Renungan Malam 9 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 200:1,3
    1. O Tuhan babai min dalanku bas doni. Labuh ras la kesah gegehku. SoraNdu terbegi man bangku nemani. Lalap Kam me kuban temanku.
    2. O Tuhan bengketi, pusuhku min gelah. Maka kualoken kataNdu. PedahNdu lalap min ku gelem la pulah. Lalap Kam me kuban temanku.
  2. Ertoto
  3. Pembacaan Firman Tuhan : Ulangan 2 : 4 – 7.
    “ Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir; mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali; janganlah menyerang mereka, sebab Aku tidak akan memberikan kepadamu setapak kaki dari negeri mereka, karena kepada Esau telah Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya. Makanan haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat makan; juga air haruslah kamu beli dari mereka dengan uang, supaya kamu dapat minum. Sebab TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaan tanganmu. Ia memperhatikan perjalananmu melalui padang gurun yang besar ini; keempat puluh tahun ini TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, dan engkau tidak kekurangan apapun.”
    Renungan

Seorang jawara bela diri, datang ke sebuah dusun. Banyak orang yang mengenal sang jawara. Di antara mereka, ada yang menawarkan makanan, minuman dan semuanya gratis. Tetapi sang jawara, tidak menerimanya sebagai pemberian gratis, sebaliknya dia membayar seperti harga pada umumnya. Mungkin banyak pendapat kita tentang tindakan sang jawara tersebut. Salah satu kemungkinan pandangan terhadap sang jawara adalah tidak pandai memanfaatkan kesempatan. Hal ini disebab pandangan orang pada umumnya akan berpendapat “ Kalau kita ditakuti karena kekuatan kita, mengapa kita tidak mengambil keuntungan dari hal itu ? Jikalau kita bisa menerima saja, mengapa kita harus membeli ?

Dalam perjalanannya dari Mesir ke tanah Kanaan, bangsa Israel akan melewati daerah saudara-saudaranya, keturunan Esau. Tuhan memberitahukan apa yang harus diperhatikan bangsa Israel ketika melintasi daerah Seir. Tuhan mengatakan bahwa keturunan Esau akan takut terhadap bangsa Israel. Namun demikian Allah menyuruh mereka berhati-hati, artinya tidak bertindak semena-mena, tidak menyebabkan pertikaian dan akhirnya bangsa Israel berperang dengan bangsa ini. Sebaliknya, Alah memerintahkan agar bangsa Isarel membeli makanan dan minuman dari mereka. Bangsa Israel tidak boleh mengambil makanan dan minuman dari keturunan Esau ini. Bangsa Israel, tidak boleh memanfaat ketakutan keturunan Esau ini untuk mengambil makanan dan minuman dari mereka. Tuhan mengingatkan bahwa daerah yang akan mereka lewati adalah daerah keturunan Esau. Allah juga mengingatkan bahwa Allah telah membuktikan penyertaanNya terhadap bangsa Israel. Selama 40 tahun penggembaraannya, oleh karena pernyertaan Tuhan sehingga bangsa Israel tidak kekurangen apapun. Jadi, jika bangsa Israel tidaknya berkekurangan, walaupun mereka sendiri dalam masa penggembaraan di padang gurun, untuk apa mengambil makanan dan minuman dari saudara mereka yang takut kepada bangsa Israel. Allah justru mengingatkan bahwa berkat penyertaan Tuhan yang dialami bangsa Israel haruslah dipakai untuk keuntungan keturunan Esau, yang takut terhadap bangsa Israel. Hal dilakukan bangsa Israel dengan membeli makanan dan minuman dari keturunan Esau.
Dalam kehidupan ini, terkadang jabatan, kekuasaan, kekayaan atau posisi yang lebh tinggi atau lebih baik dari orang lain justru dimanfaatkan oleh orang yang memiliki posisi yang lebih tinggi atau lebih baik itu untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri. Prinsip yang demikian justru dapat berkembang menjadi suatu kebiasan, aturan tidak tertulis, cara hidup otomatis bawahan-atasan bahkan suatu kewajiban,. Hal ini memperlihatkan seakan-akan berkat mengalir dari bawah ke atas.
Kekuatan, kemampuan yang lebih dan posisi yang lebih baik hendaklah juga mendatangkan kebaikan bagi orang-orang disekitar kita. Seperti gambar di atas, kemampuan anak yang lebih besar dipergunakannya untuk menolong yang lebih kecil. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 334:1,2
    1. Tuhan kap si empuna geluhta, gegehta pe IA simerekenca. Kiniteken pe ras pemetehta e pe IA sinjujurkenca. IA kap erbanca kita sanggap, tetaplah man IA kita ngarap. ‘Di reh susah b’reNa erpang luah, tendi kula mejuah-juah.
    2. Dage tetaplah bulat ukurta, geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia, gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kal min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kal lupa.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 8 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 221:1,2
    1. Pesikaplah ukurta, adi ndahi Dibata. Ukur si serbut, si lit bas kita, endeskenlah man baNa. Ban Ia si mereken pengadin, makana kita dorek min terkelin. ‘Di Yesuslah sibahan man temanta, e tentu malem kal ateta.
    2. Pesalanglah pusuhta, adi nembah man baNa. Pusuh si gulut si ndongkelisa totokenlah ku Ia. Ban Ia si mereken…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 22 : 27
    “ Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia, biarlah hatimu hidup untuk selamanya.”

Renungan

Hidup adalah upaya pencarian terus menerus. Perubahan-perubahan, tantangan dan ancaman yang terjadi di dalam kehidupan ini mengharuskan kita terus menerus berjuang mencukupkan kebutuhan hidup kita. Seperti gambar ini, seorang ibu yang harus bekerja berat mencari rumput untuk panganan ternaknya sambil mengasuh anaknya. Terkadang kita bertanya, kapan berakhirnya perjuangan berat ini ? Kita mencari jawaban atas persoalan hidup kita.

Mazmur 22 adalah upaya pencarian Daud akan pertolongan Tuhan. Di tengah-tengah penderitaan hidupnya, Daud percaya bahwa Tuhan adalah pertolongan baginya. Dan akhirnya, Daud menemukan kasih Tuhan. Firman Tuhan yang menjadi bagian renungan kita ini memperlihatkan ungkapan syukur Daud atas pertolongan Allah. Dalam ungkapan syukurnya, Daud mengundang orang-orang yang rendah hati, mereka yang mencari Tuhan, untuk bersama-sama dalam perjamuan syukur ini. Kasih sayang Tuhan yang dirasakan Daud ditunjukkannya dengan berbagi makan bersama dengan mereka yang mencari kasih sayang Tuhan juga. Mereka yang mencari Tuhan akan makan dengan kenyang, menjadi gambaran bahwa Tuhan juga akan mengenyangkan mereka. Ini menjadi kesaksian Daud bahwa Tuhan, yang telah menolong dirinya, juga akan menolong mereka yang mencari pertolongan Tuhan. Daud juga memperlihatkan pengharapan dan doanya agar mereka yang mencari Tuhan memperolah ‘hati yang tetap hidup’. Artinya, mereka terus menerus mencari Tuhan, jangan berputus asa mencari kebahagian di dalam Tuhan.
Perjuangan hidup yang berat yang kita alami terkadang dapat melemahkan pencarian kita akan pertolongan Tuhan. Kesaksian Daud mengatakan kepada kita bahwa ada pertolongan dari Tuhan. Oleh karena itu, bila saat ini kita masih berjuang seperti gambar seorang ini, “hati kita harus tetap hidup”. Kita jangan berputus asa dalam menjalani kehidupan kita.
Kita terus mencari pertolongan Tuhan melalui ibadah minggu kita esok hari. Mari kita persiapkan tubuh, roh dan jiwa kita untuk menyembah Tuhan. Kita percaya Tuhan akan mengenyangkan kita dengan berbagai kebaikan hidup ini.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 279:1,4
    1. Kam kap Dibatangku, Kam inganku cicio. Tegu-tegu aku, begiken pertotonku. Ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
    2. Ku puji Kam Tuhan, rende aku man baNdu. Sabab seh ulina perbahanenNdu bangku. Ernalem man baNdu…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 7 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 304:1,2
    1. O Tuhanku, o Dibatangku, rusur aku nimbak pedahNdu. Nggo meluat k’rina geluhku. Labo dame banna pusuhku.
    2. O Tuhanku, o Dibatangku, kutungtungken ukurku baNdu. Ras mekuah atendu aku, sasapkenlah salah dosangku.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 51 : 12.
    “ Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh.”

Renungan

Saya yakin, apabila kita menemukan lokasi seperti gambar hamparan sawah terasering dengan padi yang sudah menguning ini, kita akan berhenti sejenak untuk berselfie ria di lokasi ini. Sayang rasanya apabila tidak mengabadikan pemandangan yang indah ini. Namun demikian, untuk membuat persawahan terasering seperti ini, yang kita katakan indah ini, dibutuhkan kebersamaan, kesabaran, kesetiaan dan semangat juang yang besar untuk mewujudkannya. Saat ini kita memang membutuhkan pemulihan roh yang setia.

Ini juga yang dimintakan Daud dalam Mazmur 51 ini. Dia memohon agar Tuhan memperbaharui batinnya dengan roh yang teguh. Mengapa Daud memohonkan hal ini ?
Ketika kita membaca Mamzur 51, mulai ayat 3, kita membaca pengakuan dosa yang dilakukan Daud. Pengakuan dosa ini muncul setelah nabi Natan mengingatkan perbuatan dosa yang dilakukan Daud. Perkataan nabi Natan ini membuka hati dan pikiran Daud tentang perbuatan dosa yang dia lakukan. Daud sadar akan pelanggarannya. Dia dibayangi terus akan dosa yang telah dilakukannya. Dalam ayat 5, Daud mengakukannya, “ Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” Perbuatan dosa ini telah membuat Daud kehilangan kegirangan dan sukacita. Pengalaman ini dirasakan Daud seakan-akan tulangnya telah remuk. Karena itu dia memohon, “Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!” (8)
Daud percaya bahwa Allah penuh kasih dan mau memberi pengampunan dosa. Oleh karena itu, Daud tidak hanya memohon agar Allah membersihkan hidupnya dari dosa, tetapi juga memohon agar batinnya diperbaharui. Pengampunan juga harus dibarengi dengan roh yang teguh, setia kepada Tuhan.

Dari pengalaman Daud ini, kita memahami bahwa salah satu yang membuat kita tertekan dan kehilangan semangat juang kita adalah dosa yang terus membayangi kita. Sebagai orang yang telah diselamatkan Allah, diberikan roh dalam hati kita, maka setiap pelanggaran dan dosa yang kita lakukan akan membuat hati kita berontak. Batin kita tertekan dan perasaan bersalah itu terus menghantui kita. Hal inilah yang sering mengakibatkan konflik batin dan akhirnya konflik dengan seisi rumah dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Dosa menghalangi kita memperoleh kegirangan, sukacita dan semangat hidup. Oleh karena itu, sama seperti Daud, jalan keluarnya adalah kesadaran dan pengakuan dosa. Kita mengakui dosa dan pelanggaran kita kepada Allah. Namun demikian kita juga memohon agar Allah memperbaharui batin kita sehingga kita memiliki roh untuk setia melakukan apa yang benar dihadapan Allah. Pengampuan Allah memberikan kegirangan, sukacita, semangat, dan kesetian untuk menjalani perjuangan hidup kita.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 423:1,2
    1. Kam nebusi aku Tuhan, Kam si peteneng tendingku. Tendi si ndube tertaban, tegulah kuadepenNdu. Malem kal ateku Bapa, ban keleng ateNdu. Kupuji gelarNdu Bapa, mulia gelarNdu. TeguNdulah aku Tuhan, ibas pusuhku Kam ringan. PetetapNdu aku Tuhan, ‘lah dosa talu me kuban.
    2. Kam ngalemi aku Tuhan, Kam simpepalem pusuhku. Pusuh si megati nogan, mbaru perbahan kelengNdu. Malem kal ateku Bapa…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 6 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 194:1,2.
    1. Senang adi ras Yesus, malem ateta pe. Sidahilah Penebus, jedat kita dame e. begiken pendiloNa. Marilah kam kerina. Si latih bas geluhna, maka kam senang ka.
    2. Senang adi ras Yesus, malem ate ta pe. Alu ukur si tutus, si ikutkenlah dage. Tah kai pe si terjadi, lit me ka psi nampati. Araplah I adage, tetaplah ukur e. Senang adi ras Yesus…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata 3 Yohanes 1 : 2 – 3.
    “ Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.
    Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran.”

Renungan

Pemahaman tentang kebahagiaan itu dapat saja berbeda antara satu orang dengan orang lain. Menurut pemahaman kami, gambar ini juga memperlihatkan kebahagiaan hidup. Dari gambar ini, paling tidak kami dapat melihat empat keadaan hidup yaitu ada kesehatan untuk bekerja, ada pekerjaan untuk mencukupkan kebutuhan hidup, ada makanan, ada hubungan baik dengan orang lain, sehingga berani makan bersama beberapa orang di atas satu tempat, dan ada pikiran positip dan semangat menjalani hidup ( hal ini tampak dari mampu makan di bawah terik matahari). Yang membedakan dengan kebahagian menurut orang lain, mungkin hanya terletak pada apa yang kita dikerjakan, jenis makanan, tempat makannya dan siapa yang berhubungan dengan kita. Namun, pada dasarnya orang mencari kebahagiaan di dalam hidupnya, bagaimanapun pemahaman dan bentuknya kebahagiaan itu.

Dalam Kitab 3 Yohanes ini, kita mendengarkan tentang doa dan ungkapan sukacita terhadap penerima suratnya, yaitu Gayus. Yohanes berdoa agar Gayus baik keadaannya, sehat tubuh dan jiwanya. Yohanes juga mengungkapkan sukacitanya mengetahui Gayus juga hidup dalam kebenaran. Kehidupan Gayus dalam kebenaran lah yang meyakinkan Yohanes untuk mendoakan keadaan baik, sehat-sehat tubuh dan jiwa Gayus.

Dalam kehidupan kita saat ini, kita juga tetap berdoa agar kita tetap mendapatkan kebaikan hidup. Kita tetap miliki kesehatan, pekerjaan, keamanan, makanan dan sahabat-sahabat yang mendukung kehidupan kita. Hati dan pikiran kita juga tenang. Inilah yang membahagiakan kita.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 276:1,2
    1. Kuikutken Kam o Tuhan, Kam kap si perkeleng e. Sabab Kam si mere dalan, dalan terkelin kepe. Ia kapen Jurus’lamat, Ia kapen penampat. KataNa me kapen tambar, kuasaNa la ‘sibar.
    2. Tuhan kapen kuarapken, jadi temanku nggeluh. Tetap Ia penalemen, kinitekenku nteguh. Ia kapen …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 5 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 333:1,2
    1. Tuhan e tuhu melias perkuah, Ia ‘rbanca kita mejuah-juah. Ia me si erbanca ukur m’riah. Yesus e si njadiken kita erbuah.
    2. Yesus e teman suari berngi, kuasaNa labo kapen tersibari. BiakNa bali me kap nderbih gundari. Yesus e si nampati ras ngkawali.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 21:7
    “ Ya. Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita dihadapanMu.”

Renungan

Pohon pisang berkembang biak dengan tunasnya. Lalu untuk apa buahnya ? Yang jelas, buah pisang bukan untuk kembang biak pohon pisang itu sendiri. Pohon pisang berbuah untuk keperluan yang lain, bisa untuk manusia dan hewan. Inilah gambaran tentang makna anugerah berkat dalam kehidupan kita. Kita diberkati untuk menjadi berkat.

Mazmur 21 adalah sebuah nyanyian syukur atas berkat yang diberikan Allah kepada raja. Pada ayat 2, pemazmur mengakui bahwa Tuhanlah sumber berkat yang dia terima. Berbagai berkat Tuhan disebutkan mulai dari ayat 2-6. Berkat itu berupa sukacita, kegirangan karena kemenangan, keingian hati yang terpenuhi, memahkotainya dengan emas tua, memberikan umur panjang, kemuliaan dan keagungan. Pada ayat 7, dinyatakan bahwa tindakan Allah memberikan berkat-berkatNya bagi raja agar raja juga menjadi berkat.

Dari pernyataan ini, kita dapat memahami bahwa berkat tidak dapat dijadikan milik pribadi saja. Berkat menuntut tanggung jawab. Ada rancangan Allah dengan memberikan berkatNya bagi kita. Oleh karena itu berkat itu haruslah dipergunakan sesuai dengan kehendak Allah. Di dalam 1 Petrus 4:10-11, dikatakan tentang makna berkat yang kita terima. Kita adalah seorang pengurus berkat yang diberikan Allah. Firman Tuhan, “ Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.”

Kita memandang ke dalam kehidupan kita, walaupun kita dalam masa pandemic covid-19, banyak berkat yang diberikan Allah ke dalam kehidupan kita. Sampai saat ini kita tetap bertahan menghadapi dampak pandemi covid-19. Tuhan memberikan kesehatan, pekerjaan dan rejeki untuk mencukupi kebutuhan hidup kita, anak-anak kita telah memasuki tahun ajaran baru, dan sebagainya. Kita mengucap syukur atas berkat yang diberikan Tuhan ke dalam hidup kita. Kita memakai kesempatan yang masih diberikan Allah untuk menjadi berkat bagi orang lain. Kita saling meneguhkan iman, saling memotivasi, saling memberi semangat bagi senina dingen turangta. Pengalaman-pengalaman iman yang dapat kita pelajari selama pandemi ini menjadi penghiburan bagi orang lain. Kita diberkati Allah agar kita dapat memakai berkat itu sesuai dengan kehendak Allah bagi kebaikan orang lain. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 451:1,2.
    1. Malerlah pasu-pasuNdu bagi nipadankenNdu. Gegeh ras ukur si paguh, tetap iberekenNdu. Pasu-pasuNdu em ulu gegeh kami. enggo kap maler me tuhu. Si ndemi geluh kami.
    2. Malerlah pasu-pasuNdu g’luh kami jadi baru. Sorana bagi lau maler mpeteneng ukur kami. Pasu-pasu Ndu…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 4 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 283:1,3
    1. Kata ni Dibata, bagi cirus udan. Nusur ku doni enda peturah sinuan. O langit ras doni, kam pe o pertibi. Begiken soraNa, jadi erpemegi.
    2. Nggeluh i bas doni lalap lit si kurang. ‘Di nadingken Tuhan, geluh kin pe kurang. I bas Tuhan ngenca, ulu pengarapen. Si ernalem baNa, ndatken kesangapen.
  2. Ertoto
  3. Pembacaan Firman Tuhan : 2 Petrus 3 : 18.
    “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”

Renungan

Selain musim buah-buahan, di Indonesia kita mengenal dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Berdasarkan ramalan cuaca, maka saat ini kita memasuki musim kemarau. Namun ada juga saat di mana musimnya tidak menentu. Apapun musim yang terjadi, tumbuhan harus mampu terus bertumbuh. Demikian juga dalam kehidupan orang Kristen. Tugas orang Kristen adalah terus bertumbuh apapun musim kehidupannya. Mengapa kita mampu terus bertumbuh di setiap musim kehidupan ini ?

Dalam 2 Petrus 3 : 18, kita dapat melihat 2 hal. Yang pertama adalah tugas pertumbuhan dan yang kedua adalah dasar pertumbuhan.
Kehidupan orang Kristen terus berkembang. Di dalam 2 Petrus 1:5-7, dituliskan tentang tugas pertumbuhan kehidupan orang Kristen. Dikatakan, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” Dalam situasi saat pandemi ini, kita tetap mampu menjalankan iman, kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kasalehan, kasih kepada saudara dan kasih kepada semua orang.
Hal ini dimungkinkan karena kita bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Artinya, yang menjadi dasar pertumbuhan kehidupan kita adalah kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Di dalam 2 Petrus 1:3 dikatakan, “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Tuhan Allah memberikan anugerahNya kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh, yaitu “janji-janji yang berharga dan sangat besar sehingga kita boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” ( 2 Petrus 1:4) Anugerah ini juga didasarkan pada pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus. Khusus dalam Kitab 2 Petrus, Allah Bapa memperkenalkan Tuhan Yesus dengan mengatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (2Petrus 1:17). Kepada penerima Surat 2 Petrus ini diingatkan bahwa pengenalan akan Tuhan Yesus ini akan diperhadapkan dengan pengajaran guru – guru palsu untuk mengikuti cara hidup yang dikuasai hawa nafsu (2 Petrus 2:2). Akan muncul juga pengejek-pengejek yang mempertanyakan janji kedatangan Tuhan Yesus (2 Petrus 3:4). Namun demikian bagi yang mengenal Tuhan Yesus, kita mengimani bahwa “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (2 Petrus 3:9). Kita mengimani bahwa Tuhan Yesus pasti datang kembali. Belum datangnya Tuhan Yesus kembali adalah anugerah kesempatan bagi dunia ini untuk berbalik dan bertobat.
Pohon durian dalam pertumbuhannya harus menghadapi musim yang terus berganti. Kemampuan pohon durian yang terus bertumbuh dalam setiap perubahan musim, pada waktunya akan menghasilkan buah yang baik. Demikian juga dalam kehidupan kita, kita mampu bertumbuh karena anugerah Allah dan tetap setia akan pengenalan Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian, dalam segala musim kehidupan, kita tetap memperlihatkan buah kesalehen hidup.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 288:1,3
    1. Ku ‘ndesken k’rina geluhku, anem melket aku. Tuhan penalemenku, tetap me ukurku. Ku simbak p’raten doni, ‘lah metunggung aku. Gegeh kuasaNdu ‘ndemi, lah malem ateku.
    2. TemaniNdu kap aku bas dalin geluhku. CikepNdu tetap tanku, k’leng ateNdu tuhu. Alu kuasa KesahNdu, pengasupNdu aku. E maka la ‘ku lupa, peb’linken gelarNdu.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 3 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 291:1,3
    1. M’riah ukur kami o Bapa, nembah ‘rjimpuh ertoto baNdu. Kam o Tuhan ipuji kami, ermulia gelarNdu. Bengket kami o Tuhan, ngadap kulebeNdu. Reh kami muji-muji gelarNdu Tuhan si Badia.
    2. Bujur ning kami baNdu, ban keleng ateNdu. IcukupiNdu k’rina si perlu. Mbelin kal kuasaNdu. Bengket kami o Tuhan …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 69: 31-33
    “Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur; pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah. Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!”

Renungan

Pertolongan Tuhan Allah tetap nyata dalam kehidupan kita. Tetap saja ada jalan terbuka bagi kita untuk bertahan dan memperjuangkan hidup kita di tengah – tengah pandemi ini. Kita tidak pernah membayangkan kesulitan yang kita hadapi akan seperti sekarang ini. Namun demikian, Tuhan Allah tetap memberi kemampuan bagi kita untuk menghadapinya, bahkan saat ini sudah memasuki bulan ke lima. Kita mengimani bahwa ini semua adalah berkat pertolongan Tuhan.

Di dalam Mazmur 69 ini, Daud mengungkapkan pengalamannya di saat penderitaan menerpa kehidupannya. Di dalam ayat 2-3, Daud melukiskan penderitaannya dengan mengatakan, “Aku tenggelam ke dalam rawa yang dalam, tidak ada tempat bertumpu; aku telah terperosok ke air yang dalam, gelombang pasang menghanyutkan aku. Lesu aku karena berseru-seru, kerongkonganku kering; mataku nyeri karena mengharapkan Allahku.” Penderitaan fisik ini juga mengakibatkan penderitaan hatinya. Dia mengatakan, “Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belas kasihan, tetapi sia-sia, menantikan penghibur-penghibur, tetapi tidak kudapati (21). Dalam kesesakkannya ini, Daud memohon pertolongan Allah. Daud mengimani bahwa Allah mendengarkan doanya. “Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan (34).

Keyakinan inilah yang membuat hati Daud bangkit kembali. Daud dimampukan untuk memuji-muji Nama Allah, mengagungkan Allah dengan nyanyian syukur. Daud percaya bahwa hati yang bangkit, hati yang memuji-muji Allah dan hati yang penuh dengan nyanyian syukur adalah persembahan yang berkenan kepada Allah. Di mata Daud, hati yang bangkit dan penuh pujian syukur lebih baik dihadapan Allah daripada persembahan korban sapi dan lembu.

Demikian juga dalam perjuangan hidup kita, yang berkenan kepada Allah adalah semangat juang. Allah mengasihi dengan memberikan diriNya hadir dalam kehidupan kita. Di dalam Yesaya 57:15, dikatakan, “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” Kita merasakan kehadiran Allah dalam hidup kita. Kehadiran Allah membangkitkan kembali semangat yang telah patah. Dengan bangkitnya semangat hidup kita, berarti kita menjalankan arti kehadiran kasih Allah di dalam dunia ini. Dengan kita tetap memiliki semangat dalam menghadapi tantangan hidup ini, hal ini merupakan ungkapan syukur kita atas kehadiran Allah dalam hidup kita. Seperti gambar di atas, walaupun banjir sudah hampir sampai ke mulutnya, tetap si bapak mampu tersenyum dan membawa beban. Kita jalani hidup kita dengan semangat. Itu adalah ungkapan syukur kita atas pertolongan Allah.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 311:1,3
    1. Pujilah tendingku, pujilah Tuhan. Segedang-gedang geluhku. Ateku ersembah rasa lalap, ban keleng ateNdu tetap. IjujuriNdu geluhku. Dage kupuji Kam Tuhan. Haleluya. Haleluya.
    2. Kam me kap o Tuhan Penampatku. Malem kal ateku banNdu. IbegikenNdu kap pertotonku sabab setia Kam tuhu. Kam kap si nepa k’rinana. Kam me tetap si njayamsa. Haleluya. Haleluya.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 2 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No.274:1,2.
    1. Kupuji Kam o Tuhanku, perban keleng ateNdu. Ateku nggeluh badia, ngelawan kuasa dosa. Bage me sura-surangku, bere gegeh ras kuasa, gelah tetap perjingkangku.
    2. Kam saja patut dat pujin, bas kegeluhen kami. Ban Kam Tuhan si perkeleng, si nasap dosa kami. Siberitaken me dage perbahanenNa si mbelin, ‘lah doni pe muji Tuhan.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata 2 Korintus 10 : 3 – 4.
    “ Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.”

Renungan

Gambar ini memperlihatkan kemampuan tenaga bulldozer untuk menyorong tanah. Tenaga yang besar yang dimiliki bulldozer merupakan senjata untuk meratakan tanah yang berbukit-bukit. Tetapi senjata apa yang harus kita pakai untuk menghadapi kesombongan, penghinaan dan fitnah terhadap diri kita ? Tentunya kita tidak bertindak seperti bulldozer ‘mendorong dan meratakan’ semua yang menyakiti hati kita. Dalam hal ini kita dapat belajar dari pengalaman Paulus.

Dalam pelayanan pekabaran Injil-nya, Paulus menghadapi tuduhan bahwa Paulus bersikap pengecut dan tidak konsisten, berani ketika dia tidak di Korintus, tetapi pengecut dan lembek ketika hadir secara fisik di Korintus (2 Korintus 10:1-2). Orang – orang Korintus mengatakan bahwa Paulus terlalu menonjolkan diri (2 Korintus 10:12-18), tidak hebat sebagai pembicara (2 Korintus 11:6), dan lemah dibandingkan tokoh-tokoh lainnya (2 Korintus 10:10). Dalam menghadapi fitnah ini, Paulus mengatakan bahwa dia tidak memakai cara-cara duniawi. Umumnya, cara kita menghadapinya adalah melakukan pembalasan yang melebihi rasa sakit yang kita alami. Nyanyian Lamekh mengatakan, “Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” (Kejadian 4:23-24). Lamekh meningkatkan perlakukan kekerasannya untuk memperlihatkan pembalasan terhadap sakit yang dialaminya. Ini cara yang umum dilakukan manusia dalam menerima perlakuan tidak menyenangkan. Namun Paulus mengatakan bahwa dia tidak berjuang secara duniawi.

Paulus berjuang dengan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah. Dalam 2 Korintus 6:6-7, Paulus membicarakan tentang senjata yang dia pakai, yaitu “dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela.” Paulus mengatakan senjata yang dia pakai adalah kemurnian hati atau ketulusan hati. Hati, pikiran, dan perkataannya tidak bercabang. Paulus tidak memiliki maksud tersembunyi dalam mengabarkan Injil. Kepada Jemaat Filipi, Paulus menceritakan tentang adanya maksud orang dalam memberitakan Injil. “Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik.”(Filipi 1:15) Paulus diberi pengetahuan untuk memahami dan memperhitungkan tindakan dan perkataan yang tepat. Dengan adanya kemurnian hati dan pengetahuan, Paulus memiliki kesabaran untuk menanggung semua penderitaan yang dia alami. Roh Kudus memurnikan kasihnya sehingga tidak ada kemunafikan dalam tindakan dan perkataannya. Dengan demikian Paulus hanya memberitakan kebenaran dan kuasa Allah. Dalam hal menjadi nyata apa yang dikatakan Paulus dalam Roma 12:21, “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” Senjata yang diperlengkapi kuasa Allah-lah yang mampu melawan orang-orang memperlakukan kita dengan tidak menyenangkan.

Persoalan hidup tidak hanya berkenaan dengan pekerjaan atau kesulitan ekonomi, tetapi persoalan hidup juga dapat berasal dari hubungan sosial kita dengan keluarga besar, tetangga maupun lingkungan kerja. Oleh karena itu, sebagai orang yang telah menerima kasih karunia Allah, kita memakai senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah dalam menghadapi konflik hubungan sosial. Jangan di bulldozer mereka yang memperlakukan kita dengan tidak menyenangkan.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 182:1,2.
    1. Tuhan Kam tetap, tedeh ku man baNdu. Arapku lalap Kam nemani geluhku. O Tuhan rasa lalap, geluhku temani, ola tadingken aku, ras Kam tetap.
    2. Tuhan Kam tetap, ajarilah aku. Lah kai pe si kuban, mehuli man baNdu. O Tuhan rasa lalap, geluhku temani, …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 1 Agustus 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 344:1,3
    1. Kam o Yesus, Juru s’lamat, sampat kami genduari. Pulah ibas dosa nari, si naban kami e. Tergejap latihna, nggeluh ibas dosa. Lanai kami ngasup ‘rdalin ibas gelap. Ku Kam Juru s’lamat kupindo penampat, gelah kami pulah, ibas dalin mberat.
    2. Kam o Yesus si perkeleng, cidahken min kek’lengenNdu. Bahan pusuh kami teneng, ‘di gulut ukurku. Tergejap latihna …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Matius 11 : 28 – 30.
    “ Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Renungan
Hidup dapat kita bayangkan seperti gelombang ombak. Ombak yang terus menerus menghempas pantai. Kadang ombak itu kecil dan membuat indah kehidupan, tetapi terkadang gelombang ombak itu begitu dahsyatnya sehingga dapat mengikis kehidupan kita. Demikian juga dalam kehidupan ini. Kita terus menerus diperhadapkan dengan gelombang permasalahan kehidupan ini. Permasalahan yang membuat kita tidak dapat melihat jalan keluar. Beban yang menekan kita begitu berat sehingga kita tidak mampu lagi melangkah.

Allah mengetahui beban berat yang harus kita pikul dan mengasihi kita. Yesus adalah bukti kasih Allah bagi dunia ini. Oleh karena itu Tuhan Yesus mengundang kita untuk ikut dalam kasih Allah. Yesus mengundang semua yang letih lesu dan berbeban berat agar mendapatkan kelegaan. Bagaimana caranya kita mendapatkan kelegaan itu ?
Yesus mengatakan, pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku. Hal ini berarti bahwa Tuhan Yesus bukannya melepaskan kita dari permasalahan hidup. Memang permasalahan hidup tidak akan hilang selama kita masih memiliki kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan ini. Sebaliknya Yesus meminta kita memakai kuk yang dipasangNya. Hal ini berarti Yesus memberikan diriNya agar kita bersama-sama menghadapi masalah hidup kita. Kita tidak sendirian dalam memandang pergumulan hidup ini. Cara manusia memandang pergumulan hidup ini justru membuat kita semakin khawatir, takut dan hilang harapan. Kita membutuhkan cara pandang ilahi untuk memandang kehidupan ini. Dalam Matius 6:25, Yesus memperlihatkan bahwa manusia sering kali khawatir akan banyak hal, misalnya makanan dan pakaian. Dalam situasi seperti ini Tuhan Yesus memberikan pandangan agar kita mampu menghadapi kehidupan ini. Yesus mengatakan dalam Matius 6:33-34, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Lebih lagi, Yesus tidak hanya memberi cara memandang hidup, tetapi Yesus menjadikan diriNya sebagai cara memandang pergumulan kehidupan ini. Di dalam Ibrani 12:3, dikatakan, “Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.”
Oleh karena itu, marilah kita datang kepada Yesus dan belajar kepadaNya. Dari nubuatan tentang Yesus, peristiwa kelahiranNya, pengajaranNya, mujizatnya, penderitaanNya, kematianNya, kebangkitanNya dan kenaikanNya ke Surga merupakan pelajaran yang memperlihatkan kelemahlembutan dan kerendahan hati Tuhan Yesus. Inilah kasih Allah yang memberikan ketenangan kepada jiwa manusia. Dengan belajar dan menjadikan kehidupan Tuhan Yesus sebagai cara pandang perjuangan kehidupan kita, kita akan mampu menghadapi setiap pergumulan hidup ini.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 286:1,2.
    1. Kuikutken me dalanNdu, dalan dame man bangku. Terkelin me kap geluhku, itebusi darehNdu. Kuikutken me dalanNdu, kuendesken geluhku. Bas Kam o Juru s’lamatku, dame senang tendingku.
    2. Mesera gia dalanku, padanNdu kap enteguh. Ngelawan kuasa gelap, di ras Kam menang tuhu. Kuikutken me dalanNdu. ..
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan