Renungan Malam 11 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 307:1,2
    1. O Tuhanku Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal mratah aku babaNdu, ipesenang-senangNdu geluhku. Permakanku si njayam geluhku, malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku. Kam me Tuhanku, permakanku.
    2. IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku, kempak keg’luhen sisikapkenNdu. Permakanku …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 34:20
    “ Kalak bujur pe mbue ngenanami kiniseran, tapi ipulahi TUHAN ia ibas kerinana nari.”

Renungan

Penderitaan tidak memilih-milih siapa yang akan dikenainya. Setiap manusia memiliki penderitaannya sendiri. Dengan demikian, pertanyaan kita bukanlah mengapa aku dikenai penderitaan seperti ini ? Yang menjadi penting bagi kita adalah bagaimana kita menerima dan menghadapi penderitaan itu. Seperti gambar di atas, ketika di padang pasir, pria ini menghadapi terik panas matahari dan kehabisan air minum. Sangatlah sulit membayangkan pertolongan yang mungkin di terima pria ini. Dalam hidup kita, mungkin kita juga pernah sampai pada keadaan di mana kita merasa tidak ada lagi pengharapan untuk mendapatkan pertolongan. Walaupun kita mengalami situasi yang seperti ini, kita harus tetap mengingat bahwa kita masih memiliki dasar pengharapan kita, yaitu pertolongan dari Allah.

Inilah yang diakukan Daud dalam ayat renungan kita. Pada ayat renungan ini kita dapat memperhatikan bahwa Daud mengakui dan sanggup menerima kenyataan bahwa orang benar juga banyak mengalami penderitaan. Sulit memang untuk menerima kenyataan ketika kita berbuat baik, namun kita juga mengalami penderitaan. Kita beranggapan kalau kita sudah berbuat baik, maka tidak mungkin lagi kita mengalami penderitaan. Pemahaman yang biasa kita pergunakan adalah orang baik akan hidup baik. Oleh karena itu, bila orang baik mengalami kehidupan yang tidak baik, dapat saja ia merasa tidak adil dan membuat dia kehilangan keyakinan hidupnya. Apa yang dikatakan Daud merupakan hal yang harus kita perhatikan juga dalam kehidupan kita, bahwa orang benar juga dapat saja mengalami banyak penderitaan. Kemampuan kita untuk menerima dan mengakui keadaan inilah yang membuat kita tidak kehilangan keyakinan kita. Hal ini terlihat dari pernyataan Daud selanjutnya. Daud mengatakan bahwa Tuhan-lah yang membebaskan dia dari penderitannya. Penderitaan dapat saja mengkenai setiap orang, tetapi yang penting adalah keyakinan kita akan pertolongan Allah. Inilah yang memampukan kita untuk menerima dan menghadapi penderitaan hidup kita. Keyakinan ini menjadi kekuatan kita untuk meneruskan perjuangan hidup kita.

Kita memang membutuhkan dasar keyakinan yang memampukan kita untuk menerima kenyataan bahwa kita dapat saja dikenai penderitaan hidup. Kita tidak harus menyalahkan diri kita sendiri atau orang lain. Kita tidak perlu menangisi keadaan kita sehingga kita terbelenggu dengan apa yang sudah terjadi. Yang terpenting adalah kita mampu melihat ke depan. Hal ini dimungkin jika kita mampu menerima bahwa kita bisa saja mengalami penderitaan dalam hidup ini. Dan yang lebih utama lagi adalah kita menyakini pertolongan Allah dalam hidup kita. Allah tetap memberikan akal budi bagi kita untuk dapat lepas dari penderitaan hidup ini. Inilah yang kita baca dalam Mazmur 34 : 1, “Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.” Allah memberi kemampuan bagi Daud untuk berpura – pura tidak waras sehingga dia diusir dari hadapan Abimelekh. Kita juga meyakini Allah memberi kemampuan bagi orang benar untuk melihat cara-cara yang benar untuk menghadapi dan lepas dari penderitaan hidup ini. Tidak terbatas kuasa Tuhan untuk menolong kita. Tuhan senantiasa membuka jalan bagi kita untuk menghadapi dan keluar dari permasalahan hidup kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 309:1,3.
    1. Pengasup kami o Tuhan, gelah pedahNdu banci idalanken. Em kap tending kami bas kegeluhen. KataNdu si man gelemen. Gelah tangkas kata ras perbahanen, ban min kami tetap bas kebujuren, surgaNdu kap perayaken.
    2. Kawali kami o Tuhan, alu gegeh ras kuasaNdu si mbelin. Olangilah kami idur si setan si atena encedaken. DameNdu gelah tetap kuarapken, ban kelengNdu ngenca kami atan, bengket ku bas kesangapen.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 10 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 374:1,2.
    1. Yesus ulu kegeluhenku, Kam me ngenca pengendesenku. Lalap tedeh ateku pusuhku, kupehaga Kam bas geluhku. O Tuhan pernehen pusuhku si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu. Ku sembah Kam ibas geluhku.
    2. Ku sembah Tuhan penebusku, si mereken kekelengenNa. Alu tutus reh aku Tuhan ras kerina isi jabungku. O Tuhan …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Daniel 3: 16 – 18.
    “Ngaloi Saderah, Mesah ras Abednego, “ O Raja, labo lit sura-sura kami mperdiateken diri kami. adi ngasup kin Dibata si isembah kami e mulahi kami ibas api ginuhur si gurlah e nari ras i bas kuasandu nari, tentu ipulahiNa kami. Tapi adi lang pe, ietehndu min o Raja, maka la kami nggit nembah dibatandu, janah la kami nggit nembah mungkuk kempak gana-gana emas si enggo ipajekkenndu e.”
    Renungan

Orang yang menggunggah foto ini memberi keterangan bahwa rumah in sudah berdiri atas batu di tengah sungai Bajina Basta, Serbia selama 44 tahun. Tentunya orang yang membangun rumah sudah mengetahui resiko dan bersiap menerima resiko yang akan terjadi ketika dia membangun rumah di tengah aliran sungai. Dalam kehidupan ini, seringkali kita tidak dapat membayangkan atau mengetetahui resiko yang terjadi dalam hidup kita. Tetapi pada kesempatan yang lain memang kita harus mengambil resiko yang tegas.
