhi ucapan syukur. Kita merasa berbahagia memuji Allah karena kita terlebih dahulu telah merasakan kebahagian dari Allah. Selain itu, irama dan syairnya juga masuk ke dalam lubuk hati kita, menyentuh perasaan kita. Dengan bermazmur bagi Allah maka pikiran dan perasaan kita disentuh hal-hal yang rohani. Jiwa kita disegarkan kembali.
    Yang ketiga bermazmur bagi Allah adalah layak atau bujur. Kita yang telah merasakan kasih anugerah Allah dalam hidup kita, maka sudah seharusnya kita mengucap syukur kepada Allah. Nina ibas Mazmur 30:12-13, “Kendelenku enggo isalihkenNdu jadi keriahen, e maka landek-landek aku alu meriah. E maka la aku nggit sinik, kuendeken puji-pujin man baNdu. TUHAN Kam kap Dibatangku, lalap kukataken bujur man baNdu!” Kalak bujur ngataken bujur nandangi kebujuren Tuhan.
    Sisikapken dage dirinta guna reh muji Dibata arah kebaktin Minggu wari si pepagi. Sigargari pusuh ukurta guna nginget dingen penanam-nanam kiniulin Tuhan e. Amin.
  4. Ertoto kenca renungen
  5. Rende KEE GBKP No. 217:1,2
    1. Meriahlah ukurta mujikenca, Dibata Raja mblin si mulia, peb’linken min gelarNa si Badia, ban Ia ngerajaisa sinasana. Maka bujur nge Dibata man pujin, nai-nai nari genduari seh pagin. Ban tandaiNa kita k’rina si suin, sembah Ia me madin.
    2. Dagena mari pujilah Dibata, si inget min kerina pemereNa. ‘Lah tetap ras megegeh pe tendinta, mehuli me jadina k’rajang jelma. Maka bujur nge Dibata …
  6. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan