Renungan Malam 25 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 368:1,2
    1. Si puji Tuhan Dibatanta, kataken bujur baNa. Sabab Ia si merekenca, pasu-pasu man banta. Mbelin ras mulia kekelengen Tuhan ibas doni enda. Ajari o Tuhan kami k’rina anakNdu, naksiken kerina perbahanenNdu.
    2. Geluh kami meriah tuhu, k’rina si k’rajangenNdu. Sabab kalak si nembah baNdu datken pasu-pasuNdu. Mbelin ras mulia kekelengen Tuhan ibas doni enda. Ajari o Tuhan kami k’rina anakNdu, naksiken kerina perbahanenNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata 2 Samuel 1:14
    “ Kemudian berkatalah Daud kepadanya: “Bagaimana? Tidakkah engkau segan mengangkat tanganmu memusnahkan orang yang diurapi TUHAN?”

Renungan

Beberapa waktu lalu kita kita sering mendengar istilah SMS, yaitu Senang Melihat orang Susah atau Susah Melihat orang Senang, terutama hal itu ditujukan kepada orang yang dianggapnya musuhnya. Dan bergosip tentang kesusahan orang yang menyakiti hatinya dapat memakan waktu berjam-jam. Ternyata, keadaan ini tidak selamanya demikian.
Suatu ketika, Daud didatangi seorang pemuda yang mengabarkan kematian Raja Saul. Dia mengatakan dirinya adalah orang yang telah lolos dari tentara Israel. Lalu anak muda ini menjelaskan bagaimana cara Raja Saul meninggal. “Lalu katanya kepadaku: Datanglah ke mari dan bunuhlah aku, sebab kekejangan telah menyerang aku, tetapi aku masih bernyawa. Aku datang ke dekatnya dan membunuh dia, sebab aku tahu, ia tidak dapat hidup terus setelah jatuh. Aku mengambil jejamang yang ada di kepalanya, dan gelang yang ada pada lengannya, dan inilah dia kubawa kepada tuanku.” (2 Sam 1:9-10)
Dengan mengatakan dirinya sebagai orang yang telah lolos dari tentatara Israel, orang muda ini menunjukkan dirinya sebagai orang yang sama-sama mengalami keadaan seperti yang dialami Daud. Tentara Israel, adalah tentara Raja Saul yang mengejar Daud. Dan selama ini Daud dan orang-orangnya telah lolos dari kejaran tentara Raja Saul. Begitu juga orang muda ini mengakui membunuh orang yang selama ini berusaha membunuh Daud dan membawa jejaman Raja Saul untuk mendukung pengakuannya. Dari apa yang dilakukan orang muda ini kita dapat mengatakan bahwa orang muda ini berusaha untuk menyenangkan hati Daud dan mendapat perhatian dari Daud. Kita dapat mengatakannya demikian,sebab dalam 1 Samuel 31:1-6, diceritakan bagaimana kematian Raja Saul. Orang muda ini hanya mengaku-ngaku sebagai pembunuh Raja Saul. Anak muda ini menganggap orang yang memusuhi Daud adalah musuh Daud. Dia menyangka bahwa Daud senang mendengar cerita kematian orang yang berusaha membunuh Daud. Tapi masalahnya Daud tidak menganggap orang itu adalah musuhnya. Daud melihat hubungan Raja Saul dengan orang Allah sebagai orang yang diurapi TUHAN. Daud sendiri menghindar untuk menjauhkan dirinya melakukan yang jahat terhadap “orang yang diurapi Tuhan”. Orang muda ini salah sangka terhadap Daud, dan akhinya, orang muda ini mendapatkan akibat buruk atas perbuatannya tersebut.
Dari pengalaman Daud ini, kita melihat bahwa orang lain dapat saja mengganggap kita musuhnya. Tetapi bila kita menghubungkan seseorang itu dengan Allah, maka hal itu dapat merubah pandangan kita terhadap orang yang memusuhi kita itu. Kita sanggup untuk tidak mengganggap orang itu sebagai musuh kita dan menghindarkan diri kita dari berbuat jahat terhadap orang tersebut. Misalnya, kita menghubungkan kita dan dirinya sebagai citaaan Tuhan yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Kita dapat mengatakan kepada diri kita, “Siapakah aku ini sehingga aku berhak menghakimi sesama ciptaan Allah yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah?”. Dikatakan dalam Jakobus 4:12, “Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?”
Kita tidak senang mendengar kabar tentang orang yang menyakiti kita sedang mengalami kesusahan dan kita tidak bersusah hati ketika kita melihat orang yang menyakiti hati kita mendapatkan kesenangan dalam hidupnya. Kita juga dapat mengindarkan diri dari keinginan untuk disenangi dan dianggap sebagai teman dengan cara membawa kabar buruk tentang orang yang kita pikir itu adalah musuh teman kita. Tuhan memampukan kita untuk melihat hubungan kita dan diri orang lain dengan Tuhan. Aku dan Engkau sama-sama ciptaan Allah. Hidup bersama sebagai ciptaan Allah membuat hidup semakin hidup dan indah. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 281:1,2
    1. Kek’lengen Yesus kempak manusia desken Dibata engkelengi Ia. KekelengenNa maler kap man banta adi si pakelah pedahNa. Min sikeleng-kelengen kita k’rina bagi pedahken Yesus bas pustaka. Sababna kai sipindo bas gelarNa, ib’re Dibata man banta.
    2. Ngasamken kesah nggit me kepe Ia, gelah terkelin kita manusia. Dage dalanken si ni pedahkenNa kempak temanta ise gia. Min sikeleng-kelengen …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 24 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 279:1,4
    1. Kam kap Dibatangku, Kam inganku cicio. Tegu-tegu aku, begiken pertotonku. Ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
    2. Ku puji Kam Tuhan, rende aku man baNdu. Sabab seh ulina perbahanenNdu bangku. Ernalem man baNdu…
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata I Samuel 27 : 1.
    “ Tetapi Daud berpikir dalam hatinya: “Bagaimanapun juga pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul. Jadi tidak ada yang lebih baik bagiku selain meluputkan diri dengan segera ke negeri orang Filistin; maka tidak ada harapan bagi Saul untuk mencari aku lagi di seluruh daerah Israel dan aku akan terluput dari tangannya.”

Renungan

Rasanya sulit juga harus merelakan sesuatu yang menjadi juga kita inginkan kepada orang lain. Tetapi untuk menghindarkan kita dari melakukan yang buruk terhadap orang lain, lebih baik kita mengalah. Inilah yang kita lihat dari pengalaman Daud ini.
Dalam hidupnya, sebelum Daud menetap menjadi Raja bangsa Israel, Duad harus mengalami pengembaraan hidup. Raja Saul telah berikhtiar membunuh Daud. “Lalu Saul berikhtiar menancapkan Daud ke dinding dengan tombaknya, tetapi Daud mengelakkan tikaman Saul, sehingga Saul mengenai dinding dengan tombak itu. Sesudah itu Daud melarikan diri dan luputlah ia pada malam itu.” (1Sam 19:10). Setelah itu hidup Daud harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari Raja Saul. Daud harus berpindah-pindah tempat karena ada saja yang mengadu kepada Raja Saul tentang persembunyian Daud. “Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di padang gurun En-Gedi.” Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan.”(1Sam. 24:1-2). Begitu juga ketika Daud bersembunyi di bukit Hakhila, orang Zif mengadukan keberadaan Daud kepada Raja Saul. “Datanglah orang Zif kepada Saul di Gibea serta berkata: “Daud menyembunyikan diri di bukit Hakhila di padang belantara.” (1Sa 26:1). Melihat situasi ini, akhirnya Daud memutuskan diri untuk meninggalkan negeri sendiri dan menetap di negeri musuh.
Daud menghindar bukan karena dia tidak berdaya, tetapi Daud memang tidak mau menyakiti “orang yang diurapiTUHAN”. “ Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul; lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.” (1Sa 24:4-6 ITB)
Apa yang dilakukan Daud merupakan keputusan yang sulit. Dia harus meninggalkan negeri sendiri dan menetap di negeri musuh Israel, daerah Filistin. Ia dianggap pembelot dan tidak dipercayai oleh panglima-panglima tentara Filistin. (1Sam 29:3-4)
Dari yang dilakukan Daud ini, kita dapat membayangkan betapa letihnya harus hidup mengembara bahkan harus berdiam di negeri musuh. Namun demi menghindarkan diri dari menyakiti orang yang dianggapnya diurapi Tuhan, Daud harus rela terus mengembara. Demikianlah dalam hidup kita, ada saatnya jalan yang terbaik adalah tidak berkonfrontasi langsung dengan orang yang kita kasihi ketimbang menyakiti mereka. Demi “agar jangan sampai kita melakukan yang buruk terhadap orang lain”, lebih baik kita mengalah. Tuhan memampukan kita untuk menghindarkan kita dari berbuat buruk terhadap orang yang kita kasihi. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 381:1,2.
    1. Sura – sura Yesus bangku ersinalsal tetap. Nggeluh bujur ras mulia, si ngena ateNa. Ersinalsal terang, em sinisuraken Yesus. Ersinalsal terang, ku tetap ersinalsal.
    2. Sura – sura Yesus Kristus nandangi geluhku, mpehaga turang senina si sampat – sampaten. Ersinalsal terang…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 23 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 182:1,2.
    1. O Tuhan Kam tetap, tedehku man baNdu. Arap ku lalap Kam nemani geluhku. O Tuhan rasa lalap. Geluhku temani. Ola tadingken aku ras Kam tetap.
      O Tuhan Kam tetap, ajarilah aku, lah kai pe si kuban, mehuli man baNdu. O Tuhan rasa lalap. Geluhku temani. Ola tadingken aku ras Kam tetap.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Nehemia 2 : 17 – 18.
    “ Berkatalah aku kepada mereka: “Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela.” Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.”
    Renungan

Bencana seringkali menimbulkan luka mendalam. Tidak hanya karena kehilangan keluarga, kerugian materi, tetapi bencana juga dapat membuat kehilangan harapan hidup. Kita dapat saja kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup kita. Kita merasa apa yang telah kita perjuangkan, peroleh dan lindungi dengan kerja keras akhirnya hilang dalam sekejap mata. Sia-sia semua perjuangan hidup kita. Dalam hal ini memang kita membutuhkan penyemangat dalam hidup ini.
Di dalam kitab Ezra, dikatakan bahwa Rumah Pertoton telah selesai dibangun pada tanggal 12 Maret 515 SM. “Maka selesailah rumah itu pada hari yang ketiga bulan Adar, yakni pada tahun yang keenam zaman pemerintahan raja Darius. Maka orang Israel, para imam, orang-orang Lewi dan orang-orang lain yang pulang dari pembuangan, merayakan pentahbisan rumah Allah ini dengan sukaria.” (Ezra 6:15-16)
Lama berselang, tahun 445 SM( + 70 tahun kemudian) Nehemia mendapat laporan bahwa bangsa Israel yang telah kembali dari pembuangan Babel mengalami banyak penderitaan. “ Iturikenna man bangku maka kalak si nggeluh denga dingen enggo mulih ku negeri kami sangana i bas kiniseran si mbelin janah bangsa-bangsa si deban si tading i sekelewetna megombang man bana. Iturikenna ka pe maka tembok kuta Jerusalem enggo ka sontar janah pintu-pintu gerbangna langa ipekena kenca kin iciluk.”(Nehemia 1:3) Ternyata bangsa Israel tidak lagi bersemangat untuk membangun kembali tembok Jerusalem. Oleh karena itu, Nehemia bertekad untuk kembali ke Jerusalem. Di dalam berkat Allah, Nehemia mendapat perkenan raja Artaserses untuk kembali ke Jerusalem. Setelah tiga hari, secara diam-diam Nehemia menyelidiki kadaan kota Jerusalem. Setelah melihat semua keadaan itu, maka Nehemia memberitahukan maksud kedatangannya ke Jerusalem. Nehemia mengajak rakyat Jerusalem untuk membangun kembali tembok Jerusalem. Nehemia membangkitkan semangat penduduk Jerusalem dengan menyaksikan bagaimana Tuhan telah memberkati perjalanannya dan bagaimana raja juga setuju dengan rencananya itu. Mendengar kesaksian Nehemia ini, penduduk Jerusalem akhirnya menyatakan kesiapannya untuk membangun kembali tembok Jerusalem, “berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!”
Dalam situasi saat ini, jadilah kita penyemangat-penyemangat hidup. Kita saling menyemangati untuk terus membangun kehidupan ini. Dengan saling berbagi pengalaman-pengalaman iman dan pengalaman menghadapi kesulitan ini, kita bekerja sama membangun kembali kehidupan kita yang dilanda pandemik ini. Seperti gambar di atas, kita bekerjasama untuk membangun rumah yang telah rusak. Allah membangkitkan semangat dalam diri kita untuk saling membantu menghadapi kesulitan hidup ini. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 296:1,2
    1. Man baNdu Yesus Tuhanku, kuendesken geluhku. Nggeluh si keleng-kelengen, nggit si sampat-sampaten. Erbuah Kata ni suan, bas kita anak Tuhan. Erbuah Kata ni suan bas kita anak Tuhan.
    2. Nggeluh si tatang-tatangen, kita radu megegeh. Nggit kita ngalemi salah, pusuh dame meriah. Erbuah Kata ni suan …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 22 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 331:1,2
    1. Tegu aku anakNdu, bas perdalan geluhku. ‘Di aku paksa labuh, ambatilah musuhku. Tegu aku ibas perdalanenku, Kam me ngenca ku lebuh, cikepNdu tanku nteguh.
    2. Kam bentengku si paguh, gia musuhku ngupuh. Amin mara reh nderpa, la aku bera-bera. Tegu aku ibas …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Jesaya 26 : 7 – 9.
    “ O TUHAN, dalan kalak benar mesai ibahanNdu, dalan si man bentasenna kendit tuhu-tuhu. PeratenNdu ikutken kami, Kam ngenca pengarapen kami, Kam ngenca sura-sura pusuh kami. Ibas berngi si mbages tedeh ateku Kam, alu ate tutus tendingku tetap terdaram-daram. Adi irungguiNdu pagi doni ras manusia si ngianisa, kebujuren si tuhu-tuhu, i je me pagi maka iantusina.”

Renungan.

Pernahkah kita salah jalan ? Suatu ketika kami dalam perjalanan dari Medan ke Pekan Baru. Awalnya saya yang menjadi sopir. Pada tengah malam, si sebuah SPBU kami bergantian menjadi sopir. Setelah beberapa waktu, saya terbangun dan melihat km penunjuk daerah itu bertambah besar. Seharusnya, ketika berjalan ke Pekan Baru, maka km penunjuk daerah itu bertambah kecil. Ternyata benar, teman ini salah memutar arah di SPBU. Dia mengambil jalan kembali ke Medan. Setelah sekian lama kita berjalan, ternyata jalan yang kita tempuh salah. Rasanya letih, kesal dan mau marah. Tetapi kita masih bisa berputar arah dan hanya kehilangan waktu. Tetapi bagaimana bila kita salah dalam mengambil keputusan dan hal itu berdampak buruk terhadap jalan hidup kita selanjutnya ?
Yesaya 26 ini merupakan nyanyian pujian ketika Allah memberi kelepasan kepada bangsaNya. Tuhan Allah membimbing orang benar sehingga mereka berjalan di jalan yang tepat untuk sampai kepada kelepasan, damai sejahtera dan kehidupan baru. Berbeda dengan pemimpin Israel yang mencari pertolongan kepada Mesir. Tuhan mengingatkan bahwa pertolongan Mesir tidak akan berfaedah. “sekaliannya akan mendapat malu karena bangsa itu tidak dapat memberi faedah kepada mereka, dan tidak dapat memberi pertolongan atau faedah; melainkan hanya memalukan, bahkan mengaibkan mereka.” (Jesaya 30:5). Jalan yang ditempuh pemimpin Israel adalah jalan yang salah sebab jalan itu akan menghancurkan kehidupan bangsa Israel. Sebaliknya Allah menunjukkan jalan yang menuju kepada keselamatan. “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan, kamu berkata: “Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat,” maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: “Kami mau mengendarai kuda tangkas,” maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi. (Jesaya 30:15-16) Yesaya memuji Allah yang menuntun orang-orang benar kepada keselamatan. Oleh karena itu, Jesaya menyatakan pengakuan dan kerinduannya. Dikatakannya, “PeratenNdu ikutken kami, Kam ngenca pengarapen kami, Kam ngenca sura-sura pusuh kami. Ibas berngi si mbages tedeh ateku Kam, alu ate tutus tendingku tetap terdaram-daram.”
Di dalam hidup kita, jalan yang dikehendaki Allah-lah yang tetap kita jalankan. Kita percaya, jalan yang dikehendaki Allah adalah jalan yang tepat untuk sampai kepada kelepasan, damai sejahtera dan kehidupan baru. Walaupun tawaran-tawaran jalan di dunia ini memperlihatkan kekuatan, kecepatan dan ketangkasan dalam memperoleh materi kehidupan, tetapi ketika hal itu tidak sejalan dengan kehendak Allah, kita dapat menghindarinya. Sebab kesalahan dalam mengambil keputusan ini tidak hanya dapat diatasi dengan memutar arah tetapi berdampak ke dalam seluruh kehidupan kita selanjutnya. Tetaplah kita mengikuti kehendak Allah dan mencarinya siang dan malam. Tuhan tetap menunjukkan jalan yang membawa kelepasan, damai sejahtera dan kehidupan baru bagi kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 388:1,2.
    1. Tupung tayang aku nginget Kam, gedang berngi kuukuri Kam. Sabab Kam si nampati aku, o Dibata tedeh ‘teku Kam. O Dibata Kam kap Dibatangku, kudahi tedeh ateku Kam. Mesikel aku nandangi Kam, desken taneh si enggo kerah. Bage me muasna tendingku, man baNdu Tuhan Dibatangku.
    2. Sabab Kam si nampati aku teruh kabengNdu rende aku. ‘Di ras Kam meriah ukurku, o Dibata Kam sekawalku. O Dibata Kam kap Dibatangku …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 21 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 329:1,3.
    1. Tuhan Yesus penampatku, Ia penalemenku. Kuikutken me dalanNdu, Kam me kegeluhenku. Tenang tetap tendingku, paguh kinitekenku. Lanai lit kebiarenku. Tan Tuhan ku me negu.
    2. Tuhan Yesus penampatku, nimbak p’raten dagingku. Suari berngi Kam kulebuh, pengarapenku nteguh. Teneng tetap tendingku …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Jeremia 32 : 43-44.
    “ Orang akan membeli ladang lagi di negeri ini yang kamu katakan: Itu adalah tempat tandus tanpa manusia dan hewan; itu telah diserahkan ke dalam tangan orang-orang Kasdim! Orang akan membeli ladang-ladang dengan perak, menulis surat pembelian, memeteraikannya dan memanggil saksi-saksi di daerah Benyamin, di sekitar Yerusalem, di kota-kota Yehuda, di kota-kota Pegunungan, di kota-kota Daerah Bukit dan di kota-kota Tanah Negeb. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka, demikianlah firman TUHAN.”

Renungan

Seperti petani ini, tetap semangat dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Saat ini kita memang membutuhkan keteguhan hati untuk menjalani kerasnya perjuangan hidup ini. dalam menjalani perjuangan hidup ini, terkadang kita harus mengambil tindakan yang di luar logika ekonomi kita. Misalnya, ketika terjadi konflik di suatu daerah, maka biasanya, sebelum orang mengungsi, maka orang-orang akan berupaya menjual aset mereka agar aset itu tidak hilang sama sekali. Namun karena semua orang ingin menjual asetnya, maka bisa jadi tidak ada yang mau membeli aset itu. situasi. Namun demikian, tohk ada juga orang yang membeli aset.
Inilah situasi yang dihadapi Jeremia. “Pada waktu itu tentara raja Babel mengepung Yerusalem, dan nabi Yeremia ditahan di pelataran penjagaan yang ada di istana raja Yehuda. (Jer 32:2) Dalam situasi ini datanglah Hanameel menjenguk Jeremia dan menawarkan tanahnya kepada Jeremia. “ Kemudian, sesuai dengan firman TUHAN, datanglah Hanameel, anak pamanku, kepadaku di pelataran penjagaan, dan mengusulkan kepadaku: Belilah ladangku yang di Anatot di daerah Benyamin itu, sebab engkaulah yang mempunyai hak milik dan hak tebus; belilah itu! Maka tahulah aku, bahwa itu adalah firman TUHAN. Jadi aku membeli ladang yang di Anatot itu dari Hanameel, anak pamanku, dan menimbang uang baginya: tujuh belas syikal perak. (Jer 32:8-9) Secara logika ekonomi, tentunya sulit untuk menerima tindakan Jeremia ini. Yeremia lagi dipenjarakan, Yerusalem sedang dikepung tentara Babel dan harga beli yang mahal menurut ukuran pada saat itu. Kita mungkin bertanya, untuk apalah membeli tanah, tokh Jeremia tidak bisa mengusahakannya, baik karena dia dipenjara dan situasi pengepungan tentara Babel ? Benar secara logika ekonomi, sulit menerima tindakan Jeremia. Pada awalnya Jeremia juga merasa binggung. Dikatakan dalam Jeremia 32 : 17, “ Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! Namun, akhirnya Jeremia bertindak berdasarkan firman Allah. Dikatakannya, “Namun Engkau, ya Tuhan ALLAH, telah berfirman kepadaku: Belilah ladang itu dengan perak dan panggillah saksi-saksi! padahal kota itu telah diserahkan ke dalam tangan orang-orang Kasdim.” (Jer 32:25)
Tindakan Jeremia ini merupakan tindakan simbolis yang dilakukan Allah untuk menandakan pemulihan Jerusalem oleh Allah. Allah akan memulihkan keadaan Yerusalem kembali setelah penderitaan yang mereka alami. Setelah pemulihan itu, maka kehidupan akan berjalan kembali. Perputaran ekonomi terjadi lagi. Akan terjadi jual-beli tanah di berbagai tempat, tempat yang mungkin untuk kehidupan atau tempat tidak memungkinkan kehidupan, semua tempat itu dibeli, di materaikan, disyahkan oleh saksi-saksi.
Demikian juga dalam kehidupan kita. Kita tetap yakin, Allah memulihkan keadaan kita. Seperti pengakuan Jeremia, “Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!”, kita jalani perputaran ekonomi kita. Mungkin saat ini, kita mengalami kesulitan dalam menjalankan kehidupan ekonomi kita. Namun kita tetap yakin, bahwa Allah memulihkan keadaan kehidupan dunia ini. Inilah yang menguatkan dan meneguhkan kita dalam menjalani hari-hari kita. Tuhan memampukan kita untuk tetap tekun mengikuti perputaran kehidupan ekonomi ini Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 334:1,2
    1. Tuhan kam si empuna geluhta, gegehta Ia si merekenca. Kiniteken pe ras pemetehta, e pe Ia sinjujurkenca. Ia kap erbanca kita sangap, tetaplah man Ia kita ngarap. ‘Di reh susah b’reNa serpang pulah, tendi kula mejuah-juah.
    2. Dage tetaplah bulat ukurta. Geluhta pe lalap min erguna. Lagu langkah pe la sia-sia, gelar Tuhanlah ermulia. Adi jumpa kita si mesera, pengarapen ula kal min pera. Kune riah ukur kita jumpa, nehken bujur ula kal lupa.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 20 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 291:1,3
    1. M’riah ukur kami o Bapa, nembah ‘rjimpuh ertoto baNdu. Kam o Tuhan ipuji kami, ermulia gelarNdu. Bengket kami o Tuhan, ngadap kulebeNdu. Reh kami muji-muji gelarNdu Tuhan si Badia.
    2. Bujur ning kami baNdu, ban keleng ateNdu. IcukupiNdu k’rina si perlu. Mbelin kal kuasaNdu. Bengket kami o Tuhan …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 33 : 18 – 22.
    “ Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.”
    Renungan.

Esok hari kita akan memasuki hari pertama di minggu ini. Masih panjang perjalanan yang harus kita tempuh. Seperti gambar ini, kita belum dapat memastikan ujung perjalanan hidup kita. Di balik bukit, di balik gunung, dan setelah lembah, masih ada jalan yang harus kita tempuh. Dan kita tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi dalam perjalanan itu. Kita membutuhkan ketetapan hati untuk menjalani perjalanan hidup kita ini.
Di dalam 33 ini, Pemazmur mengingatkan dan merenungkan usaha manusia untuk menjamin kehidupannya. Pemazmur menemukan bahwa kekuasaan raja, kekuatan pahlawan dan ketangkasan kuda tidak berguna menjamin kehidupan manusia. “ Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan. Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.” (Maz. 33:16-17) Sebaliknya, Pemazmur sadar dan meyakini bahwa hanya Tuhan Allah-lah yang mengaruniakan dan memelihara hidup mereka yang takut kepadaNya, yang menghormatiNya dan yang menantikan segala sesuatu yang disediakanNya dalam kasih setiaNya. Di dalam penantian akan pemeliharaan Allah-lah maka manusia dapat bersukacita. Pemamzur percaya bahwa Allah adalah Penolong dan Perisai dalam hidupnya. Dengan iman seperti ini, Pemazmur yakin dan berharap akan penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidupnya.
Di dalam ibadah minggu ini, kita kembali diingatkan dan merenungkan kasih pendamaian yang telah diberikan Allah kepada kita melalui Tuhan Yesus Kristus. Kita meyadari dan meyakini Allah penuh kasih setia dalam hidup kita. Oleh karena itu, kita jalani hari – hari hidup kita di minggu ini dengan takut akan Allah, menghormati namaNya dan tekun menanti-nantikan pertolongan Allah. Inilah yang menjadi sukacita dan kekuatan bagi kita untuk menjalani hari –hari kita. Kita hadapi hari demi hari di minggu ini dengan keyakinan bahwa hidup kita ada dalam pemeliharaan Allah. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 307:1,2
    1. O Tuhanku Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal mratah aku babaNdu, ipesenang-senangNdu geluhku. Permakanku si njayam geluhku, malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku. Kam me Tuhanku, permakanku.
    2. IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku, kempak keg’luhen sisikapkenNdu. Permakanku …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 19 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 338:1,3.
    1. Ulu tuah Kam kusembah, ajar aku megelah. “lah nurihi pujin kami, lalap la ‘rgadi-ngadi. Lias ras keleng ateNdu, jujurkenNdu man bangku. Nteguh paguh, la terundu, kuasa ras muliaNdu.
    2. Pasu-pasu surga nari, kugejap tiap wari. Kepentaren berekenNdu, nehken sura-suraNdu. PakekenNdu lah min aku, jadi persuruhenNdu, jenda aku suruh aku, nehken kekelengenNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 77 :12 – 15.
    “ Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.”

Renungan.

Gambar ini merupakan salah satu fenomena alam yang kita anggap ajaib. Kita mengganggapnya ajaib karena sulit bagi kita untuk memahami kejadiannya. Ada banyak hal dalam hidup kita di mana kita juga merasa sulit untuk memahami dan menerimanya. Kita telah menghadapi persoalan hidup dengan mengandalkan ketrampilan dan kekuatan pikiran dan tubuh kita. Kita juga telah mengupayakannya dengan mencari pertolongan kepada Allah. Namun demikian, persoalan-persoalan hidup itu tidak juga kunjung selesai. Hal ini dapat saja membuat kita salah memahami kehidupan ini.
Pemamzmur juga mengalami situasi yang seperti ini. Dikatakan dalam Mazmur 77:3, “Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan; malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu, jiwaku enggan dihiburkan.” Namun ketika hal ini juga belum menunjukkan hasil, bisa jadi kita mempertanyakan kasih setia Allah dan mengambil kesimpulan yang keliru tentang Allah. “Untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi? Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun? Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?” Sela Maka kataku: “Inilah yang menikam hatiku, bahwa tangan kanan Yang Mahatinggi berubah.” (Maz. 77: 8 – 11)
Dan memang inilah yang menyesakkan hati kita ketika kita keliru memahami perbuatan Allah. Allah yang awalnya kita pahami penuh belas kasihan, tetapi sekarang kita menganggap Allah sudah berubah, tidak mengasihi kita lagi. Pemazmur menyadari kekeliruan kesimpulan yang telah dia ambil dan tidak mempertahankan kesimpulan itu. Sebaliknya Pemamzur berusaha mengingat dan merenungkan kembali perbuatan Allah itu. Lalu Pemzmur menemukan terang kesimpulan yang baru. Pemazmur mengakui bahwa jalan Tuhan adalah kudus. Allah melakukan keajaiban dalam menyelamatkan bangsaNya. Benar, jalan Tuhan adalah kudus dan ajaib perbuatanNya. Sulit bagi kita untuk memahami dan mengerti cara dan waktu Tuhan untuk menyelamatkan hidup kita. Namun demikian, dengan mengingat dan merenungkan perbuatan Allah, Pemazmur menemukan terang kebenaran ini.
Apa yang menjadi kesimpulan pemazmur ini merupakan penghiburan dan kekuatan kita dalam menjalani kehidupan kita. Dalam kesesakan hidup kita, kita juga dapat saja keliru dalam memahami Allah dan perbuatan Allah. Terkadang, kita merasa Allah membiarkan kita dalam penderitaan ini. Kita merasa bahwa Allah tidak mengasihi kita lagi. Dan ternyata, semakin kita membuat kesimpulan bahwa Allah jauh dari kita, maka semakin sakit hatilah kita. Oleh karena itu, langkah yang diambil pemazmur merupakan jalan terbaik bagi kita dalam menghadapi persoalan hidup kita. Kita mengingat dan merenungkan kembali perbuatan-perbuatan Allah sepanjang sejarah kehidupan kita. Sejarah hidup kita adalah sejarah kasih Allah. Dengan pertolongan Roh Kudus kita akan menemukan jalan Tuhan yang kudus dan ajaib dalam menyelamatkan hidup kita.
Ibadah minggu kita merupakan kesempatan bagi kita untuk mengingat dan merenungkan jalan Tuhan yang kudus dan ajaib dalam hidup kita. Mari kita persiapkan tubuh, hati, pikiran, roh dan jiwa kita untuk mengingat dan merenungkan perbuatan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan, dengan kuasa Roh KudusNya melayakkan kita untuk menemukan penghiburan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 227:1,2.
    1. Katakenlah man pusuhku, pepankenlah bas geluhku, idemiNdu kegeluhenku, tetapkenlah pengarapenku. Pegaralah kinitekenku, alu Kesah ras KataNdu.
    2. Si ingetlah wari Tuhan, pedahNa e si pakeken. B’ritaken Kata Dibatanta man k’rina bekas tinepaNa. Pegaralah kinitekenku alu Kesah ras KataNdu.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 18 September 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 302:1,2.
    1. Nginget perkuah Dibata si mbelin, siisehkenNa man banta kr’ina kin. Ibas kerina dampar kegeluhen, i doni s idem alu keguluten. Endeskenlah kulanta man Dibata, kerinana si lit ibas geluhta. Selaku persembahennta si nggeluh, em persembahen si ngena ateNa.
    2. Sabab bage kin arusna kita kin, ersembah man Dibatanta si mejin. Si nggo m’reken man banta manusia, keg’luhen si mehuli ras badia. Endeskenlah …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata I Korinti 1:4-5
    “ La erngadi ngadi kukataken bujur man Dibatangku kerna kam, erdandanken lias ate si nggo iberekenNa man bandu arah Kristus Jesus. Sabab ibas persadanndu ras Kristus, kam enggo ipebayak i bas kai pe, i bas pengeranandu bage pe i bas pemetehndu.”

Renungan.

Sering kita mendengar pepatah, “seperti kacang lupa kulitnya”. Pepatah ini menggambarkan perilaku orang yang tidak tahu diri atau tidak lagi mengingat siapa dirinya. Dia tidak mengingat arti perubahan yang telah terjadi dalam dirinya. Tentunya, ada makna perubahan yang telah terjadi di dalam hidup kita. Apa makna perubahan dalam hidup kita ?
Paulus mengucap syukur atas perubahan hidup yang diterima orang Korintus setelah menerima Tuhan Yesus Kristus. Orang Korintus telah mengalami perubahan keadaan kehidupan dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus Kristus. Paulus mengingatkan keadaan orang Korintus sebelum menerima Tuhan Yesus Kristus. Dalam 1 Korintus 1: 26, dikatakan tentang keadaan orang Korintus dahulu, “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.” Namun sekarang, karena persekutuan dengan Tuhan Yesus Kristus mereka telah diperkaya dalam perkataan dan pengetahuan. Mereka telah memiliki hikmat, hikmat yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang berhikmat sekalipun. “Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil (1 Kor. 1:20-21)
Namun demikian, Paulus melihat arah perubahan itu justru menjadi perpecahan. Oleh karena itu mengingatkan agar perubahan yang telah diberikan Kristus kepada orang-orang Korintus tidak menjadi sumber perpecahaan di dalam kehidupan mereka. “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.”(1Kor 1:10-12)
Dari situasi yang terjadi dalam kehidupan jemaat Korintus ini kita dapat merenungkan arti perubahan hidup yang telah diberikan Kristus kepada kita. Kita harus tetap mengingat anugerah perubahan hidup yang telah diberikan Allah kepada kita. Perubahan kehidupan yang diberikan Allah janganlah itu menjadi sumber perpecahaan di antara kita. Justru hendaklah perbedaan yang ada dipergunakan untuk saling membangun. “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. (1Kor. 12:7-8). Tetaplah siinget maka kita enggo ipebayak. Janah sura-sura Dibata ibas mereken pemereNa emekap guna kerinana. Kita pakaikan anugerah perubahan hidup untuk kepentingan bersama jemaat Tuhan. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen
  2. Rende KEE GBKP No. 402:1,3
    1. Perban kekelengenNdu, tebusiNdu dosangku, alu mambur darehNdu, geluhku jadi mbaru. Asa ngasup gegehku, kuikutken kataNdu. Yesus Kam si perkuah, kupuji ras ku sembah.
    2. Perban kekelengenNdu jadikenNdu geluhku meherga ras erguna desken batu permata. Asa ngasup gegehku…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan