Renungan Malam 25 November 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 202:1,5
    1. Ernalem gelah man Yesus, kula ukur tendingku. Endesken geluhndu baNa, keleng ateNa bandu. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
    2. Ibas picet, kesusahen, mungkuk ku adepenNa. Ola gegeh ipenalem, tapi pasu-pasuNa. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Ulangan 5 : 32-33
    “ Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri. Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki.”
    Renungan

Lit istilah kalak Karo nina, “mberat la erbaban”. Artinya, seseorang yang merasakan beban yang berat, tetapi bukan karena ada benda berat yang dibawanya, tetapi lebih karena hati dan pikiran yng tertekan berat. Mungkin istilah sesuai dengan situasi yang kita hadapi saat ini. Hati dan pikiran kita ditekan berat. kesulitan-kesulitan hidup yang kita alami, membuat berkurang kekuatan, kemampuan dan akal pikiran kita untuk berkembang. Langsung lemah semangat dan buntu akal pikiran kita untuk melihat hal lain yang harus kita kerjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Di pihak lain, kebutuhan kita semakin mendesak untuk dipenuhi. Ayub mengambarkan penderitannya dengan mengtakannya dalam Ayub 33:19-20, “Dengan penderitaan ia ditegur di tempat tidurnya, dan berkobar terus-menerus bentrokan dalam tulang-tulangnya; perutnya bosan makanan, hilang nafsunya untuk makanan yang lezat-lezat;” Di tempat tidurpun dia tidak bisa tenang, hati dan pikirannya terus menerus bentrok dan dia kehilangan nafsu makan. Apa yang harus kita lakukan ?
Firman Tuhan yang kita baca malam hari ini merupakan penegasan Allah kepada bangsa Israel yang telah bebas dari tanah Mesir. Bangsa Israel saat itu berada di daerah gunung Sinai menerima sepuluh perintah Allah. Inilah ketetapan yang diberikan Allah kepada bangsa Israel. Dengan ketetapan ini maka Allah mengikatkan diriNya dalam sebuah perjianjian bahwa Allah menjadi Allah bangsa Israel dan bangsa Israel menjadi milik khusus Allah. Bangsa Israel haruslah tetap setia menjalankan ketetapan Allah. Dengan demikian Allah tetap hadir memberkati kehidupan bangsa Israel. Berkat inilah yang membuat bangsa Israel dapat hidup, baik keadaannya dan tetap meenmpati tanah yang dijanjikan Allah bagi mereka. Bangsa Israel tidak boleh menyimpang ke kanan atau ke kiri. Justru dengan tetap melakukan kehendak Allah maka bangsa Israel dapat hidup, baik keadaannya dan tetap menempati tanah perjanjian itu.
Firman Tuhan yang dikatakan Allah kepada bangsa Israel, tetap berlaku bagi kita saat ini. Di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita telah dijadikan Allah menjadi anak-anakNya, bangsa yang khusus menjadi milik Allah. Oleh karena itu, ketetapan Allah yang berlaku atas bangsa Israel juga berlaku bagi kita. Allah adalah kita dan kita adalah umat Allah. Dari pihak kita, kita harus memperlihatkan kesetian kita melakukan kehendak Allah. Dengan demikian, Allah tetap hadir dalam kehidupan kita, memberkati kehidupan kita. Demikianlah kita jalani kehidupan kita. Walaupun, mungkin kita telah kehilangan kekuatan, kemampuan dan akal pikiran untuk menemukan jalan lain memenuhi kebutuhan hidup kita, satu hal yang tetap kita percayai adalah tetap setia melakukan yang dikehendaki Allah. Justru hal inilah yang membuat kita hidup, baik keadaan kita dan lama waktu kita menikmati berkat-berkat Allah.
Kita teruskan perjuangan kita, walaupun pergerakan hidup kita terasa melambat, walaupun perlahan, tetapi tetaplah setia melakukan kehendak Allah. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 168:1,2
    1. Tegu aku o Tuhanku ibas dalan mesera. La lit ngasup ras gegehku, b’re min tanNdu negusa. Roti surga, roti surga, tetap b’reken man bangku. Tetap b’reken man bangku.
    2. Lau si nggeluh b’re min elah maka aku megegeh. ‘Tah kai jadi bas geluhku, Kamlah arah lebengku. O Tuhanku, O Tuhanku, Kam me kap sekawalku, Kam me kap sekawalku.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 24 November 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 360:1 (3x)
    Ibas Tuhan aku megegeh, Tuhan me kupujiken. Tuhan me jadi gegehku, ibas IA lit kesenangen. Ibas IA lit kesenangen.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 103 : 5 – 6.
    “ Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.”

Renungan

Perjanjian Lama sering memaknai kehidupan berdasarkan gambaran burung rajawali. Burung rajawali dilihat dari segi ketangkasannya menyambar buruannya, kecepatannya, kekuatannya mendukung anak-anaknya. Dengan tidak perlu banyak mengepakkan sayapnya, tetapi dengan tetap menahan kepakan sayap yang terbuka, burung rajawali mendapat bantuan udara untuk terbang lebih tinggi lagi. Demikianlah Kitab Jesaya 40:31 menggambarkan kekuatan baru bangsanya, semakin lama semakin tinggi, seperti rajawali yang terbang naik dengan kekuatan sayapnya. Bacaan renungan malam hari ini juga memperlihatkan kepada kita kehidupan umat Tuhan yang diperbaharui Allah, seperti burung rajawali.
Di dalam Mazmur 103 ini, Pemazmur mengundang jemaat memuji Allah. Pemazmur mengungkapkan alasannya berdasarkan pengalamannya dan pengalaman bangsa Tuhan. Di dalam ayat 2-5, Pemamzur merasakan Allah telah mengampuni, menyembuhkan, menebus, memahkotai dan memenuhi hasratnya. Di dalam ayat 6 – 19, Pemazmur berbicara tentang belas kasihan Allah secara umum terhadap bangsaNya dan dunia ini.
Khususnya, pada ayat 5, Pemazmur mengakui bahwa karena pertolongan Allah-lah sehingga dia merasakan hari-hari hidupnya dipenuhi dengan kebaikan. Selama ini Pemazmur mengalami sakit parah yang membawa dia dekat pada lubang kubung. Hasratnya dipenuhi dengan kerinduan akan kesembuhan dan kebaikan hidup. Dan sekarang hasratnya itu telah dipenuhi Allah dengan memberikan hari-hari baik dalam hidupnya. Allah telah mengampuni dosa-dosanya, menyembuhkannya dari sakit, menebusnya dari lubang kubur dan memahkotai dirinya dengan kasih setia dan rahmat. Hari-harinya sekarang kembali hidup lagi. Keadaan ini membuat Pemazmur seakan muda kembali. Semangat, harapan dan kekuatan masa muda meliputi jiwanya, seperti burung rajawali.
Pengalaman dirinya di kasih Allah juga merupakan pengalaman bangsaNya dan orang-orang yang takut akan Allah. Pemazmur menunjukkan bahwa Allah itu baik, bagi dirinya, bangsaNya dan dunia ini. Pengalaman dirinya dan pengalaman bangsaNya-lah yang mendorong Pemazmur mengundang jemaat memuji Allah.
Seturut dengan pengalaman Pemazmur ini, tetaplah kita yakin bahwa TUHAN itu baik bagi kita, bagi dunia ini. Hasrat kita untuk merasakan kebaikan Allah tetap akan dipenuhi Allah. Oleh karena kasih dan kebaikan Allah maka kita akan merasakan hari-hari kita “kembali hidup lagi”. Semangat, harapan dan kekuatan kita dipulihkan Allah kembali. Kita teruskan perjalanan hidup kita dengan keyakinan kasih dan kebaikan TUHAN tetap nyata dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati kehidupan kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 307:1,2
    1. O Tuhanku, Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal m’ratah aku babaNdu, ipesenang senangNdu geluhku. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
    2. IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku kempak keg’luhen si sikapkenNdu. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 23 November 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 201:1,4.
    1. Malem ate tuhu-tuhu, si ernalem man baNdu. Kam Dibata sinjadiken langit ras doni enda. SalsaliNdu pusuh kami, maka t’rangndu tergejap. Kalak si tek la kap bene, ban kelengNdu e tetap.
    2. Aloken Kamlah o Bapa, kuendesken geluhku. KesahNdu min ngajarisa, lah kueteh nembah baNdu. Pasu – pasu min kerina, daging, ukur, tendingku. Gelah arah tan ras kata, ipujina gelarNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur
    “Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.”

Renungan

Kita hidup di tengah situasi yang menuntut keteguhan hati dan kekuatan pikiran. Kita sedang menghadapi beratnya beban hati dan pikiran kita. Kita menghadapi tantangan, baik secara ekonomi, tantangan kesehatan dan ketenteramen dalam keluarga kita. Terlebih dalam mengelola hati dan pikiran di saat kita menyaksikan orang-orang yang kembali kepada Allah akibat pandemi covid-19 ini. Kita beranggapan situasi sudah mulai membaik, karena kita melihat banyak orang sudah semakin “bebas” beraktivitas tanpa mematuhi protokol kesehatan. Situasi belumlah membaik. Oleh karena itu kita terus membutuhkan kekuatan dalam menghadapi tantangan ini.
Mazmur 34 ini bertemakan ucapan syukur Pemazmur atas pembebasan yang dilakukan Allah dalam hidupnya. “Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.” (Mazmur 34:5) Pengalaman pembebasan ini memberikan hikmat bagi Pemazmur tentang cara hidup yang baik dan mendorong Pemazmur untuk mengajak orang lain memandang Allah, berharap kepada Allah.
Pemazmur mengajak orang lain untuk menujukan pandangannya kepada Allah dengan penuh perhatian, mencari perlindungan kepada Allah dan menanti-nantikan pertolongan Allah. Pemazmur telah mengalaminya dan dia tidak mendapat malu karena berharap kepada Allah. Allah telah menjawab seruannya dan melepaskannya dari segala kegentarannya. “Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” (Maz. 34:7-8) Oleh karena itu Pemazmur mengajak orang lain untuk memuliakan Allah. “Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!” (Maz. 34:4 ITB)
Berdasarkan pengalaman pembebasan Allah ini, Pemazmur juga mengajarkan cara hidup yang baik kepada orang lain. “Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu! Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!” (Maz.34:12-15) Mengapa Pemazmur mengajarkan hal ini ? Pemazmur mengimani bahwa “Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya” (Maz. 34:15;17)
Kita teruskan perjalanan kehidupan kita dengan pandangan yang tertuju kepada Allah dan hidup takut akan Allah. Kita percaya Allah memahami semua kegundahan hati dan pikiran kita dan Allah mendengar seruan permohonan kita. Kita menjadi kuat, tidak akan mendapat malu dan bahkan akan merasakan kebahagiaan karena kebaikan Tuhan, ketika kita berharap kepada Allah. Sebab Allah mendengarkan seruan permohonan orang yang takut akan Allah. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.

  1. Rende KEE GBKP No. 238:1,2.
    1. Ibas ndalani perdalanen geluh, kiniseran pe reh megati ngupuh. Si cengkal ukur, ras si mambur iluh, bereNdu teneng gelah banci tunduh. Kesah ras daging rikut pe ras tendi kempak DIbata k’rina ndesken kami. E maka Kam lah tetap singkawali, ‘lah daging bugis bas medak pepagi.
    2. Segedang wari kami enggo latih, paksana medem enggo ka me kap seh. IkawaliNdu min sangana tunduh, ‘lah suang gegeh adi baNdu badeh. Kesah ras daging …
  2. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 22 November 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 335:1,2
    1. Tuhanku si ngaturkenca, Tuhanku si ngajarisa, Tuhanku jadi gurungku, ibas kerina geluhku.
    2. La lit ngasup ras gegehku, ndalani wari-waringku, tundalenku kap Dibata si perkuah ras erkuasa.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 84 : 12 – 13.
    “ Sabab TUHAN Dibata kap matawari ras ampang-ampang si enteguh, iberekenNa man banta kehamaten ras lias ateNa. La ia rahan-ahan mereken si mehuli, man kalak si ngelakoken si ngena ateNa. O TUHAN si Mada Kuasa, malem kal ate kalak si tek baNdu.”

Renungan

Kita jalani kembali aktivitas kita di minggu ini. Setelah pada hari Kamis, 19 November, seluruh jemaat GBKP menghadapi kenyataan bahwa Ketua Moderamen GBKP periode 2015-2020 telah kembali ke hadapan TUHAN Allah. Ada rasa kehilangan yang mendalam dan dalam keterkejutan kita, serasa terhenti sejenak kehidupan kita. Dalam situasi ini, kita tetap percaya Allah memerlihara dan melindungi kita. Kita dapat belajar dari ungkapan Pemazmur dalam renungan malam hari ini.
Mazmur ini merupakan nyanyian kerinduan akan tempat kehadiran Tuhan. Alasan kerinduan itu ditemukan pada Tuhan sendiri. Pemazmur meyakini dan merasakan kehadiran dan perbuatan Tuhan itu seperti kehadiran matahari dan sebagai perisai. Demikianlah Pemazmur menggambarkan Kasih dan Kuasa Allah itu. Karena kuasa dan kasih Allah-lah yang menerangi semua mahkluk maka semua mahkluk memperoleh kehidupan. Kuasa dan Kasih Allah-lah yang mengatur paksa-paksa kehidupan semua ciptaan Allah. Kuasa dan Kasih Allah tetap di dalam dunia ini. kuasa dan Kasih Allah menjadi sumber kebaikan hidup semua mahkluk. Pemazmur meyakini dan merasakan Allah adalah perisai yang melindungi kehidupannya dari bahaya. TUHAN adalah perlindungan dalam bahaya.
Pemazmur juga merasakan kebaikan Allah terus menerus dalam kehidupannya. Allah tidak setengah-setengah dalam mengasihi kehidupannya. Pemazmur merasakan bahwa Allah tidak menunda-nunda kebaikanNya di setiap pergumulan kehidupan Pemazmur. Oleh karena itu, Pemazmur mengatakan bahwa kebahagiaannya ada di dalam TUHAN. Pemazmur mengungkapkan berbahagialah mereka yang percaya kepada Allah.
Berdasarkan pengalaman iman Pemazmur ini, kita diajak untuk terus mempercayakan perjalanan kehidupan kita kepada kuasa dan kasih Allah. Kasih dan Kuasa Allah itu dapat kita gambarkan seperti matahari dan perisai dalam kehidupan kita. Allah memberi kehidupan kepada kita, menentukan dan mengatur waktu kehidupan kita, sumber kebaikan hidup kita dan melindungi kita dalam bahaya. Allah tetap mengasihi kita dan tidak berlambat-lambat dalam memelihara kehidupan kita.
Enda ka me pengarapennta maka kuasa ras keleng ate Dibata tetap ngarak kegeluhen Nora Pdt. Agustinus Purba, anak-anak, Thea, Louis, Pascal, kerina keluarga bage pe perpulungen GBKP enda. Dalam keyakinan TUHAN adalah matahari dan perisai kita, kita percaya TUHAN Allah tetap memelihara dan melindungi Nora Pdt. Agustinus Purba, anak-anak, keluarga dan jemaat GBKP.
Kita juga meyakini dan mempercayakan hidup kita kepada Allah. Kita jalani kembali kehidupan kita dalam minggu ini dalam penyerahan diri pada pemeliharaan dan perlindungan TUHAN Allah. Bersama TUHAN Allah-lah maka kita dapat merasakan kebahagiaan dalam kehidupan kita.
Tuhan Allah memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 369:1,2
    1. O Dibata Kam pengarapenku, malem kal ateku ibahanNdu. Perban e kupuji Kam Tuhanku, rasa lalap seh rasa lalap.
    2. O Tuhan, Kam me kap kecionku. Tupung aku ‘bas kiniseranku. Perban e kupuji Kam Tuhanku, rasa lalap seh rasa lalap.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 14 November 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 291:1,3
    1. M’riah ukur kami o Bapa, nembah ‘rjimpuh ertoto baNdu. Kam o Tuhan ipuji kami, ermulia gelarNdu. Bengket kami o Tuhan, ngadap kulebeNdu. Reh kami muji-muji gelarNdu Tuhan si Badia.
    2. Bujur ning kami baNdu, ban keleng ateNdu. IcukupiNdu k’rina si perlu. Mbelin kal kuasaNdu. Bengket kami o Tuhan …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata I Samuel 12 : 24
    “ Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu.”

Renungan

Allah menciptakan kita memiliki rasa takut. Seberani-beraninya manusia, mereka juga memiliki ketakutan. Hanya saja terkadang rasa takut itu ditempatkan pada hal-hal yang tidak pada tempatnya. Ada orang yang pada peluru dia tidak takut, tetapi melihat jarum suntik dia gemataran. Menghadapi orang banyak banyak, dia berani tetapi melompat ketika melihat kecoa. Kita lebih takut akan perkiraan kita ketimbang pada kuasa yang mengatur kehidupan kita. Dalam hal ini kita melihat dalam hal apa kita seharusnya takut.
Bagian bacaan Firman Tuhan yang menjadi renungan malam hari ini merupakan bagian dari perikop pidato perpisahan Samuel. Samuel sudah menyelesaikan tugasnya. Bangsa Israel sekarang telah memiliki seorang raja. Rajalah yang akan memimpin mereka. Nina Samuel, “Kerina pagi erdalan alu mehuli adi ipahagandu TUHAN Dibatandu, isembahndu IA, ibegikenndu KataNa, ras ipatuhindu kerina PedahNa, bage pe kam adi kam ras rajandu ngikutken IA.” (I Samuel 12:14). Oleh karena itu Samuel menegaskan agar bangsa Israel dan raja mereka harus takut akan Allah dan menyembah Allah. Hal ini juga karena mengingat kebaikan yang telah dilakukan Allah dalam kehidupan mereka.
Dari apa yang dikatakan Samuel ini kita melihat ada dua hal. Pertama, takut dan menyembah Allah karena banyak yang telah dilakukan Allah dalam kehidupan mereka. Kedua, takut dan menyembah Allah merupakan jaminan masa depan yang baik dalam kehidupan mereka.
Demikian juga dalam kehidupan kita saat ini, kita takut akan Allah dan menyembah Allah. Ketika rasa takut meliputi manusia maka biasanya manusia menjauh atau menghindari sesuatu yang menakutkan itu. Takut kepada Allah justru membuat manusia datang kepada Allah. Dalam takut dan menyembah Allah ada rasa takjub dan hormat. Allah-lah pencipta kita. Allah memiliki kita dan berkuasa atas kehidupan kita. Takut dan menyembah Allah karena kita merasakan betapa banyak kebaikan Allah dalam hidup kita dan di dalam Allah kita memperoleh jaminan kebaikan hidup masa depan kita. Kita datang dengan kerendahan hati dan memasrahkan diri kepadaNya. Mengimani dan mengamini Tuhan sebagai Juruselamat. Memahami murka Allah terhadap dosa dan betapa dahsyatnya penghakimanNya terhadap dosa. Mendorong kita hidup berkenan kepadaNya, mengikuti jalanNya, melayaniNya dan mengasihiNya. Takut akan Allah berarti mempercayai dan mengakui kuasa Allah dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita.
Mari kita persiapkan diri kita dalam ibadah minggu kita pada esok hari. Ibadah kita merupakan salah satu bagian dari takut akan Allah dan menyembah Allah. Kita persiapkan tubuh, roh dan jiwa kita untuk beribadah minggu esok hari. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 334:1,2
    1. Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta pe IA simerekenca. Kiniteken pe ras pemetehta e pe IA sinjujurkenca. IA kap erbanca kita sanggap, tetaplah man IA kita ngarap. ‘Di reh susah b’reNa erpang luah, tendi kula mejuah-juah.
    2. Dage tetaplah bulat ukurta, geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia, gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kal min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kal lupa.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 13 November 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 263:1,2
    1. Adi kuidah ampar bintang terang, ras sora lenggur guntar kubegi. O Tuhan-ku ije ukurku mamang, ngidah b’linna k’rina tinepaNdu. Maka pusuhku e pehaga Kam, mbelin me Kam o Tuhanku. Maka pusuhku e pehaga Kam, o Tuhanku mehaga Kam.
    2. O Tuhanku, ‘di k’rina ‘kuukurken, perkuah ‘teNdu nebusi aku. Tuhan me kap man bangku nggo ib’reken, alu dareh Yesus si badia. Maka pusuhku e pehaga Kam,
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 19 : 2 – 5.
    “ Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, “

Renungan

Allah sungguh mahakuasa dalam memelihara kehidupan kita. Di tengah-tengah kesulitan hidup kita dan rutinitas hidup yang melelahkan ini, Allah tetap memelihara kehidupan kita. Allah memelihara kehidupan kita dengan memberikan pengertian-pengertian yang berguna untuk membangun kehidupan kita. Walaupun bukan melalui kata-kata seperti yang keluar dari mulut manusia, walaupun “dia” tidak bersuara, tetapi melalui peranannya, “dia” telah memberikan kebijaksanaan hidup bagi manusia. Inilah yang dilakukan alam ciptaan Allah dalam kehidupan manusia. Kita dapat memahami peranan alam ini melalui ungkapan Pemazmur ini.
Pemazmur mengajak kita sejenak melihat alam ciptaan Allah. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari alam ini. Alam ini merupakan ciptaan Allah. Sebagai ciptaan Allah, maka di dalam alam ini kita juga dapat melihat kemuliaan dan kemahakuasaan Allah. Kita dapat memahami kemulian dan kemahakuasaan Allah melalui alam ini, khususnya melalui benda-benda di langit.
Pemazmur menekankan bahwa langit menceritakan kemulian Allah. Berita tentang kemulian Allah yang diceritakan oleh alam bukan melalui kata-kata seperti yang keluar dari mulut manusia. Namun berita itu terus menerus diberitakan melalui benda-benda penerang di langit yang melakukan fungsi dan tugasnya dengan teratur. Melalui benda-benda penerang di langit kita dapat memahami adanya keteraturan, kebijaksanaan dan hukum. Kita dapat menentukan masa-masa dalam kehidupan kita, misalnya waktu untuk bekerja, waktu untuk beristirahat dan sebagainya. Tentunya semua itu adalah kehendak Allah. Dia-lah Allah yang memiliki keteraturan, kebijaksanaan dan hukum. Di dalam alam kita melihat keindahan yang menyegarkan hati, pikiran dan tubuh kita. Allah-lah sumber dan pemilik yang menyegarkan hati, pikiran dan tubuh kita. Alam memberi manfaat besar dalam kehidupan kita, Allah yang menciptakan alam itu, Dia-lah sumber kehidupan kita. Matahari membantu kehidupan manusia dalam hal kesehatan, pertanian, penerangan dan banyak hal lainnya. Allah-lah Pencipta matahari dan sumber kebaikan matahari.
Walaupun kita diundang untuk melihat alam, tetapi kita melihat alam bukan untuk memuja alam. Kita melihat alam untuk menghargai dan memelihara alam ini. Alam ini merupakan ciptaan Allah dan Allah telah memberikan kebijaksanaan, keteraturan dan peranan bagi ciptaannya tersebut. Kita melihat alam, terutama untuk membawa kita lebih dekat dan mempercayakan diri kepada Sang Pencipta alam. Melalui alam ciptaan Allah ini, kita mendapatkan pemahaman- pengertian yang berguna untuk menyembah Allah dan menjalani kehidupan kita. Kita jalani kehidupan kita dengan sukacita, ketetapan hati dan ketenangan jiwa, sebab Allah telah dan tetap memelihara kita dengan membukakan makna alam ini dalam kehidupan manusia. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 388:1,3
    1. Tupung tayang aku nginget Kam, gedang berngi ‘ku ukuri Kam. Sabab Kam si nampati aku, o Dibata tedeh ‘teku Kam. O Dibata Kam kap Dibatangku, kudahi tedeh ateku Kam. Mesikel aku nandangi Kam, desken taneh si enggo kerah. Bage me muasna tendingku, man baNdu Tuhan Dibatangku.
    2. Nteguh cikep tanku o Tuhan, teneng ukurku adi ras Kam. La mbiar jumpa percubaan, malem ate ‘di rembak ras Kam. O Dibata, Kam kap Dibatangku …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 12 November 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 342:1,2
    1. Yesus lape-lape tendingku, Ia njagai kita. Mberat pe si man tangkelenta, Ia njagai kita. Tuhan njagai kita, paksa senang ‘ntah mesera. Ia njagai kita. Tuhan njagai kita.
    2. Ibas melala perbebenta, Ia njagai kita. Dalan gelap arah lebenta, Ia njagai kita. Tuhan ..
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 18 : 33 – 34.
    “ Ia me Dibata si erbahanca aku megegeh, si erbahanca maka i bas dalanku la lit kebiaren. IpegegehiNa nahengku bagi nahe belkih, ipedauhna kebiarenku i das deleng-deleng.”

Renungan

Terkadang kita sendiri heran dengan keberadaan kita saat ini. Ada saat di mana kita benar-benar sudah kehabisan akal dan kemampuan, tetapi secara tidak kita duga ada pertolongan yang membuat kita lepas dari permasalahan itu. Contoh lain. Kita mengingat bagaimana situasi kita yang dahulu, kesusahan dan kesulitan hidup yang kita hadapi, namun seiring perjalanan waktu, sekarang kita sudah mendapati kehidupan kita dalam keadaan baik. Dalam semua itu, kesimpulan apakah yang dapat kita buat ?
Mazmur 18 ini merupakan sebuah nyanyian syukur, nyanyian bagi kemulian Tuhan. Raja Daud mengingat perjalanan kehidupannya. Khususnya, pada bagian renungan malam hari ini, Daud mengakui kemahakuasaan Allah dalam menolong dirinya di medan peperangan. Pada saat itu, raja sedang terancam nyawanya dan tidak berdaya lagi. Namun Tuhan menolong dia. Tuhan menguatkan raja, Tuhan memberi ketakutan kepada musuhnya dan akhirnya Tuhan memberi kemenangan bagi raja dan pasukannya. Daud merasakan kemahakuasaan Allah menolong dirinya seperti tujuan Allah menciptakan kaki rusa. Seekor rusa tidak memiliki bisa, cakar, taring, belitan dan tenaga yang besar untuk melawan dan mengalahkan musuh-musuhnya. Justru Allah membuat kaki rusa kecil dan lentur. Dengan kaki yang kecil dan lentur ini maka rusa dapat melompat-lompat di atas bukit-bukit. Kakinya yang kecil dan lentur sesuai dengan kebutuhan situasi perbukitan. Kondisi perbukitan tidak lagi menjadi tantangan bagi rusa, tetapi justru menjadi lahan perlindungan yang cocok dengan keberadaan kakinya. Oleh karena kakinya yang kecil justru membuat dia berdiri kokoh di atas bukit atau mendapatkan keselamatan.
Demikianlah Daud memuji dan memuliakan Allah yang dengan kemahakuasaanNya dan kebijaksanaanya telah menyelamatkan Daud. Melalui nyanyian ini Daud mengajak umat untuk tetap hati untuk menghadapi semua situasi kehidupannya.
Kita juga merasakan bahwa karena pertolongan Allah-lah maka kita dapat melalui perjuangan kehidupan kita. Kita mengakui bahwa kemahakuasaan Allah sungguh tak terselami dalam menolong kehidupan kita sehingga kita bisa ada seperti sekarang ini kita berada.
Sama seperti nyanyian syukur Daud ini, hal ini juga menjadi peneguh perjuangan hidup kita. Allah yang dahulu telah menyelamatkan umatNya, sekarang dan pada masa datang tetap menyelamatkan kehidupan kita. Kita percaya Allah mahakuasa dan mahabijaksana dalam menolong hidup kita. Pengaturan Allah sungguh tidak terjangkau akal pikiran kita. Firman Tuhan berkata dalam Roma 11 : 33, “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!” Demikian juga dalam Pilipi 4 : 7, “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
Iman percaya kita tetap teguh dan kuat dalam terus menjalani kehidupan kita, dengan tetap yakin kemahakuasaan dan kebijaksanaan Allah. Tuhan Allah memberkati kita kehidupan kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 334:1,2
    1. Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta Ia simerekenca. Kiniteken pe ras pemetehta e pe Ia sinjujurkenca. Ia kap erbanca kita sanggap, tetaplah man Ia kita ngarap. ‘Di reh susah b’reNa serpang pulah, tendi kula mejuah-juah.
    2. Dage tetaplah bulat ukurta, geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia, gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kal min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kal lupa.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan