Renungan Malam 5 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 165:1,2.
    1. Bas IA ngenca lit kepe kek’lengen si mbelin. Yesus tersilang seh mate ‘lah aku terkelin. Tetap ukurku, tek aku baNa. Keleng ateNa mbelin kuasaNa. IA njayamsa geluhku k’rina malemna dir as IA.
    2. Man baNa ernalem dage, begiken KataNa. ‘Di meriah tah gulut pe, tetap temaniNa. Tetap ukurta, tek ..
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Keluaran 31:12-13.
    “ Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.”

Renungan

Di dalam perjalanan setelah dibebaskan Allah dari tanah perbudakan Mesir, bangsa Israel dipersiapkan Allah menjadi satu bangsa yang khusus bagi Allah. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk memelihara hari Sabat. Makna hari sering dihubungkan dengan waktu perhentian atau istirahat. “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.” (Keluaran 20:8-10) Peringatan hari Sabat juga dihubungkan dengan penciptaan. “Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” (Keluaran 20:11). Namun dalam pasal 31 ini, hari Sabbat diperingati sebagai sebagai tanda dan pengakuan ikatan perjanjian Allah dengan bangsa Israel. Allah adalah pencipta langit dan bumi. Segala bangsa adalah ciptaan Allah tetapi Allah mengkhususkan satu bangsa pilihannya, bangsa yang dikuduskan bagi Allah. Allah menjadi Allah bangsa Israel dan Israel menjadi umatnya. Dikatakan dalam kitab Keluaran 19:5-6, “ Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.” Dengan memelihara hari Sabbat, hal itu menjadi tanda yang terus menerus diulang-ulang untuk menjadi peringatan bagi bangsa Israel akan perjanjian Allah dengan bangsa Israel.
Demikianlah kita merayakan ibadah minggu kita agar kita terus menerus diingatkan tentang jati diri kita dan hubungan kita dengan Allah. Allah telah menyelamatkan kita dan memberikan anugerah keselamatan bagi kita. Kita ini adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.” (Galatia 3:27). Dengan demikian, kita adalah milik Kristus yang berhak menerima janji Allah. “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.”(Galatia 3:29). Inilah jati diri kita, yaitu milik kepunyaan Allah yang berhak menerima janji Allah. Kita beribadah pada hari minggu agar kita terus menerus diingatkan tentang jati diri kita. Dengan mengingat jati diri kita, kita tidak akan tersesat, khawatir dan bimbang dengan berbagai macam persoalan hidup kita. Kita memiliki keteguhan hati dalam menghadapi persoalan hidup kita sebab kita menyadari dan yakin bahwa kita ini adalah milik Allah yang berhak menerima janji Allah.
Kita persiapkan tubuh, hati, pikiran, jiwa dan iman untuk memelihara ibadah minggu kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 221:1,2.
    1. Pesikaplah ukurta adi ndahi Dibata. Pusuh si serbut si lit bas kita endeskenlah man baNa. Ban IA si mereken pengadin makana kita dorek min terkelin, ‘di Yesuslah sibahan man temannta e tentu malem kal ateta.
    2. Pesalanglah pusuhta, adi nembah man baNa. Pusuh si gulut, si ndongkelisa, totokenlah ku IA. Ban IA si mereken…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 4 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 263:1,2.
    1. Adi kuidah ampar bintang terang, ras sora lenggur guntar kubegi. O Tuhanku ije ukurku mamang, ngidah b’linna k’rina tinepaNdu. Maka pusuhku e pehaga Kam, mbelin me Kam o Tuhanku. Maka pusuhku e pehaga Kam. O Tuhanku mehaga Kam.
    2. Tuhanku, di k’rina e kuukurken, perkuah ‘teNdu nebusi aku. Tuhan me kap man bangku nggo ib’reken, alu dareh Yesus si badia. Maka pusuhku e pehaga Kam…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata

Renungan

Dalam Mazmur ini, kekuataan TUHAN Allah tidak dinyatakan melalui pembebasan yang dilakukan Allah terhadap umatNya dari tanah Mesir, tidak melalui Firman Tuhan, seperti di lakukan Allah di gunung Sinai, atau melalui penggangkatan raja pilihan Allah. Kekuataan Allah justru dinyatakan melalui kuasa Allah atas kekuatan alam. Salah satu kekuatan alam itu dapat kita lihat melalui badai petir di lautan.
Seperti gambar ini, badai memiliki kekuatan yang dahsyat. Kekuatan petir dari atas, kekuatan laut yang bergelora benar-benar memiliki daya penghancur. Lautan yang bergelora diterpa badai petir tidaklah menjadi tempat hidup yang baik bagi manusia. Dalam situasi ini, tidak ada tempat aman bagi manusia untuk berlindung.
Namun bagi pemazmur, kekuatan badai petir itu ada di bawah kuasa Allah. Dikatakan dalam ayat 3, “Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar.” Pemazmur meyakini kekuatan Allah berada di atas kekuatan badai petir ini. Kekuataan Allah atas alam itu, kekuataan itu jugalah yang diberikan kepada umatNya. Kekuataan yang mampu mendatangkan sejahetera. Bila kekuatan badai petir itu menghancurkan kehidupan, namun kuasa kekuatan Allah justru mendatangkan kesejahteraan bagi umatNya.
Hal inilah yang diyakini pemazmur. Oleh karena itu pemazmur mengajak segenap umat untuk memuji Allah. Dikatakan dalam Mazmur 29 : 2, “Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!”
Melalui kesaksian pemazmur ini, kita tidak hanya kagum, hormat dan takut akan kekuatan kuasa Allah, tetapi juga menjadi penghiburan bagi kita untuk menjalani kehidupan kita. Kekuataan kuasa Allah-lah yang menjadi kekuatan yang mendatangkan kesejahteraan bagi kita. Di dalam situasi badai kesulitan hidup sekalipun, kita meyakini Allah berkuasa atas badai kesulitan hidup ini. Allah tetap berkuasa mendatangkan kesejahteraan bagi kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 201:1,2.
    1. Malem ate tuhu-tuhu si ernalem man bandu, Kam Dibata sinjadiken langit ras doni enda. SalsaliNdu pusuh kami, maka t’rangNdu tergejap. Kalak si tek la kap bene, ban kelengNdu e tetap.
    2. Matawari, bulan, bintang, Kam nepasa jadi t’rang. Doni enda dem isina, labo kai pe si kurang. K’rina si erkesah gia, nggeluh i doni enda. bagi si ngerana nina : “ Kam Tuhan si madasa.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 1 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 249:1,5.
    1. Ajar aku o Tuhanku, make Kata ras PedahNdu. Kueteh payo ras sentudu, kuikutken bas geluhku. Singikut Pedah Dibata, daten me kerembakenNa. Pedah Kata tangkas k’rina em jadi gelementa.
    2. Mata ukur nare baNa, gelah peratenNa siangka. Adi g’luhta ikepkepNa, tentu malem kal ateta. Singikut Pedah Dibata…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata : Lukas 5:36
    “Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: “Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.”

Renungen.
Allah telah memberi hikmat bagi setiap kita. Dengan hikmat itu, kita mencoba memahami dan memilih mana tindakan-tindakan yang ‘masuk akal’ bagi kita.
Unsur ‘kemasuk-akalan’ merupakan salah satu pendorong bagi kita untuk bertingkah laku. Kita mau melakukan tindakan itu karena bagi kita tindakan itu masuk akal bagi kira.
Melalui perumpamaan ini, Yesus membuat suatu perbandingan yang masuk akal untuk menjelaskan tindakan yang dilakukan murid-muridNya. Ya, jelas tidak masuk akal apabila ada orang yang merobek baju barunya untuk dijadikan kain penambal pada baju yang sudah tua. Jika ingin menambal, ya, paling tidak orang mencari pakaian yang sama tuanya, dicari bagian yang masih terpakai, dikoyakkan dan dijadikan penambal. Atau logikanya, jika ada pakaian baru, mengapa mengoyakkannya, langsung saja pakaian baru itu yang dipakai.
Dalam hidup ini, memang ada unsur ‘kemasuk-akalan’, tetapi kenyataannya, terkadang unsur masuk akal itu tidak dijalankan. Misalnya, para ahli dan tenaga kesehatan, sudah sepakat bahwa merokok dapat merusak kesehatan dan ekonomi. Ini jelas masuk akal. Tetapi ternyata ada faktor lain yang lebih dominanan daripada tindakan yang masuk akal itu yang mengendalikan tindakan kita.
Melalui renungan ini, Tuhan Yesus menawarkan kepada kita untuk memakai ‘unsur kemasuk-akalan’ dalan melakukan tindakan kita. Kita diingatkan bahwa salah satu saringan dasar tindakan kita adalah ‘kemasuk-akalan’. Dasar tindakan dan hubungan dalam keluarga, perpulungen dan masyarakat kita, dijalankan dan dibina berdasarkan tindakan yang masuk akal. Inilah yang terlebih dahulu kita pakai untuk memilih dan menetapkan tindakan kita. Iman kepada Tuhan Yesus memampukan kita, pertama, untuk bertindak masuk akal. Amin.

  1. Ertoto
  2. Rende KEE GBKP No. 286:1,4.
    1. Kuikutken me dalanNdu, dalan dame man bangku. Terkelin me kap geluhku, itebusi darehNdu. Kuikutken me dalanNdu, kuendesken geluhku. Bas Kam o Jurus’lamatku, dame senang tendingku.
    2. Kupetetap me ukurku, nggeluh bujur ras tuhu. B’reNdu usihen man bangku, puji sembahku baNdu. Kuikutken me …
  3. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 31 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 59:1,3.
    1. Keleng ateNdu tangkas bangku, sikupujiken lalap min. Kam Tuhan Yesus me Rajangku, si erkeleng man bangku kin. Madin keleng ateNdu kuinget, asang k’rajang ku me tersinget.
    2. Ku teh Kam nari pengarapen. Di sirang kita e medu. Lit gia kuasa lain tetapen. ukurku e di Kam negu. Lah saber ate keranjangku. Kuinget lalap Kam Tuhanku.
  2. Ertoto.
  3. Ngoge Pustaka Si Badia.
    Mazmur 52:10
    ” Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. “

Renungen.
Peristiwa peristiwa sulit terus menerus terjadi dalam kehidupan dunia ini. Peristiwa yang juga mengkenai dan berdampak dalam kehidupan kita.
Dalam situasi sulit, kita seringkali mendapakan dukungan dari orang lain dan alam sekitar kita. Namun demikian, dukungan itu juga terbatas. Kekuatan fisik kita juga dapat melemah dalam menanggung beban hidup ini. Kekuatan hati kita juga terbatas. Ruang dalam hati kita tidak mampu lagi menampung semua perasaan yang berkecamuk dalam hati kita. Pikiran kita juga terkadang tidak dapat menjangkau dan memahami semua peristiwa dalam kehidupan kita.
Namun demikian yang harus tetap ada dan bekerja adalah iman percaya kita kepada Allah. Kita tetap percaya kepada kasih setia Allah. Terus menerus kita mempercayakan diri kita kepada kasih setia Allah. Kita menyandarkan hidup kita kepada batu karang yang teguh. Kita berlindung di balik batu karang yang teguh dari terpaan angin badai yang menerjang hidup kita.
Inilah kekuatan kita. Kasih setia Allah-lah yang memberi kekuatan bagi hidup kita. Kita percaya pada pemulihan kehidupan yang diberikan Allah bagi kita. Walaupun saat ini kita belum melihat perkembangan pemulihan hidup kita itu, kita terus menerus percaya akan kasih setia Allah.
Kita akan seperti pohon zaitun. Sekalipun tinggal pangkal akarnya, namun dari pangkal akar itu tetap dapat tumbuh tunas tunas baru. Akar pohon zaitun dapat menebus tanah se dalam 6 meter, sehingga ketika batangnya di potong sekalipun, dari pangkal akarnya ini tetap dapat tumbuh tunas tunas baru. Demikianlah iman oercaya kita yang dalam berakar pada kasih setia Allah. Pemulihan Allah membuat tunas pohon zaitun berdaun hijau krmbali. Hidup kita dipulihkan Allah kembali. Amin.

  1. Ertoto.
  2. Rende KEE GBKP No. 288:2,3.
    1. Bas pahsa kesusahenku, pusuhku la gentar. Kam kap penalenku. La kal aju mbiar. Mbelin keleng ateNdu sinjayam geluhku. Snang kal kap ras Tuhan, ersurak tendingku.
    2. TemaniNdu kap aku bas dalan geluhku. CikepNdu tetap tanku, k’leng ateNdu tuhu. Alu kuasa kesahNdu pengasupNdu aku. E maka la aku lupa peb’linken gelarNdu.
  3. Pertoton Syafaat Ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 29 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 221:1,2
    1. Pesikaplah ukurta, adi ndahi Dibata. Pusuh si serbut, si lit bas kita endeskenlah man baNa. Ban IA simereken pengadin, makana kita dorek min terkelin. Di Yesuslah si bahan man temannta, e tentu malem kal ateta.
    2. Pesalanglah pusuhta adi nembah man baNa. Pusuh si gulut, si ndongkelisa totokenlah man baNa. Ban IA si mereken …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Pustaka Si Badia
    Roma 15:30-32
    ” O senina-seninangku, erdandanken Tuhan Jesus Kristus dingen erdandanken kekelengen si nggo ibereken Kesah Dibata man banta, kupindo man bandu maka ras-ras min kita ertoto man Dibata alu tutus ate guna aku.
    Ertotolah kita gelah aku terkelin i bas bahaya si rehna i bas kalak Judea si la tek man Jesus Kristus, janah anak-anak Dibata si Jerusalem ermeriah ukur ngaloken pendahinku man bana.
    Janah adi bage ate Dibata, reh me aku ndahi kam alu dem keriahen, gelah arah kerehenku e kita ras-ras pekesahken alu senang.”

Renungen
Paulus telah mengumpulkan buah iman jemaat di provinsi Makedonia dan Akaya, Paukus bersiap siap membawa buah iman jemaat itu ke jemaat Jerusalem yang sedang mengalami kemiskinan. Dati kota Korintus, Paulus menulis surat Roma ini dan memberitahukan rencana pekabaran Injil ke Spantyol dan keinginannya untuk singgah di jemaat Rona. Paulus juga mengutarakan persoalan yang bakal dihadapinya dari oang orang Yudea yang belum percaya yang tidak suka dengan Paulus. Ada ancaman berat yang harus dihadapi Paulus. Paulus mengajak jemaat Roma untuk bersana sama berdoa agar dia selamat dari ancaman orang Yudea yang belum percaya dan jemaat Jerusalem bersukacita menyambutnya. Dan selanjutnya Paulus dapat bertemu dengan jemaat Roma. Paulus meyakini pertemuan dengan jemaat Roma adalah pertemuan yang menyegarkan dia dan jemaat Roma.
Dari yang diutarakan Paulus ini, kita nelihat ada rencana dan tantangan. Namun demikian, tantangan dibawa di dalam doa kepada Allah. Kebersamaan dalam doa ini memunculkan pengharapan kesegaran.
Demiikianlah kita menghadapi perjalanan hidup kita. Ada rencana. Dalam rencana kita melihat ada tantangan. Tantangan ini kita bawa kepada !Allah dalam doa doa kita. Dalam doa ada pengharapan kepada Allah bahwa ada waktunya kita dipulihkan.

Di dalam menjalani perjalanan kehidupan kita, banyak hal yang belum selesai kita kerjakan dalam minggu ini. Ada rencana untuk minggu depan, bulan depan , tahun depan. Kita juga tahu bahwa ada tantangan yang menanti kita. Kita datang kepada Tuhan agar pengharapan kita dikuatkan kembali. Melalui Ibadah Minggu besok, panggilan dan pengharapan kita dikuatkan dan pulihkan kembali. Kita yakin ada waktunya Tuhan memulihkan keadaan sulit yang kita hadapi saat ini.
Kita persiapkan hati, pikiran, jiwa, roh dan tubuh kita untuk memuliakan Tuhan melalui ibadah minggu kita. Kita percaya, bersama Allah kita di kuatkan, disegarkan. Amin.

  1. Erttoto
  2. Rende KEE GBKP No. 317:1,2.
    1. Si puji Tuhan, arah geluhta. Si inget tetap ngaruhNa banta. Ban k’leng ateNa nebusi kita. Terkelin kita si tek man baNa.
    2. Segedang g’luhta inget Dibata. Bas k’rina paksa ngaraplah man baNa. Tetap ukurta, rembak ras IA. Erban si ‘rguna ula erleja.
  3. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 28 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 344:2,3.
    1. Kam o Yesus si perkuah. SampatNdu kami gelah. Bas ndarami dalan pulah. Sampat kami gelah. Tergejap latihna, nggeluh ibas dosa. Lanai kami ngasup ‘erdalan ibas gelap. Ku Kam Jurus’lamat ku pindo penampat. Gelah kami pulah ibas dalin mberat.
    2. Kam o Yesus si perkeleng, cidahken min kek’lengenNdu. Bahan pusuh kami tenang, di gulut ukurku. Tergejap latihna…
  2. Ertoto.
  3. Ngoge Pustaka Si Badia
    Keluaran 3:7-8 “Jenari nina TUHAN, “Nggo Kuidah uga serana akap bangsangKu i Mesir. Nggo Kubegi ia nderkuh man bangKu gelah ipulahi i bas mandur-mandur budak nari. Kuteh kerina kiniseranna.
    Emaka Aku nggo nusur mulahi ia i bas kuasa bangsa Mesir nari, janah Kutaruhken ku taneh si mehuli dingen mehumur, taneh si genduari iingani bangsa Kanaan, Heti, Amori, Peris, Hewi, ras Jebusi.

Renungen.
Perbahanen Dibata erbahanca tetap ukurta erpengendes ras erpengarapen.

Ketika kita sedang mengalami penderitaan, kita berupaya agar dapat segera lepas dari penderitaan itu. Kita memikirkan dan merancang tindakan tindakan yang harus kita lakukan agar segera lepas dari permasalahan itu.
Dan ketika waktu dan cara yang kita rencanakan itu belum terwujud, hal ini dapat saja melemahkan semangat juang kita. Oleh karena itu, selain mengandalkan waktu dan cara kita, ada hal yang paling utama yang harus kita imani.
Inilah yang dikabarkan Allah kepada kita melalui pengalaman bangsa Israel. Bacaan kita malam ini memperdengarkan kepada kita tindakan Allah, bahkan menerangkan kepada kita tentang Allah yang kita percayai.
Dari bacaan malam ini, kita melihat ada 5 rangkaian tindakan Allah, yaitu Kuidah, Kebegi, Kueteh, mulahi ras Kutaruhken.
Arah e si eteh maka Dibata ngidah, mbegi, meteh perbeben bangsa Israel, dingen mulahi bangsa Israel ibas perbudakan Mesir nari ras naruhkan ku taneh si mehumur. Demikianlah Allah menolong bangsaNya sampai terwujud kebebasan bangsa Israel itu. Inilah Allah yang diperkenalkan kepada kita dan yang kita imani.
Hal ini yang membuat tetap hati kita berserah kepada Allah dalam menjalani waktu dan cara kita menghadapi perjuangan hidup kita. Allah yang kita kenal dan imani ini memampukan kita untuk memperoleh kebebasan dari penderitaan kita. Amin.

  1. Ertoto
  2. Rende KEE GBKP No. 179:1,3.
    1. ‘Di nggo reh ben wari, pekesahken ka. Bage teptep wari, puji Dibata.
    2. Tuhan si ngkawali sangana tunduh pe. Medak ‘rpagi pagi daging bugis pe.
  3. Pertoton Syafaat ras Pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 26 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 324:1,2.
    1. Tuhan kap penalemenku, IA si njayam geluhku. IA kap pe sekawalku la nggo kekurangen aku. Tuhan si mada si nasa. Tuhan saja si pehaga. Muliakenlah gelarNa, mari puji sembah IA.
    2. Kune jumpa si mesera, kiniteken lab opera. Tetap aku sampatiNa, k’leng ateNa la erleka. Tuhan si mada si nasa.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 26:1
    “Ibas Daud nari. Bereken min man bangku keadilen, o Tuhan, sabab si mehuli nge kulakoken. Aku erpengarapen man baNdu saja TUHAN, la sitik pe ukurku monce-once.”
    Renungan

Foto enda, nuduhken kalak si tungkuk naring ngukuri perdalanen geluh si lanai terukurisa. Mungkin pernah si begi temannta ngerana nina, “enggo kerina belas-belasku”. Cakapna enda nuduhken kerna kinilangasupenna ngukuri dingen nuriken perbeben si jadi ibas kegeluhenna. Misalnya, ada orang yang tidak berbuat salah dalam peristiwa itu, tetapi ternyata dia mendapatkan masalah. Dia tidak dapat memahami dan menjelaskan mengapa dia mendapat masalah itu. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapinya.

Inilah yang menjadi curahan hati dalam Mamzur 26 ini. Dia meminta keadilan kepada Allah. Dia menyelidiki bagaimana dia menjalani kehidupannya dan mengakui bahwa dia hidup dalam ketulusan “simehuli nge kulakoken” (ayat2). Pemazmur nggeluh erkemalengen man Dibata(3), la erteman ras kalak penipu ras la rembak ras kalak pekulah-kulah (4), nembeh atena kalak jahat janah nilahken kalak penipu (5). Pemamzur ikut dalam peribadahan dan mencintai Rumah TUHAN (6-8). Namun demikian, dia terancam dihukum mati sebagai orang bersalah. Pemazmur mengatakan, “Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa, atau hidupku bersama-sama orang penumpah darah, yang pada tangannya melekat perbuatan mesum, dan yang tangan kanannya menerima suapan.”(Mazmur 26:9-10) Dalam situasi ini, pemazmur melihat bahwa hanya Tuhan lagi yang dapat memahami, mengetahui dan dapat memutuskan perkaranya. Oleh karena itu pemazmur meminta keadilan kepada Tuhan. Hanya Tuhan yang mampu melepaskan dia dari permasalahannya.

Memang benar, tidak semua yang terjadi dalam hidup kita dapat kita pahami dan jelaskan. Kita sudah melakukan yang kita anggap benar dan baik, tetapi tohk, penderitaan itu terjadi juga dalam hidup kita. Orang – orang yang dekat dengan kita juga tidak memahami kita bahkan mengganggap kita menderita karena kesalahan kita. Orang-orang yang kita harapkan dapat memberi pertolongan kepada kita justru mengecewakan kita. Dalam hal ini, keyakinan kita pada pertolongan Allah tetaplah teguh. Kita yakin Allah maha adil dan memberi keadilan bagi kita. KepadaNya-lah kita mengadukan perkara kita dan meminta keadilan kepada Allah. Allah-lah sumber keadilan dalam hidup kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 379:1,3.
    1. Tuhan tetap nemani geluhku dingen mereken dalan man bangku. Ernalem gelah tetap ras ertoto man baNa. Tuhan tetap nemani geluhku.
    2. Tuhan tetap nemani geluhku dingen mereken dalan man bangku. Enda me keg’luhenku, kuendesken man baNdu. Tuhan tetap nemani geluhku.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 25 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 368:1,2.
    1. Si puji Tuhan Dibatanya, kataken bujur baNa. Sabab Ia si merekenca, pasu – pasu man banta. Mbelin ras mulia, kekelengen Tuhan, ibas doni enda. Ajari o Tuhan, kami k’rina anakNdu, naksiken kerina perbahanenNdu.
    2. Geluh kami meriah tuhu, k’rina si k’rajangenNdu. Sabab kalak si nembah baNdu datken pasu-pasuNdu. Mbelin ras mulia …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Roma 11:33
    “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!”

Renungan

Dalam suatu saat di tempat pelayanan kami, kami bertandang ke ladang seorang teman. Dia sedang berkebun cabai. Kami melihat kebun cabainya sangat bagus, dan memang selama ini cabai hasil ladang teman ini terkenal sangat bagus. Lalu saya bertanya kepadanya tentang teknik, pupuk dan racun yang dia pakai sehingga kebun cabainya sangat bangus. Sayangnya, teman ini tidak mau mengatakannya. Dia mengganggap kalau orang lain mengetahui cara, pupuk dan racun yang dia pakai, maka pengetahuan itu akan tersebar luas, akan banyak cabai bagus dan akhirnya harga cabai akan murah. Ternyata teman ini memang sengaja merahasiakan pengetahuannya.
Di dalam bacaan kita malam ini, Paulus memuji kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah. Paulus mengatakan “alangkah dalamnya”. Hal ini berarti kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah tak terpahami akal manusia, karena bertolak belakang dengan nilai-nilai dan ukuran yang dipegang manusia. Namun demikian, Allah berkenan membagikannya dan menyatakannya kepada orang percaya. Dalam kekayaanNya, Allah melimpahi kita dengan keselamatan. Dalam hikmatNya, Allah menyelamatkan manusia yang menurut ukuran manusia sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Begitu juga orang Yahudi, yang tegar hati, menurut orang Kristen, seharusnya sudah “ditebang”(Roma 11:20), namun juga diselamatkan Allah. Allah mengetahui dan memahami kehidupan manusia dan dalam pengetahuaanNya Allah mengasihi dan menyelamatkan manusia. Sungguh tak terselami keputusan-keputusan Allah. Allah tetap mengingat perjanjianNya untuk menyelamatkan manusia berdosa, walaupun dalam keberdosaannya manusia sudah diputuskan dihukum mati. Demikian juga, jalan yang dilakukan Allah untuk menyelamatkan kita, Allah menjadi manusia di dalam Tuhan Yesus Kristus, sungguh tak dapat dipahami manusia. Sungguh dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah itu, namun bagi kita yang percaya, Allah menyatakannya bagi kita.
Paulus merasakan kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah ini. Oleh karena itu, Paulus menaikkan pujiannya kepada Allah. Pujian Paulus ini juga menngingatkan makna hidup kita. Kita hidup karena anugerah Allah. Kita yang seharusnya di hukum karena dosa-dosa kita, tetapi dalam kekayaanNya, hikmatNya dan pengetahuanNya, kita diselamatkan. Kita menaikkan puji syukur kita kepada Allah. Hal ini kita tampakkan dalam kehidupan kita setiap harinya. Ingatlah apa yang dikatakan Paulus, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1) Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 302:1,2.
    1. Nginget perkuah Dibata si mbelin, si isehkenNa man banta k’rina kin. Ibas kerina dampar kegeluhen, i doni s idem alu keguluten. Endeskenlah kulanta man Dibata, kerinana si lit ibas geluhta. Selaku persembahennta si nggeluh, em persembahen si ngena ateNa.
    2. Sabab bage me arusna kita kin. Ersembah man Dibatanta si mejin. Si enggo m’reken man banta manusia, keg’luhen si mehuli ras badia. Endeskenlah …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan