Renungan Malam 13 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 368:1,2.
    1. Si puji Tuhan Dibatanta, kataken bujur baNa, sabab Ia si merekenca pasu-pasu man banta. Mbelin ras mulia kekelengen Tuhan ibas doni enda. Ajari o Tuhan kami anakNdu naksikan kerina perbahanenNdu.
    2. Geluh kami meriah tuhu, k’rina si k’rajangenNdu. Sabab kalak si nembah baNdu, datken pasu-pasuNdu. Mbelin ras mulia…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 117:1-2.
    “ Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!”

Renungan

Dalam kesulitan yang kita alami, kita tetap merasakan kasih Allah menuntun kehidupan kita. Allah tidak membiarkan kita larut dalam kesulitan hidup ini. Allah tetap memberi kemampuan bagi kita untuk bertahan, menemukan jalan keluar dan mengatasi persoalan hidup kita. Kasih Allah ini bukan hanya untuk keselamatan pribadi kita, tetapi ada maksud Allah terhadap dunia ini. Apa makna kasih yang kita terima ?
Kitab Mazmur 117 ini merupakan undangan bagi segala bangsa untuk memuji Allah. Mengapa segala bangsa diundang memuji Allah ? Bangsa Israel mengakui bahwa Allah-lah yang meciptakan dunia dan memelihara kehidupan dunia ini. Kekuasaan Tuhan Allah meliputi seluruh dunia ini. Tuhan berkuasa mengasihi dan menghakimi dunia ini. Salah satu contohnya adalah berita yang tertulis dalam Kitab Yesaya. Di dalam Yesaya 9:8-21, dituliskan tentang penghukuman Allah terhadap bangsaNya, Israel. Allah menghukum bangsaNya dengan membangkitkan Raja Asyur (Yesaya 10:5-19). Namun demikian, pada waktunya, Allah juga akan menghukum Raja Asyur (Yesaya 10:24-27). Berita ini menunjukkan kekuasaan Allah untuk menghukum atau membebaskan bangsa-bangsa di dunia. Terkhusus, bangsa Israel memahami penghukuman dan pembebasan yang dilakukan Allah terhadap bangsa Israel melebihi kewajiban perjanjian Allah. Semenjak keluar dari tanah perbudakan Mesir, bangsa Israel berulang kali jatuh ke dalam dosa, namun Allah terus menerus mengasihi bangsa Israel. Inilah yang diagungkan bangsa Israel dengan mengatakan “Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.” (Mazmur 100:5) Kasih setia Allah tetap dirasakan turun temurun oleh bangsa Israel walaupun mereka seringkali melanggar perjanjian dengan Allah. Pengalaman kasih setia Allah yang turun temurun inilah yang menggerakkan hati bangsa Israel untuk mengundang segala bangsa untuk memuji Tuhan Allah. Bangsa Israel meyakini bahwa kasih Allah juga diberikan kepada segala bangsa. Kasih setia Allah yang tetap terhadap bangsa Israel merupakan bukti dan alat untuk menunjukkan kasih Allah terhadap dunia ini, terhadap segala bangsa. Kasih yang dialami bangsa Israel menjadi jalan untuk menyatakan kemulianNya atas bumi ini.
Demikian juga dalam kehidupan kita saat ini, kasih Allah yang kita rasakan merupakan pendorong bagi kita untuk menyatakan kemulianNya. Inilah yang kita pahami sebagai rancangan Allah dengan memberikan kasihNya bagi kita. Kasih Allah yang kita rasakan merupakan panggilan atau tanggung jawab untuk menyaksikannya bagi kehidupan di sekitar kita. Seperti gambar di atas. Keselamatan yang telah kita terima di dalam Yesus Kristus, mendorong atau memotivasi segala suku bangsa untuk datang memuliakan Allah. Kasih yang kita rasakan menjadi sukacita bagi kita dan menjadi motivasi untuk menyatakan bagi dunia ini. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 295:1,2.
    1. Meriah kal ukurku m’ritaken gelarNa. Berita kerna Yesus ras keleng ateNa. Meriah kal ukurku nuriken si benar. Peturah kiniteken ukurku tergintar. Pembarkenlah kataNa, kempak kerina jelma. Kerna Yesus Tuhanta ras keleng ateNa.
    2. Meriah kal ukurku m’ritaken gelarNa. Ergan kuasa gelarNa asang doni enda. meriah kal ukurku nuriken man bandu. Enda b’rita si mbelin si ‘rbanca terkelin. Pembarkenlah …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 12 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 202:1,2
    1. Ernalem gelah man Yesus, kula ukur tendingku. Endesken geluhndu baNa, keleng ateNa bandu. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesus ku bahan aku ernalem gelah.
    2. Kita k’rina bas geluhta, p’raten daging simbak min. Pindo lebe gegeh baNa, maka kita erdahin. Ernalem gelah …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata
    Diperintahkannyalah kepada yang paling di muka: “Apabila Esau, kakakku, bertemu dengan engkau dan bertanya kepadamu: Siapakah tuanmu? dan ke manakah engkau pergi? dan milik siapakah ternak yang di depanmu itu? jawablah: milik hambamu Yakub; inilah persembahan yang dikirim kepada tuanku Esau, dan Yakub sendiripun ada di belakang kami.” Begitulah diperintahkannya baik kepada yang kedua maupun kepada yang ketiga dan kepada sekalian orang yang berjalan menggiring kumpulan hewan itu, katanya: “Seperti perkataanku tadilah kamu katakan kepada Esau, apabila kamu berjumpa dengan dia; dan kamu harus mengatakan juga: Hambamu Yakub sendiri ada di belakang kami.” Sebab pikir Yakub: “Baiklah aku mendamaikan hatinya dengan persembahan yang diantarkan lebih dahulu, kemudian barulah aku akan melihat mukanya; mungkin ia akan menerima aku dengan baik.”

Renungan

Hidup membutuhkan strategi. Seperti permainan sepak bola, setiap pelatih akan menganalisa kemampuan yang dimiliki oleh timnya, mengukur kemampuan lawan dan menyusun strategi dalam menghadapi lawan. Demikian juga dalam kehidupan kita. Kita tidak hanya mampu memahami kemampuan yang kita miliki atau tantangan yang harus kita hadapi, tetapi kita juga membutuhkan strategi. Kita harus memiliki strategi agar kita dapat memaksimalkan kemampuan yang kita miliki untuk menyelesaikan tantangan yang kita hadapi.

Inilah yang dilakukan Jakup dalam menghadapi perjalanan hidupnya. Dalam Kejadian 31:1-2, dikatakan, “Kedengaranlah kepada Yakub anak-anak Laban berkata demikian: “Yakub telah mengambil segala harta milik ayah kita dan dari harta itulah ia membangun segala kekayaannya.” Lagi kelihatan kepada Yakub dari muka Laban, bahwa Laban tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadanya. Lalu berdasarkan petunjuk Allah, maka Jakup meninggalkan Laban dengan membawa istrinya, anak-anaknya dan semua harta miliknya yang diperolehnya selama bekerja pada Laban. Jakup kembali negeri nenek moyangnya dan kepada kaumnya (Kejadian 31:3). Di tengah perjalanannya, Laban mengejar Jakup dan menemukan Jakup di pegunungan Gilead. Setelah berdamai dengan Laban, Jakup harus menghadapi pertemuannya dengan Esau, kakak kandungnya tang telah ditipunya. Untuk itu Jakup menyusun strategi. Jakup mengirim utusan kepada Esau agar Jakup mendapat belas kasihan Esau. Tetapi para utusan itu membawa berita bahwa Esau juga sedang berjalan menemui Jakup dengan diiringi 400 orang. “ Lalu sangat takutlah Yakub dan merasa sesak hati; maka dibaginyalah orang-orangnya yang bersama-sama dengan dia, kambing dombanya, lembu sapi dan untanya menjadi dua pasukan. Sebab pikirnya: “Jika Esau datang menyerang pasukan yang satu, sehingga terpukul kalah, maka pasukan yang tinggal akan terluput.” (Kej. 32:7-8) Jakup membagi hambanya dan harta miliknya menjadi tiga kelompok. Dan Jakup berharap agar masing-masing kelompok dapat menjadi persembahan yang dapat menenangkan hati kakaknya Esau.
Namun demikian apa yang diperkirakan Jakup jauh dari kenyataan yang terjadi. Ketika Jakup dan Esau bertemu, maka yang terjadi adalah, “Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu. Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka. (Kej. 33:3-4 )
Kita memang membutuhkan strategi dalam menghadapi kehidupan kita. Kita harus mampu mengenali kemampuan kita dan dan memahami persoalan yang kita hadapi. Tetapi hal itu tidaklah menjadi ketakutan apabila hasil analisa kita mengatakan bahwa kita tidak akan mampu menghadapi tantangan. Atau sebaliknya kita merasa jumawa, karena kita merasa kemampuan kita berada di atas tantangan yang kita hadapi. Masih ada faktor yang lain, yang sangat menentukan perjuangan kehidupan kita. Faktor itu adalah faktor kuasa dan kasih Allah. Allah-lah yang berkuasa untuk menentukkan yang terbaik dalam kehidupan kita. Sebaik apapun strategi hidup kita, tetaplah berserah kepada kehendak Allah. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 179:1,2.
    1. ‘Di nggo reh ben wari, pekesahken ka. Bage tetap wari, puji Dibata.
    2. Tuhan sikawalta, ibas berngi e. endesken man baNa, kula tendi pe.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 11 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 307:1,2
    1. O Tuhanku Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal mratah aku babaNdu, ipesenang-senangNdu geluhku. Permakanku si njayam geluhku, malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku. Kam me Tuhanku, permakanku.
    2. IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku, kempak keg’luhen sisikapkenNdu. Permakanku …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 34:20
    “ Kalak bujur pe mbue ngenanami kiniseran, tapi ipulahi TUHAN ia ibas kerinana nari.”

Renungan

Penderitaan tidak memilih-milih siapa yang akan dikenainya. Setiap manusia memiliki penderitaannya sendiri. Dengan demikian, pertanyaan kita bukanlah mengapa aku dikenai penderitaan seperti ini ? Yang menjadi penting bagi kita adalah bagaimana kita menerima dan menghadapi penderitaan itu. Seperti gambar di atas, ketika di padang pasir, pria ini menghadapi terik panas matahari dan kehabisan air minum. Sangatlah sulit membayangkan pertolongan yang mungkin di terima pria ini. Dalam hidup kita, mungkin kita juga pernah sampai pada keadaan di mana kita merasa tidak ada lagi pengharapan untuk mendapatkan pertolongan. Walaupun kita mengalami situasi yang seperti ini, kita harus tetap mengingat bahwa kita masih memiliki dasar pengharapan kita, yaitu pertolongan dari Allah.

Inilah yang diakukan Daud dalam ayat renungan kita. Pada ayat renungan ini kita dapat memperhatikan bahwa Daud mengakui dan sanggup menerima kenyataan bahwa orang benar juga banyak mengalami penderitaan. Sulit memang untuk menerima kenyataan ketika kita berbuat baik, namun kita juga mengalami penderitaan. Kita beranggapan kalau kita sudah berbuat baik, maka tidak mungkin lagi kita mengalami penderitaan. Pemahaman yang biasa kita pergunakan adalah orang baik akan hidup baik. Oleh karena itu, bila orang baik mengalami kehidupan yang tidak baik, dapat saja ia merasa tidak adil dan membuat dia kehilangan keyakinan hidupnya. Apa yang dikatakan Daud merupakan hal yang harus kita perhatikan juga dalam kehidupan kita, bahwa orang benar juga dapat saja mengalami banyak penderitaan. Kemampuan kita untuk menerima dan mengakui keadaan inilah yang membuat kita tidak kehilangan keyakinan kita. Hal ini terlihat dari pernyataan Daud selanjutnya. Daud mengatakan bahwa Tuhan-lah yang membebaskan dia dari penderitannya. Penderitaan dapat saja mengkenai setiap orang, tetapi yang penting adalah keyakinan kita akan pertolongan Allah. Inilah yang memampukan kita untuk menerima dan menghadapi penderitaan hidup kita. Keyakinan ini menjadi kekuatan kita untuk meneruskan perjuangan hidup kita.

Kita memang membutuhkan dasar keyakinan yang memampukan kita untuk menerima kenyataan bahwa kita dapat saja dikenai penderitaan hidup. Kita tidak harus menyalahkan diri kita sendiri atau orang lain. Kita tidak perlu menangisi keadaan kita sehingga kita terbelenggu dengan apa yang sudah terjadi. Yang terpenting adalah kita mampu melihat ke depan. Hal ini dimungkin jika kita mampu menerima bahwa kita bisa saja mengalami penderitaan dalam hidup ini. Dan yang lebih utama lagi adalah kita menyakini pertolongan Allah dalam hidup kita. Allah tetap memberikan akal budi bagi kita untuk dapat lepas dari penderitaan hidup ini. Inilah yang kita baca dalam Mazmur 34 : 1, “Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.” Allah memberi kemampuan bagi Daud untuk berpura – pura tidak waras sehingga dia diusir dari hadapan Abimelekh. Kita juga meyakini Allah memberi kemampuan bagi orang benar untuk melihat cara-cara yang benar untuk menghadapi dan lepas dari penderitaan hidup ini. Tidak terbatas kuasa Tuhan untuk menolong kita. Tuhan senantiasa membuka jalan bagi kita untuk menghadapi dan keluar dari permasalahan hidup kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 309:1,3.
    1. Pengasup kami o Tuhan, gelah pedahNdu banci idalanken. Em kap tending kami bas kegeluhen. KataNdu si man gelemen. Gelah tangkas kata ras perbahanen, ban min kami tetap bas kebujuren, surgaNdu kap perayaken.
    2. Kawali kami o Tuhan, alu gegeh ras kuasaNdu si mbelin. Olangilah kami idur si setan si atena encedaken. DameNdu gelah tetap kuarapken, ban kelengNdu ngenca kami atan, bengket ku bas kesangapen.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 10 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 374:1,2.
    1. Yesus ulu kegeluhenku, Kam me ngenca pengendesenku. Lalap tedeh ateku pusuhku, kupehaga Kam bas geluhku. O Tuhan pernehen pusuhku si ertedeh ate man baNdu. Kugelem pedah ras padanNdu. Ku sembah Kam ibas geluhku.
    2. Ku sembah Tuhan penebusku, si mereken kekelengenNa. Alu tutus reh aku Tuhan ras kerina isi jabungku. O Tuhan …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Daniel 3: 16 – 18.
    “Ngaloi Saderah, Mesah ras Abednego, “ O Raja, labo lit sura-sura kami mperdiateken diri kami. adi ngasup kin Dibata si isembah kami e mulahi kami ibas api ginuhur si gurlah e nari ras i bas kuasandu nari, tentu ipulahiNa kami. Tapi adi lang pe, ietehndu min o Raja, maka la kami nggit nembah dibatandu, janah la kami nggit nembah mungkuk kempak gana-gana emas si enggo ipajekkenndu e.”
    Renungan

Orang yang menggunggah foto ini memberi keterangan bahwa rumah in sudah berdiri atas batu di tengah sungai Bajina Basta, Serbia selama 44 tahun. Tentunya orang yang membangun rumah sudah mengetahui resiko dan bersiap menerima resiko yang akan terjadi ketika dia membangun rumah di tengah aliran sungai. Dalam kehidupan ini, seringkali kita tidak dapat membayangkan atau mengetetahui resiko yang terjadi dalam hidup kita. Tetapi pada kesempatan yang lain memang kita harus mengambil resiko yang tegas.
Daniel dan teman-temannya di bawa ke istana Nebukadnezar dan dididik untuk menjadi pelayan di istana Nebukadnezar. Sebagai orang buangan, hidup mereka ada berada di dalam kekuasaan raja Nebukadnezar. Perintah raja adalah undang-undang yang harus dipatuhi Daniel dan kawan-kawannya. Tidak melakukan perintah raja pasti beresiko terhadap nyawa mereka. Inilah yang terjadi dalam kehidupan teman-teman Daniel yakni Saderah, Mesah dan Abednego. Raja Nebukadnezar membuat patung emas dirinya dan memerintahkan agar setiap orang menyembah patung itu manakala dibunyikan sangkakala. Namun demikian, teman-teman Daniel ini tidak melakukan apa yang diperintahkan raja. Ada orang yang mengadukan tindakan mereka ini, sehingga ketiganya dibawa ke perapian. Sebelum di buang ke dalam perapian, raja Nebukadnezar memberi kesempatan terakhir bagi teman-teman Daniel untuk menyembah patung dirinya. Tetapi jawaban Saderah, Mesah dan Abednego sangat tegas. Mereka tidak memperhatikan kepentingan diri mereka. Mereka percaya kepada Allah, apapun yang terjadi dalam kehidupan mereka. Mereka tahu resiko menyembah Allah dan bersedia menerima resiko itu. Mereka memperlihatkan ketetapan hati mereka untuk menjalani resiko tindakan iman mereka. Mereka tetap berserah kepada kehendak Allah. Apakah Allah membebaskan mereka atau mereka harus terbakar di dalam api, keputusan mereka tetap menyembah Allah.
Sebagai orang percaya, kita memiliki cara kehidupan yang berpadanan dengan kehendak Allah. Kepentingan hidup kita haruslah berada dan diarahkan agar sejalan dengan kehendak Allah. Dalam hal ini, terkadang kepentingan hidup kita bertentangan dengan kehendak Allah. Namun demikian, seperti Saderah, Mesah dan Abednego, kita harus bersedia menerima resiko iman kita. Kita harus bersedia menyerahkan kepentingan hidup kita agar seturut dengan kehendak Allah.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 381:1,2.
    1. Sura – sura Yesus bangku ersinalsal tetap. Nggeluh bujur ras mulia, si ngena ateNa. Ersinalsal terang, em sinisuraken Yesus. Ersinalsal terang, ku tetap ersinalsal.
    2. Sura – sura Yesus Kristus nandangi geluhku, mpehaga turang senina si sampat – sampaten. Ersinalsal terang…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 9 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 200:1,3
    1. O Tuhan babai min dalanku bas doni. Labuh ras la kesah gegehku. SoraNdu terbegi man bangku nemani. Lalap Kam me kuban temanku.
    2. O Tuhan bengketi, pusuhku min gelah. Maka kualoken kataNdu. PedahNdu lalap min ku gelem la pulah. Lalap Kam me kuban temanku.
  2. Ertoto
  3. Pembacaan Firman Tuhan : Ulangan 2 : 4 – 7.
    “ Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir; mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali; janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu setapak kaki dari negeri mereka, karena kepada Esau telah Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya. Makanan haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat makan; juga air haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat minum. Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apapun.”
    Renungan

Seorang jawara bela diri, datang ke sebuah dusun. Banyak orang yang mengenal sang jawara. Di antara mereka, ada yang menawarkan makanan, minuman dan semuanya gratis. Tetapi sang jawara, tidak menerimanya sebagai pemberian gratis, sebaliknya dia membayar seperti harga pada umumnya. Mungkin banyak pendapat kita tentang tindakan sang jawara tersebut. Salah satu kemungkinan pandangan terhadap sang jawara adalah tidak pandai memanfaatkan kesempatan. Hal ini disebab pandangan orang pada umumnya akan berpendapat “ Kalau kita ditakuti karena kekuatan kita, mengapa kita tidak mengambil keuntungan dari hal itu ? Jikalau kita bisa menerima saja, mengapa kita harus membeli ?

Dalam perjalanannya dari Mesir ke tanah Kanaan, bangsa Israel akan melewati daerah saudara-saudaranya, keturunan Esau. Tuhan memberitahukan apa yang harus diperhatikan bangsa Israel ketika melintasi daerah Seir. Tuhan mengatakan bahwa keturunan Esau akan takut terhadap bangsa Israel. Namun demikian Allah menyuruh mereka berhati-hati, artinya tidak bertindak semena-mena, tidak menyebabkan pertikaian dan akhirnya bangsa Israel berperang dengan bangsa ini. Sebaliknya, Alah memerintahkan agar bangsa Isarel membeli makanan dan minuman dari mereka. Bangsa Israel tidak boleh mengambil makanan dan minuman dari keturunan Esau ini. Bangsa Israel, tidak boleh memanfaat ketakutan keturunan Esau ini untuk mengambil makanan dan minuman dari mereka. Tuhan mengingatkan bahwa daerah yang akan mereka lewati adalah daerah keturunan Esau. Allah juga mengingatkan bahwa Allah telah membuktikan penyertaanNya terhadap bangsa Israel. Selama 40 tahun penggembaraannya, oleh karena pernyertaan Tuhan sehingga bangsa Israel tidak kekurangen apapun. Jadi, jika bangsa Israel tidaknya berkekurangan, walaupun mereka sendiri dalam masa penggembaraan di padang gurun, untuk apa mengambil makanan dan minuman dari saudara mereka yang takut kepada bangsa Israel. Allah justru mengingatkan bahwa berkat penyertaan Tuhan yang dialami bangsa Israel haruslah dipakai untuk keuntungan keturunan Esau, yang takut terhadap bangsa Israel. Hal dilakukan bangsa Israel dengan membeli makanan dan minuman dari keturunan Esau.
Dalam kehidupan ini, terkadang jabatan, kekuasaan, kekayaan atau posisi yang lebh tinggi atau lebih baik dari orang lain justru dimanfaatkan oleh orang yang memiliki posisi yang lebih tinggi atau lebih baik itu untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri. Prinsip yang demikian justru dapat berkembang menjadi suatu kebiasan, aturan tidak tertulis, cara hidup otomatis bawahan-atasan bahkan suatu kewajiban,. Hal ini memperlihatkan seakan-akan berkat mengalir dari bawah ke atas.
Kekuatan, kemampuan yang lebih dan posisi yang lebih baik hendaklah juga mendatangkan kebaikan bagi orang-orang disekitar kita. Seperti gambar di atas, kemampuan anak yang lebih besar dipergunakannya untuk menolong yang lebih kecil. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 334:1,2
    1. Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta pe IA simerekenca. Kiniteken pe ras pemetehta e pe IA sinjujurkenca. IA kap erbanca kita sanggap, tetaplah man IA kita ngarap. ‘Di reh susah b’reNa erpang luah, tendi kula mejuah-juah.
    2. Dage tetaplah bulat ukurta, geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia, gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kal min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kal lupa.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 8 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 221:1,2
    1. Pesikaplah ukurta, adi ndahi Dibata. Ukur si serbut, si lit bas kita, endeskenlah man baNa. Ban Ia si mereken pengadin, makana kita dorek min terkelin. ‘Di Yesuslah sibahan man temanta, e tentu malem kal ateta.
    2. Pesalanglah pusuhta, adi nembah man baNa. Pusuh si gulut si ndongkelisa totokenlah ku Ia. Ban Ia si mereken…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 22 : 27
    “ Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia, biarlah hatimu hidup untuk selamanya.”

Renungan

Hidup adalah upaya pencarian terus menerus. Perubahan-perubahan, tantangan dan ancaman yang terjadi di dalam kehidupan ini mengharuskan kita terus menerus berjuang mencukupkan kebutuhan hidup kita. Seperti gambar ini, seorang ibu yang harus bekerja berat mencari rumput untuk panganan ternaknya sambil mengasuh anaknya. Terkadang kita bertanya, kapan berakhirnya perjuangan berat ini ? Kita mencari jawaban atas persoalan hidup kita.

Mazmur 22 adalah upaya pencarian Daud akan pertolongan Tuhan. Di tengah-tengah penderitaan hidupnya, Daud percaya bahwa Tuhan adalah pertolongan baginya. Dan akhirnya, Daud menemukan kasih Tuhan. Firman Tuhan yang menjadi bagian renungan kita ini memperlihatkan ungkapan syukur Daud atas pertolongan Allah. Dalam ungkapan syukurnya, Daud mengundang orang-orang yang rendah hati, mereka yang mencari Tuhan, untuk bersama-sama dalam perjamuan syukur ini. Kasih sayang Tuhan yang dirasakan Daud ditunjukkannya dengan berbagi makan bersama dengan mereka yang mencari kasih sayang Tuhan juga. Mereka yang mencari Tuhan akan makan dengan kenyang, menjadi gambaran bahwa Tuhan juga akan mengenyangkan mereka. Ini menjadi kesaksian Daud bahwa Tuhan, yang telah menolong dirinya, juga akan menolong mereka yang mencari pertolongan Tuhan. Daud juga memperlihatkan pengharapan dan doanya agar mereka yang mencari Tuhan memperolah ‘hati yang tetap hidup’. Artinya, mereka terus menerus mencari Tuhan, jangan berputus asa mencari kebahagian di dalam Tuhan.
Perjuangan hidup yang berat yang kita alami terkadang dapat melemahkan pencarian kita akan pertolongan Tuhan. Kesaksian Daud mengatakan kepada kita bahwa ada pertolongan dari Tuhan. Oleh karena itu, bila saat ini kita masih berjuang seperti gambar seorang ini, “hati kita harus tetap hidup”. Kita jangan berputus asa dalam menjalani kehidupan kita.
Kita terus mencari pertolongan Tuhan melalui ibadah minggu kita esok hari. Mari kita persiapkan tubuh, roh dan jiwa kita untuk menyembah Tuhan. Kita percaya Tuhan akan mengenyangkan kita dengan berbagai kebaikan hidup ini.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 279:1,4
    1. Kam kap Dibatangku, Kam inganku cicio. Tegu-tegu aku, begiken pertotonku. Ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
    2. Ku puji Kam Tuhan, rende aku man baNdu. Sabab seh ulina perbahanenNdu bangku. Ernalem man baNdu…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 7 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 304:1,2
    1. O Tuhanku, o Dibatangku, rusur aku nimbak pedahNdu. Nggo meluat k’rina geluhku. Labo dame banna pusuhku.
    2. O Tuhanku, o Dibatangku, kutungtungken ukurku baNdu. Ras mekuah atendu aku, sasapkenlah salah dosangku.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 51 : 12.
    “ Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh.”

Renungan

Saya yakin, apabila kita menemukan lokasi seperti gambar hamparan sawah terasering dengan padi yang sudah menguning ini, kita akan berhenti sejenak untuk berselfie ria di lokasi ini. Sayang rasanya apabila tidak mengabadikan pemandangan yang indah ini. Namun demikian, untuk membuat persawahan terasering seperti ini, yang kita katakan indah ini, dibutuhkan kebersamaan, kesabaran, kesetiaan dan semangat juang yang besar untuk mewujudkannya. Saat ini kita memang membutuhkan pemulihan roh yang setia.

Ini juga yang dimintakan Daud dalam Mazmur 51 ini. Dia memohon agar Tuhan memperbaharui batinnya dengan roh yang teguh. Mengapa Daud memohonkan hal ini ?
Ketika kita membaca Mamzur 51, mulai ayat 3, kita membaca pengakuan dosa yang dilakukan Daud. Pengakuan dosa ini muncul setelah nabi Natan mengingatkan perbuatan dosa yang dilakukan Daud. Perkataan nabi Natan ini membuka hati dan pikiran Daud tentang perbuatan dosa yang dia lakukan. Daud sadar akan pelanggarannya. Dia dibayangi terus akan dosa yang telah dilakukannya. Dalam ayat 5, Daud mengakukannya, “ Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” Perbuatan dosa ini telah membuat Daud kehilangan kegirangan dan sukacita. Pengalaman ini dirasakan Daud seakan-akan tulangnya telah remuk. Karena itu dia memohon, “Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!” (8)
Daud percaya bahwa Allah penuh kasih dan mau memberi pengampunan dosa. Oleh karena itu, Daud tidak hanya memohon agar Allah membersihkan hidupnya dari dosa, tetapi juga memohon agar batinnya diperbaharui. Pengampunan juga harus dibarengi dengan roh yang teguh, setia kepada Tuhan.

Dari pengalaman Daud ini, kita memahami bahwa salah satu yang membuat kita tertekan dan kehilangan semangat juang kita adalah dosa yang terus membayangi kita. Sebagai orang yang telah diselamatkan Allah, diberikan roh dalam hati kita, maka setiap pelanggaran dan dosa yang kita lakukan akan membuat hati kita berontak. Batin kita tertekan dan perasaan bersalah itu terus menghantui kita. Hal inilah yang sering mengakibatkan konflik batin dan akhirnya konflik dengan seisi rumah dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Dosa menghalangi kita memperoleh kegirangan, sukacita dan semangat hidup. Oleh karena itu, sama seperti Daud, jalan keluarnya adalah kesadaran dan pengakuan dosa. Kita mengakui dosa dan pelanggaran kita kepada Allah. Namun demikian kita juga memohon agar Allah memperbaharui batin kita sehingga kita memiliki roh untuk setia melakukan apa yang benar dihadapan Allah. Pengampuan Allah memberikan kegirangan, sukacita, semangat, dan kesetian untuk menjalani perjuangan hidup kita.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 423:1,2
    1. Kam nebusi aku Tuhan, Kam si peteneng tendingku. Tendi si ndube tertaban, tegulah kuadepenNdu. Malem kal ateku Bapa, ban keleng ateNdu. Kupuji gelarNdu Bapa, mulia gelarNdu. TeguNdulah aku Tuhan, ibas pusuhku Kam ringan. PetetapNdu aku Tuhan, ‘lah dosa talu me kuban.
    2. Kam ngalemi aku Tuhan, Kam simpepalem pusuhku. Pusuh si megati nogan, mbaru perbahan kelengNdu. Malem kal ateku Bapa…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 6 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 194:1,2.
    1. Senang adi ras Yesus, malem ateta pe. Sidahilah Penebus, jedat kita dame e. begiken pendiloNa. Marilah kam kerina. Si latih bas geluhna, maka kam senang ka.
    2. Senang adi ras Yesus, malem ate ta pe. Alu ukur si tutus, si ikutkenlah dage. Tah kai pe si terjadi, lit me ka psi nampati. Araplah I adage, tetaplah ukur e. Senang adi ras Yesus…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata 3 Yohanes 1 : 2 – 3.
    “ Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.
    Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran.”

Renungan

Pemahaman tentang kebahagiaan itu dapat saja berbeda antara satu orang dengan orang lain. Menurut pemahaman kami, gambar ini juga memperlihatkan kebahagiaan hidup. Dari gambar ini, paling tidak kami dapat melihat empat keadaan hidup yaitu ada kesehatan untuk bekerja, ada pekerjaan untuk mencukupkan kebutuhan hidup, ada makanan, ada hubungan baik dengan orang lain, sehingga berani makan bersama beberapa orang di atas satu tempat, dan ada pikiran positip dan semangat menjalani hidup ( hal ini tampak dari mampu makan di bawah terik matahari). Yang membedakan dengan kebahagian menurut orang lain, mungkin hanya terletak pada apa yang kita dikerjakan, jenis makanan, tempat makannya dan siapa yang berhubungan dengan kita. Namun, pada dasarnya orang mencari kebahagiaan di dalam hidupnya, bagaimanapun pemahaman dan bentuknya kebahagiaan itu.

Dalam Kitab 3 Yohanes ini, kita mendengarkan tentang doa dan ungkapan sukacita terhadap penerima suratnya, yaitu Gayus. Yohanes berdoa agar Gayus baik keadaannya, sehat tubuh dan jiwanya. Yohanes juga mengungkapkan sukacitanya mengetahui Gayus juga hidup dalam kebenaran. Kehidupan Gayus dalam kebenaran lah yang meyakinkan Yohanes untuk mendoakan keadaan baik, sehat-sehat tubuh dan jiwa Gayus.

Dalam kehidupan kita saat ini, kita juga tetap berdoa agar kita tetap mendapatkan kebaikan hidup. Kita tetap miliki kesehatan, pekerjaan, keamanan, makanan dan sahabat-sahabat yang mendukung kehidupan kita. Hati dan pikiran kita juga tenang. Inilah yang membahagiakan kita.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 276:1,2
    1. Kuikutken Kam o Tuhan, Kam kap si perkeleng e. Sabab Kam si mere dalan, dalan terkelin kepe. Ia kapen Jurus’lamat, Ia kapen penampat. KataNa me kapen tambar, kuasaNa la ‘sibar.
    2. Tuhan kapen kuarapken, jadi temanku nggeluh. Tetap Ia penalemen, kinitekenku nteguh. Ia kapen …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan