Renungan Malam 28 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 200:1,3
    1. O Tuhan babai min dalanku bas doni. Labuh ras la kesah gegehku. SoraNdu terbegi man bangku nemani. Lalap Kam me kuban temanku.
    2. O Tuhan bengketi, pusuhku min gelah. Maka kualoken kataNdu. PedahNdu lalap min ku gelem la pulah. Lalap Kam me kuban temanku.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Titus 3 : 8.
    “ Kata enda tuhu kap. Ateku min gelah igegehindu ngajarken kerna si enda, gelah kalak si enggo tek man Dibata tutus ndahiken dahin si mehuli, si metunggung dingen erguna man manusia.”

Renungan

Persoalan-persoalan hidup selalu saja ada menyertai perjalanan hidup kita. Keadaan ini dapat saja membuat kita lemah dan lengah dalam menjalani kehidupan kita. Tugas dan tanggung jawab kita tidak lagi menjadi perhatian kita. Kita sudah letih duluan memikirkan persoalan hidup kita ketimbang memikirkan tanggung jawab kita. Marilah kita mengingat kembali makna panggilan kita dalam menjalani kehidupan kita.
Bacaan Firman Tuhan yang menjadi renungan malam hari ini merupakan bagian dari pemberitaan tentang maksud kedatangan Allah. Kedatangan Allah bertujuan untuk menyelamatkan manusia dan memperbaharui kehidupan manusia. Dikatakan dalam Titus 3:5-7, “pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.” Melalui keselamatan yang telah dibawa Tuhan Yesus Kristus, orang percaya itu telah dibenarkan Allah. Orang percaya itu telah diangkat Allah menjadi umat Allah sehingga mereka berhak menerima hidup kekal. Paulus menghendaki agar Titus dengan yakin mengajarkan kepada orang yang telah percaya agar mereka bertambah kuat meyakini dan mempercayai maksud kedatangan Allah ke dunia ini. Dengan demikian, orang percaya itu tidak lemah dan lengah dengan tantangan kehidupan dunia ini. Tantangan dan kesulitan hidup janganlah membuat orang percaya melakukan yang tidak baik dalam hidupnya. Sebaliknya, orang percaya harus hidup setia melakukan perbuatan baik. Keyakinan kita yang teguh akan keselamatan dan hidup kekal yang telah disiapkan Allah membuat orang percaya dengan setia melakukan perbuatan baik dalam hidup mereka. Perbuatan baik ini juga merupakan bagian dari panggilan Allah dalam menyelamatkan orang percaya. Ada motif missioner dalam setiap panggilan orang percaya. Orang percaya melakukan perbuatan baik agar orang lain juga merasakan kuasa dan kasih kemurahaan Allah. Keselamatan yang telah dianugerahkan Allah kepada kita menjadi motivasi bagi kita untuk melakukan perbuatan baik, perbuatan yang mendatangkan kebaikan bagi manusia. Dengan demikian, manusia di sekitar kita juga merasakan kasih dan kuasa kebaikan Allah. Inilah motif missioner keselamatan yang dianugerahkan Allah dalam hidup kita.
Melalui renungan malam hari ini, kita diingatkan dan diteguhkan akan makna anugrah keselamatan yang telah diberikan Allah bagi kita. Jangan lemah dan jangan lengah dengan tantangan dan kesulitan hidup kita. Sebaliknya, karena kita yakin akan keselamatan dan hidup kekal yang telah disiapkan Allah bagi kita maka kita tetap setia melakukan perbuatan baik, sehingga orang lain juga merasakan kebaikan Allah. Tuhan Allah memampukan kita melakukan perbuatan baik itu dan tetap memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 381:1,2.
    1. Sura – sura Yesus bangku ersinalsal tetap. Nggeluh bujur ras mulia, si ngena ateNa. Ersinalsal terang, em sinisuraken Yesus. Ersinalsal terang, ku tetap ersinalsal.
    2. Sura – sura Yesus Kristus nandangi geluhku, mpehaga turang senina si sampat – sampaten. Ersinalsal terang…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 27 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 279:1,2
    1. Kam kap Dibatangku, Kam inganku cicio, tegu-tegu aku, begiken pertotonku. Ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
    2. Bere gegeh bangku, mekuah ateNdu min. Labuh kal tendingku, sampatiNdu aku min. ernalem man baNdu, Kam pengarapenku. Kidekah geluhku, kupuji Kam Tuhan.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Jesaya 30:20 – 21.
    “ Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri.”

Renungan

Di dalam kehidupan kita, untuk sampai ke puncak bukit, terkadang kita harus mengalami kesulitan terlebih dahulu. Namun demikian, ada kalanya, kekuatan kita sendiri tidak mampu menghadapi kesulitan itu. kita membutuhkan pertolongan orang lain sehingga kita dapat melewati kesulitan itu. Inilah yang diperlihatkan Allah dalam kehidupan bangsa Israel.
Di dalam Kitab Jesaya 30 ini diperlihatkan tentang Firman Tuhan kepada penduduk Sion dan Jerusalem yang sedang mengalami penderitaan hidup. Penduduk Sion dan Jerusalem merasakan “makan roti dan minum air serba sedikit”. Artinya mereka hidup dibawah kekuasaan orang lain, mereka menderita di bawah penjajahan bangsa lain. Hal ini terjadi sebagai bentuk hukuman atas pelanggaran mereka. Namun demikian, Allah tidaklah meningalkan mereka. Tuhan akan mengutus pengajar-pengajar yang akan mengajari mereka tentang Firman Tuhan dan memberi petunjuk-petunjuk untuk menghadapi situasi kehidupan mereka. Tuhan akan membuka telinga mereka sehingga bangsa itu mendengar kemana mereka harus berjalan. Tuhan tidak lagi membiarkan mereka mencari jalan mereka sendiri. Melalui pengajar-pengajar ini, Tuhan akan menuntun jalan penduduk Sion dan Jerusalem. Dari dalam hati mereka akan ada suara yang menuntun apakah mereka harus berjalan ke kiri atau mereka harus berjalan ke kanan.
Demikianlah kita mengetahui bahwa Allah, walaupun menghukum manusia atas pelanggarannya, tetapi Allah tidak meninggalkan manusia. Allah tetap mendampingi dan menuntun perjalanan kehidupan manusia.
Kasih yang diperlihatkan Allah ini merupakan anugerah dalam kehidupan kita. Allah tetap membimbing kita agar kita berjalan menuju damai sejahtera. Allah tidak menginginkan kita binasa dalam penderitaan hidup kita. Seperti yang tertulis dalam Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Apa yang dilakukan Allah merupakan kesempatan bagi kita untuk memperlihatkan pertobatan kita. Allah tetap memberi kesempatan bagi untuk kembali kepadaNya.
Demikianlah kita selalu siap sedia untuk mendengar panggilan suara Allah dalam hidup kita. Panggilan yang menuntun dan mengokohkan kita untuk berjalan di jalan kebenaran dan keadilan. Jalan yang membawa kita kepada damai sejahtera. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 307:1,2
    1. O Tuhanku, Kam me permakanku, emaka la kekurangen aku. Ku mbal-mbal m’ratah aku babaNdu, ipesenang senangNdu geluhku. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
    2. IteguNdu kempak lau si maler, ibahanNdu ateku nggo malem. E maka tedeh ate tendingku kempak keg’luhen si sikapkenNdu. Permakanku sinjayam geluhku. Malem ateku senang tuhu. KelengNdu tetap maler man bangku, Kam me Tuhanku, Permakanku.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 26 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 417:1,2.
    1. Kam Yesus Tuhanku, palas kegeluhenku, reh aku ngadap man baNdu. Tegulah min aku, ibas ndalani geluhku, ‘lah ula celus nahengku. Dengkehken sorangku erlebuh o Tuhan, ngendesken pingko-pingkoku. Alemi min salah ras dosangku o Tuhan, ‘lah atan bas kiniulin.
    2. Kam Yesus Tuhanku, sampati min geluhku, alemi Tuhan dosangku. La kap lit terligen ibas adep-adepenNdu, kerina salah lepakku. Dengkehken sorangku …
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 32: 8 – 9.
    “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.”

Renungan

Piga-piga kita mungkin nandai bulung lateng. Adi terkuit bulung lateng e maka seh kal mengatalna kulit si terkena bulung lateng e. Janah tan bekas ngergo kulit si megatel e, bicara terkuit ka kulit dagingta si deban, maka kulit e banci ka megatel. Saja maun- maun, adi lenga si eteh kuga gatelna kena bulung lateng, kidaram ka pusuhta kerna kuga nanamna kena bulung lateng e. Piah dungna tuhu-tuhu megatel siakap. Misalna, si debanna ka, terdadap kita kotoren manuk. Enggo me si eteh e kotoran manuk, tapi adi la si anggeh, kurang ka kita yakinna. E maka la saja tan-ta si melket tapi igungta pe enggo ngangeh bau kotoren manuk. Demikianlah dalam hidup ini, ada beberapa hal yang tidak perlu lagi kita meragukannya atau mencoba membuktikannya. Kita tinggal meyakininya dan menerimanya. Dalam hal ini kita dapat mendengarkan pengalaman Pemazmur.
Mazmur 32 ini, merupakan pengalaman pengakuan Pemazmur ketika mengakukan dosa. Pemazmur merasakan bahwa pengakuan dosanya bersambut dengan pengajaran dan tuntunan dari Allah. Pemazmur merasakan kebahagiaan ketika dia dimengerti, diterima dan dicintai Allah kembali. Oleh karena itu, Pemazmur mengingatkan dan mengajarkan orang lain untuk mengakukan pertobatannya kepada Allah. Pemazmur mengajarkan kepada orang lain agar bersikap bijak dengan tidak bersikeras dan bertegar hati kepada Tuhan dan baru mendekati Tuhan sesudah mendapat peringatan dan hukuman. Seperti kuda yang harus dikekang dahulu baru kuda itu mau mendekat. Manusia juga terkadang, setelah mendapat peringatan dan hukuman baru mau datang mendekat kepada Allah.
Dari pengalaman Pemazmur ini, kita juga diajak dan diingatkan untuk datang kepada Allah. Kita tidak perlu bersikeras dan bertegar hati dalam kesalahan kita. Kita tidak perlu menguji “kehidupan kita” dihadapan Allah. Janganlah kita seperti orang fasik yang diungkapan Pemazmur dalam Mazmur 73:11. Orang fasik berkata, “Dan mereka berkata: “Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?” Kita tahu bahwa Allah Pencipta langit dan bumi. Dia menciptakan kita. Dia mengetahui kehidupan kita, tidak ada yang tersembunyi dihadapan Allah. Dan dalam kuasaNya ada berkat dan penghukuman.
Oleh karena itu, ketika kita telah jatuh dalam dosa, kita tidak perlu bersikeras dan bertegar hati. Justru sebaliknya, dari pengalaman Pemazmur, orang yang mengakukan dosanya kepada Allah, maka Allah akan menjaga dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Allah memberi nasehat kepada kita dan Allah memperhatikan dan memelihara kehidupan kita. Allah menginginkan agar kita berjalan di jalan yang menuju kebaikan hidup. Allah memelihara hidup kita agar kita memperoleh damai sejatera. Demikianlah kasih Allah dalam hidup kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 202:1,5
    1. Ernalem gelah man Yesus, kula ukur tendingku. Endesken geluhndu baNa, keleng ateNa bandu. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
    2. Ibas picet, kesusahen, mungkuk ku adepenNa. Ola gegeh ipenalem, tapi pasu-pasuNa. Ernalem gelah, tutus min gelah. O Yesusku bahan aku ernalem gelah.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 25 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 338:1,3.
    1. Kam kusembah, ulu tuah, ajar aku me gelah. ‘lah nurihi pujin kami, lalap la ‘rngadi-ngadi. Lias ras keleng ateNdu, jujurkenNdu man bangku. Nteguh paguh la terundu, kuasa ras muliaNdu.
    2. Pasu-pasu surga nari, kugejap tiap wari. Kepentaren berekenNdu, nehken sura-suraNdu. PakekenNdu ‘lah min aku, jadi persuruhenNdu. Jenda aku suruh aku, nehken kekelengenNdu.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Filipi 1 : 6
    “ Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”

Renungan

Ada sebuah ungkapan kalak Karo nina, “melungung ibas keteremen e”. Kira-kira artinya, merasa sepi atau sendirian di tengah-tengah keramaian. Bila dilihat dari pakaiannya, si bapak ini adalah seorang yang memiliki banyak tanda jasa. Berarti dia telah banyak melakukan kebaikan di masa tuanya. Kita juga dapat melihat bahwa si bapak ini sedang menangis sendirian, ditengah keramaian, tanpa ada yang memperhatikannya. Orang ramai sibuk dengan kegiatannya masing-masing sehingga si tangisan bapak tidak menjadi perhatian orang ramai itu. Ini hanyalah sebuah gambaran kehidupan. Terkadang kita juga merasa sendirian dalam kehidupan kita. Orang lain memang ramai di sekitar kita tetapi sibuk dengan urusannya masing-masing sehingga kita luput dari perhatian mereka. Walaupun hal seperti ini sering terjadi, kita harus mengingat bahwa tetap ada pribadi yang terus menerus bekerja dalam kehidupan kita.
Hal inilah yang kita rasakan dari penjelasan Paulus kepada jemaat Pilipi. Di dalam masa pelayanan Paulus di Pilipi, Paulus, Silas dan Lukas telah menerima kebaikan Jemaat Pilipi. Bahkan ketika Paulus telah meninggalkan jemaat Pilipi dan “sekarang” ada di penjara, jemaat Pilipi tetap memberikan bantuan dengan mengirim Epaproditus untuk melayani Paulus di penjara. Begitu juga Paulus mengetahui kebaikan jemaat Pilipi yang memberikan tumpangan kepada pekabar-pekabar Injil yang melayani di jemaat Pilipi. Paulus mengucap syukur kepada Allah atas kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan jemaat Pilipi ini. Selanjutnya, Paulus menjelaskan bahwa semua kebaikan jemaat Pilipi ini merupakan bukti dari kebaikan Allah dalam hidup mereka. Allah telah melakukan kebaikan dalam kehidupan jemaat Pilipi. Allah telah menguduskan mereka, menghimpun mereka sebagai satu jemaat. Melalui Roh KudusNya, Allah bekerja di dalam hati mereka sehingga mereka percaya kepada Berita Injil dan melakukan perintah Injil itu, yaitu melakukan kebaikan. Keyakinan Paulus, ini semua telah dilakukan Allah di dalam jemaat Pilipi dan Allah akan terus memperlihatkan kebaikanNya sampai pada waktunya Kristus datang kembali.
Dari apa yang dikatakan Paulus ini kita mengimani bahwa Allah-lah sumber kebaikan dalam hidup kita. Allah telah memperlihatkan kebaikanNya dalam hidup kita dan Allah terus mengerjakannya sampai tiba waktunya kedatangan Kristus kembali. Hal ini memperlihatkan tindakan kasih Allah yang tidak berkesudahan dalam hidup kita. Kasih Allah berkesinambungan di dalam hidup kita. Allah tidak tanggung-tanggung mengasihi kita atau meninggalkan kita. Hal inilah yang menjadi sumber kebaikan dalam kehidupan kita. Walaupun, mungkin orang lain tidak memusatkan perhatiannya kepada kita, tetapi kita sadar dan mengimani bahwa kebaikan Allah tetap bekerja dalam hidup kita.
Kita jalankan terus kebaikan kita dalam minggu ini, dengan keyakinan bahwa kebaikan Allah tetap bekerja dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 286:1,4
    1. Kuikutken me dalanNdu, dalan dame man bangku. Terkelin me geluhku, itebusi darehNdu. Kuikutken me dalanNdu, kuendesken geluhku. Bas Kam o Jurus’lamatku, dame senang tendingku.
    2. Kupetetap me ukurku, nggeluh bujur ras tuhu. B’reNdu usihen man bangku, puji sembahku baNdu. Kuikutken me dalanNdu…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 24 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 168:1,2
    1. Tegu aku o Tuhanku ibas dalan mesera. La lit ngasup ras gegehku, b’re min tanNdu negusa. Roti surga, roti surga, tetap b’reken man bangku. Tetap b’reken man bangku.
    2. Lau si nggeluh b’re min elah maka aku megegeh. ‘Tah kai jadi bas geluhku, Kamlah arah lebengku. O Tuhanku, O Tuhanku, Kam me kap sekawalku, Kam me kap sekawalku.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Mazmur 96 : 1 – 3.
    “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.”

Renungan

Kita telah tiba kembali pada sabtu malam hari ini. Banyak pengalaman yang telah kita lalui. Ada pengalaman yang membahagiakan, ada pengalaman yang menyedihkan, ada keberhasilan ada juga keberhasilan yang tertunda, ada tawa, tetapi ada juga tangis, ada ketakutan, ada kekuatiran, tapi ada juga ketenangan. Dari berbagai pengalaman itu, penemuan apakah yang kita dapat ?
Kita dapat merenungkan penemuan dan pengakuan Pemazmur ini. Pemazmur dengan penuh semangat mengundang segenap ciptaan atau bangsa untuk memuji Tuhan. Undangan Pemazmur ini didasarkan pada pengalaman iman Pemazmur. Setelah melalui proses dan pergulatan iman yang panjang, Israel sampai pada pengakuan iman, yakni hanya TUHAN adalah Allah. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan Tuhan telah memperlihatkan karya penyelamatan yang baru. Inilah penemuan dan pengakuan Pemazmur yang diperoleh Pemazmur melalui pengalaman hidupnya. Dengan demikian kita dapat memahami bahwa undangan untuk memuji Tuhan ini berkaitan dengan penemuan dan pengakuan Pemazmur tentang Tuhan dan karya Tuhan di dalam dunia ini dan di dalam hidupnya.
Selain mengundang semua ciptaan untuk bersukacita bersama atas penemuan dan pengakuan iman ini, Pemazmur juga mengajak umat untuk mengabarkan berita keselamatan yang dilakukan Allah. Umat diajak untuk terus mewartakan keselamatan ini. Keselamatan yang dirasakan Pemazmur juga diperuntukkan bagi bangsa-bangsa dan segenap ciptaan Allah.
Melalui pengalaman penemuan dan pengakuan Pemazmur ini, kita juga diajak untuk merefleksikan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita. Kita dapat menemukan tindakan Allah dalam kehidupan kita. Kita tetap diberikan kesempatan melihat terang matahari. Kita tetap diberikan semangat dan kemampuan untuk mengerjakan segala aktivitas kita. Kita diberkati dengan orang-orang terdekat yang mengasihi kita. Kita juga dapat menyalurkan kasih kita kepada orang-orang terdekat kita. Dan banyak lainnya, berkat yang diberikan Allah dalam kehidupan kita.
Oleh karena itu, kita juga menerima undangan Pemazmur ini untuk memuji-muji keagungan Allah. Kita persiapkan tubuh, hati, pikiran, roh dan jiwa kita untuk menaikkan pujian kita melalui ibadah minggu esok hari. Ini juga merupakan undangan bagi kita untuk mewartakan berkat Allah itu bagi orang-orang di sekitar kita. Mari kita persiapkan diri kita menyembah Allah melalui ibadah minggu kita. Berkenanlah bagi Allah ibadah penyembahan kita dan berkat Allah senantiasa serta dalam hidup kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 386:1,2
    1. Tuhan kap permakan geluhku, maka la kekurangen aku. Itengah mbal-mbal si meratah, geluhku ipesenangkenNdu. O Tuhan Kam penalemenku, temaniNdu ibas dalanku. Tuhu malem ate tendingku, perbahan Tuhan temanku.
    2. Kempak lau si teneng malerna, itegu-teguNa geluhku, pelimbaruiNdu gegehku dalan pinter babaNdu aku. O Tuhan Kam penalemenku …
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 23 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 367:1,3.
    1. Kam Tuhan Dibata, Si Mada kuasa, si ‘ngkelini k’rina doni enda. Badia gelarNdu mulia me tuhu. Kupuji gelarNdu bas geluhku. Kam Tuhan Dibata, Si Mada kuasa, si ngkelini k’rina doni enda.
    2. Kam Tuhan Dibata Si Mada kuasa, si petetap ukur kami k’rina. Ajar kami nembah ras muji gelarNdu. ‘Lah metunggung ibas adepenNdu. Kam Tuhan Dibata si mada kuasa, si mpetetap ukur kami k’rina.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Pengerana 11 : 7
    “ Sinalsal matawari erbahan meriah ate, seh kal senangna kune ngasup kita ngenanamisa.”

Pengkotbah 11 : 7
“Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata;”
Renungan

Para buruh tanam ini harus mengerjakan pekerjaannya di bawah terik matahari. Para buruh tanam harus menghadapi panasnya terik matahari di punggung, meletihkan pinggang, sedangkan kaki dan tangan terendam air. Sungguh situasi yang berat. Para buruh tanam ini tidak bisa menghindari terik matahari ini. Sampai saat ini, belum memungkinkan bekerja di malam hari untuk menghindari terik matahari yang menyengat ketika bekerja. Namun demikian, para buruh tani ini harus terus bekerja. Inilah gambaran kehidupan kita, berat tapi tidak dapat dihindarkan. Bagaimana kita memandang hidup yang berat ini agar kita tetap dapat terus menjalaninya ?
Bacaan Firman Tuhan yang menjadi renungan malam hari ini mengingatkan kita tentang merasakan dan menikmati terang matahari. Mungkin saja, merasakan terang matahari bukanlah hal yang luar biasa lagi bagi kita. Kita sudah terbiasa dengan terang matahari. Di tunggu atau tidak di tunggu, disadari atau tidak disadari, jam 06.00 WIB kita sudah bisa merasakan terang matahari. Karena begitu biasanya, mungkin kita tidak lagi memperhatikannya. Namun demikian, Kitab Pengkotbah ini mengajak kita untuk merenungkan makna kita masih dapat merasakan terang. Dalam hal ini, Pengkotbah membandingkan merasakan terang dengan misteriusnya hidup ini. Kita harus bekerja lebih banyak lagi, membuka sebanyak mungkin peluang, bahkan pada saat yang belum pasti sekalipun, kita pun harus memulai pekerjaan kita, karena kita mengetahui kemalangan apa yang dapat terjadi. “Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi.” (Pengkotbah11:2) Demikian juga kita tidak mengetahui pekerjaan yang mana yang akan membuatkan hasil. Kata Dibata ibas Pengerana 11:5-6, nina, “Kai pe Dibata si njadikenca janah la terantusi pe. La iangkandu PerbahanenNa. Bagi la iangkandu pemenan kegeluhen ibas bertin. Tupung erpagi-pagi arus kam merdang bage ka lah perbahanenndu tupung berngi. Sabab la sieteh apai si mehulina perturahna, banci jadi duana mehuli perturahna.” Demikianlah kita tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi, keberhasilan atau kegagalan dalam hidup kita. Dalam situasi yang seperti, ketika kita masih dapat merasakan terang matahari berarti masih ada kehidupan bagi kita. Kita masih dapat merasakan hal-hal baik dalam kehidupan kita. Melihat orang-orang terkasih, berbagi kasih dengan orang terdekat, tertawa bersama orang-orang terkasih dan banyak hal baik lainnya. Oleh karena itu mengucap syukurlah ketika kita masih bisa merasakan terang matahari. Inilah maknanya ungkapan, “Senangna kune ngasup kita ngenanamisa”.
Berat memang perjuangan hidup kita, tetapi Tuhan Allah tetap memberikan kepada kita kesempatan merasakan terang matahari. Oleh karena itu, selagi kita masih bisa merasakan terang matahari, nikmatilah hidup dan bergembiralah. Tuhan memberkati dan memampukan kita untuk menikmati kehidupan kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 331:1,2.
    1. Tegu aku anakNdu, bas perdalan geluhku. ‘Di paksa aku labuh, ambatilah musuhku. Tegu aku, ibas perdalanenku. Kam ngenca ku lebuh, cikepNdu tanku enteguh.
    2. Kam bentengku si paguh, gia musuhku ngupuh. Amin mara reh nderpa, la aku bera-bera. Tegu aku, ibas perdalanenku. Kam ngenca ku lebuh, cikepNdu tanku enteguh.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 22 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 197:1,4.
    1. Kesah Tuhan nusurlah, kubas perpulungenNdu. Ukurna petetaplah, ernalem saja baNdu. IdiloNa perdosa, nina kapen man bana : kam si latih ras mberat, Aku bandu penampat.
    2. Kesah Tuhan erkuasa, la tersipati kita. Arah e pe Dibata, nemani geluh enda. Mari oge Pustaka, je ngerana Dibata : kam si latih ras mberat, Aku bandu penampat.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Efesus 5: 18 – 19.
    “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.”

Renungan

Salah satu kebiasaan di lapo tuak adalah bernyanyi. Kelihatannya, pemain musik dan para penyanyinya, bernyanyi begitu lepas, senang, tidak lagi teringat masalah dan mereka bisa bernyanyi sampai larut malam. Kemungkinannya hal ini merupakan efek dari minuman ‘tuak” yang mereka minum. Bila dalam kehidupan yang suntuk, berat dan banyak masalah ini, kita mendapatkan solusi yang membuat kita bisa senang, tidak lagi teringat masalah dan solusi itu bertahan lama, alangkah baiknya solusi itu. Namun terkadang, solusi itu di dapat dengan cara yang tidak baik dan benar.
Di dalam Firman Tuhan yang menjadi renungan malam hari ini, Efesus 5:18-19, Paulus membandingkan kebiasaan orang yang belum mengenal Kristus dan kehidupan orang yang telah mengenal Kristus. Kehidupan sebelum mengenal Kristus diisi dengan anggur. Mereka mendapatkan kebahagiaan hidup mereka dengan memenuhi hidupnya dengan anggur, mabuk anggur. Orang yang mabuk anggur akan kehilangan kesadaran diri dan menghalangi kemampuan berpikir dengan baik. Mereka mencari apa yang menyenangkan hati mereka tanpa melihat lagi benar-salah, baik-buruk perilaku mereka. Paulus mengingatkan kehidupan yang seperti ini, pada akhirnya, akan menimbulkan hawa nafsu.
Oleh karena itu, Paulus mengatakan hidup orang Kristen haruslah dipenuhi dengan Roh Kudus. Hidup yang dipenuhi dengan Roh Kudus itu diungkapkan dengan cara “berkata-kata seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati”. Inilah yang menjadi cara dan ciri hidup orang yang telah mengenal Kristus. Mereka memperkatakan mazmur dan menyanyikan nyanyian pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersorak bagi Tuhan. Cara hidup yang demikian akan menguatkan persukutuan kita dengan Allah dan sesama orang percaya. Hidup kita dipenuhi dengan sukacita. Cara hidup yang demikian juga akan meningkatkan kesadaran diri dan kemampuan untuk memahami apa yang baik-buruk, benar-salah, sehingga kita tetap dapat berjalan dalam kebaikan dan kebenaran. Dengan demikian kita memperoleh apa yang membahagiakan hidup kita, memampukan kita menghadapi masalah kita dan menghasilkan sukacita yang bertahan lama dalam kehidupan kita.
Kita memang menghadapi persoalan yang membuat kita suntuk, namun demikian Tuhan memberikan Roh Kudus untuk memenuhi hidup kita. Berilah diri kita dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus, sehingga kita memiliki cara hidup yang menguatkan persukutuan kita dengan Allah dan sesama orang percaya. Cara hidup yang meningkatkan kesadaran diri dan kemampuan untuk memahami apa yang baik dan yang benar. Tuhan memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 245:1,2.
    1. Kesah Si Badia, pegara min apiNdu. Bas pusuh kami k’rina, si nggo dat pendiloNdu.
    2. Talangi pingel kami, terangi pusuh kami. Petetap ukur kami, ngaloken pendiloNdu.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 21 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 368:1,2.
    1. Si puji Tuhan Dibatanya, kataken bujur baNa. Sabab Ia si merekenca, pasu – pasu man banta. Mbelin ras mulia, kekelengen Tuhan, ibas doni enda. Ajari o Tuhan, kami k’rina anakNdu, naksiken kerina perbahanenNdu.
    2. Geluh kami meriah tuhu, k’rina si k’rajangenNdu. Sabab kalak si nembah baNdu datken pasu-pasuNdu. Mbelin ras mulia …
  2. Ertoto.
  3. Ngoge Kata Dibata Jesaya 48:17
    “ Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.”

Renungan

Dalam kehidupan kita, sering kali kita diperhadapkan dengan banyaknya tantangan hidup. Banyak tantangan yang harus kita hadapi, banyak pertimbangan harus kita pikirkan, banyak resiko siap menghadang kita sehingga kita tidak tahu jalan mana yang harus kita tempuh. Oleh karena itu kita memang membutuhkan pengajaran dan tuntunan untuk menghadapi semua tantang hidup itu.
Bacaan Firman Tuhan malam hari ini mengingatkan kita tentang Allah yang mengajari dan menuntun kehidupan umatNya. Allah mengawalinya dengan menyebut namaNya. Allah menyebut namaNya dengan sebutan “TUHAN Penebusmu. Dengan penyebutan nama itu Allah menunjukkan perbuatanNya pada masa lalu yang telah menebus bangsa Israel dari tanah perbudakan Mesir. Dengan menyebut nama itu, bangsa Israel diingatkan bahwa peristiwa masa lalu bukan cerita masa lalu saja tetapi juga merupakan kenyataan masa sekarang. Dengan nama itu, Allah menjamin bahwa FirmanNya dapat dipercaya. Perbuatan Allah di masa lalu menjadi jaminan akan karya di masa sekarang dan masa depan.
Kepada bangsa Israel Allah menyatakan bahwa IA yang mengajar umatNya tentang apa yang memberi faedah dan menuntun di jalan yang harus ditempuh umatNya. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat bangsa Israel mengalami penderitaaan, Allah tidak meninggalkan mereka. Allah tetap mengajari dan menuntun umatNya. Di dalam Jesaya 48:20, Allah mengajari dan menuntun bangsa Israel tentang apa yang harus mereka lakukan. Dikatakan, “Keluarlah dari Babel, larilah dari Kasdim! Beritahukanlah dengan suara sorak-sorai dan kabarkanlah hal ini! Siarkanlah itu sampai ke ujung bumi! Katakanlah: “TUHAN telah menebus Yakub, hamba-Nya!” Dengan cara demikian, bangsa Israel akan mengalami pembebasan dari perbudakan mereka. Mereka akan mengalami damai sejahtera Allah. “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,” (Jesaya 48:18)
Melalui bacaan Firman Tuhan malam hari ini kita diingatkan bahwa Allah tetap mengajari dan menuntun kita menghadapi tantangan hidup kita. Kita memohon agar Allah membukakan bagi kita makna FirmanNya. Seperti perintah Allah kepada Josua, kita juga dengan semangat memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan. “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”(Josua 1:8) Kita memberikan diri kita untuk percaya dan taat pada Firman Allah. Demikianlah kita senantiasa dengar-dengaran akan pengajaran dan tuntunan Tuhan dalam hidup kita sehingga kita memperoleh damai sejahtera Allah. Tuhan memberkati kita. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 379:1,3.
    1. Tuhan tetap nemani geluhku dingen mereken dalan man bangku. Ernalem gelah tetap ras ertoto man baNa. Tuhan tetap nemani geluhku.
    2. Tuhan tetap nemani geluhku dingen mereken dalan man bangku. Enda me keg’luhenku, kuendesken man baNdu. Tuhan tetap nemani geluhku.
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan

Renungan Malam 20 Oktober 2020

  1. Rende KEE GBKP No. 182:1,2.
    1. O Tuhan Kam tetap, tedehku man baNdu. Arap ku lalap Kam nemani geluhku. O Tuhan rasa lalap. Geluhku temani. Ola tadingken aku ras Kam tetap.
    2. O Tuhan Kam tetap, ajarilah aku, lah kai pe si kuban, mehuli man baNdu. O Tuhan rasa lalap. Geluhku temani. Ola tadingken aku ras Kam tetap.
  2. Ertoto
  3. Ngoge Kata Dibata Amos 5 : 4
    “ Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!”

Renungan

Di dalam kehidupan kita, kita selalu mencari, berjuang, dan berusaha mendapatkan “jalan kehidupan” bagi kita. Kita bangun pagi, bekerja sepanjang hari, merencanakan pengembangan usaha kita, dan mengatur keuangan kita agar kita mendapatkan kehidupan. Namun demikian, kita perlu tetap berhati-hati dan mendengarkan panggilan nabi Amos ini
Nabi Amos mengingatkan penduduk Kerajaan Israel Utara akan ancaman kehancuran dalam kehidupan mereka. Namun demikian, nabi Amos mengatakan bahwa tetap ada kesempatan bagi mereka untuk terhindar dari keadaan itu. Caranya ialah dengan mencari Tuhan. Apa yang dimaksudkan nabi Amos dengan mencari Tuhan ? Ada yang menganggap mencari Tuhan berarti pergi ke tempat ibadah dan menyembah Allah di tempat itu. Di dalam ayat 5, nabi Amos mengingatkan penduduk Kerajaan Utara, “Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.” Pada saat itu, Betel, Gilgal dan Bersyeba adalah tempat ibadah bagi bangsa Israel. Ternyata bagi nabi Amos mencari Tuhan bukan berarti pergi ke tempat beribadah dan menyembah Tuhan di tempat itu. Amos menegaskan mencari Tuhan berarti melakukan kebaikan dan keadilan. Pada ayat 14-15 dikatakan, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf. (Amos 5:14-15)
Nabi Amos memaksudkan “carilah Tuhan” berarti mencintai yang baik dan menegakkan keadilan. Apa yang dikatakan nabi Amos ini tetap merupakan “jalan kehidupan” dalam kehidupan kita saat ini. Saat kita bekerja, mengembangkan usaha dan mengatur keuangan kita, kita lakukan itu semua dengan tetap mencintai yang baik dan menegakkan keadilan. Seturut dengan perkataan nabi Amos, hal inilah yang mendatangkan kehidupan bagi kita. Walaupun terkadang tantangannya adalah adanya orang yang berbuat jahat namun hidup “sejahtera”. Seperti ungkapan Pemazmur dalam Mazmur 73 :3-5, “Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.” Walaupun kita sering melihat hal ini, kita tetap percaya bahwa mencintai yang baik dan menegakkan keadilan adalah jalan yang menuju kehidupan. Tuhan memberkati kita untuk tetap setia mencintai yang baik dan menegakkan keadilan. Amin.

  1. Ertoto kenca renungen.
  2. Rende KEE GBKP No. 350:1,2
    1. Kelengi kebenaren, pedauhlah si jahat. Pakeken Kata Tuhan tahan rasa lalap. Nggeluhlah alu bujur meteruk ukur kin. Dalanken kebenaren maka ukur tenang. Erjaga-jagalah reh me wari Tuhan. Ersikap-sikaplah, pake Kata Tuhan.
    2. Darami si mehuli pedauh min si ilat. Megermet bas keg’luhen make pedah Tuhan. Lakokenlah si adil ibas kegeluhen,bage me pedah Tuhan tetap si dalanken. Erjaga –jagalah…
  3. Pertoton syafaat ras pertoton Tuhan.

Pdt. Tanda Pinem

GBKP Rg. Jl. Sei Batang Serangan