Daniel dan teman-temannya di bawa ke istana Nebukadnezar dan dididik untuk menjadi pelayan di istana Nebukadnezar. Sebagai orang buangan, hidup mereka ada berada di dalam kekuasaan raja Nebukadnezar. Perintah raja adalah undang-undang yang harus dipatuhi Daniel dan kawan-kawannya. Tidak melakukan perintah raja pasti beresiko terhadap nyawa mereka. Inilah yang terjadi dalam kehidupan teman-teman Daniel yakni Saderah, Mesah dan Abednego. Raja Nebukadnezar membuat patung emas dirinya dan memerintahkan agar setiap orang menyembah patung itu manakala dibunyikan sangkakala. Namun demikian, teman-teman Daniel ini tidak melakukan apa yang diperintahkan raja. Ada orang yang mengadukan tindakan mereka ini, sehingga ketiganya dibawa ke perapian. Sebelum di buang ke dalam perapian, raja Nebukadnezar memberi kesempatan terakhir bagi teman-teman Daniel untuk menyembah patung dirinya. Tetapi jawaban Saderah, Mesah dan Abednego sangat tegas. Mereka tidak memperhatikan kepentingan diri mereka. Mereka percaya kepada Allah, apapun yang terjadi dalam kehidupan mereka. Mereka tahu resiko menyembah Allah dan bersedia menerima resiko itu. Mereka memperlihatkan ketetapan hati mereka untuk menjalani resiko tindakan iman mereka. Mereka tetap berserah kepada kehendak Allah. Apakah Allah membebaskan mereka atau mereka harus terbakar di dalam api, keputusan mereka tetap menyembah Allah.
Sebagai orang percaya, kita memiliki cara kehidupan yang berpadanan dengan kehendak Allah. Kepentingan hidup kita haruslah berada dan diarahkan agar sejalan dengan kehendak Allah. Dalam hal ini, terkadang kepentingan hidup kita bertentangan dengan kehendak Allah. Namun demikian, seperti Saderah, Mesah dan Abednego, kita harus bersedia menerima resiko iman kita. Kita harus bersedia menyerahkan kepentingan hidup kita agar seturut dengan kehendak Allah.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 381:1,2.
    1. Sura – sura Yesus bangku ersinalsal tetap. Nggeluh bujur ras mulia, si ngena ateNa. Ersinalsal terang, em sinisuraken Yesus. Ersinalsal terang, ku tetap ersinalsal.
    2. Sura – sura Yesus Kristus nandangi geluhku, mpehaga turang senina si sampat – sampaten. Ersinalsal terang…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 9 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 200:1,3
    1. O Tuhan babai min dalanku bas doni. Labuh ras la kesah gegehku. SoraNdu terbegi man bangku nemani. Lalap Kam me kuban temanku.
    2. O Tuhan bengketi, pusuhku min gelah. Maka kualoken kataNdu. PedahNdu lalap min ku gelem la pulah. Lalap Kam me kuban temanku.
  2. Ertoto
  3. Pembacaan Firman Tuhan : Ulangan 2 : 4 – 7.
    “ Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir; mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali; janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu setapak kaki dari negeri mereka, karena kepada Esau telah Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya. Makanan haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat makan; juga air haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat minum. Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apapun.”
    Renungan

Seorang jawara bela diri, datang ke sebuah dusun. Banyak orang yang mengenal sang jawara. Di antara mereka, ada yang menawarkan makanan, minuman dan semuanya gratis. Tetapi sang jawara, tidak menerimanya sebagai pemberian gratis, sebaliknya dia membayar seperti harga pada umumnya. Mungkin banyak pendapat kita tentang tindakan sang jawara tersebut. Salah satu kemungkinan pandangan terhadap sang jawara adalah tidak pandai memanfaatkan kesempatan. Hal ini disebab pandangan orang pada umumnya akan berpendapat “ Kalau kita ditakuti karena kekuatan kita, mengapa kita tidak mengambil keuntungan dari hal itu ? Jikalau kita bisa menerima saja, mengapa kita harus membeli ?

Dalam perjalanannya dari Mesir ke tanah Kanaan, bangsa Israel akan melewati daerah saudara-saudaranya, keturunan Esau. Tuhan memberitahukan apa yang harus diperhatikan bangsa Israel ketika melintasi daerah Seir. Tuhan mengatakan bahwa keturunan Esau akan takut terhadap bangsa Israel. Namun demikian Allah menyuruh mereka berhati-hati, artinya tidak bertindak semena-mena, tidak menyebabkan pertikaian dan akhirnya bangsa Israel berperang dengan bangsa ini. Sebaliknya, Alah memerintahkan agar bangsa Isarel membeli makanan dan minuman dari mereka. Bangsa Israel tidak boleh mengambil makanan dan minuman dari keturunan Esau ini. Bangsa Israel, tidak boleh memanfaat ketakutan keturunan Esau ini untuk mengambil makanan dan minuman dari mereka. Tuhan mengingatkan bahwa daerah yang akan mereka lewati adalah daerah keturunan Esau. Allah juga mengingatkan bahwa Allah telah membuktikan penyertaanNya terhadap bangsa Israel. Selama 40 tahun penggembaraannya, oleh karena pernyertaan Tuhan sehingga bangsa Israel tidak kekurangen apapun. Jadi, jika bangsa Israel tidaknya berkekurangan, walaupun mereka sendiri dalam masa penggembaraan di padang gurun, untuk apa mengambil makanan dan minuman dari saudara mereka yang takut kepada bangsa Israel. Allah justru mengingatkan bahwa berkat penyertaan Tuhan yang dialami bangsa Israel haruslah dipakai untuk keuntungan keturunan Esau, yang takut terhadap bangsa Israel. Hal dilakukan bangsa Israel dengan membeli makanan dan minuman dari keturunan Esau.
Dalam kehidupan ini, terkadang jabatan, kekuasaan, kekayaan atau posisi yang lebh tinggi atau lebih baik dari orang lain justru dimanfaatkan oleh orang yang memiliki posisi yang lebih tinggi atau lebih baik itu untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri. Prinsip yang demikian justru dapat berkembang menjadi suatu kebiasan, aturan tidak tertulis, cara hidup otomatis bawahan-atasan bahkan suatu kewajiban,. Hal ini memperlihatkan seakan-akan berkat mengalir dari bawah ke atas.
Kekuatan, kemampuan yang lebih dan posisi yang lebih baik hendaklah juga mendatangkan kebaikan bagi orang-orang disekitar kita. Seperti gambar di atas, kemampuan anak yang lebih besar dipergunakannya untuk menolong yang lebih kecil. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 334:1,2
    1. Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta pe IA simerekenca. Kiniteken pe ras pemetehta e pe IA sinjujurkenca. IA kap erbanca kita sanggap, tetaplah man IA kita ngarap. ‘Di reh susah b’reNa erpang luah, tendi kula mejuah-juah.
    2. Dage tetaplah bulat ukurta, geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia, gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kal min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kal lupa.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 8 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 221:1,2
    1. Pesikaplah ukurta, adi ndahi Dibata. Ukur si serbut, si lit bas kita, endeskenlah man baNa. Ban Ia si mereken pengadin, makana kita dorek min terkelin. ‘Di Yesuslah sibahan man temanta, e tentu malem kal ateta.
    2. Pesalanglah pusuhta, adi nembah man baNa. Pusuh si gulut si ndongkelisa totokenlah ku Ia. Ban Ia si mereken…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 22 : 27
    “ Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia, biarlah hatimu hidup untuk selamanya.”

Renungan

Hidup adalah upaya pencarian terus menerus. Perubahan-perubahan, tantangan dan ancaman yang terjadi di dalam kehidupan ini mengharuskan kita terus menerus berjuang mencukupkan kebutuhan hidup kita. Seperti gambar ini, seorang ibu yang harus bekerja berat mencari rumput untuk panganan ternaknya sambil mengasuh anaknya. Terkadang kita bertanya, kapan berakhirnya perjuangan berat ini ? Kita mencari jawaban atas persoalan hidup kita.

Mazmur 22 adalah upaya pencarian Daud akan pertolongan Tuhan. Di tengah-tengah penderitaan hidupnya, Daud percaya bahwa Tuhan adalah pertolongan baginya. Dan akhirnya, Daud menemukan kasih Tuhan. Firman Tuhan yang menjadi bagian renungan kita ini memperlihatkan ungkapan syukur Daud atas pertolongan Allah. Dalam ungkapan syukurnya, Daud mengundang orang-orang yang rendah hati, mereka yang mencari Tuhan, untuk bersama-sama dalam perjamuan syukur ini. Kasih sayang Tuhan yang dirasakan Daud ditunjukkannya dengan berbagi makan bersama dengan mereka yang mencari kasih sayang Tuhan juga. Mereka yang mencari Tuhan akan makan dengan kenyang, menjadi gambaran bahwa Tuhan juga akan mengenyangkan mereka. Ini menjadi kesaksian Daud bahwa Tuhan, yang telah menolong dirinya, juga akan menolong mereka yang mencari pertolongan Tuhan. Daud juga memperlihatkan pengharapan dan doanya agar mereka yang mencari Tuhan memperolah ‘hati yang tetap hidup’. Artinya, mereka terus menerus mencari Tuhan, jangan berputus asa mencari kebahagian di dalam Tuhan.
Perjuangan hidup yang berat yang kita alami terkadang dapat melemahkan pencarian kita akan pertolongan Tuhan. Kesaksian Daud mengatakan kepada kita bahwa ada pertolongan dari Tuhan. Oleh karena itu, bila saat ini kita masih berjuang seperti gambar seorang ini, “hati kita harus tetap hidup”. Kita jangan berputus asa dalam menjalani kehidupan kita.
Kita terus mencari pertolongan Tuhan melalui ibadah minggu kita esok hari. Mari kita persiapkan tubuh, roh dan jiwa kita untuk menyembah Tuhan. Kita percaya Tuhan akan mengenyangkan kita dengan berbagai kebaikan hidup ini.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 279:1,4
    1. Kam kap Dibatangku, Kam inganku cicio. Tegu-tegu aku, begiken pertotonku. Ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
    2. Ku puji Kam Tuhan, rende aku man baNdu. Sabab seh ulina perbahanenNdu bangku. Ernalem man baNdu…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 7 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 304:1,2
    1. O Tuhanku, o Dibatangku, rusur aku nimbak pedahNdu. Nggo meluat k’rina geluhku. Labo dame banna pusuhku.
    2. O Tuhanku, o Dibatangku, kutungtungken ukurku baNdu. Ras mekuah atendu aku, sasapkenlah salah dosangku.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 51 : 12.
    “ Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh.”

Renungan

Saya yakin, apabila kita menemukan lokasi seperti gambar hamparan sawah terasering dengan padi yang sudah menguning ini, kita akan berhenti sejenak untuk berselfie ria di lokasi ini. Sayang rasanya apabila tidak mengabadikan pemandangan yang indah ini. Namun demikian, untuk membuat persawahan terasering seperti ini, yang kita katakan indah ini, dibutuhkan kebersamaan, kesabaran, kesetiaan dan semangat juang yang besar untuk mewujudkannya. Saat ini kita memang membutuhkan pemulihan roh yang setia.

Ini juga yang dimintakan Daud dalam Mazmur 51 ini. Dia memohon agar Tuhan memperbaharui batinnya dengan roh yang teguh. Mengapa Daud memohonkan hal ini ?
Ketika kita membaca Mamzur 51, mulai ayat 3, kita membaca pengakuan dosa yang dilakukan Daud. Pengakuan dosa ini muncul setelah nabi Natan mengingatkan perbuatan dosa yang dilakukan Daud. Perkataan nabi Natan ini membuka hati dan pikiran Daud tentang perbuatan dosa yang dia lakukan. Daud sadar akan pelanggarannya. Dia dibayangi terus akan dosa yang telah dilakukannya. Dalam ayat 5, Daud mengakukannya, “ Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” Perbuatan dosa ini telah membuat Daud kehilangan kegirangan dan sukacita. Pengalaman ini dirasakan Daud seakan-akan tulangnya telah remuk. Karena itu dia memohon, “Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!” (8)
Daud percaya bahwa Allah penuh kasih dan mau memberi pengampunan dosa. Oleh karena itu, Daud tidak hanya memohon agar Allah membersihkan hidupnya dari dosa, tetapi juga memohon agar batinnya diperbaharui. Pengampunan juga harus dibarengi dengan roh yang teguh, setia kepada Tuhan.

Dari pengalaman Daud ini, kita memahami bahwa salah satu yang membuat kita tertekan dan kehilangan semangat juang kita adalah dosa yang terus membayangi kita. Sebagai orang yang telah diselamatkan Allah, diberikan roh dalam hati kita, maka setiap pelanggaran dan dosa yang kita lakukan akan membuat hati kita berontak. Batin kita tertekan dan perasaan bersalah itu terus menghantui kita. Hal inilah yang sering mengakibatkan konflik batin dan akhirnya konflik dengan seisi rumah dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Dosa menghalangi kita memperoleh kegirangan, sukacita dan semangat hidup. Oleh karena itu, sama seperti Daud, jalan keluarnya adalah kesadaran dan pengakuan dosa. Kita mengakui dosa dan pelanggaran kita kepada Allah. Namun demikian kita juga memohon agar Allah memperbaharui batin kita sehingga kita memiliki roh untuk setia melakukan apa yang benar dihadapan Allah. Pengampuan Allah memberikan kegirangan, sukacita, semangat, dan kesetian untuk menjalani perjuangan hidup kita.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 423:1,2
    1. Kam nebusi aku Tuhan, Kam si peteneng tendingku. Tendi si ndube tertaban, tegulah kuadepenNdu. Malem kal ateku Bapa, ban keleng ateNdu. Kupuji gelarNdu Bapa, mulia gelarNdu. TeguNdulah aku Tuhan, ibas pusuhku Kam ringan. PetetapNdu aku Tuhan, ‘lah dosa talu me kuban.
    2. Kam ngalemi aku Tuhan, Kam simpepalem pusuhku. Pusuh si megati nogan, mbaru perbahan kelengNdu. Malem kal ateku Bapa…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 6 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 194:1,2.
    1. Senang adi ras Yesus, malem ateta pe. Sidahilah Penebus, jedat kita dame e. begiken pendiloNa. Marilah kam kerina. Si latih bas geluhna, maka kam senang ka.
    2. Senang adi ras Yesus, malem ate ta pe. Alu ukur si tutus, si ikutkenlah dage. Tah kai pe si terjadi, lit me ka psi nampati. Araplah I adage, tetaplah ukur e. Senang adi ras Yesus…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata 3 Yohanes 1 : 2 – 3.
    “ Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.
    Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran.”

Renungan

Pemahaman tentang kebahagiaan itu dapat saja berbeda antara satu orang dengan orang lain. Menurut pemahaman kami, gambar ini juga memperlihatkan kebahagiaan hidup. Dari gambar ini, paling tidak kami dapat melihat empat keadaan hidup yaitu ada kesehatan untuk bekerja, ada pekerjaan untuk mencukupkan kebutuhan hidup, ada makanan, ada hubungan baik dengan orang lain, sehingga berani makan bersama beberapa orang di atas satu tempat, dan ada pikiran positip dan semangat menjalani hidup ( hal ini tampak dari mampu makan di bawah terik matahari). Yang membedakan dengan kebahagian menurut orang lain, mungkin hanya terletak pada apa yang kita dikerjakan, jenis makanan, tempat makannya dan siapa yang berhubungan dengan kita. Namun, pada dasarnya orang mencari kebahagiaan di dalam hidupnya, bagaimanapun pemahaman dan bentuknya kebahagiaan itu.

Dalam Kitab 3 Yohanes ini, kita mendengarkan tentang doa dan ungkapan sukacita terhadap penerima suratnya, yaitu Gayus. Yohanes berdoa agar Gayus baik keadaannya, sehat tubuh dan jiwanya. Yohanes juga mengungkapkan sukacitanya mengetahui Gayus juga hidup dalam kebenaran. Kehidupan Gayus dalam kebenaran lah yang meyakinkan Yohanes untuk mendoakan keadaan baik, sehat-sehat tubuh dan jiwa Gayus.

Dalam kehidupan kita saat ini, kita juga tetap berdoa agar kita tetap mendapatkan kebaikan hidup. Kita tetap miliki kesehatan, pekerjaan, keamanan, makanan dan sahabat-sahabat yang mendukung kehidupan kita. Hati dan pikiran kita juga tenang. Inilah yang membahagiakan kita.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 276:1,2
    1. Kuikutken Kam o Tuhan, Kam kap si perkeleng e. Sabab Kam si mere dalan, dalan terkelin kepe. Ia kapen Jurus’lamat, Ia kapen penampat. KataNa me kapen tambar, kuasaNa la ‘sibar.
    2. Tuhan kapen kuarapken, jadi temanku nggeluh. Tetap Ia penalemen, kinitekenku nteguh. Ia kapen …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 5 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 333:1,2
    1. Tuhan e tuhu melias perkuah, Ia ‘rbanca kita mejuah-juah. Ia me si erbanca ukur m’riah. Yesus e si njadiken kita erbuah.
    2. Yesus e teman suari berngi, kuasaNa labo kapen tersibari. BiakNa bali me kap nderbih gundari. Yesus e si nampati ras ngkawali.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 21:7
    “ Ya. Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita dihadapanMu.”

Renungan

Pohon pisang berkembang biak dengan tunasnya. Lalu untuk apa buahnya ? Yang jelas, buah pisang bukan untuk kembang biak pohon pisang itu sendiri. Pohon pisang berbuah untuk keperluan yang lain, bisa untuk manusia dan hewan. Inilah gambaran tentang makna anugerah berkat dalam kehidupan kita. Kita diberkati untuk menjadi berkat.

Mazmur 21 adalah sebuah nyanyian syukur atas berkat yang diberikan Allah kepada raja. Pada ayat 2, pemazmur mengakui bahwa Tuhanlah sumber berkat yang dia terima. Berbagai berkat Tuhan disebutkan mulai dari ayat 2-6. Berkat itu berupa sukacita, kegirangan karena kemenangan, keingian hati yang terpenuhi, memahkotainya dengan emas tua, memberikan umur panjang, kemuliaan dan keagungan. Pada ayat 7, dinyatakan bahwa tindakan Allah memberikan berkat-berkatNya bagi raja agar raja juga menjadi berkat.

Dari pernyataan ini, kita dapat memahami bahwa berkat tidak dapat dijadikan milik pribadi saja. Berkat menuntut tanggung jawab. Ada rancangan Allah dengan memberikan berkatNya bagi kita. Oleh karena itu berkat itu haruslah dipergunakan sesuai dengan kehendak Allah. Di dalam 1 Petrus 4:10-11, dikatakan tentang makna berkat yang kita terima. Kita adalah seorang pengurus berkat yang diberikan Allah. Firman Tuhan, “ Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”

Kita memandang ke dalam kehidupan kita, walaupun kita dalam masa pandemic covid-19, banyak berkat yang diberikan Allah ke dalam kehidupan kita. Sampai saat ini kita tetap bertahan menghadapi dampak pandemi covid-19. Tuhan memberikan kesehatan, pekerjaan dan rejeki untuk mencukupi kebutuhan hidup kita, anak-anak kita telah memasuki tahun ajaran baru, dan sebagainya. Kita mengucap syukur atas berkat yang diberikan Tuhan ke dalam hidup kita. Kita memakai kesempatan yang masih diberikan Allah untuk menjadi berkat bagi orang lain. Kita saling meneguhkan iman, saling memotivasi, saling memberi semangat bagi senina dingen turangta. Pengalaman-pengalaman iman yang dapat kita pelajari selama pandemi ini menjadi penghiburan bagi orang lain. Kita diberkati Allah agar kita dapat memakai berkat itu sesuai dengan kehendak Allah bagi kebaikan orang lain. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 451:1,2.
    1. Malerlah pasu-pasuNdu bagi nipadankenNdu. Gegeh ras ukur si paguh, tetap iberekenNdu. Pasu-pasuNdu em ulu gegeh kami. enggo kap maler me tuhu. Si ndemi geluh kami.
    2. Malerlah pasu-pasuNdu g’luh kami jadi baru. Sorana bagi lau maler mpeteneng ukur kami. Pasu-pasu Ndu…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 4 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 283:1,3
    1. Kata ni Dibata, bagi cirus udan. Nusur ku doni enda peturah sinuan. O langit ras doni, kam pe o pertibi. Begiken soraNa, jadi erpemegi.
    2. Nggeluh i bas doni lalap lit si kurang. ‘Di nadingken Tuhan, geluh kin pe kurang. I bas Tuhan ngenca, ulu pengarapen. Si ernalem baNa, ndatken kesangapen.
  2. Ertoto
  3. Pembacaan Firman Tuhan : 2 Petrus 3 : 18.
    “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”

Renungan

Selain musim buah-buahan, di Indonesia kita mengenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Berdasarkan ramalan cuaca, maka saat ini kita memasuki musim kemarau. Namun ada juga saat di mana musimnya tidak menentu. Apapun musim yang terjadi, tumbuhan harus mampu terus bertumbuh. Demikian juga dalam kehidupan orang Kristen. Tugas orang Kristen adalah terus bertumbuh apapun musim kehidupannya. Mengapa kita mampu terus bertumbuh di setiap musim kehidupan ini ?

Dalam 2 Petrus 3 : 18, kita dapat melihat 2 hal. Yang pertama adalah tugas pertumbuhan dan yang kedua adalah dasar pertumbuhan.
Kehidupan orang Kristen terus berkembang. Di dalam 2 Petrus 1:5-7, dituliskan tentang tugas pertumbuhan kehidupan orang Kristen. Dikatakan, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” Dalam situasi saat pandemi ini, kita tetap mampu menjalankan iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kasalehan, kasih kepada saudara dan kasih kepada semua orang.
Hal ini dimungkinkan karena kita bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Artinya, yang menjadi dasar pertumbuhan kehidupan kita adalah kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Di dalam 2 Petrus 1:3 dikatakan, “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Tuhan Allah memberikan anugerahNya kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh, yaitu “janji-janji yang berharga dan sangat besar sehingga kita boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” ( 2 Petrus 1:4) Anugerah ini juga didasarkan pada pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Khusus dalam Kitab 2 Petrus, Allah Bapa memperkenalkan Tuhan Yesus dengan mengatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (2Petrus 1:17). Kepada penerima Surat 2 Petrus ini diingatkan bahwa pengenalan akan Tuhan Yesus ini akan diperhadapkan dengan pengajaran guru – guru palsu untuk mengikuti cara hidup yang dikuasai hawa nafsu (2 Petrus 2:2). Akan muncul juga pengejek-pengejek yang mempertanyakan janji kedatangan Tuhan Yesus (2 Petrus 3:4). Namun demikian bagi yang mengenal Tuhan Yesus, kita mengimani bahwa “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9). Kita mengimani bahwa Tuhan Yesus pasti datang kembali. Belum datangnya Tuhan Yesus kembali adalah anugerah kesempatan bagi dunia ini untuk berbalik dan bertobat.
Pohon durian dalam pertumbuhannya harus menghadapi musim yang terus berganti. Kemampuan pohon durian yang terus bertumbuh dalam setiap perubahan musim, pada waktunya akan menghasilkan buah yang baik. Demikian juga dalam kehidupan kita, kita mampu bertumbuh karena anugerah Allah dan tetap setia akan pengenalan Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian, dalam segala musim kehidupan, kita tetap memperlihatkan buah kesalehen hidup.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 288:1,3
    1. Ku ‘ndesken k’rina geluhku, anem melket aku. Tuhan penalemenku, tetap me ukurku. Ku simbak p’raten doni, ‘lah metunggung aku. Gegeh kuasaNdu ‘ndemi, lah malem ateku.
    2. TemaniNdu kap aku bas dalin geluhku. CikepNdu tetap tanku, k’leng ateNdu tuhu. Alu kuasa KesahNdu, pengasupNdu aku. E maka la ‘ku lupa, peb’linken gelarNdu.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan